
Saat itu Sazurah tidak ingin pergi dulu dari tempat itu. Karna dia masih ingin bermain bersama hewan-hewan yang menggemaskan itu, sampai pada suatu saat Sazurah mendengar suara orang minta tolong dari luar tempatnya itu.
Dengan rasa penasaran Sazurah perlahan-lahan menyingkirkan beberapa tirai es. Dari sela-sela tersebut Sazurah dapat melihat tubuh seorang wanita setinggi dia, dengan rambut pendek serta memegang sebuah kantong di tangannya.
Melihat wanita itu di ganggu oleh 3 laki-laki yang berjubah hitam membuat Sazurah keluar dari persembunyiannya dan mengeluarkan katananya sebagai ancaman untuk orang berjubah tersebut.
Akan tetapi ketiga laki-laki tersebut tidak bergeming melihatnya seakan Sazurah bukanlah hal yang penting baginya. Disitulah Sazurah mengubah pikirannya bahwa wanita yang berada dibelakangnya meminta bantuan karna diganggu oleh mereka.
Melainkan wanita tersebut sudah dijadikan target oleh mereka, sehingga membuat Sazurah menoleh ke arah wanita berambut pendek tersebut dan terkaget melihatnya. Ternyata wanita tersebut adalah Fuu sang jinchuriki ekor tujuh yaitu chomei.
" Pergi atau nyawa kalian yang akan melayang. " Ujar Sazurah membuat ketiga orang berjubah itu tertawa seram mendengarnya.
" Mereka menargetkan jinchuriki, sudah pasti mereka berasal dari aliansi Akatsuki. " Ucap batin Sazurah yang terus memusatkan pandangannya kepada orang-orang tersebut.
Tanpa pikir panjang, Sazurah menggunakan teknik " Kirigakure No Jutsu ". Sazurah tau bahwa dia tidak akan menang melawan anggota Akatsuki, terlebih lagi dia belum tau ciri khas musuhnya tersebut sehingga dia lebih memilih kabur dari pada melawannya.
Melihat kabut tebal tiba-tiba muncul membuat ketiga orang tersebut langsung menjauhi area tersebut. Berjaga-jaga takutnya sang gadis kecil berambut orange tersebut berbuat sesuatu.
Akan tetapi dugaan mereka salah, ketika kabut itu menghilang Sazurah dan Fuu sudah tidak ada lagi disana. Membuat ketiga anggota Akatsuki itu panik dibuatnya dan langsung menghilang untuk mencari Sazurah dan Fuu.
" Fyuhh.... syukurlah mereka pergi. Eh kamu nggak papa kan. " Tanya Sazurah sambil memastikan keadaan Fuu.
" Terima kasih ya sudah mau menolong ku. " Ucap Fuu membuat Sazurah membalasnya dengan senyuman.
Sazurah berniat untuk mengajak Fuu tinggal sementara di tempat yang di kelilingi hewan-hewan kecil. Namun, Fuu menolak dengan alasan dia harus segera pulang ke desanya untuk memberitahu tentang kejadian tadi dan informasi yang baru saja dia dapatkan.
Seketika ekspresi Sazurah langsung berubah dan kemudian berubah menjadi senang agar Fuu tidak merasa bersalah padanya. Karna Fuu masih dalam pengejaran Akatsuki, Sazurah memutuskan untuk mengantar Fuu pulang sebelum dia kembali ke Konoha. Untungnya desa Fuu tidak jauh dari desa Konoha.
Sesampainya di desa Fuu, Sazurah memberikannya sebuah jepit rambut berwarna orange. Sazurah memberikannya warna orange karna mata Fuu sama dengan warna rambutnya dan juga Sazurah hanya mempunyai jepit rambut berwarna orange yang jarang dia pakai.
Menerima pemberian dari Sazurah, Fuu merasa senang terlebih lagi selama ini dia tidak pernah mendapat hadiah yang berharga dari siapapun. Sazurah kemudian memasangkannya di rambut Fuu dan itu membuat Fuu semakin cantik.
Sebelum Sazurah pergi, Fuu memberi pesan padanya bahwa dia dan Sazurah akan bertemu lagi di suatu hari nanti. Entah itu sebulan lagi atau satu tahun lagi, mendengar hal itu Sazurah benar-benar bahagia dan berubah ekspresi ketika berbalik menuju Konoha.
Entah apa yang dipikirkannya selama diperjalanan, sehingga membuatnya secara nggak sadar sudah sampai di pintu gerbang Konoha.
Saat itu waktunya sangat tepat, ketika Sazurah sampai. Naruto sedang bersiap-siap ke suatu tempat lagi, melihat Naruto sudah kembali. Sazurah langsung memeluknya dan tanpa henti Sazurah mengatakan " Kakak kangen Naruto ".
" Akhirnya kakak pulang juga, kakak dari mana aja. " Tanya Naruto membuat Sazurah terdiam dan Memukul tengkuk leher Naruto.
" Kau tidak perlu tau itu, yang penting sekarang kau ada disini dalam keadaan baik-baik saja. " Jawab Sazurah
" Oh iya, apa kakak tau tentang Sasuke. " Tanya lagi Naruto .
" Ahh, apa mereka sudah mendapat pertolongan. Tanya balik Sazurah.
" Sudah, nenek tsunade akan menyembuhkan mereka bertiga hari ini. " Mendengar hal itu Sazurah langsung menarik tangan Naruto dan pergi membawa Naruto menuju Rumah Sakit Konoha.
" Nah, itu dia. " Teriak Naruto sambil menunjuk kearah dua wanita yang sedang menyender didinding.
" Jadi Hokage kelima sudah ditentukan. " Ucap batin Sazurah
" Dia siapa. " Tanya Tsunade tanpa ragu
" Ah ini, kakakku. Uzumaki Sazurah. "
" Jadi dia yang dinamakan bunga desa. pantas saja auranya seperti mawar, cantik tapi menyakitkan. " Ucap batin Tsunade sambil sedikit tersenyum.
Naruto yang sudah menunggu Tsunade dan Sazurah terus mengomel karna jalan mereka sangat lambat.
__ADS_1
Satu langkah menuju kamar Sasuke, tiba-tiba perut Sazurah mules. Dengan secepat mungkin Sazurah berlari menuju wc. Sedangkan Tsunade langsung mengobati Sasuke.
Tak lama Sasuke terbangun walaupun masih setengah sadar tapi dia sudah terbebas dari genjutsu milik Itachi. Sakura yang selalu setia menemani Sasuke langsung memeluknya dengan erat.
Naruto tidak ingin menggangu momentum mereka, sehingga memberi tanda pada Tsunade untuk pergi ke pasien selanjutnya.
Dengan perasaan yang lega, Sazurah kembali ke ruangan Sasuke. Namun perasaan lega itu menghilang disaat Sazurah melihat Sakura memeluk Sasuke. Entah kenapa saat itu hatinya benar-benar sakit, seakan ada sebuah benda yang menancap dihatinya.
" Sakit tapi tidak berdarah. " Gumam Sazurah membuat Sasuke melirik kearahnya. Betapa terkejutnya Sasuke melihat Sazurah sudah berada dihadapannya dan melepaskan pelukan Sakura.
" Sazurah... " Panggil Sasuke
" Hehehe...sepertinya aku menganggu deh. Aku pergi dulu ya, mau lihat keadaan guru kakashi. dadah. " Belum sempat Sasuke mengatakan sepatah katapun, Sazurah sudah menghilang.
" Tolong mulai sekarang jangan memelukku sembarangan. " Pinta Sasuke dengan tatapan menghadap kebawah.
" Aku minta maaf. " Ucap Sakura yang tiba-tiba masuk dalam permasalahan Sasuke dan Sazurah. Walaupun dia tau apa kesalahannya tapi baginya hal tadi bukanlah masalah yang serius. mungkin berbeda dengan Sazurah.
" Hari ini kayaknya bukan keberuntungan gua. niat mau istirahat, eh malah ketemu hal-hal romantic. kan jadi keluar pengaruh jomblo gua. " Ucap batin Sazurah yang terus menggerutu tanpa menentukan tujuan ingin kemana.
Sampai tidak sengaja, kakinya menginjak sesuatu dan membuatnya terjatuh dalam sebuah goa yang gelap. Sazurah tidak bisa melihat apapun, yang dia lihat hanya warna hitam.
Tidak mungkin baginya untuk diam didalam goa sampai bantuan tiba. Untungnya Sazurah membawa korek api, walaupun dengan cahaya yang kecil tapi bisa untuk Sazurah mencari jalan.
" Bagaimana bisa aku terperangkap disini. " Gumam Sazurah yang tidak sengaja kesandung sesuatu.
" Mungkin kamu tidak sengaja menginjak pintu masuk yang dibuat oleh Tobi. " Betapa terkejutnya Sazurah mendengar suara yang berada ditempat yang gelap. Sehingga membuatnya terbentur sesuatu yang keras dan pingsan.
Malam pun tiba, Sazurah tak kunjung muncul. Sasuke benar-benar khawatir dengan keadaan Sazurah karena keluarganya sama sekali tidak mengetahui keberadaannya.
" Tenang Sasuke, Sazurah tidak akan melakukan hal yang bodoh. Dia pasti sedang berada ditempat yang aman. " Ujar Kushina yang mencoba menenangkan Sasuke.
Tak lama Minato datang bersama Fugaku dan menanyakan tentang keberadaan Sazurah.
" Bagaimana ini, besok sudah pengangkatan Hokage Kelima. Kalo dia tidak datang siapa yang akan memberi gulungan peraturan Hokage. " Ucap Minato
" Bukankah Sazurah pernah bilang, bahwa gulungan itu berada di bawah kasurnya. " Jawab Kushina membuat Minato langsung teringat dan pergi pulang kerumah.
Didalam Goa, Sazurah tersadar dan melihat dengan terang tempat ia berada. Semua peralatan lengkap, dimulai dari dapur, barang ruang seperti sofa dll. Namun ada yang ganjal bagi Sazurah, yaitu dinding yang terbuat dari batu asli.
Sazurah pikir bahwa tempat itu adalah rumah batu namun kenyataannya itu adalah Goa yang diisi oleh barang-barang rumah.
" Apa kepalamu tidak sakit lagi. " Tanya seorang kakek yang duduk dikursi roda. Dari suara dan wajahnya membuat Sazurah tak asing melihatnya. Seakan pernah bertemu tapi ia lupa.
" Ah, sepertinya nggak kek. " Jawab Sazurah sedikit tersenyum.
" Oh iya kek, ini dimana ya. " Tanya Sazurah sambil memperhatikan langit-langit tersebut.
" Ini adalah sebuah Goa yang tak jauh dari desa Konoha. " Jawab Kakek tersebut membuat Sazurah langsung tertegun.
" Kupikir Rumah biasa ternyata Goa, ada ya rumah seperti ini. " Ucap batin Sazurah dengan penuh keheranan.
Saat mata Sazurah memandangi seluruh area, tak sengaja mata Sazurah terkunci oleh sebuah jam yang menunjukkan jam 08.36 malam. Betapa khawatirnya Sazurah, takut semua orang panik mencarinya karna seharian tidak pulang.
Terlebih lagi jika ia tidak pulang malam ini. Dengan terburu-buru Sazurah mengambil barang yang berada disampingnya dan beranjak dari kasur. Namun saat dia baru berdiri tiba-tiba kepalanya terasa sangat perih yang membuatnya jatuh. Saat itu tubuhnya berubah menjadi tidak bisa digerakkan.
" Saat kamu terbentur tadi, kamu tidak sengaja menumpahkan racun yang membuat kepala kamu bereaksi dan saat ini racun itu menyebar ke seluruh tubuh. " Ujar Kakek tersebut sambil membawa Sazurah kembali ke kasur.
" Tenang saja, besok pagi anak buahku akan datang membawakan obatnya. Kamu hanya butuh istirahat disini " Lanjut Kakek tersebut sambil mengusap rambut Sazurah dengan lembut dan pergi meninggalkannya ke sebuah ruangan.
__ADS_1
" Entah kenapa perasaanku mengatakan dia adalah orang yang baik dan aku tidak perlu waspada terhadapnya. " Ucap batin Sazurah yang mencoba memenjamkan mata walaupun rasa nyeri dikepalanya tak kunjung berhenti.
Keesokkan paginya, Sazurah tak kunjung pulang membuat Sasuke semakin dilanda kegelisahan.
" Dia benar-benar tidak pulang, apakah dia marah tentang kejadian kemarin. " Gumam Sasuke sambil mematau kamar Sazurah dari luar.
Sazurah terbangun dalam mimpinya dan melihat sekelilingnya kabur. Disaat penglihatannya sudah kembali jelas tiba-tiba muncul sosok bertopeng orange berada tepat dihadapannya.
" Selamat Pagi, nama kamu siapa?. " Tanya orang tersebut sambil beranjak pergi dari kasur Sazurah.
" Uzumaki Sazurah, anda sendiri. " Tanya balik Sazurah.
" Tobi. " Jawab laki-laki tersebut membuat Sazurah terkaget dan refleks melihat kearah kakek-kakek yang telah merawatnya semalam.
" Tobi doang? nggak pake nama lengkap. " Tanya lagi Sazurah.
" Tidak!! panggil saja aku Tobi. " Ucap Tobi yang perasaannya mulai tidak senang.
Takut akan konsekuensinya
jika Obito tau bahwa Sazurah mengetahuinya sejak lama. Sazurah mengganti topik dengan menanyakan apakah Tobi membawa obat untuk sakit kepalanya tersebut.
Tobi kemudian menunjukkannya dengan perasaan yang gembira dan mulai meracik obat tersebut.
" Oh iya kek, nama kakek siapa? hehehe maaf aku penasaran. " Ucap Sazurah membuat Tobi tiba-tiba memperlambat gerakannya.
" Panggil saja, kakek Madara. "Jawab kakek tersebut dengan senyuman yang tulus.
" Tak kusangka aku akan bertemu dengannya secepat ini. " Ucap batin Sazurah yang mulai meragukan kejahatan Madara.
Tak lama, Tobi menyodorkan sebuah gelas yang berisikan obat. Awalnya Sazurah meragukan namun entah kenapa Sazurah langsung menerima obat tersebut dan meminumnya sampai habis.
Rasa sakit yang mulai mereda kini mulai berdenyut dengan cepat membuat Sazurah terus berteriak kesakitan. Sazurah benar-benar sudah dibohongi oleh Madara dan Tobi.
Sampai tujuh menit berlalu, rasa sakit tersebut menghilang. Sazurah langsung terdiam ketika mengalami perubahan tersebut karna hilangnya rasa sakit itu bukan berangsur-angsur melainkan mendadak. Seakan kepalanya langsung plong dan ringan.
Sazurah langsung melihat kearah dua orang yang sudah menunggu reaksi Sazurah. Dengan wajah yang ceria dan senyum yang melebar Sazurah tunjukkan kepada Madara dan Tobi. Tak lupa Sazurah terus mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua dan dengan suara yang rendah Madara mengatakan " sudah sewajibnya kami melakukan itu. "
Mendengar hal itu Tobi tiba-tiba menatap kearah Madara dengan penuh keheranan dan kemudian menyetujui ucapan Madara.
Suasana yang cerah saat itu dihancurkan oleh suara perut dari Sazurah. Madara menyenggol perut Tobi membuat Tobi kembali kedapur.
Dengan cepat Sazurah turun dari kasur dan menahan Tobi untuk membuatnya makanan.
" Kini izinkan saya membalasnya dengan makanan terbaik saya. " Ucap Sazurah yang langsung masuk ke dapur.
Hanya dalam beberapa menit, Sazurah keluar dengan tiga buah piring yang berisikan nasi goreng andalannya saat berada dikehidupan sebelumnya.
Dengan penuh keheranan, dua orang tersebut menanyakan makanan apa yang dibuat oleh Sazurah.
" Coba saja dulu, kalo enak akan Sazurah kasi tau apa nama makanan ini. " Ujar Sazurah dengan suasana yang ceria.
Tidak mau menghancurkan suasana yang cerah tersebut, Madara mencobanya dan langsung terdiam. Hal itu membuat Tobi khawatir dan menggoyang-goyangkan tubuh Madara.
Sampai Madara mengangkat wajahnya dan mengatakan " Ini adalah makanan yang terenak bagiku. " dengan lahapnya Madara memakan masakan Sazurah sambil menyingkirkan sayuran yang ada di masakan tersebut.
Tobi yang melihatnya jadi penasaran dan mencoba satu sendok saja. Ternyata apa yang dikatakan Madara benar, sehingga hanya dalam sekejap makanan tersebut habis dan mereka masih menatap kearah makanan Sazurah yang tinggal setengah lagi
Perasaan yang ga tega membuat sazurah mau tidak mau merelakan makanannya kepada Madara dan Tobi.
__ADS_1
" Ini makan saja kalo mau. " Ucap Sazurah, tangan kedua orang tersebut langsung bergerak cepat mengambil makanan Sazurah.
" Tau gitu aku nggak bilang tadi. Huft aku kan masih pengen makan. " Ucap batin Sazurah yang kini merenungi ucapannya tadi.