Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Naruto

Aku Bereinkarnasi Ke Dunia Naruto
episode 94


__ADS_3

Tak lama muncul Hidan, yang baru saja memesan secangkir minuman.


" ternyata dia pemabuk juga. " ucap Sazurah dengan lirikkan maut.


Seakan merasa ada yang memperhatikannya, Hidan berdiri dan melihat sekitarnya. Saat keadaan sudah meyakinkan bahwa tidak ada yang mencurigakan, Hidan kembali meminum minumannya dan keluar meninggalkan bar tersebut.


Tanpa membuang banyak waktu, Klan Mot utama yang diketuai oleh Sanosuke langsung mengejar Hidan sampai di sebuah hutan yang benar-benar lebat.


Hidan bukanlah ninja yang bodoh, dia mengetahui bahwa ada yang sedang memperhatikan gerak geriknya. Sehingga dia membawa Klan Mot utama ke tengah simbol yang sudah ia buat untuk berjaga-jaga jika ada yang ingin mengincarnya.


" Sudah kuduga, kalian berniat ingin membunuhku kan. " Tanya Hidan sambil bersiap mengigit jarinya.


" Untuk apa kami memberitahu rencana kami kepada orang yang akan mati. " Jawab Sazurah


" Bukankah kalian yang akan mati. " Balas Hidan yang langsung mengigit jarinya dan simbol yang sudah dia buat tiba-tiba berwarna merah darah.


Sanosuke, Sazurah, Ken dan Vink pun menyiapkan peralatan mereka dan menunggu pergerakan dari Hidan. Agar mereka tidak salah dalam mengambil keputusan.


Hidan pun berpikir seperti sampai sudah lebih dari 1 jam mereka lewatkan hanya saling menatap satu sama lain. Tanpa ada satu pergerakan pun, Sazurah benar-benar tidak sabar ingin menuntaskan misinya dan segera pulang ke Konoha.


Sazurah melemparkan keenam kunainya ke berbagai arah dan kemudian menariknya saat dirinya mendekati Hidan. Tapi hal itu tidak semudah yang Sazurah pikirkan, disaat keenam kunai itu Sazurah tarik secara bersamaan. Entah karna apa tiba-tiba kunai tersebut meleleh, seakan area yang mereka tempati itu benar-benar panas sampai bisa melelehkan kunai yang terbuat dari logam.


" Jangan gegabah Sazurah, saat ini dia sedang menggunakan teknik darah. Semua benda yang berada diarea lingkaran tersebut akan meleleh, itu tandanya kita tidak bisa melukainya dengan berbagai macam benda. " Ujar Leo


" Jadi?. " Tanya Sazurah


" Jadi disini kau hanya bisa menggunakan Ninjutsu maupun Taijutsu, mereka yang berada dibelakangmu pun tau itu. " Lanjut Leo membuat Sazurah melirik ke belakang dan benar saja. Mereka tidak mengeluarkan Senjata melainkan beberapa gulungan.

__ADS_1


" Aku harus cepat menyelasaikannya agar tidak pertumpahan darah dihadapanku. " Saat Sazurah sedang mengaktifkan mata Tsukoyominya, dari dalam tanah muncul gulungan kertas yang terbakar namun tidak berubah menjadi debu. Melainkan berubah menjadi tali yang mengikat tubuh Hidan.


Sazurah benar-benar dibuat diam dan tidak bisa bergerak melihat Hidan yang sudah tertangkap hanya dalam hitungan detik. Sedangkan Azuma butuh waktu lama untuk mengalahkannya, itupun berujung kematian.


Anggota Klan Mot utama pun sudah merasa tenang dengan Hidan yang sudah terkena jebakan. Akan tetapi semua itu salah, seseorang yang berada di udara melemparkan banyak sekali burung kertas dan burung kertas tersebut meledak. Membuat Sazurah dan lainnya pergi menjauh dari tempat tersebut.


Dengan kesempatan tersebut membuat Hidan berhasil kabur bersama seseorang rekannya dengan rambut berwarna kuning. Sazurah benar² yakin bahwa itu Deidara karna hanya dialah yang bisa membuat bom dengan kerajinan tangannya.


Awalnya Sazurah ingin mengejar Hidan tapi ditahan oleh Sanosuke karna Ken dan Vink terkena dampak ledakan tersebut. Sazurah langsung putus asa ketika melihat Vink dan Ken terluka serta melihat punggung Hidan menghilang diantara tebalnya awan.


" Tidak bisa dibiarkan, dia harus mati. " Ucap batin Sazurah yang langsung menggunakan teleport dan muncul dihadapan Deidara.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Sazurah dengan mata tsukoyominya. Menendang kepala Deidara hingga jatuh ke tanah dan Hidan yang melihat bunga salju di mata Sazurah tidak bisa bergerak. Seakan dirinya sedang melihat sosok yang benar-benar menakutkan.


" Takkan ku biarkan kau membunuh guru Azuma. " Ujar Sazurah sambil menarik sebuah pedang dari portal berwarna hitam seraya mengatakan " Dewi Kematian Telah Tiba " dengan senyum tak lupa ia tunjukkan pada Hidan.


Tubuh dan kepala tersebut jatuh dari seekor burung buatan Deidara dengan tempat yang berbeda. Kini hati Sazurah tercampur aduk, antara Kasian dan Tenang.


Sazurah kembali dengan menggenggam sebuah kepala Hidan. Sanosuke tidak bisa berkata-kata melihat fenomena tersebut, bagaimana caranya Sazurah bisa membunuh Hidan dengan mudah. Padahal Hidan sudah termasuk misi tingkat S tapi dia seakan menganggapnya misi tingkat B.


" Aku benar-benar tidak tau harus bagaimana lagi, antara aku senang karena dia terlalu pintar dan hebat atau iri kemampuannya dia jauh melebihiku. " Ucap Sanosuke.


Suasana hati Sazurah yang sedang tidak baik, hanya melempar kepala Hidan kearah Sanosuke dan pergi sambil mengatakan " Aku pulang deluan ".


" wah dia masih kecil tapi sudah sehebat ini, bagaimana caranya bisa memenggal kepala setan ini ya. " Gumam Ken sambil membalikkan ke kanan dan ke kiri.


" santai sekali kau memainkan tuh kepala. " Ujar Sanosuke.

__ADS_1


" Dari pada kepala Hidan membusuk lebih baik kita membawanya ke markas Mot. " Saran Vink yang langsung disetujui oleh Sanosuke.


" Terus Sazurah bagaimana. " Tanya Ken sambil melihat ke arah Sazurah pergi yang kini hanya terlihat perpohonan.


" Dia menggunakan teleport, sudah pasti dia aman. " Jawab Vink sambil memasukkan kepala Hidan ke sebuah kotak dan mendoakan kematiannya. Entah apa yang dia ucapkan dalam doanya tapi sepertinya dia mendoakan ketenangan untuk Hidan.


Pikiran Sazurah saat ini dibuat kacau oleh kematian Hidan, seakan dirinya merasa bersalah atas kematian Hidan walaupun Sazurah memang bersalah atas pembunuhan Hidan. Hanya saja membuat Sazurah tersesat di sebuah tempat bersalju, padahal belum masanya musim salju.


Tapi ada satu tempat yang selalu ditutupi salju yaitu Yukigakure dan Sazurah yakin bahwa dia sedang dalam kawasan desa tersebut. Sazurah terus menelusuri area yang ia singgah itu karna selama ini dia hanya tau perkotaannya saja dan belum sama sekali melihat keadaan diluar perkotaan Yukigakure.


Hati Sazurah yang sedang panas saat itu kini berubah menjadi dingin sama seperti keadaan desa Yukigakure ketika melihat bola-bola es berjejer mengarah kebawah membentuk sebuah tirai dan saat dibuka. Betapa terkejutnya Sazurah melihat sebuah tempat pemandian air hangat yang sudah ditinggalkan benar-benar mengkilau.


Hewan-hewan yang datang untuk menghangatkan dirinya benar-benar menggemaskan namun menghilang ketika Sazurah muncul dari tirai bola-bola es.


" Tenang saja, aku tidak membahayakan. Aku hanya datang untuk menenangkan diriku saja. " Ucap Sazurah dengan lembutnya seakan tau Hewan-hewan tersebut belum pergi.


Simpati Hewan terhadap makhluk ciptaan sangatlah erat dibandingkan manusia dengan makhluk lainnya. Simpati hewan tidak memikirkan bahaya, yang ia tau hanya menolong dan menolong siapa saja jika ia pikir bisa melakukannya. Tapi berbeda dengan manusia, manusia terkadang enggan membantu sesama makhluk ciptaan padahal dirinya mampu menolong tapi dia seakan menutup telinga dan matanya rapat-rapat tanpa memperdulikannya.


Ada kalanya manusia bisa menjadi baik dan bisa menjadi jahat. Disaat manusia berubah menjadi baik, dia menolong hewan dengan tulus tapi ketika dia berubah menjadi jahat dia akan menghancurkan rumah sang hewan, menjual-belikan hewan yang sudah terancam punah serta tanpa ragu dia bisa menyiksa dengan sangat keji.


Sedangkan hewan-hewan sama sekali tidak bersalah, mereka akan menjadi baik bila para manusia bersikap baik padanya tapi jika menurutnya pergerakan manusia akan membuat hidupnya terancam. Sifat baik dan lembut itu akan berubah menjadi makhluk yang siap membunuh manusia kapan saja.


Jadi jangan sakiti mereka ya ataupun merusak rumah mereka karna mereka berhak untuk hidup didunia ini. sayang kalian banyak-banyak


Oke Lanjut


Para Hewan menggemaskan itupun menghampiri Sazurah dan memasang mata yang berbinar-binar kepada Sazurah. Tak kuat menahan godaan keimutan hewan kecil itu membuat Sazurah mengeluarkan buah-buahan yang selalu dia bawak dan diberikan kepada makhluk menggemaskan itu.

__ADS_1


Dengan suasana hati yang bahagia Sazurah menceritakan semua tentang Naruto bahwa Naruto adalah adik yang lucu, pemberani, tidak pernah menyerah dan lebih mementingkan orang-orang dibanding dirinya.


__ADS_2