
Amanda sedang memilih kado spesial pada hari ulang tahun sahabatnya. Tahun lalu Amanda memberika sebuah jam tangan buat Romi karena Romi sangat suka mengenakan jam. Jam tangan pemberian Amanda tahun lalu hilang saat mereka berenang di sebuah kolam renang umum. Romi sangat sedih karena jam tersebut adalah jam pemberian sahabatnya yaitu Amanda. Ulang tahun kali ini Amanda ingin memberikan jam tangan lagi untuk menggantikan jam yang hilang tahun lalu.
" Dia pasti suka sama jam Armi ini" gumam Amanda sambil memilih salah satu jam berwarna dan model Armi.
Amanda mengantri di kasir, banyak yang datang untuk beli kado di toko tersebut karena toko tersebut menyediakan banyak barang dan bervariasi untuk di jadikan kado ulang tahun bagi orang-orang terdekat. Yang paling diminati oleh orang-orang karena toko tersebut membungkus kado secara gratis dan bisa pilih modelnya. Amanda memilih kertas kado motif daun agar sama warnanya dengan kado yang akan di berikan.
" Aku sudah tidak sabar memberikannya" pikir Amanda saat hendak pulang ke rumahnya.
Amanda sempat mampir di rumah Romi yang jaraknya 100 meter dari rumahnya. Orang tua Romi merupakan sahabat dekat orang tua Amanda. Orang tua mereka bersahabat sejak orang tua mereka masih di bangku SMA. Sejak kecil pula Amanda dan Romi sudah menjadi sahabat bahkan sudah terlihat seperti saudara.
" Bi...jam berapa Romi sampai? " tanya Amanda pada Ibunya Romi yang sedang membeli sayur pada abang-abang yang lewat.
" Eh nak Manda , sebentar lagi sampai" ucap Bibi sambil tersenyum.
__ADS_1
Romi bekerja di Kota di sebuah Bank swasta. Romi juga tinggal di kos-kosan di Kota, seminggu sekali Romi pulang ke rumah orang tuannya yang berjarak hanya 30 km. Selama bekerja di Kota, Romi jarang bertemu Amanda. Mereka hanya berhubungan lewat media sosial atau hanya sekedar nelfon. Usia Romi 3 tahun lebih tua dari Amanda sehingga Romi terkadang menganggap bahwa Amanda itu adiknya.
" Itu dia" ucap Amanda sambil menunjuk ke mobil yang hendak parkir di depan rumah Bibi.
Mobil Romi di parkirkan dan Romi keluar dari mobilnya. Romi menjabat tangan Ibunya dan memeluk Ibunya. Amanda yang saat itu juga berada di sana ikut berjabat tangan dengan Romi.
" Manda dari mana?" ucap Romi sambil menarik hidung sahabatnya itu.
" Tidak perlu meminta, bukannya tiap hari kamu kemari" ucap Bibi sambil tersenyum dan membawa sayur masuk ke dalam rumah mereka.
" Datanglah, Kakak juga pengen bicara sesuatu padamu" ucap Romi pada sahabatnya.
Manda kemudian pamit dan pulang ke rumahnya, Romi hanya menatap sahabatnya yang berlalu darinya. Romi kemudian masuk ke rumahnya dan menyapa Ayahnya yang sedang duduk membaca koran. Ayah Romi sangat senang melihat anaknya yang pulang setiap seminggu sekali. Ayah menyuruh Romi untuk mandi dan istirahat di kamarnya sementara Ibu menyiapkan makanan untuk Romi yang baru datang.
__ADS_1
Romi masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di kamar. Perjalanan yang tidak terlalu jauh membuat dia sedikit penat. Romi menatap kamarnya yang sangat rapi dan bersih.
" Terima kasih Bu sudah merawat kamarku" Gumam Romi.
Ibu yang saat itu masuk ke kamar Romi mendengar Romi bergumam.
" Amanda yang rawat, bukan Ibu" ucap Ibu sambil menaruh teh hangat untuk anaknya.
Ibu kemudian keluar dari kamar Romi dan meninggalkan Romi sendirian di kamarnya.
" Baik sekali Amanda" ucap Romi pelan.
Romi bangun dan mengambil handuk di gantungan handuk kamarnya. Romi bergegas untuk mandi agar badannya terasa lebih segar.
__ADS_1