Aku Bukan Juliet

Aku Bukan Juliet
part 2


__ADS_3

Amanda sudah mandi dan bersiap-siap ke rumah Romi. Amanda mengenakan dress berwarna biru muda dengan sepatu pansus lepes berwarna senada. Rambutnya yang hanya sebahu di uraikan saja dan hanya mengenakan bando berwarna hitam dan tas punggul kecil model tas korea. Amanda mengambil kado yang sudah di siapkannya tadi dan memasukkan dalam tas punggungnya.


" Semoga Kakak suka " Amanda memanggil Romi dengan sebutan Kakak.


Amanda berpamitan dengan orang tuanya yang sedang menonton di ruang keluarga. Orang tua Amanda tidak bertanya sedikitpun karena mereka tahu bahwa Manda hanya keluar dengan Romi. Baru membuka pintu rumahnya, Romi sudah berada di depan pintunya.


" Lho kak, kenapa kakak kemari?" tanya Amanda pada Romi.


" Jemput kamu " ucap Romi tersenyum.


Romi masuk ke dalam rumah Amanda tanpa di suruh oleh Amanda itu sendiri. Romi berpamitan sama orang tua Amanda karena hendak membawa Amanda jalan-jalan di malam minggu. Orang tua Amanda hanya tersenyum dan mengijinkan mereka untuk bermalam mingguan.


" Kak, bukannya aku yang jemput kakak, kenapa kakak jemput aku duluan?" tanya Amanda pada Romi.


" Kamu kan cewek, tidak pantas cewek menjemput cowok" Ucap Romi sambil menarik Manda di tasnya yang membuat Manda terseret manja.


Romi membawa Amanda pada sebuah kafe yang biasa mereka datangi. Romi memarkirkan mobilnya dan mereka berdua masuk dan duduk di kursi yang paling sudut dan dekat dengan air mancur. Mereka memesan beberapa makanan dan minuman kesukaan mereka.


" Kakak mau cerita sesuatu ke kamu" ucap Romi memulai pembicaraan.


" Aku juga kak, tapi kakak duluan saja." ucap Manda sambil memposisikan duduknya dengan nyaman.


Romi sibuk dengan pesan WA yang masuk di HP nya. Amanda hanya duduk diam menunggu Romi memulai pembicaraannya.


" Apa kakak sedang sibuk?" tanya Amanda melihat Romi yang dari tadi asik melihat ke HPnya dan membalas pesan yang masuk.

__ADS_1


" Tidak , cuma balas pesan masuk saja" ucap Romi pada sahabatnya itu.


Tidak berapa lama makanan pesanan mereka sudah di bawa oleh pelayan kafe. Amanda tadi memesan jus jeruk dan mie goreng, sedangkan Romi memesan kopi dan nasi goreng.


" Kita makan dulu yok! " ajak Romi pada Amanda.


" Iya, tapi aku penasaran dengan sesuatu yang akan kakak bicarakan" ucap Amanda yang berada tepat di depan Romi.


" Kakak lapar sekali, kakak makan dulu ya! " Romi terus makan dan Amanda hanya menunggu sambil sesekali menikmati jus pesanannya.


Melihat Romi yang terus menikmati makanannya, Amanda kemudian ikut menikmati mie goreng pesanannya. Mereka tidak berbicara saat sedang makan karena Romi merupakan tipe cowok yang tidak suka bicara saat sedang makan. Amanda cepat - cepat menghabiskan makanannya agar mereka lebih cepat bicara.


" Kakak mau curhat sama kamu " ucap Romi setelah selesai menghabiskan makanannya.


" Kakak sudah punya pacar" ucap Romi sambil menundukkan kepalanya.


Bagai petir yang menyambar hati Amanda, betapa sakit yang di rasakan oleh Amanda saat tahu bahwa laki-laki incarannya sudah mempunyai tambatan hati. Amanda yang dari tadi melihat ke arah Romi sambil tersenyum sekarang menjadi menunduk menahan hancur lebur dalam hatinya.


" Kakak sangat mencintainya, Kakak bahkan berencana akan menikahinya" ucap Romi sambil mencoba menatap wajah Amanda.


Amanda hampir tidak bisa menahan air matanya, Amanda mencoba menatap Romi dan tersenyum padanya.


" kwkwkw...Aku pikir kakak bakal menjomblo seumur hidup, Akhirnya kakak punya pacar juga." ucap Amanda menutupi rasa sakit di hatinya.


" Aku sangat bahagia mendengarnya kak, lihat ini aku sampai meneteskan air mata karna terharu" ucap Amanda pada Romi.

__ADS_1


Romi tahu bahwa Amanda tidak baik-baik saja, Romi tahu bahwa Amanda menyukainya dan sakit mendengar kejujurannya. Menurut Romi, jujur lebih baik dari pada berbohong.


" Oia Kak, tadi aku bilang bahwa aku mau ngomong sesuatu kan? " ucap Amanda pura-pura baik-baik saja.


" Aku mau kasih ini buat kakak, semoga berguna" ucap Amanda sambil memberikan paper bag pada Romi yang isinya sebuah kado yang di belinya tadi siang.


" Bukanya nanti saat di rumah" ucap Amanda.


" Terima kasih ya, kamus sahabat terbaik" ucap Romi.


" Kita pulang yok, sudah malam, Nanti Mama kecarian" ucap Amanda.


Romi kemudian membayar tagihannya dan mengantar Amanda ke rumahnya. Sesampai di rumah Amanda langsung masuk tanpa melihat ke arah Romi seakan dia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya. Romi menatap Amanda yang masuk ke rumahnya kemudian diapun berlalu menuju ke rumahnya.


Sesampai di rumah, Romi masuk ke kamar dan penasaran dengan kado yang di berikan oleh Amanda. Romi membuka kado yang isinya sebuah jam.


" Kamu tahu apa yang aku suka Amanda" gumam Romi.


" Maafkan aku yang sudah menyakiti hatimu" gumam Romi lagi.


Dalam kado yang di berikan Amanda ada secarik kertas yang bertuliskan kata-kata. Romi yakin itu adalah isi hati Amanda. Romi membuka kertas tersebut dan membacanya.


HBD Kak Romi yang tampan, semoga hari-hari kakak penuh dengan kebahagiaan.


Romi membaca dalam hati surat singkat dari Amanda. Romi mencoba memakai jam tangan pemberian Amanda. Jam tangan tersebut pas di tangan Romi dan Romi sangat suka dengan modelnya. Romi ingin menelfon Amanda tapi di urungkan niatnya, Romi yakin saat ini Amanda pasti sedang menangis.

__ADS_1


__ADS_2