
" Apa dia tidak tahu bahwa selama ini aku sangat mencintainya?!" pikir Amanda.
Air mata terus mengalir dari wajah orientalnya. Amanda terdiam duduk di tempat tidurnya dengan bantal di atas pahanya. Gaun yang di pakai tadi belum di lepasnya, Amanda merasa bahwa dia penuh dengan kekurangan hingga Romi tidak menaruh hati padanya.
Amanda membaringkan badannya ke tempat tidur dengan air mata yang tidak terbendung lagi. Namun tangisan Amanda tidak bersuara seakan dia menahan agar tidak ada yang tahu bahwa dia sedang menangis.
*
Matahari menyinari bumi dan Amanda terbangun dalam balutan busana yang di pakainya saat bermalam mingguan bersama Romi. Amanda melihat dirinya ke cermin dan menatap matanya yang sedikit bengkak akibat menangis semalaman.
" Aku tidak mau Mama n Papa tahu" gumam Amanda.
Dia bergegas mandi dan menghias wajahnya dengan make up tipis. Mama meneriaki Amanda agar segera sarapan karena Mama hendak pergi ke rumah nenek bersama Papa.
" Manda !! sarapan dulu sini, Mama dan Papa mau ke rumah Nenek" panggil Mama dari balik pintu kamar Amanda.
" Iya Ma sebentar !, Aku lagi pakai baju, sebentar lagi keluar" teriak Amanda dari dalam kamarnya.
Setibanya di meja makan Amanda melihat Mama dan Papa yang sudah siap sarapan.Mama dan Papa menunggu Amanda sarapan baru kemudian berangkat ke rumah Nenek. Papa yang sedang baca koran di pijak kakinya oleh Mama seperti kode yang mengatakan bahwa anaknya sedang galau. Papa melihat ke arah Amanda kemudian kembali membaca korannya hari itu.
__ADS_1
" Mama tidak menginap di rumah Nenek kan?!" Amanda memastikan bahwa orang tuanya akan pulang segera.
" Papa kan besok ke kantor, mana bisa kami menginap di sana" ucap Mama sambil membuka grup wiritnya di WA untuk memastikan bahwa hari itu tidak ada jadwal wirit di komplek perumahan mereka.
Amanda terus menghabiskan sarapannya dan sekali-kali Mama melirik ke arahnya seakan ingin mengetahui penyebab mata anaknya menjadi sembab. Amanda berpura-pura tidak tahu dan terus menikmati sarapannya.
*
" Mama dan Papa mungkin pulangnya agak malam, jika kamu mau keluar dengan Romi.."
" Aku tidak akan kemana-mana hari ini" Amanda memotong kata-kata dari Mamanya.
Amanda mengunci pintu rumahnya dan membanting diri di tempat tidurnya. Amanda masih belum yakin bahwa Romi yang di kenalnya cuek dan tidak mudah jatuh cinta, sekarang sudah mendapatkan tambatan hati.
Seharian di kamar terus seperti orang yang sudah hilang semangat hidupnya, Amanda kemudian keluar hendak membeli makan siang mengingat perutnya yang dari tadi teriak-teriak minta makan. Amanda keluar dengan mengenakan baju rumahan dan sendal jepit dan wajah kusutnya yang seharian di tempat tidur.
" Kakak !" Amanda kaget saat dia membuka pintu, Romi sudah berada di depan pintunya dengan membawa makan siang untuknya.
" Kakak sudah 3 jam disini menunggu kamu buka pintu." ucap Romi.
__ADS_1
" Aku tidak tahu, kenapa Kakak tidak ketuk pintunya?" tanya Amanda pada sahabatnya.
" Kakak bawa makan siang buat kamu, kamu belum makan kan"
Romi membawa makanan buat Amanda karena Romi melihat orang tua Amanda keluar pagi-pagi sekali. Romi yang saat itu sedang joging tahu bahwa orang tua Amanda sering mengunjungi Nenek setiap hari minggu. Romi tahu betul tentang keluarga Amanda dan hubungan persahabatan orang tua mereka sangat akrab.
" Dari Mana Kakak tahu kalau aku sedang lapar?" tanya Amanda senang.
" Dari perut Kakak, jika Kakak sedang lapar, kamu pasti sedang lapar juga. Jadi ayo kita makan sama-sama" Romi membuka nasi yang di bawanya dan menyulangi Amanda.
" Buatan Bibi " Amanda tahu bahwa makanan yang di bawa oleh Romi adalah masakan Ibunya Romi.
Hehehee
Romi hanya tersenyum dan terus memakan nasi padang buatan Ibunya dan menyulangi Amanda juga. Amanda juga tersenyum melihat perlakuan Romi yang sangat baik padanya.
Romi sesekali mengelus rambut Amanda dengan tangannya seperti menunjukkan bahwa dia sayang sekali pada Amanda. Namun Amanda belum bisa membedakan rasa sayang yang di berikan oleh Romi.
" Maafkan Kakak jika Kakak sudah menyakiti hatimu" pikir Romi sambil terus menyulangi Amanda makan siang.
__ADS_1
***