
Romi sudah berada di depan pintu saat Amanda hendak menyapu halaman rumahnya pagi-pagi sekali. Romi tidak seperti biasanya, dia memasang wajah datar dan sangat dingin hingga membuat Amanda bertanya-tanya.
" Ada apa pagi-pagi sekali Kak?" tanya Amanda.
" Aku ingin bicara" ucap Romi datar.
Nada dan gaya bicara Romi juga tidak seperti biasanya. Amanda benar-benar tidak tahu apa yang terjadi hingga Romi bersikap begitu padanya.
" Ayo masuk, Mama dan Papa tidak ada di rumah" ucap Amanda ramah seperti biasanya.
Romi tidak menjawab pernyataan Amanda, dia masuk dan duduk di ruang tamu. Romi terlihat asing dan sangat pendiam, tidak seperti biasanya.
" Minum Kak?!" Amanda membuatkan Romi teh hangat.
Sikap Romi yang dingin membuat Amanda tidak berani bersikap seperti biasanya. Amanda duduk di kursi depan Romi menunggu Romi untuk bicara.
" Aku tidak mau kehilangan Julie dan Aku juga ingin menjadikannya istri" ucap Romi tiba-tiba.
__ADS_1
" Maksud Kakak ?" tanya Amanda dan terlihat mata Amanda berkaca-kaca.
" Ayahku ingin menjodohkan kita, aku sudah berusaha keras agar kita tidak di jodohkan tapi orang tuaku bersikeras" gaya bicara Romi tidak seperti biasanya sehingga membuat Amanda terasa asing dengan pria yang duduk di depannya.
" Apa itu benar?" tanya Amanda dengan badannya yang di condongkan ke depan sehingga lebih dekat dengan Romi.
" Aku tidak mau kehilangan Julie, kami sudah berjanji akan sehidup semati" ucap Romi kesal dan memukul-mukul sofa Amanda.
" Kakak jangan begitu, kita tidak akan menikah jika Kakak tidak mau. Aku jamin..!" Amanda meneteskan air mata menahan rasa sakit karena Romi yang terang-terangan menyakiti perasaannya.
*
Amanda terus menangis di kamarnya saat Romi sudah meninggalkan rumahnya. Amanda tidak menyangka bahwa Romi yang dulu sangat baik padanya dengan teganya berbicara dengan nada kasar. Amanda merasa Romi yang sekarang bukan Romi yang dikenalnya.
" Ada apa denganmu Kak?" teriak Amanda dalam kamarnya karena tidak menyangka Romi berubah secepat itu.
" Kamu sudah sangat berubah Kak, aku tidak memintamu untuk mencintaiku, aku hanya ingin kamu baik padaku. Meski aku tahu sekarang kamu jahat, aku masih tetap mencintaimu Kak!!!" ujar Amanda pada foto Romi yang di pajang di dinding kamarnya.
__ADS_1
Amanda berfikir sejenak apa yang akan dilakukannya, dia kekamar mandi dan mencuci wajahnya yang sembab. Amanda mengganti baju dan bermake up. Amanda berlari ke rumah Romi yang tidak jauh dari rumahnya.
Amanda melihat Bibi yang baru masuk dalam rumahnya, Amanda mengejar Bibi dan memeluknya.
" Ada apa nak Manda?" tanya Bibi saat melihat Amanda memeluknya dan menangis.
" Aku ingin bicara Bi, tapi cukup Bibi yang tahu. Aku mau Bibi menolongku" ucap Amanda sambil menangis.
" Ayo kita masuk dulu, tidak ada orang di rumah" Bibi memboyong Amanda masuk ke rumahnya.
Amanda duduk di kursi meja makan dan Bibi menyuguhkan air putih untuknya.
" Kamu punya masalah?" tanya Bibi cemas.
" Aku tidak ingin menikah dengan Kakak Bi, Aku sudah punya kekasih, tolong jangan jodohkan kami Bi." ucap Amanda sambil terus meneteskan air matanya.
Bibi memeluk Amanda dengan erat, Bibi tahu bahwa Amanda berbohong padanya. Bibi yakin bahwa ini semua adalah ulahnya Romi yang ingin menikah dengan gadis Kota itu.
__ADS_1