
Amanda mengenakan gaun ungu dalam acara pesta pernikahan anak tetangganya. Mama mengenakan baju pemberian Papa tiga tahun yang lalu saat Mama ulang tahun.
" Papa tidak ikut Ma ?" tanya Amanda pada Mama nya.
" Nanti Papa menyusul, memangnya kenapa?" tanya Mama balik.
" Soalnya aku nanti mau mampir di rumah Bibi, jadi Mama pulang sama Papa saja" ucap Amanda.
" Mama bisa pulang sendiri" ucap Mama.
*
Papa datang saat mereka sedang menikmati hidangan penutup dalam pesta pernikahan anak tetangga mereka. Yang empunya rumah menyapa mereka berdua saat Papa sedang mengambil makanan.
" Makasih sudah datang jeunk" ucap Bu Murni tetangga Amanda.
" Amanda gimana kabarnya? sudah punya calon? " tanya Ibu yang duduk di samping Mama.
Amanda hanya tersenyum untuk menghormati Ibu tersebut. Amanda tahu bahwa Ibu itu hanya berbasa-basi dengan mereka.
" Dia belum dewasa jeunk, bangun pagi saja masih kesiangan" bela Mama yang membuat Amanda makin sayang sama Mama nya yang begitu pengertian.
Mama berbincang dengan teman-temannya di tempat pesta, Amanda pamit pada Ibunya dan pemilik rumah hendak ke rumah Ibunya Romi.
**
__ADS_1
Setibanya di rumah Romi Amanda melihat mobil Romi yang terparkir di depan rumahnya.
" Kak Romi pulang?" tanya Amanda pada dirinya sendiri.
Amanda bergegas masuk ke rumah Romi, saat di deoan pintu Amanda mendengar Romi sedang berbicara dengan Ibu dan Ayahnya.
" Aku tidak mencintai Amanda Bu" ucap Romi pada orang tuanya.
" Bukannya kalian sangat dekat? Ibu sangat ingin kamu menikahi Amanda, Amanda itu anak yang baik Romi" uca Ibu pada Romi.
Amanda yang berdiri di balik pintu hanya mendengar percakapan mereka. Romi dan keluarganya terus berbincang tanpa menyadari kedatangan Amanda.
" Memangnya apa kurangnya Amanda?" tanya Ayah Romi.
" Tidak ada kurangnya Yah, cuma aku sudah punya calon yang lebih cantik dan lebih baik dari Amanda" ucap Romi.
*
Amanda berpura-pura tidur di kamarnya saat Mama dan Papa pulang. Mama kemudian membiarkan Amanda tidur dan mengunci semua pintu rumahnya.
" Tega sekali Kakak pada ku" ucap Amanda saat orang tuanya sudah masuk ke kamar mereka.
Amanda terus menangis karena perkataan Romi malam itu. Amanda yang selama ini menganggap Romi sebagai sahabat terbaiknya dengan teganya membandingkannya dengan wanita yang baru di kenalnya. Amanda terlelap dalam tangisannya.
***
__ADS_1
Ibu Romi lewat depan rumah Amanda saat baru pulang dari pasar. Bibi melihat Amanda sedang menyiram bunga dan menyapanya.
" Mama mana Manda? " sapa Bibi.
" Bibi... mari masuk, Mama sedang pergi ke pasar" ucap Amanda Ramah.
" Mata kamu kenapa?" tanya Bibi melihat mata Amanda bengkak akibat menangis tadi malam.
Amanda berfikir mencari alasan agar Bibi tidak curiga padanya.
" Salah pakai celak Bi" ucap Amanda sambil tersenyum.
Saat itu tiba-tiba Mama pulang dan menyapa Bibi. Bibi tersenyum melihat kedatangan Mama. Amanda jadi panik dan mengambil sapu lidi, Amanda menyapu halaman agar Mama tidak melihat matanya yang sembab.
" Kenapa di luar say ?!" Say Adalah bahasa gaul Mama saat Mama dan Bibi saling menyapa.
" Cuma sebentar say, ini mau balik. Saya belum masak, Romi pulang jadi saya mau masak makanan kesukaannya" ucap Bibi dengan ramahnya.
" Oo.. pantesan tadi malam Amanda ke rumahmu say, rupanya Romi pulang" ucap Mama seadanya.
" Amanda tidak ke rumah saya, tadi malam saya tidak kemana-mana" ucap Bibi.
" Jadi tadi malam Manda kemana ya?!" ucap Mama penasaran.
Saat mendengar Mama dan Bibi membahas tentang tadi malam, Amanda sudah menghilang entah kemana. Bibi kemudian pamit pulang hendak memasak. Bibi pulang dengan berjalan kaki karena jarak rumah dan pasar tidak terlalu jauh.
__ADS_1
" Kalau tadi malam Amanda ke rumah berarti Amanda tadi malam mendengar obrolan kami" ucap Bibi pada diri sendiri.