
Dalam perjalanan pulang Amanda menangis sambil mengendarai sepeda motor miliknya. Hujan yang deras membuat seluruh tubuh Amanda basah kuyub. Amanda hanya menutup kepalanya dengan helm tanpa mengenakan mantel.
Amanda sangat sedih melihat sikap Romi yang acuh padanya. Amanda juga cemburu pada gadis cantik yang di sukai Romi tersebut. Gadis kota yang berkulit putih bersih, mata sayu dan sangat elegant. Dari penampilan terlihat jelas bahwa dia bukan anak orang biasa.
" Jadi begitu ciri cewek yang di sukai Kakak." gumam Amanda dalam tangisnya.
Amanda terus mengendarai sepeda motornya tanpa peduli sedikitpun untuk berteduh. Di sepanjang jalan orang terheran-heran melihat Ia yang dengan santainya mengendari sepeda motor dalam hujan yang sangat deras.
Terkadang mobil yang lewat menyemprotkan air kubangan aspal yang rusak ke tubuhnya. Pikirannya tetap masih tertinggal di tempat Romi bekerja.
*
Setengah jam kemudian Amanda sampai di rumah, Mama yang melihatnya basah kuyub segera mengambilkannya handuk untuknya.
" Kenapa tidak tunggu hingga hujan reda" ucap Mama yang perhatian padanya.
" Tidak deras Ma, cuma gerimis"
__ADS_1
" Kalau cuma gerimis kenapa bisa basah kuyub begini?" tanya Mama.
Mama sangat cemas melihat anak semata wayangnya kehujanan. Mama teringat 2 bulan yang lalu saat Amanda menjemput Romi di kantornya. Romi yang saat itu mobilnya mogok minta di jemput sama Amanda. Amanda datang dalam hujan deras dan pulang basah kuyub. Kemudian Amanda masuk rumah sakit tiga hari tiga malam.
Mama membuatkan teh hangat untuk Amanda yang kedinginan. Amanda membalutkan tubuhnya dalam selimut tebal berwarna pink.
**
" Apa Amanda sudah berada di rumah?" gumam Romi saat sedang mengetik laporan keuangan di depan komputer milik kantor.
Romi tahu bahwa Amanda tadi siang cemburu melihat dia dengan Julie. Romi tidak tahu harus berbuat apa. Amanda sudah seperti adik di mata Romi, hanya saja Amanda bukan keluarga Romi, dia hanya anak dari sahabat orang tuanya.
Romi melihat HP nya berniat hendak menghubungi Amanda, namun Romi mengurungkan niatnya. Romi takut jika dia terlalu perhatian akan membuat Amanda semakin tidak bisa jauh darinya.
***
Hujan sangat deras hingga membuat Mama kebingungan karena cuciannya belum kering. Ada baju Mama yang masih basah harus di pakai nanti malam karena ada acara pesta.
__ADS_1
" Langitnya hitam sekali, baju Mama pasti tidak akan kering" ucap Mama sambil menenteng bajunya kesana kemari mencari tempat untuk menjemur.
" Mama kan masih punya baju yang lain, kenapa setiap ada pesta Mama selalu memakai baju itu?" tanya Amanda saat melihat Mama yang masuk ke kamarnya mencari gantungan baju.
" Baju ini adalah baju pemberian Papa saat Mama ulang tahun 3 tahun yang lalu" ucap Mama menjelaskan.
" Jadi setelah itu Papa tidak beri Mama kado lagi saat ulang tahun?" Amanda menjadi ceriwis.
" Ada, tahun kemarin Papa belikan Mama Panci satu set" ucap Mama dengan wajah sedikit mengkerut.
" kwkwkwkw....!!!! Itu tandanya Papa suka dengan masakan Mama" ucap Amanda sambil menggoda Mamanya.
" Papa bilang karena panci itu lagi discount" ucap Mama tidak senang.
Amanda semakin tertawa mendengar penjelasan Mama tentang kado yang di berikan ole Papa. Tawa Amanda membuat dia sedikit melupakan kejadian tadi siang di kantor Romi.
Mama keluar dari kamar anaknya mencari tempat jemuran lagi. Amanda tiba -tiba teringat dengan kado yang diberikannya untuk Romi tempo hari.
__ADS_1
" Kayaknya tadi siang Kakak tidak memakai jam yang aku berikan, tapi entahlah...Aku tidak lihat" ucap Amanda pada diri sendiri.