
" Barang-barang mu sudah Mama masukin ke dalam bagasi, Papa akan mengantarkan mu" ucap Mama sambil membungkus bekal makan siang untuk anaknya.
" Habiskan sarapan mu, dan jangan sampai tidak sarapan jika sudah tinggal di sana" pesan Mama lagi.
" Aku mengerti Maa..." Amanda meneguk teh hangat buatan Mama dan sepiring nasi goreng khas buatan Mama.
" Masukkan juga obat sakit kepala dia" ucap Papa pada Mama.
" Sudah semuanya" jawab Mama sambil tergesa-gesa.
" Apa Romi tahu kamu ke sana? " Tanya Mama pada Amanda.
" Tidak, sebaiknya Mama jangan memberitahukannya" ucap Amanda.
Papa melihat ke arah Amanda dengan wajah curiga begitupun dengan Mama. Namun Papa dengan Mama tidak ingin membuat suasana tidak nyaman saat anaknya ingin tinggal jauh dengannya.
*
" Mama pasti akan sangat kesepian tanpa kamu" ucap Mama sambil memeluk anaknya yang hendak masuk dalam mobil.
" Papa pastikan Amanda sudah berada di tempat tinggalnya baru kemudian Papa pulang" ucap Mama pada suaminya.
" Tentu saja, tidak mungkin aku meninggalkan anak gadis ku sendirian di sana, aku pastikan dia sudah aman baru aku pulang" ucap Papa sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Mobil melaju meninggalkan rumah, Amanda yang duduk di samping Papa hanya terdiam menatap ke luar jendela. Kaca mobil sengaja di buka agar angin pagi yang segar masuk dan menyapa wajah cantiknya.
Sepanjang perjalanan Amanda hanya terdiam, Papa sesekali melihat ke arah anaknya dengan wajah bertanya-tanya. Amanda sedikitpun tidak melihat ke arah Papa, pikirannya seperti berada jauh entah di mana. Tatapan mata Amanda kosong dengan ekspresi sedih dan putus asa.
" Tidak ada yang tertinggal?" tanya Papa memecah kesunyian.
" Apa?!" Amanda tidak mendengar ucapan Papanya.
" Sebelum terlalu jauh, kita masih bisa kembali jika ada barang yang penting ketinggalan di rumah" ucap Papa lagi.
" Seminggu sekali aku akan pulang, jadi jika ada yang tertinggal masih bisa aku ambil minggu depan" ucap Amanda dingin.
" Papa akan menjemputmu" ucap Papa.
" Baiklah" ucap Papa.
**
" Apa kamu sudah menghubungi Bella? kita sudah sampai di kota" ucap Papa.
" Aku tahu alamatnya " Amanda mengarahkan Papa ke jalan yang ingin mereka tuju.
" Ini dia"
__ADS_1
Papa menghentikan mobil di depan sebuah kos-kosan bertingkat tiga. Ada banyak penghuni yang rata- rata wanita. Papa melihat ke sana kemari memastikan tempat anaknya tinggal merupakan tempat yang aman dan baik-baik.
" Ini kos perempuan, jadi Papa tidak perlu cemas" ucap Amanda yang seakan tahu isi hati Papa nya.
" Rata-rata mahasiswa, mungkin cuma aku yang buka" tambah Amanda lagi sambil melempar senyum pada Papa nya.
" Papa hanya merasa pernah ke sini" ucap Papa berbohong dengan perasaannya.
" kenapa tidak bilang akan datang hari ini? " ucap Bella setengah berteriak pada temannya.
" Aku mau kasih kejutan " Amanda tersenyum dan memeluk sahabatnya Itu.
" Harusnya aku masak sesuatu untuk kita makan" kata Bella seakan kecewa.
" Aku bawa bekal " Amanda menunjukkan bekal yang di bawa nya dari rumah.
" Papa sebaiknya pulang" ucap Papa setelah memasukkan barang-barang anaknya ke dalam kos Bella.
" Apa tidak sebaiknya kita makan siang bersama Paman?!" tanya Bella pada Papa Amanda.
" Tidak usah, kalian saja yang makan. Paman sudah janji akan langsung pulang jika sudah mengantarkan Amanda" ucap Papa.
" Baiklah, Papa hati-hati di jalan"
__ADS_1
" Kalau ada apa-apa hubungi Papa" Papa kemudian berlalu meninggalkan anaknya dan temannya Bella.