AKU DAN SEORANG PUTRI CEO

AKU DAN SEORANG PUTRI CEO
Gelang dan perpisahan


__ADS_3

Kak Deyo tampak pagi pagi ke sekolah karena akan mengadakan pertunjukan teater,wajah nya tampak tegang dan seperti biasa kaca mata hitam yang dipakai nya membuat dia seperti cowok cool


Aku dan Selvy pun menuju mobil dan berpamitan kepada kedua orang tua


***


Bel masuk berbunyi


"Eh Btw ya guys sekarang kita akan lihat klub teater ni"ucap Fatan yang sudah ada di aula sekolah dan para guru dan murid sudah berkumpul


"Gue pengen lihat kek mana ekpresi Kak Deyo"ucap Vy yang sebelah nya duduk di temani Nico


"Ehemmm Kek nya ada yang lagi kasmaran ni nggak bisa jauh jauh kek nya"ledek Jisu


Mendengar perkataan Jisu wajah Selvy dan Nico tampak memerah walaupun Nico belum mengerti dan lancar bahasa Indonesia nya dia bisa sedikit sedikit bahasa Indonesia


Kemudian klub teater menampilkan bakat nya klub teater memang hebat apa yang di tampilkan di atas panggung membuat penonton terbawa perasaan


Kiki sebagai putri dan Kak Deyo sebagai pangeran penampilan mereka sangat bagus dan peran yang mereka tampilkan sangat cocok dan serasi


Setelah mempertunjukkan penampilan klub teater di berikan tepukan oleh semua hadirin yang menonton


Kemudian kata sambutan dari kepala sekolah karena hari ini adalah hari terakhir kunjungan guru dan siswa luar negri


***


Percakapan ini dalam bahasa Inggris


"Vy besok aku udah mau balik ke Singapura lagi kalo aku ada salah selama di sini aku minta maaf mungkin kita bakal lama lagi ketemu nya,aku harap kamu dapat selalu jadi orang yang ku kenal I miss you Vy and I don't forget me"ucap Nico dengan menunduk


"Kenapa cepat banget si?"ucap Vy mata nya berkaca kaca


"Udah kamu jangan nangis kalo kamu rindu sama aku kita kan bisa video call dan ya aku akan selalu menunggumu"ucap Nico menghapus air mata yang jatuh di pipi Vy


"Makasih ya atas waktu yang kamu berikan kepada ku selama aku ada disini dan mau menjadi teman ku memperkenal kan ku kepada teman teman mu yang baik dan ramah"ucap Nico dengan senyum di bibir nya


"Vy ini hadiah dan kenang kenangan untuk mu kalau kamu merindukan ku lihat saja gelang ini ku harap kamu bisa menjaga nya"ucap Nico memasangkan sebuah gelang di tangan Vy


"Makasih ya Nic dan ini hadiah juga untuk mu jangan sampai hilang ya ntar kalo hilang aku marah lo"ucap Vy memberikan sebuah gelang juga kepada Nico


"Iya Vy hanya gelang ini yang dapat aku berikan mungkin suatu hari nanti aku akan memberikan lagi yang lebih berharga dari ini"tegas Nico


"Nggak apa apa kok Nic gelang ini udah berharga untuk ku"ucap selvy memandangi gelang yang di berikan Nico


"Tunggu aku ya"ucap Nico memegang kepala Selvy dan memandangi nya dengan senyum di bibir nya

__ADS_1


Mendengar perkataan tulus dari Nico Selvy kembali menetaskan air mata"aku akan tunggu kamu Nico"ucap Vy


Kemudian dua bus besar pun datang..


Nico berpamitan kepada kami semua dan melambaikan tangan


"Udah lo jangan sedih lagi"ucap Anggun kepada Vy


"Ya gue nggak akan sedih"jawab Vy memandangi bus yang sudah pergi


Bel pulang berbunyi..


***


Kemudian mereka berempat pergi ke belakang sekolah dan tampak mereka semua sudah memakai baju biasa yang sudah di bawa dari rumah


"Udah guys kita lewat pintu belakang aja"ucap Kiki


"Emang lo tau dimana pintu belakang?"tanya ku


"Apa sih yang Kiki nggak tau di sekolah ini"jawab Kiki


Kemudian mereka pergi melewati pintu belakang


Mereka berjalan mengendap endap seperti seorang pencuri


"Eh ada lo ya Brayen kita mau pulang lah"ucap kak Deyo gelagapan


"Ngapain kalian lewat sini?"tanya Brayen


"Lo jangan banyak bacot lo aja ngapain di sini"tegas Kiki mengganti topik


"Gue ada urusan"jawab Brayen


"Jisu mari pulang dengan ku"ucap Brayen menarik tangan Jisu


"Eh lo jangan tarik tangan cewek gue dong"tegas ku melepaskan tangan Brayen dari tangan Jisu


"Lo mau gue hajar ya?"tanya Brayen memegang kerah baju ku


"Gue ngomong baik baik ya gue lagi nggak mau berantem"jawab ku melepaskan tangan Brayen dari kerah baju ku


"Brayen udah jangan berantem di sini aku pulang sama kak Izban kamu duluan aja"ucap Jisu memegang tangan ku dan pergi meninggalkan Brayen"cabut guys"ucap Jisu


Brayen hanya diam dan wajah nya tampak sedih seperti nya ada masalah dengan nya mungkin ia meminta Jisu pulang bareng ingin mencurahkan isi hati nya

__ADS_1


***


Kemudian aku menyetir mobil ku dan kami segera ke Gizoa Company


Sesampai nya disana..


Kami langsung masuk ke dalam dan kami di cegah oleh security


"Kalian ada perlu apa di sini?"ucap security dengan wajah yang angkuh


"Maaf pak kami mau bertemu dengan Pemilik perusahaan ini"ucap ku


"Nggak bisa kalian kalau mau ketemu buat janji dulu"ucap security dengan wajah yang sangar


"Guys kita mundur dulu"ucap Kiki


"Eh btw ya guys kita lewat pintu belakang aja gimana?"tanya Kiki


"Kamu dari kemarin bilang pintu belakang emang kamu tau pintu belakang perusahaan ini?"ucap Kak Deyo


"Ehemm panggil kamu biasanya kak Deyo panggil lo ke kak Kiki sekarang.."ledek Jisu


"Emang kenapa nggak boleh?"ucap kak Deyo dengan senyum di bibir nya memandangi Kiki


"Untuk tidak memperpanjang pembicaraan nya jadi dimana pintu belakang nya nona Kiki?"tanya ku mengubah topik pembicaraan


"Oh ya bapak Izban mari kita lewat sini"jawab Kiki memimpin perjalanan


"Btw kakak tau jalan ini dari mana?"tanya Jisu


"Jadi gini kakak dulu pernah ke perusahaan ini di minta oleh perusahaan Aziriandi untuk menyamar jadi pegawai di sini terus kakak ke sasar deh dan menemukan jalan ini"ucap Kiki dengan tertawa


"Lo ngapain ke perusahaan ini menyamar?"tanya ku


"Gue di suruh untuk misi rahasia"ucap Kiki dengan senyum di bibir nya


"Oke deh kalo lo nggak mau bahas ini"ucap ku


"Apa kakak nggak ketahuan?"tanya Jisu


"Siapa si yang nggak kenal dengan seorang Kiki yang ratu drama ini kakak di situ menampilkan bakat drama kakak sebagai ketua klub teater jadi orang di sana nggak sadar kalo kakak ni karyawan disini karena perusahaan ini sangat besar dan memiliki banyak karyawan"jawab Kiki meneruskan perjalanan


"Sugoi onne chan"ucap Jisu mengancungkan jempolnya kepada Kiki


Kemudian kami meneruskan perjalanan dan akhirnya kami sampai di dalam perusahaan kami menanyakan kepada CS disana dimana ruang direktur kemudian kami menuju ruang direktur dan langkah kami terhenti seketika melihat wajah sangar direktur dari pintu kaca ruangan direktur tampak berbicara dengan seseorang

__ADS_1


Siapakah direktur itu?


__ADS_2