
Seminggu pun berlalalu ujian semester pun telah usai dan telah menerima lapor kenaikan kelas
Aku mengambil sebuah kotak berwarna silver dari laci lemari dan menaruh nya di saku ku,seminggu setelah ujian kenaikan kelas aku membeli nya aku mengumpulkan uang untuk membeli nya hasil bekerja paruh waktu ku di kantor Papa
Aku bergegas bangkit dari kamar ku berpakaian rapi dan tampil lebih tampan dari biasa nya karena ini adalah hari terakhir ku bertemu dengan Jisu
Hari ini adalah hari libur sekolah setelah ujian kenaikan kelas dan tibalah saat nya dia akan pergi meninggalkan ku
Kadang bersikap cuek,kadang sok jaim,kadang marah marah,terus ngambekan semua nggak akan ada lagi yang tersisa hanyalah kenangan,hargailah mereka yang masih ada untuk mu selagi mereka belum pergi meninggalkan mu
***
Kami semua telah berkumpul di rumah Jisu aku,kak Deyo,Selvy,Fayra,Kiki,Anggun dan Fatan kami duduk di ruang tamu Jisu
"Jisu hati hati di sana ya jangan lupakan kami ya kami akan merindukan mu"ucap Fatan memandangi Jisu
"Ya kak dan titip salam untuk Reyhana kak karena aku belum sempat bilang ke dia karena aku harus mengemas koper bawaan ku"sambung Jisu menatap Fatan
"Ya Jisu"jawab Fatan
"Jisu makasih ya kamu adalah sahabat terbaik aku,kamu selalu baik kepada ku,aku akan merindukan mu"sahut Fayra memeluk Jisu
Kemudian Selvy,Kiki dan Anggun ikut ikutan memeluk Jisu dan akhirnya para gadis pun menangis bersama
Jisu membalas pelukan mereka
"Makasih banget kalian udah jadi sahabat aku,udah perhatian sama aku udah sayang sama aku banyak kenangan yang kita lalui,udah banyak kisah yang kita ukir bersama aku tidak akan melupakan kalian"ucap Jisu menghapus air mata nya dengan sapu tangan
"Udah nggak usah sedih lagi kami semua akan merindukan kamu doa kami semoga kamu baik baik disana dan untuk nenek kamu lekas sembuh"sambung ku menatap Jisu
"Ya makasih"ucap Jisu memandangi kami
Kemudian datang dua mobil berwarna silver dan berwarna hitam dengan klakson pembicaraan kami berhenti
Semua mata tertuju kepada kedua mobil yang berada di depan teras rumah yang tampak jelas
Mobil silver dengan plat nomor tidak asing lagi bagi ku yaitu mobil Papa ku "kenapa Papa kesini?mungkin Papa ada urusan bisnis dan mobil hitam ini mobil siapa?"tanya ku dalam hati
Keluarlah orang yang berada di kedua mobil itu
Tampak di mobil silver keluar Papa dan Mama,pintu mobil hitam terbuka dan tampak seorang cowok yang tak asing bagiku dengan seorang wanita dan pria yang lebih tua dari nya mungkin saja mereka orang tua nya
Cowok itu tentu saja teman sekaligus udah seperti saudara bagi Jisu ia adalah Brayen Reylo Kohari dan kedua orang tua nya
Brayen menatap ku dan menghampiri Jisu sedangkan Papa,Mama ku serta kedua orang tua Brayen masuk ke dalam ruang kerja om Haikal karena sudah diberitahu oleh security rumah Hakiko
Kami hanya terpana dan diam melihat sikap Brayen
"Jisu aku rindu,hmmmm masih ingatkah dengan kata kata itu yang sering kita ucap kan waktu di pangkuan nenek?"seru Brayen menatap Jisu
"Ya aku ingat kok dulu saat umur kita 9 tahun nenek ke Indonesia dan menceritakan kisah tentang pahlawan yang merindukan kekasih nya,aku tau maksud mu aku juga akan merindukan mu dan menitip pesan kalau kau juga merindukan nenek"sambung Jisu menatap Brayen dengan tersenyum di bibir nya
"Makasih ya kamu udah ingat dan aku akan selalu menjaga mu dan menyayangi mu,memang benar kamu sudah mempunyai pacar tapi anggap saja sikap ku kepada mu sebagai kakak dan adik"ucap Brayen memegang pucuk rambut Jisu dan menatap nya
"Ya makasih kak"gumam Jisu
__ADS_1
"Eh nggak salah dengar ni kamu panggil aku kakak?"tanya Brayen dengan ekspresi bahagia
"Nggak kok kak,aku yang terlalu sering manggil kakak dengan sebutan nama padahal kita beda satu tahun maaf selama ini aku udah panggil nama dan tidak memanggil kakak,karena masa kecil kita akrab banget"ucap Jisu dengan senyum lepas kepada Brayen
"Heheh oke adek ku pesan kakak jaga diri,jaga kesehatan dan jangan lupa titip salam kepada kekasih kakak disana"seru Brayen mencubit pipi Jisu
Jisu berfikir sejenak"kekasih?oh ya nenek Brayen sering bilang ke kasih ke nenek dan nenek panggil Brayen pangeran"ucap ku dalam hati
"Kekasih ya kak tenang akan aku sampai kan"tawa Jisu
"Heheh ntar kekasih kakak bilang pangeran nya nggak datang?bilang aja pangeran nya lagi banyak kerjaan kapan kapan mampir"
"Ehemmmm"dehem Fatan dengan wajah kesal
"Lo kok dehem emang ada yang salah?"tanya Brayen yang pandangan nya ke arah Fatan
"Emang lo nggak tau gue tau lo nggap Jisu adek lo tapi hargai dong sahabat gue sebagai pacar nya Jisu dia udah di makan api cemburu melihat kedekatan kalian berdua"bela Fatan
"Eh kok gue yang kena padahal gue hanya diam"bentak ku dengan wajah kesal memang benar perkataan Fatan aku sudah cemburu
"Udah kak ngapain ngelak emang benar kakak sedari tadi aku perhatiin lihat mereka berdua dengan wajah kesal"teriak Anggun yang dari tadi hanya diam
"Udah udah gue tau gue salah tapi apa salah nya gue kan anggap dia adek dan Izban pun nggak marah ya kan Izban"ledek Brayen menepuk pundak ku
"Hehehe ya tu"ucap ku dengan tertawa padahal sakit hati
"Maaf ya sayang kamu jadi cemburu"seru Jisu mentap ku
"Ya sayang nggak apa apa kok aku ngerti kamu kan udah mau pergi dan Brayen juga kamu anggap seperti kakak"sambung ku dengan memegang pucuk rambut Jisu
"Kek nya kita jadi nyamuk diantara pasangan serasi ini"ledek Vy
"Heheh nggak juga tu kita kan sahabat maklumin aja mereka kan udah nggak akan bertemu lagi dan lama untuk bertemu kembali"seru Fayra dengan tertawa
Kami berbincang banyak dan tertawa
Kemudian keluar om Haikal,Papa,Mama ku dan kedua orang tua Brayen dari ruang kerja om Haikal
"Anak anak semua terima kasih telah datang untuk mengantar Jisu ke bandara om sangat senang Jisu di kelilingi oleh teman teman yang baik seperti kalian"seru om Haikal dengan tersenyum
"Iya om masama"jawab kami semua
"Kami akan berangkat ke bandara jisu ayo kita pergi ntar telat lagi walapun ini adalah pertemuan terakhir kalian dan walapun lama untuk bertemu om harap kalian mendoakan Jisu dan om selamat sampai tujuan"ucap om Haikal
"Ya om kami akan selalu mendoakan om dan Jisu"seru ku
Keluar Bibi Ida dari dalam rumah
"Non hati hati ya disana Bibi akan merindukan non"ucap Bi Ida memeluk Jisu
"Ya bi makasih selama ini Bibi udah anggap Jisu kek anak sendiri menyayangi Jisu"sambung Jisu membalas pelukan Bibi
"Ya non maaf Bibi nggak bisa anterin non ke bandara karena Bibi akan ngejaga rumah non"ucap Bibi
"Ya bi nggak apa apa kok"jawab Jisu
__ADS_1
Kemudian om Haikal mengajak Jisu ke mobil
"Om apakah boleh Jisu satu mobil dengan kami ke bandara karena ini adalah kenangan kami pergi bersama?"tanya Fayra
"Ya boleh kok"jawab om Haikal
Kemudian kami semua pergi ke bandara Selvy dan Anggun menaiki mobi Papa,Brayen menaiki mobil keluarga nya,Kak Deyo dan Kiki menaiki motor ninja karena kak Deyo sebelum nya membawa motor dan yang di mobil ku aku,Jisu,Fatan dan Fayra
Aku menyetir mobil sebelah ku Fatan karena Fayra meminta Jisu duduk di bangku tengah karena ia ingin berbicara dengan sahabat nya
"Nanti pas Jisu udah di bandara aku kasih hadiah yang ku bawa tadi"bathin ku
***
Akhirnya sampai di Bandara..
Akhir nya om Haikal memanggil Jisu untuk check in tapi aku menarik tangan nya
"Om bisa bicara sebentar dengan Jisu ada yang ingin ku kasih pada nya"ucap ku
"Ya udah cepat ya"seru om Haikal
Kemudian aku agak menjauh dari teman teman ku dan memberikan kotak silver itu ke Jisu
"Sayang ini hadiah dari ku walaupun ini nggak seberapa tapi ini ku beli dengan uang ku sendiri"ucap ku menatap Jisu
"Apa nih sayang?"tanya Jisu menatap kotak silver itu
"Anggap aja ini kenangan kenangan dari ku"jawab ku sambil memasangkan liontin berwarna silver di leher Jisu
"Bagus banget makasih ya sayang"ucap Jisu memeluk ku
Aku diam seperi patung karena aku belum pernah berpelukan dengan wanita kecuali mama dan Vy
"Ya masama sayang"ucap ku membalas pelukan Jisu dan memegang pucuk rambut nya dengan bahagia
Akhir nya Jisu melepaskan pelukan nya
"Kok tiba tiba meluk aku?"tanya ku
"Ya biar aja karena kita nggak akan bertemu lagi dan lama untuk bertemu"jawab Jisu dengan tersenyum
"Heheh oke deh ayo pergi om Haikal udah nunggu hati hati disana ya dan jaga leontin itu"ucap ku
Ya sayang di perjalan menuju tempat tsn teman Jisu memeberikan sebuah jaket dan jam tangan ke pada ku yang di bungkus dengan kantong putih
"Dipakai ya sayang"seru Jisu
"Ya sayang makasih"jawab ku
"Nak ayo pergi"perintah om Haikal
"Ya pa"jawab Jisu
Kami semua berpamitan dengan Jisu berat untuk melepaskan nya tapi kami mengahapus air mata kami dengan senyuman kepada Jisu
__ADS_1
Om Haikal dan Jisu melambaikan tangan kepada kami semua
Kami membalas lambayan tangan om Haikal dan Jisu