
Jam menunjukkan pukul 13.00 aku bingung mau pergi dengan Deyo atau tidak,kalau aku tidak pergi tidak akan tahu bagaiman kisah kehidupan ku yang tidak aku ketahui
Rasa penasaran yang mengahantui ku dan semua pertanyaan yang terpikir di otak ku membuat kepala ku menjadi pusing
Kemudian aku mengepalkan tangan dan aku letakkan ke dada dan aku berkata aku akan bisa melewatinya
Saat itu aku pergi menunggu Deyo didepan pintu gerbang
Kemudian Deyo datang
"Izban ayo pergi"kata Deyo
"Ya"jawab ku singkat
"Tunggu bentar lagi supir gue datang"ucap Deyo sambil merogoh hp di sakunya untuk menelfon Pak Heru
Beberapa menit kemudian Pak Heru datang
"Ayo masuk Izban"
"Ya"
Kemudian di sepanjang perjalanan kami hanya diam
"Akhirnya sampai" Kata Deyo
Kemudian kami keluar dari mobil
***
Aku melihat rumah yang sangat besar dan mewah berpagar tinggi di depan rumah ada taman,di samping rumah tampak nya ada kolam renang
"Ini Rumah lo?"tanya ku
"Ya"
Kemudian kami memasuki rumah
__ADS_1
"Papa...."teriak Deyo
Dari dalam rumah tampak seorang pria,wajah nya tak asing kemudian kepalaku jadi sakit dan aku melihat memori yang tampak samar samar
Aku sangat terkejut ternyata pria itu adalah Papa yang meninggalkan aku dan mama saat masih kecil masih teringat oleh ku saat aku berteriak memanggil Papa..tapi sayang teriakan kecilku tak kunjung di sahut
Aku sangat sedih memikirkan nya perasaanku saat melihat Papa antara senang,bahagia,sedih dan marah karena Papa meninggalkan kami
"Izban ini Papa nak sekarang kamu udah besar,Papa rindu sama kamu"
"Anda siapa?saya tidak mengenal anda,anda bilang Papa?hmm Papa saya udah nggak ada lagi saat dia meninggalkan saya dan Mama" Jawab ku dengan wajah yang tampak kecewa
"Papa sudah menduganya kamu akan berbicara seperti ini"
"Kemana saja anda di saat kami sedang susah saat Mama saya kerja banting tulang untuk kehidupan saya,kenapa anda meninggalkan kami?sekarang anda memanggil saya anak anda,saya hanya punya Mama"
"Maafkan Papa nak"
"Sekarang anda bilang maaf segampang itu apakah anda tahu penderitaan kami selama ini?saya sudah melihatnya sekarang anda tampak kaya dan bergelimang harta"
"Bagaimana saya bisa tenang saat orang yang selama ini saya tunggu,saat saya menunggu di depan pintu rumah sambil menangis agar orang itu kembali tapi dia tidak pernah kembali berhari hari,berbulan bulan bahkan bertahun dia tidak kunjung datang dan sekarang saat saya sudah mulai dewasa dia datang dalam kehidupan saya..
Hati siapa yang tidak kecewa merasa marah karena orang yang selama ini di tunggu dan baru sekarang muncul"
"Kemana dia waktu itu? saat masa kecil saya di penuhi dengan kesedihan,saat mama mengajak saya ke taman saya melihat keluarga yang tampak bahagia.Anak kecil itu sangat bahagia ada kedua orang tua yang selalu mendampinginya saat dia jatuh orang tua nya membantu nya.Saat dia menginginkan sesuatu selalu di kabulkan melihat semua itu saya sangat sedih dan saya memeluk mama dan berkata Mama dimana Papa tapi mama bilang Papa ada di sini..aku menangis dan menyebut Papa.. tapi orang yang saya tangisi tak kunjung datang
Dan saat itu saya menyadari bahwa orang yang saya tunggu tak akan pernah kembali. Masih kecil saya mulai berfikir tidak mungkin saya selalu bersedih,manja dan selau meminta kepada mama karena saya tahu kehidupan saya tidak sama seperti dulu,saya tidak sama seperti anak anak lainnya yang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan saat itu saya bertekad saya akan sukses dengan kemampuan saya sendiri"ucapku dengan wajah yang mengeluarkan air mata
"Izban lo bisa duduk nggak jangan kek gini tapi lo mau tahu soal kehidupan lo yang nggak lo ketahui"ucap Deyo menenangkan ku
Mendengarkan ucapan deyo akhirnya amarah ku mulai reda
"Izban jadi selama ini dialah orang spesial itu,ya dia adalah Papa lo selama ini dia mencari lo dan baru beberapa bulan ini dia dapat bertemu dengan lo gue tahu lo pasti bertanya tanya"tegas Deyo
"Sebenarnya Papa meninggalkan Mama karena Papa mengalami penyakit ginjal Papa tidak mau memeberatkan beban keluarga akhirnya Papa meninggalkan Mama,setahun kemudian Papa ditolong oleh seorang yang kaya dan Papa diobati untuk operasi di rumah sakit dan orang itu yang membayar pengobatan Papa akhirnya nyawa Papa dapat terselamatkan.Papa minta maaf karena tidak bisa menjadi Papa yang baik tidak bisa menemani masa kecil mu,tidak bisa kembali saat kau menunggu Papa"ucap pria itu yang menatap wajah ku
"Hahahha saya tidak percaya dengan perkataan anda" Wajah ku yang menatap pria itu
__ADS_1
"Kalau benar begitu mana buktinya,dimana pria yang menolong anda itu saya ingin bertemu dengan nya?"
"Nak sebenarya pria yang menolong Papa adalah Papa nya Deyo yang telah meninggal 8 tahun lalu karena kecelakaan,pria itu meninggalkan wasiat untuk membesarkan anak satu satunya dan mama nya Deyo sudah lama meninggal saat melahirkan Deyo"ucap pria itu dengan wajah yang tampak sedih
"Apa benar itu Deyo?"
"Iya Izban saat gue berumur 8 tahun bokap gue meninggal dunia dan ia berpesan jangan nakal ya turuti perkataan pria itu orang yang di samping gue"
"Ya nak Papa Deyo berpesan dan mempercayai Papa untuk memebesarkan Deyo dan mengembangkan perusahaan yang dimiliki oleh Almarhum Pak Yosri Edwin,saat itu keluarga nya tidak ada karena sudah pindah kota mengurus bisnis nya masing masing,amanat yang di berikan oleh Papa nya Deyo akan Papa jalanakan dengan baik dan Papa saat itu akan membesarkan dan merawat Deyo seperti anak kandung sendiri"ucap pria itu dengan wajah yang mengeluarkan air mata
Mendengar ucapan pria itu tampak nya tulus kemudian tanpa basa basi aku berteriak Papa..mengejar dan memeluk orang yang selama ini aku rindukan dan berlinang air mata kebahagiaan
Kemudian Papa membalas pelukan ku dan kami sama sama megeluarkan air mata
Deyo tampak bahagia dan mengeluarkan air mata kemudian Papa mengulurkan tangannya dan Deyo memeluk papa
Kami bertiga menangis bersama dan merasa lega akhirnya dapat berkumpul kembali..
"Izban jadi orang selama ini mengawasi lo dan mencari lo selama bertahun tahun adalah Papa lo saat dia mengetahui lo sekolah di SMA SUGOI dia tampak senang akhirnya ia menyuruh gue bersekolah disana agar dapat mempertemukan lo dengan Papa
"Mengapa lo nggak bilang dari awal.."
"Ntar kalo gue bilang mana lo percaya"Wajah deyo tampak tertawa dengan senang nya
"Jadi sekarang Izban dan Deyo kalian bersaudara Papa harap kalian saling menyangi dan tidak pernah berkelahi" tegas Papa
"Iya Pa" jawab ku dan Deyo berbarengan dan kami tertawa bersama
Eh ada satu hal lagi kejutan untuk lo yang membuat lo tidak percaya
"Assalamualaikum Papa"tampak seorang gadis masuk kedalam rumah
"Waalaikumsalam"jawab kami semua
"Pas banget nih" Ucap Deyo
Siapa ya gadis itu apakah dia orang terdekat Izban atau tidak?
__ADS_1