Aku Diam Bukan BODOH

Aku Diam Bukan BODOH
Awal


__ADS_3

"Masakan apa ini?! Rasanya seperti makanan ternak!" Arya nama seorang pria yang baru saja mengatakan kalimat itu. Dengan kasar ia melempar sendok yang ada di tangannya ke atas meja. Sendok itu melompat kembali setelah menyentuh meja dan terjatuh ke lantai.


Cinta, sang istri yang baru saja menghidangkan makanan tersebut hanya terdiam dan memungut sendok yang terjatuh, lalu meletakkannya di dalam wastafel.


"Berapa kali aku harus bilang padamu Aku ga suka sayur asem! Apa kau ga bisa masak selain sayur asem, hah?!" Arya terus mengoceh.


"Diam, diam saja terus! Dasar bodoh! Makin lama aku semakin ga betah di rumah!" lanjut Arya.


Pria itu segera pergi ke kamarnya, lalu mengganti pakaian saat ia keluar dari kamar sang istri sudah berada di sana.


"Aku mau pergi keluar mau cari makan," ujar pria itu tanpa mengajak sang istri.


Cinta hanya diam lalu bergeser dari tempatnya berdiri dan membiarkan suaminya pergi. Cinta hanya memandangi Arya tanpa memperlihatkan reaksi apapun. Sementara sang suami menyunggingkan senyum dan melirik sang istri melalui ekor matanya.

__ADS_1


Setelah berada di luar rumah, segera Arya mengecek ponselnya dan menghubungi seseorang wanita yang merupakan kekasih gelapnya.


"Ya aku segera datang. Bagaimana kalau kita makan di restoran? Iya restoran yang biasa tempat kita makan," ujar Arya.


Dia itu segera menutup panggilan dan menyalakan motor miliknya. Saat ia mengendarai motor tersebut sebuah panggilan masuk dan ia pun mengangkat panggilan itu dengan tangan kirinya. Arya melihat nama yang tertera di layar ponsel tersebut. Ia pun tersenyum dan tidak menyadari kalau sebuah truk melaju dengan kencang dari arah kanan. Kemudian menyerempet roda belakang motor Arya.


Terjadilah kecelakaan yang membuat Arya terluka cukup parah. Ia pun pingsan di tempat kejadian. berita kecelakaan yang dialami Arya segera diketahui oleh Cinta. Sebab tempat Bagas mengalami kecelakaan posisinya belum terlalu jauh dari tempat tinggalnya.


"Cinta! Cinta, suamimu kecelakaan...!" ujar seorang pria yang seusia dengan ayah Cinta.


"Hah? Apa? Suamiku kecelakaan?" tanya Cinta memastikan kalau pendengarannya tidak bermasalah.


"Iya... benar, suamimu kecelakaan.... Si Arya. Ayo cepat," ujar pria paruh baya itu.

__ADS_1


"O-oh iya, tunggu, tunggu sebentar Pak," ujar Cinta buru-buru.


Ia pun segera mengambil kunci. mematikan televisi dan pergi keluar lalu mengunci rumah sebelum meninggalkan rumah. Di lokasi kejadian sudah banyak orang berkumpul dan ternyata Arya sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.


Cinta pun segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Suaminya segera mendapatkan pengalaman oleh dokter dan ia diminta untuk menunggu di luar. Beberapa orang masih menunggu cinta lalu kemudian satu persatu dari mereka berpamitan. Seorang wanita memegang pundaknya.


"Ibu pergi dulu ya, kalau kamu butuh sesuatu hubungi saja nomor anak ibu. Ibu pasti segera datang ke sini. Maklumlah tadi saat pergi ke rumah sakit anak-anak ditinggal di rumah," ujar wanita berperawakan sedikit gemuk pada Sinta.


"Iya bu, ibu sudah banyak membantu dan menolong suamiku. Makasih banyak," balas Cinta sambil memegang tangan wanita itu dengan kedua tangannya.


"Iya sama-sama, kalau begitu Ibu pergi dulu ya."


Wanita itu pun pergi setelah Cinta mengangguk. Setelah itu tinggallah Cinta seorang diri di atas sebuah kursi panjang, untuk menunggu berita tentang keadaan suaminya. Beberapa jam kemudian dokter pun keluar dan menyatakan kalau suaminya sudah melewati masa kritis.

__ADS_1


__ADS_2