Aku Diam Bukan BODOH

Aku Diam Bukan BODOH
Cinta Dibela Tetangga


__ADS_3

Deg!


Jantung Cinta berhenti seketika. Tapi ia langsung ingat pada adegan sinetron yang sering ia tonton. Wajahnya pun ketakutan. Ratu menatap puas.


"Habislah kau!" batin Ratu.


"Akh...!" teriak Cinta tiba-tiba.


Semua mendadak menatap Cinta terpaku. "Ada apa?" batin mereka.


Sebelum semua orang beraksi. Cinta menghempaskan tubuhnya. Akhhh aku memang sial... suamiku masuk rumah sakit. Sekarang ada wanita masuk rumahku. Beraninya kau merebut suamiku...!" teriak Cinta.


Ia ingin menjambak rambut Ratu tapi dihalangi oleh polisi.


"Dasar ga punya hati... bisa-bisanya kau mengaku-ngaku hamil karena ulah suamiku. Padahal suamiku sangat baik padaku... huhuhu..." tangis Cinta pilu.


Para tetangga mulanya acuh tak acuh. Tapi semakin lama Cinta makin berteriak dan menangis pilu. Air mata bercucuran. Para tetangga bermunculan. Terutama para ibu.


"Bu, tenang dulu. Ibu harus memberikan penjelasan pada kami di kantor." Polisi mencoba menarik tangan Cinta.


Tapi Cinta bertingkah seperti orang gila.

__ADS_1


"Kau... apa kau membelanya? Pelakor itu mencoba menipuku! Dia bilang suamiku ada main dengannya... huhuhu.... Aku ga trima...!" teriak Cinta makin histeris.


Salah seorang ibu datang. Mendengar teriakan Cinta ia pun merasa iba.


"Ada apa ini?" tanya wanita itu. Dan disusul oleh para ibu-ibu lainnya.


"Dia... dia mengaku sebagai selingkuhan suamiku. Dia mau usir aku. Dia, dia itu mau merusak rumah tanggaku... huhuhu...!" ujar Cinta penuh emosi.


Melihat hal itu para ibu-ibu juga menjadi kesal. "Heh dasar pelakor... berani-beraninya buat rusuh di tempat ini ya kamu!" teriak mereka menyingsingkan lengan baju.


Ratu bingung. Begitu juga dua polisi yang mencoba melindungi Ratu. "Tenang-tenang ibu-ibu..." ujar polisi itu.


"Bukan begitu ibu-ibu. Tapi ibu Ratu telah dianiaya oleh ibu Cinta jadi-" ujar polisi mencoba menjelaskan.


Tapi seorang ibu maju mencengkram kerah polisi itu. "Memangnya bapak punya saksi. Tadi aku lihat sendiri. Wanita gila ini masuk ke rumah tanpa ijin. Bisa saja dia maling. Ngaku-ngaku dihamili sama si Arya...!" tukas ibu itu.


"Iya benar. Cinta orang baik!" bela yang lain.


"Kalau bapak mau bawa Cinta kami juga ikut jadi saksi. Wanita ini masuk diam-diam tanpa ijin. Pasti mau maling!"


Mendengar keterangan itu polisi jadi bingung. "Apa benar yang dikatakan mereka?" tanya polisi.

__ADS_1


"Ga pak. Ngapain saya maling? Saya punya kuncinya kok." Ratu mengeluarkan kunci dari dalam tasnya.


"Lihat! Aku punya kuncinya. Arya sudah kasi surat rumah ke saya. Dan saya hamil anaknya. Sedangkan dia itu mandul!" ujar Ratu lebih lanjut tanpa rasa bersalah.


"Oh dasar pelakor tak tau diri...!" ujar mereka geram.


"Eh pak! Bapak dengar sendiri kan Wanita ular ini! Dia pelakor. Bapak masih belain dia?!" tanya para ibu-ibu marah.


"Agkkk... aku yang salah. Aku sudah emosi. Suamiku sedang sakit. Bukan ada yang bantuin. Tapi malah ada yang menghinaku.... Huhuhu...!" Cinta berteriak histeris.


Cinta terlihat kesulitan bernapas. Sherli segera menolong. "Cinta... tenang Cin... Cinta... yang sabar... ya ampun... Cinta..." ujar Sherli menangis.


"Lihat itu, bapak tangung jawab!" teriak para ibu-ibu.


Mereka bergegas hendak membantu Cinta yang tampak menyedihkan. Ratu jadi bingung. Para ibu-ibu itu mengomel.


"Ini semua ulahmu dasar ular betina... pergi dari sini...!" teriak mereka.


"Iya pergi... atau kau pulang kami antar pakai peti!" teriak yang lain.


Para tetangga makin ramai. Yang mendengar masalah di rumah Cinta ikut membuat suasana makin panas. Ratu kehilangan kata-kata. Polisi panik jika keadaan hilang kendali. Mengingat penyebabnya adalah masalah hubungan terlarang. Akhirnya Ratu memilih pergi ia takut pulang tinggal nama. Diikuti oleh para polisi.

__ADS_1


__ADS_2