Aku Diam Bukan BODOH

Aku Diam Bukan BODOH
Ratu Keguguran


__ADS_3

Keributan di rumah Cinta akhirnya sampai di telinga ibu mertu Cinta. Yang kemudian datang ke lokasi bersama sang suami.


"Ja-jadi kau dan putraku...?" tanya ibu mertua saat mendapati kenyataan kalau Ratu mengandung benih putranya.


"Iya bu, aku sudah mengandung putra Arya. Jadi ibu harus merestui kami."


Tanpa rasa malu Ratu mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. Hal itu tidak membuat ibu mertua Cinta marah. Tapi malah membuatnya merasa senang.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan menerimamu sebagai menantu."


Ibu Arya mengambil kedua tangan Ratu. Dengan senyum mengejek pada Cinta. Yang tampak sedih meratapi nasib.


"Dan kamu Cinta, segera urus surat ceraimu. Lalu tinggalkan rumah ini sekarang juga."

__ADS_1


"Tapi bu, kami belum sah bercerai," ujar Cinta memotong.


"Ah, ibu ga peduli. Kan kamu sendiri yang minta cerai. Jadi segera urus perceraian kalian!"


Dengan wajah merah padam Cinta pun pergi mengemasi barang-barangnya. Ia merasa kesal pada dirinya sendiri yang selama ini selalu sabar dan berusaha mempertahankan keluarganya. Namun tidak pernah dianggap sama sekali. Lalu pergi dari rumah itu tanpa pamit. Sedang Ratu dan ibu Arya menatap penuh kemenangan.


Di perjalanan Cinta memutuskan pergi ke rumah Sherly dan di sana ia mengutarakan kesedihannya.


"Sudah jangan menangis. Biar mereka merasa di atas awan sekarang. Kelak mereka akan mendapat balasannya," ujar Sherly.


Beberapa hari kemudian, Cinta mendapat kabar Arya meninggal. Sebab biaya rumah sakit tak kunjung dibayarkan. Dan tentu saja ia menjadi diabaikan. Ibu Arya sama sekali tak terlihat sedih. Ia malah merasa senang. Sebab anak yang dianggap menjadi beban di keluarga telah tiada.


Tapi bukan hanya itu, yang membuat ibu Arya senang. Melainkan karena Ratu juga tidak bisa menikah dengan Arya, sehingga ia tak perlu mengeluarkan biaya pernikahan. Soal bayi dalam kandungan Ratu, sekarang ibu Arya tak yakin jika itu adalah cucunya.

__ADS_1


Ratu kini tinggal di rumah Arya, duduk dengan nyaman menikmati makanan di meja sambil menyaksikan siaran televisi. Dikejutkan kedatangan ibu Arya. Ia ingin mengusir Ratu dari tempat itu.


"Apa? Ibu mau mengusirku? Oh, ga bisa. Aku mengandung anak Arya."


"Tapi kau bukan istri sah Arya! Belum tentu juga Arya itu adalah ayah dari anak itu," balas ibu Arya pada Ratu.


"Oh, baik kalau gitu! Tapi asal ibu tau saja. Rumah ini sudah atas namaku. Jadi ibu jangan harap bisa menginjakkan kaki lagi di rumah ini."


Ratu mendorong ibu Arya keluar. Dan terjadilah aksi dorong-mendorong. Ratu terjerembab hingga berdarah. Berteriak minta tolong. Ibu Arya kabur. Para tetangga yang melihat adegan itu diam saja.


"Dasar pelakor tak tau malu. Rasakan akibat dari ulahmu itu," ujar mereka.


Ratu akhirnya dilarikan ke rumah sakit, setelah ia berhasil menghubungi seseorang. Di rumah sakit ia mendapat kabar kalau kandungannya telah keguguran.

__ADS_1


"Baguslah. Jadi aku tak perlu membesarkan anak yang tak berguna nantinya." Ratu bergumam tanpa penyesalan.


Saat Ratu di rumah sakit, ibu Arya mendatangi rumah Arya. Di sana ia menulis kalau rumah itu akan dijual.


__ADS_2