
"baiklah terserah mamah dan papah saja bagaiman baiknya"
keesokan paginya
ketika keluarga Aldevaro sedang sibuk memikirkan cara agar menyatukan kembali putra mereka dengan sarena. semantara sarena malah biasa saja menghadapi semuanya ia juga menjalankan hidup nya seperti biasa bahkan ia lebih memilih menemani putra kesayangannya bermain.
"mama papah anah(manah)"albiru yang merindukan papahnya terus menerus menanyakan keberadaan papahnya.
"papah lagi kerja sayang nanti kalo papah udah ga sibuk kerja biru ketemu sama papah"sarena mencoba untuk membujuk putranya agar tidak merengek meminta untuk bertemu dengan Aldevaro
"aku mau papa ma"namun usahanya menenangkan albiru tidak berhasil albiru tetap memaksa ingin bertemu dengan papahnya
sarena yang tidak tega melihat putranya menangis pun mengalah dan menelpon Aldevaro untuk menemani putranya bermain karna ia merasa tidak mungkin baginya untuk menjauhkan albiru dari ayahnya.
Tut tut....
📞"halo Aldevaro ini aku sarena"
📞"ya sarena saya senang akhirnya kamu mau menghubungi saya"aldevaro sangat kaget sekaligus senang karna menerima telpon dari sarena
__ADS_1
📞"al aku hari ini sedang ada kesibukan dan biru meminta dan memaksa ingin bertemu dengan kamu jadi aku harap kamu memiliki waktu untuk putramu"
📞"hmm ternyata kamu menghubungiku karna biru baiklah aku akan menjemput dia sekarang"
📞"ya aku tunggu"
Aldevaro yang senang kembali murung setelah tahu bahwa sarena menghubunginya karna albiru.
"Dafa"Aldevaro kemudian memanggil Dafa untuk mengantarnya ke apartemen sarena
"ya tuan"
"atar saya ke rumah sarena"
"dafa jika saya sudah baikan dengan sarena raut wajah saya tidak akan sesuram ini,dia hanya meminta saya menjemput albiru"
"baiklah tuan maaf saya banyak bertanya"
"ya"
__ADS_1
Aldevaro segera menuju ke rumah sarena untuk menjemput putranya
'sejujurnya saya ingin tau apa posisi saya ini sebenarnya apa saya ini beneran sekertaris nya atau supirnya ko dirasa rasa saya terus yang antar jemput tuan apa karna saya tidak pernah menolak apapun yang di ucapkan tuan'gumam Dafa dalam hati
"sedang memikirkan apa kau dafa sepertinya kau sedang banyak pikiran saya minta walau kamu banyak pikiran ketika berkendara jangan di pikirkan itu bahaya"tegur Aldevaro yang sedari berangkat terus memperhatikan gerak gerik bawahannya
"tidak tuan saya tidak memikirkan apapun saya hanya berpikir bagaimana cara agar tuan tidak kecewa lagi sesampainya di sana"Dafa yang tidak ingin jujur dan memilih untuk menutupi isi hatinya pada bosnya
"untuk apa memikirkan saya Dafa bukankah kau saja masih sendiri sekarang sebaiknya kamu pikirkan diri kamu yang sudah lama menyendiri itu"Aldevaro yang merasa kini dirinya sudah tidak sendiri lagi ia pun sekarang tidak ragu untuk meledek bawahannya
"tuan saya tahu anda sudah memiliki pasangan tapi sebaiknya anda berkaca dulu anda juga dulu adalah seorang perjaka tua"
"heh yang penting saya sudah dapat"
"memang anda sekarang memiliki pendamping tapi pendamping anda masih dalam pelarian tuan"Dafa meledek balik Aldevaro
"kau..ah sudahlah lupakan saja,dan ini kapan sampainya kenapa berasa lama sekali"
"tuan anda tidak lihat kepadatan jalan ini begitu banyak motor dan mobil wajar jika terasa lama"
__ADS_1
setelah beberapa saat akhirnya Aldevaro sampai di tempat tinggal Sarena.
ia kemudian naik ke lantai tempat tinggal sarena.