
"Ahmad aku malu jika bertemu lagi dengan sarena karna aku meninggalkan dia dan bahkan acuh pada nya meskipun bukan keinginanku begitu tapi rasa bersalahku tak pernah hilang selama ini aku selalu terbayang-bayang oleh kesalahanku kepada sarena karna itu aku ingin meninggalkan Biyan karna aku tak tahan lagi"
"Nia aku tidak tau kau melewati hidup seperti apa setelah tak bersamaku tapi kau ibu yang baik demi sarena bisa menjalankan hidup kamu mau menikahi pria itu aku bangga padamu"
"terimakasih Ahmad"
"nia sebenarnya nama ku malik bukan ahmad tapi nama lama ku itu sebenarnya nama belakangnya tidak salah"
"Malik husein aku sangat tidak asing dengan nama mu"
"bahkan harusnya kau tau Nia aku menghadiri pertunangan anak tirimu"
"benarkah aku tidak melihatmu saat itu"
"tentu tidak karna aku bahkan tidak muncul di hadapan kalian karna aku hanya mampir sebentar"
"Ahmad...ah maksudku Malik apakah kamu mau menemui sarena"
"aku sudah bertemu sarena sebelum bertemu dengan mu"
"jadi dia sudah tau kau masih hidup"
"tidak dia tidak tahu"
__ADS_1
"Malik sebaiknya kita cepat-cepat memberi tahu semuanya pada sarena"
"pasti tapi saat ini lebih baik kita istirahat dulu nia ini sudah malam kau tidur di kamar kedua biar asistenku yang mengantar mu"
"ya baiklah"
Nia di antar ke kamar kedua oleh asisten Malik
sementara malik masih di ruang kerja
ruang kerja Malik
"setelah semuanya terungkap ingatanku sekarang sangat campur aduk"
"tuan anda kenapa"asistennya panik dan khawatir terjadi sesuatu pada tuannya
"saya tidak apa-apa tolong bantu saya untuk ke kamar"
"baik tuan"
Malik kembali ke kamar dengan di papah oleh asistennya.
sementara itu nia masih tidak menyangka dan bahkan sangat bingung
__ADS_1
'aku merasa di permainkan takdir kenapa semuanya seperti ini tapi aku beruntung karna dengan adanya Malik setidaknya aku bisa terlepas dari biyan dan aku sangat ingin menebus kesalahanku kepada sarena dia pasti sangat benci aku sekarang'gumam Nia dalam hati
keesokan paginya di kediaman malik nia begitu sangat canggung karna sangat asing baginya tinggal satu atap dengan mantan suami.
"Malik aku tidak enak tinggal dengan mu aku mau menyewa apartemen temen saja lagi pula dengan status kita ini sangat tidak baik jika di ketahui orang"ujar nia
"nia kau tenang saja kau disini sebagai tamuku sampai semua urusanmu dan Biyan selesai kau tetap lah disini setelah semuanya selesai baru pikir kan lagi masalah itu lagi pula disini sangat tertutup dan juga jauh dari tetangga jadi tidak akan ada yang tau"
'ya bagaimana mau di ketahui orang disini memang sangat tertutup bahkan sebagian besar tanah disini miliknya wajar jika tidak akan pernah ada yang tau tentang keberadaan ku disini bahkan tentang status kami juga'gumam nia dalam hati
"Nia kenapa kau melamun"
"tidak aku hanya merasa tidak enak saja"
"tidak apa kamu anggap saja rumahmu sendiri jangan canggung"
"baiklah"
"nia aku akan menemui sarena apa kamu mau ikut"tanya Malik
"aku...aku takut dia benci padaku"
"tidak mungkin ada anak yang membenci orang tuanya apalagi dia tau seperti apa keluargamu dia pasti akan mengerti kesulitanmu"
__ADS_1
"baiklah aku ikut denganmu"