Aku Hanya Istri Simpanan

Aku Hanya Istri Simpanan
Bab36


__ADS_3

sarena dan Syifa sengaja berbisnis bersama yaitu membuat sebuah toko kue karna sarena dan Syifa sangat menyukai kue.


"sekarang kita sudah memiliki usaha bersama usaha yang selalu kita hayalin dulu akhirnya kebangun juga na aku seneng banget"


"Iyah fa akhirnya aku juga ga nyangka kalau kita bakalan berhasil wujudkan mimpi kita"


tak lama setelah membereskan toko satu persatu pembeli mulai datang ketoko mereka meskipun toko baru buka namun toko mereka sudah memiliki banyak pelanggan bahkan ada yang mau menjadikan toko mereka langganan.


"mba saya mau kue yang ini ya"seorang pelanggan menunjukan salah satu kue


tapi betapa terkejutnya sarena ketika melihat sosok wanita yang membeli kue tersebut


"Tasya"


"sarena kamu jadi penjaga toko kue?"


"salah jusru sarena yang punya toko ini mba"sambung Syifa dengan sinisnya


"ouh"


"kalo begitu kebetulan sekali sarena aku mau ngasih kamu undangan pernikahan ini karna pernikahanku di percepat satu Minggu lagi"


jleb


hati sarena bagaikan terombang ambing mendengar perkataan itu dia benar benar merasa sakit yang begitu sakit dari hatinya


'pantas saja dia sudah acuh padaku ternyata dia memang sudah memiliki niat untuk menikahi tasya'gumamnya dalam hati


"nih undangannya sama pesananku cepat di bungkus ya"


"ah baiklah"


"ini pesanannya"


tasya pun pergi dari hadapan sarena


'kenapa aku malah semakin sakit ketika melihat undangan ini sebenernya aku ini kenapa si'gumamnya

__ADS_1


"hei na kenapa"syifa yang melihat sahabatnya berkaca keca dia heran mengapa sarena menangis


"aku tidak apa-apa"


"bohong terus kenapa mata kamu berkaca-kaca na"


"hanya kelilipan"


kemudian mata Syifa pun tertuju pada undangan yang di pegang oleh sarena ia pun merebut undangan itu


"hah ya ampun ternyata tu cowo emang kaga punya harapan dan perjuangan buat lu dia malah milih buat mempercepat pernikahannya lagi sabar ya na"


"aku gapapa fa oh Iyah kamu jangan pedulikan aku terus lihat itu pelanggan yang ngantri"


lalu Syifa segera melayani para pembeli sementara sarena menenangkan hatinya dulu


'dasar aldevaro pembohong dia bilang kemarin tidak bisa hidup tanpa aku sekarang dia memilih untuk menikahi tasya'gumamnya dalam hati


sementara itu Tasya yang sengaja membeli kue dan mampir ke kantor aldevaro.


"dia pasti senang karna aku berinisiatif untuk membawakannya makanan"ucapnya dengan penuh rasa pede


"ada yang bisa saya bantu"


"saya ingin bertemu dengan pak Aldevaro"


"Bu Tasya mau bertemu tuan Aldevaro"tanya Dafa


"Iyah"


"sebentar Bu saya harus menelpon beliau dulu"


"baiklah"


tuttt Tut


📞"halo Dafa"

__ADS_1


📞"halo tuan"


📞"ada apa"


📞"Bu Tasya ingin bertemu dengan anda"


📞"antarkan dia keruanganku"


Tut


'loh tumben'guman dafa dalam hati


Dafa mengantarkan Tasya sampai di depan ruangan aldevaro


tok tok


"masuk"


Tasya masuk tanpa ragu dan segera bergegas kehadapan Aldevaro


"hai sayang selamat siang"ujar Tasya


"siang juga"


Aldevaro yang acuh pada Tasya dan dia tak sedikit pun melirik Tasya matanya tetap terpokus pada layar laptop


'ini apa-apaan si hah ko kaya nya aku di anggap ga ada di mata dia'gumam Tasya dalam hati


"sayang aku bawakan kamu kue sepertinya kamu sedang sibuk kalo begitu aku mau pulang dan kue nya jangan di buang ya"


"ya"


Tasya keluar dari ruangan aldevaro dan pulang


"syukur dia sudah pergi"


Aldevaro menghela nafas leganya

__ADS_1


"kue ini sedikit menggoda"ia pun mencicipi kue itu


"tapi rasanya ko seperti familiar"


__ADS_2