
"jika kau mencintainya kembalilah bersamanya perbaiki selagi bisa nak jangan biarkan anak kalian merasakan dampak dari perpisahan kalian apalagi dia masih kecil masih sangat butuh kasih sayang dari mu dan dari ayahnya,apa salahnya untuk mencoba nak lagi pula pertunangan itu bisa dibatalkan dan lagi pun ibu sangat tau Tasya juga tidak menginginkan pertunangan bahkan pernikahan paksaan itu,dan satu lagi kamu itu bukan orang ketiga sayang karna al lebih dulu dengan kamu sebelum bertunangan dengan Tasya apalagi status mu adalah istrinya"
ucapan itu terngiang di kepala sarena'jika kau mencintainya kembalilah kepadanya'ucapan itu benar-benar menghantui isi kepalanya.karna memang sarena sudah sangat mencintai Aldevaro bahkan dia tidak yakin untuk berpisah dengan aldevaro.
'lalu bagaimana sekarang apa aku harus kembali dengan mas al atau tetap pada pendirian aku lalu membiarkan anakku menjadi anak yang tidak bahagia karna perpisahan orang tuanya,aku tidak bisa sangat tidak bisa menjadi sosok egois'gumamnya dalam hati
...----------------...
Setelah berpikir panjang sarena memutuskan untuk pergi ke kediaman aldevaro.
sesampainya di depan gerbang ia sedikit ragu namun keraguannya itu hilang setelah ia melihat putranya tengah bermain bola dengan aldevaro
"Bu sarena"ujar satpam yang sedari tdi memperhatikan sarena yang tak kunjung bergerak masuk padahal dirinya sudah membukakan gerbang sedari dia sampai
"ah iya pak"balasnya
"ibu melamun aja lagi mikirin apa bu"tanya nya
"ngga pak saya hanya terhipnotis melihat ayah dan anak itu"jawabnya sembari menunjukan ke arah Aldevaro dan biru
"masuk bu kelamaan di luar nanti saya dikira ga bukain gerbang buat ibu"
"Iyah pak"
sarena masuk kedalam halaman kediaman mertuanya
ia mendekati albiru,albiru yang melihat kedatangannya berlari kearah dia sarena kemudian berjongkok dan memeluk putranya.ia begitu merindukan putranya itu
__ADS_1
"ama ke ana aja ci biyu angen ama(mama kemana aja si biru kangen mama)"
"mama juga kangen biru"
merasa terlalu lama berpelukan mereka melepaskan pelukan itu sarena kembali berdiri biru menarik tangannya bersamaan dengan tangan Aldevaro mereka kemudian mengikuti langkah biru
"mau kemana sayang"tanya sarena kepada putranya
"acu au aen aleng Ama apa(aku mau main bareng mama papa)"ujarnya
Aldevaro menatap wajah sarena dimatanya sarena terlihat begitu cantik meskipun ia tidak merias wajahnya
'sarena aku sangat berharap kamu kembali padaku aku sangat ingin memperbaiki ini semua sarena'ucap Aldevaro dalam hati
ekhm'aldevaro berdehem mencairkan suasa canggung di antara mereka"kamu kesini mau mengambil albiru?"tanya nya dingin"iya"jawab sarena singkat
'canggung sekali,dia benar benar masih sangat dingin seperti biasanya'ujar sarena dalam hati
yang sarena rasakan juga sedang aldevaro rasakan sama-sama acuh mereka tidak menyadari sifat mereka masing-masing dan malah saling menuduh
'sarena semakin cuek aku bingung harus bagaimana lagi'
kini Aldevaro dan sarena sedang memperhatikan putranya yang tengah sibuk bermain
"mas"ujar sarena membuyarkan keheningan diantara mereka
"ya"
__ADS_1
"aku ingin bicara serius dengan mu"
"bicara soal apa?"
"tentang kita"
"bicaralah"
"emm...mas_aku setuju untuk kita bersama lagi"
deg
Aldevaro begitu terkejut sekaligus bahagia mendengar ucapan sarena
'tuhan apakah aku sedang bermimpi'ujarnya dalam hati
Aldevaro terdiam ia masih sangat kaget dengan apa yang dia dengar merasa bahwa apa yang di katakan sarena itu seperti mimpi namun itu adalah sebuah kenyataan
"mas ko malah bengong sih"sarena menepuk bahu aldevaro menyadarkan pria itu dari lamunannya
"saya terkejut sarena"jawabnya
"kau tidak mau bersama dengan ku lagi?"tanya sarena
Aldevaro menggelengkan kepalanya sebagai tanda bahwa itu tidak benar
"Saya sangat ingin"
__ADS_1