
Cuaca sore ini, mendung menggantung. Sama dengan suasana hati Bu Rahmi, yang bimbang. Bu Rahmi duduk di teras depan. Seperti yang selalu ia lakukan akhir akhir ini, menunggu kepulangan puterinya.
"Bu ... diminum dulu!" Ujar Rasya, memberikan segelas teh hangat. Bu Rahmi melihat sekilas kearah Rasya, lalu kembali kedepan. Memandangi pintu pagar yang tertutup.
"Bu, masuk yuk! Nanti juga Naila pulang" Bujuk Rasya. Tetapi, Bu Rahmi tidak menggubris sama sekali. Rasya mendesah pelan, dan kembali merayu Bu Rahmi agar mau masuk kedalam. Karena, diluar gerimis mulai turun dengan perlahan mengguyur bumi. Semilir angin, menambah suasana menjadi lebih sejuk. Setelah berbagai rayuan, Rasya lontarkan. Akhirnya Bu Rahmipun menurut. Masuk mengikuti Rasya.
Jam menunjukan pukul 20.00 WIB. Diluarpun hujan sudah reda. Rasya pamit pulang kepada Bu Rahmi.
____________
Mobil Rasya terhenti, dikala lampu merah menyala. Didepan, terlihat tiga pemuda sedang mengejar ngejar seorang wanita. saat Rasya hendak turun, lampu merah telah berganti hijau. Rasyapun mengikuti mereka. Ah, sial. Mereka masuk kesebuah gang. Bagaimana bisa mobil muat kesebuah gang kecil? Rasyapun memutuskan untuk berjalan kaki. Ia mengendap-endap mengikuti mereka. Dan langkah merekapun terhenti, oh, jalan buntu. Wanita itu menghadap kebelakang dengan langkah mundur. Tiga lelaki itupun menyeringai dan saling pandang.
Sebentar. Itu? Naila. Rasya menyipitkan matanya, memastikan bahwa apa yang dia lihat memang benar adanya. Ya! Itu Naila. Tanpa ba bi bu, Rasya berlari menghampiri tiga lelaki brengsek. Lalu memberi kode pada Naila, agar menghindar. Nailapun mengangguk mengerti, dan bersembunyi dibalik bangunan kosong. Melihat mereka dari kejauhan, dengan napas yang masih tersengal-sengal akibat tadi berkejaran. Lelaki berbaju hitam mulai menyerang Rasya, tanpa aba-aba. Rasya yang terkejut dengan serangan tiba-tibapun tak sempat mengelak. Disaat teman yang satunya hendak melawan, dengan sigap Rasya menahannya. Dan melawan balik. Pertarunganpun terus berjalan. Hingga pertarungan sengit itu terhenti, saat dipergoki salah satu warga yang berpatroli. Tiga lelaki berbaju hitam itu langsung melenggang pergi. Rasya masih berdiri ditempat, mengatur napas yang masih terengah engah. Dirasa keadaan aman Nailapun keluar, menghampiri Rasya.
__ADS_1
"Makasih, pak" ujar Rasya.
"Ya, mas. Sama sama" jawab sesebapak yang bertugas malam itu, lalu melanjutkan tugasnya.
"Emmh, lu. Ga-pa-pa?" Tanya Naila, khawatir. Dengan ragu tangannya meraba dagu dan kening Rasya yang memar. Lalu mengusap sudut bibir Rasya yang berdarah. Rasya meraih tangan Naila. Dan menggenggamnya.
"Nai ... gue mohon, lu pulang, ya?" Rasya menatap dalam Naila, dengan penuh harap. Naila menunduk, lalu menatap balik Rasya dengan matanya yang sembab, iapun mengangguk.
______________
"Enak aja, lu bilang" sanggah Naila,tak terima.
"Ya, terus kenapa?" Tanya nya, lagi.
__ADS_1
Naila menunduk, Rasya menghentikan mobil dipinggil jalan. Memiringkan badan menghadapnya, lalu meraih dagu Naila, Naila tak sanggup menatap Rasya.
"Cerita sama gue, mereka siapa? Kenapa mereka sampai ngejar ngejar lu?" Tanya Rasya, serius. Mata Naila berembun tak lama kemudian Naila menghambur kedalam pelukan Rasya. Ini pertama kalinya, Naila memeluk Rasya. Naila menangis sesenggukan. Rasyapun membalas pelukan Naila, membelai rambut yang tergerai sebahu, mengusap punggung Naila, menenangkannya.
Naila masih saja terisak dalam tangisnya. Mungkin ia belum sanggup untuk bercerita, pikir Rasya.
"Yaudah, kalau lu belum siap buat cerita, nanti aja. Gue mau menjadi pendengar buat lu" ucap Rasya. Naila makin mempererat pelukannya, membuat Rasya bingung. Ini kali pertama ia melihat Naila serapuh ini. Egonya seakan hilang entah kemana. Rasya memegang tangan Naila, melepaskan pelukan Naila. Rasya tersenyum, sembari tangan mengusap pipi Naila yang basah. Lalu kembali menyetir.
_______________
Bu Rahmi yang mendengar suara mobil Rasyapun keluar, matanya berkaca kaca, Naila, pulang. Ia berlari menghampiri Naila, lalu memeluknya. Nailapun membalasnya, ia kembali terisak dalam pelukan sang ibu. Ini juga pertama kalinya Naila memeluk sang ibu, setelah sekian lama ditinggal ayahnya. Mereka masuk kedalam. Setelah berbincang bincang sebentar dengan Bu Rahmi, Rasyapun kembali pamit pulang.
#Apa yang terjadi dengan Naila? Apakah setelah kejadian ini, Naila akan berubah? Simak kisah selanjutnya, ya! Terimakasih kepada teman teman yang setia membaca karya recehku, sangat diharapkan juga krisannya. Karena aku juga masih belajar, pasti banyak kesalahan dalam penulisan yang tanpa disadari. Dan mohon maaf, apabila dalam cerita ini ada yang tidak berkenan dihati. Sebenarnya ini kisah nyata yang aku kasih bumbu dikit, hehe. Karena masih belajar, jadi mohon krisannya ya! ThankyouAll🤗
__ADS_1