
Hari ini cuaca cerah, secerah hatiku. Entahlah apa yang membuat hatiku berbunga bunga. Kata ibu, hari ini Rasya main kerumah. Membuatku semakin ceria, karena hari ini akan dihabiskan bersama Rasya. Sekarang aku sadar, kalo selama ini telah kelewatan sama ibu. Aku mengakui kesalahan itu. Makanya, sekarang aku pengen ngabisin waktu sama ibu dan Rasya. Orang yang kusayangi.
"Assalamu'alaikum" terdengar suara diluar dengan ketukan pintu tiga kali.lantas, akupun segera membukanya.
"Wa'alaikumussalam .... Rasya, masuk yuk" ajakku.
"Diluar dulu aja, deh, Nai." Jawabnya, kemudian duduk dikursi panjang.
"Yaudah, tunggu bentar, aku ambil dulu cemilan" ujarku, Rasya mengangguk.
Akupun kedalam membuatkan dua jus jeruk dan mangga. Jeruk adalah kesukaanku, sedangkan mangga kesukaan Rasya. Dan juga mengambil dua toples berisi cemilan.
"Nih, jusnya. Lu minum dulu, haus'kan?"
"Iya, makasih. Eh ibunya, kemana?"
"Ibu lagi kepengajian rutin, dikampung sebelah."
"Ouh, lu sendiri disini?"
"Enggak, kok. Kan ada lu, bambank."
"Hehe, iya ya." Rasya menggaruk tengkuk, yang mungkin saja gak gatal. Lalu, terkekeh sendiri. Manis.
Aku tersenyum disetiap melihat Rasya tertawa. Entahlah, semakin kesini, semakin nyaman aku didekatnya.
"Btw, mama enggak kesini?" Tanyaku.
"Enggak, mama ada urusan katanya." Sahut Rasya sembari meneguk jus mangga, lalu menyimpannya kembali. Kemudian, membuka cemilan. Akupun mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" aku dan Rasya yang sedang asik mengobrolpun menoleh ke sumber suara. Ibu.
"Wa'alaikumussalam" jawab kami barengan. Lalu menyalami ibu. Ibupun ikut duduk disebelahku.
"Udah lama kesini, nak?" Tanya ibu.
"Lumayan, bu." Jawab Rasya.
Waktu kamipun hanya ditemani canda tawa bersama, mulai dari ibu bercerita, atau Rasya yang selalu melontarkan pertanyaan. Aku hanya menyimak saja.
Tak terasa waktupun sudah sore, Rasya pamit pulang. Akupun mengantarnya sampai depan. Ibu hanya melihat dari ambang pintu.
__________
"Bu, ibu lagi apa?" Aku menghampiri ibu yang lagi berkutat didapur.
Akupun menyiapkan masakan yang sudah matang dimeja makan. Setelah semua beres, akupun makan ditemani ibu.
___________
"Nak, kamu sayang sama ibu?" Tanya ibu, sembari tangan mengusap ngusap kepalaku. Aku yang sedang berbaring dipaha ibu yang kujadikan bantal, pun bangkit lalu duduk.
"Naila, sayaang banget sama ibu. Maafin Naila bu, dulu Naila kurang ajar banget sama ibu. Sekarang Naila sadar, kalau Naila salah." Ucapku, memandang lekat mata ibu. Meyakinkan kalo aku sedang tidak berbohong
"Ibu semangat Naila." Lanjutku, lalu memeluk ibu erat. Takut kehilangan orang yang amatku sayaang, yang kedua kalinya.
____________
Ting
__ADS_1
[Naila, ketaman yuk!]
Pesan yang dikirim Rasya.
[Oke, bentar lagi otw.]
Send.
Akupun segera bersiap, lalu pamit sama ibu, dan berangkat.
"Hai" sapaku pada lelaki yang akhir akhir ini selalu membuatku nyaman.
"Eh, Nai. Sini!"
Akupun menghampirinya, lalu duduk disebelahnya. Selama ditaman, hanya disuguhi oleh candaan Rasya, yang selalu membuatku tertawa.
"Rasyaa ..." panggil seseorang, aku dan Rasyapun menoleh bersamaan kearah berdirinya seorang wanita.
"Apa kabar?" Sapanya lagi, lalu tanpa malu ia memeluk Rasya. Kok ada yang sakit ya? Tapi gak berdarah. Terlihat Rasya berusaha melepaskan pelukan wanita itu. Tetapi wanita itu lebih mengeratkan pelukannya. Menjijikan.
"Eh, baik." Jawab Rasya, sembari melepaskan pelukannya.
"Emh, ini siapa, sya?" Tanya wanita itu,baru sadar dia kalo ada primadona disini. Huh.
"Kenalin, gue Naila. Isterinya mas Rasya" Aku mengulurkan tangan, iapun menyambutnya, dengan heran Rasya hanya tercengang. Ah bodo amat.
"Oh, Naila. Gue Rosa." Balasnya.
"Mas, aku pulang dulu." Ucapku, lalu melenggang pergi.
__ADS_1