Aku Ibumu Bukan Pembantumu

Aku Ibumu Bukan Pembantumu
Cemburu


__ADS_3

Naila terdiam, duduk disisi ranjang, menekuk kedua lutut, dengan pandangan lurus kedepan. Tatapan kosong. 


"Nailaa" panggilan Bu Rahmi tak membuat Naila bergeming.


"Sayaaang ..." Bu Rahmi menghampiri Naila, kemudian duduk disebelah Naila. Membelai rambut Naila yang tergerai rapi sebahu.


"Kenapa, sayaang? Cerita sama ibu, emmh!" Bu Rahmi memegang kedua pipi Naila. Naila menatap lekat mata Bu Rahmi, matanya mulai berembun. Iapun memeluk erat Bu Rahmi.


"Bu.." panggil Naila disela tangisnya. Bu Rahmi menatap Naila.


"Kenapa, sayaang?" Tanya Bu Rahmi, sembari tersenyum.


"Kenapa, ya, kalo melihat orang yang udah dekat banget sama kita, terus ada yang ngedeketin itu gak enak, walaupun temen?" Naila balik bertanya dengan apa yang ia rasakan. Bu Rahmi menggeleng sembari menyentil pelan dagu Naila.


"Anak ibu mulai jatuh cinta, nih, ya. Siapa sih orangnya?" Bu Rahmi menggoda. Membuat Naila tersipu malu.


"Ih, ibuu. Beneran lho bu, itu kenapa ya?"


"Itu tandanya c-i-n-t-a sayaang, kamu itu cemburu." Jelas Bu Rahmi.


Naila berpikir sejenak, apakah ia memang mulai jatuh cinta? Setelah cintanya ia berikan penuh kepada sang ayah?


"Masa sih bu?" Tanya Naila penasaran.


"Cinta Naila'kan cuma buat ayah samaa


 ... ibu" lanjutnya lagi.


Bu Rahmi menggeleng gelengkan kepala.


"Sayaang ... Cinta itu ada tiga, pertama cinta kepada Alloh, Rosululloh, dan sesama manusia." Jelas Bu Rahmi. Naila mengangguk paham.


"Yaudah ibu keluar dulu, kamu istirahat, jangan dulu mikirin cinta! Nanti kamu sakit. Kalo bisa bawa orang yang kamu cintai kerumah, hemm" Goda Bu Rahmi lagi.


"Ih ibuuu, iya nanti Naila bawa deh, .... kalo ada."

__ADS_1


"Harus ada." Balas Bu Rahmi lalu beranjak keluar.


"Iya kalo ada" sahut Naila dari dalam.


'Masa iya aku cinta sama Rasya, ngk mungkin deh. Rasya kan nyebelin. Atau ini cuma perasaanku saja. Arght, bingung aku mikirinnya ' Gerutu Naila dalam hatinya.


'Mending aku makan aja ah' gumamnya lagi.


_________________


"Assalamu'alaikum" Naila beranjak dari tempat tidur, kemudian berjalan membuka pintu.


"Wa'alaikumussalam, masuk aja" balas Naila. Naila meninggalkan Rasya begitu saja.


"Kamu kenapa sih Nai? Dari kemaren cemberut mulu." Tanya Rasya yang heran dengan sikap Naila.


"Gapapa, gue mau ke kamar dulu" jawab Naila.


"Buuu ... ibuuu, ada Rasya nih" teriak Naila, lalu iapun kembali kekamar.


"Eh, nak Rasya... udah lama nak? Disini?" Tanya Bu Rahmi yang baru beres menjemur pakaian.


"Enggak kok bu, baru duduk ini" jawab Rasya, lalu menyalami Bu Rahmi.


"Nailanya kemana?"


"Masuk kamar"


 


Bu Rahmi terlihat menghela nafas, lalu melenggang kekamar Naila.


"Nai ... itu ada Rasya, kok kamu maen tinggal aja." Ujar Bu Rahmi didepan pintu. Karena Naila menguncinya dari dalam.


"Biarin aja bu, Naila lagi males." Sahut Naila dari dalam.

__ADS_1


"Enggak boleh gitu sayaang ... cepet buka pintunya, kasian nak Rasya sendirian."


"Yaudah ibu aja yang temani, gitu aja kok repot."


"Ya Alloh nak, cepet buka pintunya sayaang" 


Hening, gada jawaban.


Rasya yang hanya menyimak percakapan itupun menghampiri Bu Rahmi dimana beliau berdiri.


"Nai ... lu kenapa sih, cuek mulu dari semalem. Apa gara gara cewek kemarin ya?"


"Gak"


"Lu cemburu ya, dia Rosa, temen SMA gue dulu. Dia emang suka gitu, peluk peluk kalo lama gak ketemu."


"Geer banget lu, siapa juga yang cemburu." Jawab Naila, sembari membuka pintu.


Rasya dan Bu Rahmipun terkekeh kekeh.


"Kenapa sih? Ah males!" Naila membalikan badan hendak masuk, tapi dengan sigap Rasya mencekal tangan Naila.


"Mau kemana? Sini mau dipeluk juga?" Goda Rasya, membuat Naila semakin malu. 


"Ibu keluar dulu ya" sahut Bu Rahmi, sembari mengedipkan mata, menggoda mereka.


"Apaan sih, lepasin gak" Naila memberontak dari pelukan Rasya, membuat Rasya semakin gemas.


"Udah ah jangan pake cemburu cemburuan segala." Ujar Rasya sembari menuntun tangan Naila sehingga Nailapun mengikuti langkah Rasya dan duduk berdua dikursi ruang tamu.


"Nai ..." Naila menatap Rasya lalu berdehem. Rasya menyandarkan kepala Naila dibahunya sembari mengelusnya. Layaknya dua sejoli yang lagi pacaran.


"Gue sayaang sama lu" ucap Rasya, ia mengecup kening Naila. Naila terdiam, merasakan lebih dalam kenyamanan bersama Rasya.


'Apakah aku emang cinta sama Rasya' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2