Aku Tetap Milikmu

Aku Tetap Milikmu
BAB 22


__ADS_3

Hari telah menjelang sore,,semua pekerjaan Eren/Cindy kini telah selesai ia kerjakan,,


Akhirnya semuanya sudah selesai!bagaimana keadaan Bayu saat ini?dia pasti tidak akan datang lagi karena di ancam oleh nyonya,,aku jadi merasa bersalah karena telah membuatnya menderita!! monolognya.


Di tempat lain,,Rini juga telah selesai mengerjakan pekerjaannya,,saat hendak pamit pulang ia melihat ada yang datang,dan itu adalah Rendy!


Kak Rendy?tumben dia datang ke tokonya kak Rosa?batin Rini.


Rendy turun dari mobilnya dengan penampilan yang begitu menggoda kaum wanita,dan jelas saja Rosa sangat terpesona melihat penampilan Rendy yang begitu tampan,,tetapi tidak dengan Rini!ia memandangnya dengan perasaan biasa saja.


Rini merasa takut karena sedari tadi Rendy senyum senyum kepadanya!!seakan berharap Rini mau memandangnya dengan tatapan yang berbeda!!saat hendak mendekati Rini,Rini menggelengkan kepala untuk memberiĀ  isyarat agar Rendy berhenti menghampirinya dan pindah haluan ke Rosa,,


Dan tentu saja Rendy mengerti isyarat Rini agar tak mendekatinya!


Kak Rendy!!!panggil Rosa ceria.


Kakak tumben ke tokoku?mau makan apa kak?biar aku yang sediain!!tawarnya semangat.


Ok,,aku mau kue bolu yang itu ya?jawab Rendy datar.


Sebentar ya kak,,aku sediain dulu!balas Rosa.


Kak,,aku pamit dulu ya!!pamit Rini pada Rosa.


Iya,,hati hati ya Rin!!!jawab Rosa.


Apa gak sekalian nanti kita pulang bareng?ungkap Rendy.


Gak usah kak!aku bisa pulang sendiri,,lagian tadi juga aku bawa sepeda sendiri,,jawab Rini yang kemudian segera pergi dari sana.


Saat sampai di depan toko,,Rini menoleh ke arah Rendy dan Rosa!semoga kalian bisa bersatu!doa dalam hati Rini.


Saat di perjalanan,,Rini berpapasan dengan Deni yang sedang membonceng Bik Siti!Bik Siti sama seperti Rini saat di bonceng Deni,,sama sama takut kecepatan saat naik motor.Rini menyaksikan bahwa Biki Siti tidak nyaman saat naik motor dengan Deni.


Ya ampun dasar tuh si buaya!!orang tua pun di bikin jantungan kayak gitu? monolognya sambil menggelengkan kepala.


Berhenti Mas,,berhenti!!!teriak Bik Siti.


Ada apa sih Bik?tanya Deni yang kesal karena berhenti mendadak.


Mas,,,Bibik ini sudah tua!!mbok ya pelan pelan bawa motornya!!!nanti kalau Bibik jantungan bagaimana?dengar ya Mas,,kalau sampai Bibik jatuh dari motor gara gara Mas Deni!!seumur umur Bibik gak bakalan mau bonceng Mas Deni lagi!!!ungkap Bik Siti yang sudah emosi.


Kok serem gitu sih Bik kata katanya?ucap Deni.


Biarin saja,,anggap aja ini doa!!Bik Siti mencebik.


Bruukkkkk,,,dan pada akhirnya Bik Siti benar benar terjatuh walaupun motornya dalam ke adaan berhenti di pinggir jalan,,,dan na,asnya Bik Siti jatuh tepat di selokan.


Ya ampun Bik,,Bibik gak papa?ucap Rini yang lari menghampiri Bik Siti.

__ADS_1


Mangkanya kalau bicara di pikir pikir dulu Bik,jatuh beneran kan?seru Deni tanpa merasa bersalah.Buukkkk,,,Rini memukul pundak Deni.


Kamu ini!!! bukannya bantuin malah ngomel gak jelas!!! timpalnya.


Mbak tolong mbak??aduhhh punggung Bibik sakit!!!kelu Bik Siti yang memang dalam posisi tubuh yang memeluk karena lubang selokan tidak begitu lebar.


Kemudian Deni turun tangan untuk membantunya keluar dari selokan itu.


Saat sudah keluar,,Bik Siti jalan terpincang pincang menahan sakit di punggungnya.


Ya ampun Bik,,apa ada yang terluka?tanya Rini khawatir.


Sepertinya begitu mbak,,,sakit sekali rasanya!! keluhnya.


Sedangkan Deni benar benar sama sekali tidak merasa bersalah dan seakan cuek.


Den,,,kamu kenapa sih?kok gak ada belas kasihan sama sekali sih?bantuin ini Bik Siti!!!ucap Rini yang kesal pada Deni.


Kenapa ya? perasaan ku kok aneh?kenapa tiba tiba aku jadi kesal sama Bik Siti?batin Deni.


Iya,,ayo cepetan naik Bik,,kita naik motor pelan pelan saja!!ucap Deni.


Sesampai di rumah,,ternyata pinggang Bik Siti memar dan sedikit tergores.


Rini memapah Bik Siti ke kamarnya lalu memijatnya.


Ya ampun Bik,,kenapa jadi memar begini?seru Rini cemas.


Saya pijitin ya Bik?Rini menawarkan diri untuk membantunya.


Baik mbak,,itu ada balsem,,tolong ya mbak!!seru Bik Siti minta tolong.


Ok Bik!jawab Rini.


Dan pelan pelan Rini memijat pinggangnya,,tak jarang pula Bik Siti teriak kesakitan.


Aduhhh mbak pelan pelan sakit!!teriaknya.


Ada apa ini? seru Marsya yang tiba tiba masuk ke kamar Bik Siti.


Ini kak,,tadi Bik Siti jatuh!sekarang pinggangnya memar,,ucap Rini


Dan gosong,,Deni menimpali.


Ihhh,kamu ini tiba tiba nongol!!kayak tuyul aja!!!ucap Rini yang terkejut saat Deni tiba tiba muncul di belakang Marsya.


Sini,,biar aku saja yang mijitin Bik Siti!!Deni menawarkan.


Tapi pelan Pelan ya Mas!!tangan Mas Deni kasar!!Bik Siti memperingati.

__ADS_1


Sedetik kemudian,,suasana kamar Bik Siti pecah dengan teriakannya!!


Rini yang tak tega dengan semua itu,,dia cepat cepat keluar dari kamarnya.


Kasar banget sih?monolog Rini.


Dah lah aku keluar dulu!! monolognya lagi.


Sedangkan Marsya hanya diam saja seakan hal itu sudah biasa.


Kak Ayo keluar!!ajak Rini pada Marsya.


Bik Siti kenapa?tanya Rendy ke pada Rini dan Marsya.


Itu,,tadi jatuh di selokan!!jawab Marsya.


Keesokan paginya,,Marsya melihat keadaan isi kulkas kosong,,ia ingin memberi tugas pada Bik Siti belanja,,tapi urung karena Bik Siti sedang sakit.


Den,,kamu kenapa sih kemaren kok tega benget sama Bik Siti?dia jatuh malah kamu cuekin?tanya Rini heran.


Aku kemaren merasa kalau Bik Siti akan melakukan sebuah kejahatan!!tapi aku gak tahu itu apa?seru Deni dan membuat Rini kaget


Kejahatan?kejahatan apa?bukankah kamu sudah kenal Bik Siti begitu lama?Rini bertanya lagi.


Sudahlah jangan bahas itu!!aku tidak mau mengingat kejadian masa lalu lagi!!bagaimana pun juga Bik Siti pernah masuk penjara.


Cerita Deni membuat Rini was was.


Kejahatan? kejahatan apa maksudnya?lalu kenapa bisa sampai masuk penjara?batin Rini


Pokoknya kamu harus berhati hati sama Bik Siti!!dia terlihat baik bukan berarti beneran baik!!suatu saat aku akan menceritakan semuanya padamu.


Seru Deni yang terlihat serius.


Rin,,,kamu ke pasar ya!!semua bahan makanan dah pada habis!!ucap Marsya.


Baik kak,,!!jawab Rini menyanggupi.


Ini catatan belanjaannya,,


Seru Marsya menyerahkan kertas catatan.


Di tempat lain,,


Cin,,Cindy!!!!mana sih tuh anak!!seru Rosita tak sabar.


Ya nya?jawab Eren.


Kamu kepasar ya!!ingat,,jangan sampai kamu menemui laki laki itu lagi!!!kalau sampai ketahuan awas aja kamu!!ancam Rosita.

__ADS_1


Baik nyonya!jawabnya.


Duh bagaimana nyonya tahu kalau aku akan mencari Bayu di luar sana?lebih baik aku berhati-hati mulai sekarang.


__ADS_2