
Seorang gadis kecil berumur empat tahun tengah melangkahkan kakinya ditempat yang sangat asing. Ia melihat kearah kanan dan kiri dengan air mata yang berlinang membasahi wajahnya yang putih bersih.
"Bunda !"
"Bunda !"
"Bunda !"
"Tolongin Aera bunda !"
"Aera takut !"
Gadis kecil itu terus menangis, mencari sang ibunda, ia tersesat ditengah hutan sendirian tanpa ada yang menemani.
"Bunda !"
"Tolongin Aera bunda !"
Ucapnya semakin lirih, ia terus menyusuri jalan setapak, hingga gadis itu menghentikan langkah kakinya didekat pohon beringin tua.
"Tante !"
Ucap gadis kecil itu, ketika melihat seorang wanita cantik berbaju merah yang tengah duduk dibawah pohon beringin seraya menyisiri rambutnya yang panjang dan menghadap kearah sebuah cermin kecil yang ia pegang dengan tangan satunya lagi.
Gadis kecil itu berlari kearah pohon beringin, mendekati wanita itu.
"Tante ! Tolong !" Ucapnya lirih dengan air mata yang berlinang.
Wanita bergaun merah itu membalikkan tubuhnya yang sedang menatap kearah cermin, kini pandangannya tertuju kearah gadis kecil yang tengah memegang boneka kelinci kesayangannya.
"Tante ! Tolongin Aera ! Aera mau cari bunda ! Aera mau pulang !" Ucap Gadis kecil itu dengan tangisan yang pecah.
Wanita bergaun merah itu mendekat ke arah Aera, ia menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan gadis kecil itu. Di usapnya air mata yang membasahi wajah gadis kecil itu.
Tangan wanita itu yang terasa dingin membuat gadis kecil merinding, ia menatap kearah wajah wanita itu, wajah yang cantik lembut, dengan hidung yang mancung, kulit putih bersih, dan rambut berwarna hitam yang panjang mengkilat.
"Tante !" Lirih gadis kecil itu lagi.
"Tenanglah ! Jangan takut ! Aku disini !" Ucap wanita itu sambil membelai rambut gadis kecil itu.
Gadis kecil itu terlihat sedikit tenang, walaupun masih terdengar suara isakan dari mulutnya.
Wanita bergaun merah itu tersenyum, ia menarik gadis kecil itu agar mendekat kearahnya. "Jangan menangis anak cantik, puk puk puk, ada aku disini ! Jangan nangis lagi tenanglah !" Ucap wanita itu.
Gadis kecil yang merasa sedikit tenang menatap kearah wajah wanita bergaun merah itu, warna kulit yang putih pucat, dengan kuku-kuku jari yang panjang berwarna hitam, membuat gadia kecil itu bergidik ngeri, karena dia belum pernah melihat hal yang seperti itu.
"Tante ! Antar Aera pulang ! Aera pingin pulang, Aera mau jumpa Bunda ! Tante Aera mau pulang !" Rengek gadis kecil itu seraya menarik-narik gaun merah yang dikenakan oleh wanita itu.
"DIAM !" Teriak wanita itu tiba-tiba, membuat gadis kecil itu semakin ketakutan.
__ADS_1
"Kau tidak boleh pulang sayang ! Ini rumah mu !" Ucap wanita itu melembut.
Namun gadis kecil itu masih ketakutan, ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Air mata kembali membanjiri wajah gadis kecil itu.
"Jangan tutup mata mu ! Buka ! Bukalah mata mu ! Tatap cermin ini ! Buka ! Buka mata mu !" Teriak wanita itu dan memaksa gadis kecil tersebut untuk melihat kearah cermin kecil bergagang emas yang dipegang oleh wanita itu.
Tangis gadis kecil itu semakin pecah ! Ia semakin ketakutan melihat wanita bergaun merah yang terlihat sangat menyeramkan. Wanita itu terus memaksa sang gadis kecil untuk membuka matanya dan menatap kearah cermin.
"Aaaaaaaaakh !"
"Nona bangun ! Nona Aera bangun !" Ucap seorang pelayan mencoba untuk membangunkan gadis cantik yang tengah tertidur diatas ranjang king size.
"Ahjumma ?" Ucap gadis cantik itu setelah membuka matanya seraya memeluk wanita tua yang berada didekatnya.
"Ahjumma ! Aku takut ! Aku kembali bermimpi buruk lagi !" Ucap gadis cantik itu.
"Tenanglah sayang ! Itu hanya bunga tidur ! Sudah, sudah ! Sekarang, cepat bersihkan dirimu jika tidak ingin ketinggalan pesawat !" Ucap wanita paruhbaya itu.
Gadis cantik itu menganggukkan kepalanya, ia segera berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
🍂🍂🍂
Nama ku Aera Kim, gadis campuran antara Indonesia dan Korea. Aku terlahir di Indonesia, namun aku tak bisa mengingat satu kenanganpun dari negeri itu.
Tepat satu bulan yang lalu aku kehilangan kedua orang tua ku, mereka meregang nyawa secara tiba-tiba, dengan kematian yang sangat tragis.
Pengacara keluarga menyampaikan isi wasiat kedua orang tua ku, jika mereka telah tiada maka ku harus kembali ke tanah kelahiran ku, karena hal itulah hari ini aku harus pulang ke Indonesia meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan manis ku bersama kedua orang tua ku.
"Nona ! Semua sudah siap !" Ucap salah satu pelayan dirumah ku.
Aku membalasnya dengan menganggukkan kepala, pandangan ku mengitari selurug isi kamar, menatap setiap sudut ruangan yang penuh dengan kenangan yang tak akan pernah bisa ku lupakan.
"Ahjumma ! Aera berangkat dulu ! Jaga diri kalian baik-baik ! Aku pasti sangat merindukan kalian !" Ucapku kepada semua pelayan yang telah mengabdi dirumah itu sejak kami menempatinya.
"Kau juga nona ! Jangan terlambat makan ! Ingat lambung mu tidak begitu baik." Ucap seorang wanita tua, yang merupakan kepala pelayan.
Aku menganggukkan kepala ku, memeluk erat tubuh wanita tua yang telah ku anggap sebagai keluarga ku.
Aku segera berangkat menuju bandara, meninggalkan rumah mewah, istana yang telah aku tempati sejak kecil bersama kedua orang tua yang telah tiada.
"Nona ! Jadwal penerbangan mu telah tiba !" Ucap Ahjussi yang merupakan orang kepercayaan keluarga ku.
"Ahjussi ! Aku titipkan semuanya kepada mu ! Tolong jaga baik-baik." Ucap ku lirih seraya memeluk pria tua itu. Dia membalas pelukan ku dengan begitu hangat, air matanya jatuh membelai wajahnya yang tegap.
Aku tahu, bukan hanya aku satu-satunya yang merasa berat karena kehilangan ini, ahjussi, dan pelayan lainny yang telah lama berkerja dikeluarga ku juga merasa berat atas kepergian kedua orang tua ku yang tak wajar dan sangat tiba-tiba.
🍂🍂🍂
Aku telah sampai disebuah kota kecil yang telah menjadi tempat kelahiran ku. Dengan perlahan aku melangkahkan kaki keluar bandara.
__ADS_1
Terlihat seorang pria paruhbaya berlari kearah ku. "Nona Aera kim ?" Ucap pria tersebut setelah berada di dekat ku.
"Ya !" Ucap ku seraya menganggukkan kepala. Pria paruhbaya itu segera mengambil alih troli yang ku pegang dan membawa barang-barang ku menuju sebuah mobil mewah.
"Silahkan masuk non !" Ucap pria itu.
"Terimakasih pak !" Ucap ku.
"Non Aera bisa memanggil saya dengan sebutan mang Tejo saja !" Ucapnya ramah seraya melajukan mobil itu.
Aku tersenyum tipis dan menganggukkan kepala. Pandangan ku menatap kearah luar jendela, mengamati pemandangan yang belum pernah aku dapati selama tinggal di Korea.
Mobil yang kami kendarai telah masuk kedalam sebuah gerbang perumahan yang sangat megah, tinggi menjulang. Seorang wanita tua telah berdiri didepan pintu rumah dengan senyuman yang ramah, didamping oleh berapa orang yang tidak ku kenal.
Aku sangat kenal dengan wanita itu. Beliau adalah eyang Andini, ibu dari mamah ku.
"Aera ! Oh cucu ku sudah besar !" Ucap eyang Andini seraya memeluk ku.
"Eyang !" Ucap ku lirih seraya memeluk wanita tua itu.
"Jangan bersedih, eyang akan menjaga mu nak !" Ucap eyang Andini, seraya memeluk erat tubuh ku.
"Oh iya kenalkan ini Dimas kakak sepupu mu, anaknya bude Risa kembaran mamah mu !" Ucap eyang memperkenalkan seorang pria yang lebih tua dari ku.
"Hay Aera, lama tidak jumpa ! Kau terlihat semakin cantik !" Ucap pria itu.
Aku tersenyum ke arahnya. "Hallo juga kak !" Ucap ku membalas jabatan tangan kak Dimas.
🍂🍂🍂
"Aera, eyang sudah meminta Dimas untuk mendaftarkan mu di SMA yang letaknya tidak jauh dari rumah. Semoga kamu betah ya nak !" Ucao Eyang Andini ketika kami sedang berada di meja makan.
"Iya eyang !" Ucap ku seraya menikmati makan malam yang sangat pas di lidah ku. Karena hari ini eyang lah yang khusus memasak untuk ku.
Rasa masakan eyang tidak jauh berbeda dengan masakan mamah. "Mah ! Pah ! Semoga kalian tenang di alam sana !" Batin ku seraya menyantap makan malam itu.
Setelah makan malam eyang kembali ke kamarnya, sedangkan kak Dimas mengantarkan ku menuju sebuah kamar.
"Aera ! Tidurlah ! Sudah malam ! Agar besok pagi kau tidak terlambat bangun !" Ucap Dimas setelah berada didepan sebuah kamar.
"Emm, baiklah kak !" Ucap ku seraya memberikan senyuman untuknya.
"Kamar ku ada disebelah, jika perlu apa-apa kau bisa memanggil ku !" Ucap Dimas, ia mengusap pucuk kepala Aera dan berlalu menunu kamarnya.
HALLO SEMUANYA !!!
INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA KU YANG BERGENRE HOROR ! MOHON MAAF JIKA MASIH ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT, DAN CERITA YANG MASIH MENGAMBANG. AKU MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG LAGI.
AKU AKAN MENERIMA KRISAN DARI KALIAN SEMUA DENGAN SENANG HATI. DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND SHARE NOVEL INI JIKA KALIAN MENYUKAINYA DAN INGIN AKU MELANJUTKAN NOVEL INI TERUS YA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏