
HALLO SEMUANYA !!!
INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA KU YANG BERGENRE HOROR ! MOHON MAAF JIKA MASIH ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT, DAN CERITA YANG MASIH MENGAMBANG. AKU MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG LAGI.
AKU AKAN MENERIMA KRISAN DARI KALIAN SEMUA DENGAN SENANG HATI. DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND SHARE NOVEL INI JIKA KALIAN MENYUKAINYA DAN INGIN AKU MELANJUTKAN NOVEL INI TERUS YA.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏
-
-
-
🌸EPISODE LALU🌸
"TATAP CERMIN INI !"
"AERA"
"BUKA MATAMU DAN TATAP CERMIN INI !"
Teriak wanita itu, membuat Aera yang ketakutan membuka matanya secara perlahan dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipinya.
"DEG !"
Jantung Aera berdetak kencang tak kala melihat seorang wanita yang sangat ia kenal berada didalam cermin itu.
"Mama ?"
"Papa ?"
Ucap Aera terbata, jantunganya berdebar dengan kencang, tubuhnya semakin gemetaran.
🌸LANJUTAN🌸
Aera terus menatap ke arah cermin itu, ia melihat ada kedua orang tuanya didalam sana, awalnya mereka terlihat bahagia.
Seorang wanita yang sangat mirip dengan Liza mamanya Aera tengah berlarian bersama seorang pria yang sangat mirip dengan Park Kim papanya Aera.
Mereka terlihat sangat bahagia, bermain di taman yang penuh dengan bunga-bunga dan pepohonan yang rindang, namun sesuatu yang mengejutkan terjadi.
"Tidak !"
"Mama !"
"Papa !"
Pekik Aera tanpa bisa mengeluarkan suara, tak kala melihat orang tuanya mendekat kearah sebuah pohon beringin, dan ada seorang wanita yang berjalan dari balik pohon beringin itu dengan membawa sebuah benda yang mirip seperti keris.
"Ceesssssssssss"
Wanita itu menusuk tubuh wanita yang mirip dengan mamanya Aera. Darah mulai bercucuran membanjiri tubuh mamahnya Aera.
"Mama !"
Ucap Aera lirih, air mata mulai mengalir deras, ia terlihat sangat rapuh tak kala melihat orang yang paling dia sayangi telah berlumuran darah, rahangnya mengeras, ia mulai menggiti giginya sendiri, tangannya mengepal dengan keras.
__ADS_1
"MAMAAAA !" Teriak Aera.
"Hhhhh"
"Hhhhh"
"Hhhhh"
Suara deru nafas Aera yang ngos-ngosan, ia terlihat sangat lelah, gadia cantik itu mengedarkan pandangannya ke area sekitarnya.
"Cucu ku ! Kamu sudah sadar nak ?" Ucap eyang Andini yang duduk disamping Aera.
Gadis cantik itu terdiam, sebuah pertanyaan mulai menyerang kepalanya. "Eyang ? Bagaimana mungkin aku bisa berada disini ?" Ucap Aera.
"Tadi kamu hilang nak, sewaktu hujan deras mang Ujang menemukan kamu tergeletak dibawah pohon karsen, dan segera membawa mu kemari." Ucap eyang Andini.
"Pohon karsen ?" Ucap Aera dan pikirannya kembali mengingat apa yang telah terjadi. "Apakah itu mimpi ?" Ucap gadis cantik itu didalam hati.
Tak berselang lama kemudian, seorang pelayan masuk kedalam kamar Aera dengan membawa nampan berisi makanan.
"Aera sekarang kamu makan ya ! ini sudah waktunya makan malam, eyang takut kamu masuk angin." Ucap Andini seraya mengaduk bubur ayam.
"Sini biar eyang yang suapin !" Lanjutnya lagi dan dingguki oleh Aera.
~•
Malam telah semakin larut, jam di dinding kamar Aera telah menunjukkan pukul sebelas malam, ia terbangun dari tidurnya. Kamar itu terlihat sepi karena sedari tadi eyang Andini dan yang lainnya telah kembali ke kanar masing-masing.
Aera meletakkan bantal pada sandaran tempat tidur untuk menumpu badannya. Pikirannya mulai melayang-layang, mengingat apa yang telah terjadi siang tadi.
"Tok tok tok" Aera mendengar pintu kamarnya diketuk.
"Tok tok tok"
Suara ketukan kembali terdengar, membuat gadis cantik itu penasaran.
"Tok tok tok"
"Siapa sih ?" Ucap Aera kesal ketika mendengar suara ketukan untuk yang ketiga kalinya.
Gadis cantik itu beranjak dari tempat tidurnha, dan berjalan kearah pintu, lalu membuka knopnya.
"Zeeeng zeeeeng"
Aera terdiam tak kala memastikan tidak ada siapapun didepan kamarnya.
"Swiiing"
Hembusan angin menerpa tubuh Aeraz membuat gadis itu menggelinjang kedinginan, ia menutup pintu kamar tersebut, dan bergerak ke atas tempat tidurnya.
"Toloooong"
Terdengar suara lirih dari arah sebelah kanannya, membuat gadis cantik itu memberanikan diri menghadap ke arah tersebut.
"Cermin ?" Batin Aera, ia terdiam menatap ke arah cermin rias yang cukup besar. Gadis cantik itu dapat melihat bayangan dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Bola mata coklat Aera terus menatap kedalam bayangan dirinya, tanpa mengalihkannya ke arah yang lain.
__ADS_1
"Toloooong"
Suara lirih itu kembali terdengar, membuat Aera menutup matanya. Ia sangat terkejut ketika melihat seorang wanita merintih kesakitan dengan memakai pakaian sekolah yang sama seperti miliknya.
"Aaaaakh"
Ucap Aera dan segera membuka matanya, "mungkin hanya halusinasi ku saja, sebaiknya aku segera tidur." Batin gadis cantik itu, ia mencoba untuk tetap berfikir positif dan segera bergerak kearah tempat tidurnya.
Aera mulai memejamkan matanya, dan tak lama kemudian terlena didalam mimpi, sebuah mimpi yang sama seperti sebelumnya.
"Cermin ?"
Aera melihat sebuah cermin bergagang emas yang dipegang oleh wanita bergaun merah itu telah berada ditangannya.
"Cermin itu telah berada di tangan mu, kau harus menjaganya Aera !" Suara bisikan yang terdengar ditelinga gadis cantik itu.
"Selesaikan tugas mu, untuk menebus semua kesalahan itu."
"HAHAHAHA"
Bisikan yang terdengar ditelengi Aera diiringi dengan suara tawa yang mengerikan.
"Gadis cermin !"
"Gadis berdosa !"
"Gadis cermin !"
"Gadis berdosa !"
Suara bisakan itu mengitari kepala Aera, tubuhnya semakin gemetaran, keringat dingin mulai mengucur deras.
"Aaaaaaaakh"
Teriak Aera dan terbangun dari tidurnya. "Mimpi itu lagi !" Ucapnya frustasi seraya mengusap kasar wajah cantiknya.
Matahari telah bersinar terang hingga cahayanya masuk menembus tirai-tirai kamar Aera.
Gadis cantik itu telah siap dengan seragam sekolahnya, dengan membawa tas punggung dan benda pipih miliknya, ia segera berjalan keluar kamar, menuruni anak tangga dan bergerak ke arah ruang makan.
"Pagi eyang !" Ucapnya kepada Andini yang telah duduk dimeja makan.
"Hey sayang ! Kau sudah siap ?" Ucap wanita paruh baya itu, ia terkejut melihat Aera telah siap dengan seragam sekolahnya. Gadis cantik itu mengangguk dan duduk disamping Andini.
"Eyang sengaja tak meminta pelayan untuk membangunkan mu nak, eyang pikir kamu masih tidak enak badan dan ingin istirahat saja hari ini." Ucap Andini.
"Aera baik-baik saja eyang, tidak usah khawatir ya !" Ucap gadis cantik itu seraya mulai menyendokkan nasi goreng kedalam mulutnya.
"Pagi eyang ! Pagi Aera !" Ucap Dimas yang baru saja sampai diruang makan.
"Pagi sayang !" Ucap Andini dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya.
Ya ! Andini terlihat sangat cantik, di umurnya yang telah senja kulit-kulitnya masih terlihat kencang tanpa ada kerutan sedikitpun, bahkan orang-orang akan mengira jika ia wanita berumur 40-an.
"Kau ingin berangkat dengan ku Aera ?" Tanya Dimas dengan mengambil sepotong roti coklat dan meneguk segelas susu dengan terburu-buru.
Aera yang telah siap sarapan pagi menganggukkan kepalanya. "Eyang Aera berangkat sekolah dulu ya !" Ucap gadis cantik itu seraya mencium punggung tangan Andini.
__ADS_1
"Hati-hati sayang ! Jangan terlalu lelah !" Ucap Andini seraya mengusap pucuk kepala gadis cantik itu.
🌸BERSAMBUNG🌸