
"Kaili ?" Ucap Aera yang tersentak dan langsung menopang kepala gadis imut itu dipahanya.
Seorang pria berlari kearah Aera, dan segera meraih tubuh Kaili untuk menjauhi tempat itu. Suasana semakin riuh tak terkendali, para murid yang berjatuhan itu semakin tidak bisa dikontrol lagi, ada yang berteriak, lari-larian hingga ada juga yang memanjat pagar sekolah, untung saja para satpam cepat tanggap dan segera mengamankan murid-murid itu.
"Ayo !" Ucap pria yang membopong tubuh Kaili, ia mengajak Aera untuk menjauhi tempat tersebut.
Aera mengikuti langkah kaki pria itu, mereka masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup luas dengan ambal berwarna merah yang terbentang melapisi lantai ruangan itu.
Terlihat para murid yang berjatuhan dilapangan tadi telah berada diruangan itu, dengan masing-masingnya dipegangi oleh beberapa orang, karen kebanyakan dari merrka terua memberontak.
Ezra meletakkan Kaili, didekat salah seorang perempuan yang sedang berteriak-teriak. Bola mata perempuan itu menatap tajam kedalam mata Aera. Membuat gadis cantik itu sedikit bergidik ngeri, apalagi secara tiba-tiba gadis itu tersenyum sinis namun senyuman itu sangatlah menyeramkan dan akan sulit diartikan dengan kata-kata.
"Kaili ?" Ucap seorang gadis yang baru saja sampai bersama dua orang pria disampingnya.
"Kaili ? Apakah kau mendengar suara ku ?" Tanya gadis itu lagi, namun Kaili masih belum sadarkan diri.
"Gadis cermin !"
"Kau gadis CERMIN !"
"HAHAHAHA"
Teriak seseorang yang tertidur didekat Kaili, ia dipegangi oleh beberapa guru yang kualahan menanganinya, karena ia terus memberontak. Aera hanya menatap bingung bercampur sedikit rasa takut kearah gadis itu.
"TATAP CERMIN ITU !"
"KAU TIDAK BISA LARI DARI TUGAS MU !"
Teriak gadis itu lagi dengan tatapan tajam kearah Aera, bola matanya seakan-akan ingin keluar dan menerkam Aera. Membuat gadis cantik itu semakin gemetar ketakutan.
"HAAAAAAKKKHHH"
Tiba-tiba gadis itu memberontak dan berteriak kencang hingga ia berhasil lepas dan ingin mendekat ke arah Aera.
"Aaaaaaakh"
Pekik Aera seraya menutup matanya.
Untung saja Malik dan Nathan bergerak cepat untuk.memegangi gadis itu. Ezra langsung bangkit dan memeluk tubuh Aera dengan erat. Gadis cantik itu benar-benar ketakutan, tubuhnya gemetar, kakinya melemas.
"Lawan Aera ! Jangan takut ! Lawan mereka ! Kau harus menang Aera !" Ucap Ezra ditengah-tengah tangannya yang memeluk erat tubuh Aera.
"Tenang ! Jangan takut ada aku disini ! Tenanglah Aera !" Ucap Ezra menenangkan, namun entah mengapa Aera merasa familiar dengan suara itu, ia merenggangkan pelukan Ezra dan menatap kearah wajah tampan pria itu. Namun ia merasa familiar dengan wajah pria ini, seperti pernah melihatnya disuatu tempat.
"Aera !"
"Aera !"
__ADS_1
Ucap Ezra mencoba untuk menyadarkan Aera dari lamunanya.
"Emm ?" Gumam Aera dengan dahi yang berkerut.
"Tenanglah ! Coba tarik nafas mu dalam-dalam ! Tenang Aera ! Jangan takut !" Ucap Ezra dan berhasil membuat Aera tenang.
Aera memberanikan diri melihat kearah gadis yang berada disamping Kaili. "Kasihan !" itulah yang terlintas dibenak Aera tak kala melihat gadis itu diikat tangan dan kakinya.
"Tolong !"
"Tolong aku !"
"Tolong !"
Ucap gadis itu lirih membuat Aera merasa iba, dan hampir saja mendekat kearah gadis itu, namun Ezra memahannya. Pria itu menggelengkan kepalanya, "jangan dekati dia ! Itu hanya tipuan !" Ucap pria itu dengan tangan yang memegang erat pergelangan tangan Aera.
"Ezra ! bagaimana ini ? Kaili tidak kunjung sadar, apa yang harus kita lakukan ?" Ucap Olive.
"Apakah tidak sebaiknya kita membawanya ke bescamp ?" Ucap Nathan.
"Bisakah kalian bertiga membawanya terlebih dahulu ? Ada sesuatu yang harus ku kerjakan terlebih dahulu !" Ucap Ezra dengan memberikan kode mata kearah Nathan.
Nathan menganggukkan kepalanya, dengan dibantu Olive dan Malik, mereka membawa tubuh Kaili keluar dari ruangan itu menuju bescamp mereka.
"Aera ! Ayo ikut aku !" Ucap Ezra, menarik tangan Aera dan membawanya menjauhi tempat itu.
"CERMIN"
"CERMIN"
"CERMIN"
Suara bisikan yang terdengar ditelinga Aera, gadis itu menutup telinganya seraya memejamkan matanya.
Ezra merangkul tubuh Aera dan membawanya menjauhi tempat itu, mereka menuju sebuah ruangan ekstra kulikuler yang tidak terlalu besar.
"Ezra ?" Ucap Olive yang berpapasan didepan pintu ruangan itu dengan mereka.
"Bagaimana keadaan Kaily ?" Tanya Ezra.
Olive menggelengkan kepalanya, "aku harus mengambil sesuatu dan sebaiknya kalian masuk kedalam !" Ucap Olive dan segera berlari entah kemana perginya.
Kaily berbaring diatas sofa dengan ditemani oleh dua orang pria yang sedang mengipasinya.
"Bagaimana kondisinya ?" Tanya Ezra kepada kedua pria itu.
"Aku takut dia akan melewati batas ! Maka dari itu aku meminta Olive untuk memanggil mrs Indy !" Ucap Malik.
__ADS_1
"Mrs Indy ? Aku seperti pernah mendengar nama itu, tapi dimana ?" Batin Aera.
"Kaily !" Teriak seorang wanita yang baru saja sampai diruangan itu bersama Olive, membuat Aera terdiam tanpa bisa bergerak.
Wanita itu memgang tangan Kaily, dan memejamkan matanya, dan tak lama kemudian Kaily tersadar.
"Aaaaaakh !" Pekik Kaily seraya memuntahkan cairan berwarna merah seperti darah.
"Apa yang terjadi kepada mu ? Kenapa kamu bisa kelewat batas seperti ini Kaily ? Itu berbahaya !" Ucap Olive seraya memeluk erat tubuh Kaily. Aera hanya terdiam dan tidak faham dengan kondisi ini.
"Aera !" Ucap Kaily tanpa menjawab pertanyaan Olive.
"Aku melihat Aera ! Ya ku melihat mu Aera !" Ucap Olive pada gadis itu, membuat semua yang ada didalam ruangan itu menatap kearah Aera.
"Aku ?" Gumam Aera dengan sedikit syok.
"Kamu pasti salah Kaily !" Ucap Malik dan Nathan secara bersamaan.
"Siapa dia ?" Ucap mrs Indy menunjuk Aera.
"Dia Aera Kim mrs, murid baru diruangan ku !" Ucap Kaily.
"Aera Kim ?" Ucap mrs Indy.
Aera menganggukkan kepalanya, dan sukses membuat wanita dewasa dihadapannya terpaku. "oh tuhan ! apa lagi ini ?" ucap Olive frustasi.
"Suasana diluar sudah cukup terkondisi, sebaiknya kalian kembali keruangan karena sebentar lagi pembelajaran akan dimulai." Ucap mrs Indy dan segera pergi meninggalkan enam orang murid itu
"Apa yang terjadi dengan mrs Indy ? Mengapa dia terlihat aneh ?" Ucap Malik.
"Aneh kepala mu ? yang ada kamu tuh yang aneh Malik !" Ucap Olive kesal, entah apa permasalahannya, namun mereka berdua memang seperti minyak dan air yang tidak pernah menyatu.
"Sudah-sudah sebaiknya kita kembali ke kelas !" Ucap Ezra sebelum pertikaian diantara dua temannya itu semakin parah.
"Kau sudah tidak apa-apa Kaili ?" Tanya Aera khawatir.
"Aku tidak apa-apa Aera, tenanglah ! Kau pasti kaget karena hari pertama mu sekolah disini namun sudah disambut dengan kejadian seperti ini." Ucap Kaili.
Aera tersenyum tipis, ia tidak bisa berkata-kata lagi karena apa yang dikatakan Kaili semuanya benar.
•(BERSAMBUNG)•
HALLO SEMUANYA !!!
INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA KU YANG BERGENRE HOROR ! MOHON MAAF JIKA MASIH ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT, DAN CERITA YANG MASIH MENGAMBANG. AKU MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG LAGI.
AKU AKAN MENERIMA KRISAN DARI KALIAN SEMUA DENGAN SENANG HATI. DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND SHARE NOVEL INI JIKA KALIAN MENYUKAINYA DAN INGIN AKU MELANJUTKAN NOVEL INI TERUS YA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏