ALAM DIBALIK CERMIN

ALAM DIBALIK CERMIN
SEKOLAH BARU part 3


__ADS_3

Kaily dan Aera telah kembali keruangan kelasnya, mereka kembali duduk dibangku yang terletak pada barisan kedua dari belakang.


Suasana kelas riuh dengan anak-anak yang sibuk menggosipkan kejadian tadi pagi. "Wah wah wah, ratu drama kita telah kembali ke kelas." Ucap salah seorang murid perempuan yang mendekat ke meja Kaily dan Aera.


"Gimana ? Apakah kau melihat hantu lagi huh ?" Ucap murid perempuan itu kepada Kaily. "Hahaha kalian anak-anak drama, berpura-pura pingsan agar tidak ikut upacara !" Lanjut murid itu lagi, namun Kaily tidak menggubrisnya, dia hanya diam dan mulai membuka buku paket.


"Hey Kaily, berhenti bermain drama ! Kami semua sudah bosan ! Lagian ini jaman modern, hanya orang-orang kuno yang mempercayai hantu !" Ucap geman gadis itu.


"Kaily kuno !"


"Kaily kuno !"


Sorak dua orang murid itu yang diikuti oleh teman-teman sekelas lainnya.


"DIAM !"


Aera tiba-tiba berteriak dan memukul meja, membuat semuanya terdiam dan menatap heran ke arahnya.


"Cekh, kau anak baru ! ini hari pertama mu ! namun kau sudah berani berteriak seperti itu huh ? Kau cukup berani ternyata !" Sindir salah satu murid itu yang memancing gelak tawa dari anak-anak lainnya.


"CUKUP !" Teriak Kaily yang tiba-tiba berdiri dan menatap tajam kearah dua prng murid perempuan itu. "Vanya ! Sisil ! Jaga lidah kalian, lidah itu tumpul namun tajam di mampu membunuh dan menghancurkan seseorang." Lanjutnya lagi dengan menunjuk wajah Vanya.


Vanya dan Sisil ingin membalas ucapan Kaily namun guru mata pelajaran sudah masuk kedalam kelas, dan membuat mereka semua hening kembali kemeja masing-masing.


~•


"Cekh, sebel banget aku sama anak baru itu ! berani-beraninya dia teriakin kita, belum tahu aja dia siapa kita !" Ucap Vanya yang tengah berada didalam kamar mandi sekolah.


"Minta dikasih pelajaran tuh anak !" Saut Sisil, "eh Vanya bagi lipstik dong, aku pengn buat ombre nih biar mirip artis kpop." Lanjutnya lagi.


"Tapi aku lebih sebel lagi sama si ratu drama, suka banget cari perhatian sama Ezra !" Ucap Vanya.


"Bener banget tuh, cewek ganjen ! pura-pura pingsan biar digendong cowok !" Ucap Sisil.


"Idiw jijik bingit aku tuh !" Ucap Vanya.


"Hahaha !" suara tawa mereka berdua.


"Brakkkkk"


Pintu kamar mandi itu terbuka membuat Vanya dan Sisil terdiam. Terlihat seorang murid perempuan berdiri didepan pintu dan menatap sinis ke arah mereka, lalu berjalan masuk kedalam salah satu bilik didalam kamar mandi itu.


"Hahhh"


"Hahhh"


Suara nafas Vanya dan Sisil yang memburu. "Bikin kaget aja tu orang ! Udah ayok balik !" Ucap Vanya dan segera keluar ruangan, sedangkan Sisil terdiam menatap kearah bilik yang dimasuki murid itu.


Suasana kamar mandi itu terasa suram, gelap dan lembab, membuat Sisil sedikit bergidik ngeri dan bulu kuduknya mulai berdiri.

__ADS_1


"Prannkkk"


Suara salah satu pintu bilik itu terbanting, membuat Sisil tersadar dari lamunannya dan segera berlalu keluar.


"Vanya tunggu !" Ucap Sisil yang berlari mengejar sahabatnya itu.


"Itu yang tadi dikamar mandi bukannya Mala ya ? Anak kelas dua belas IPA yang suka kesurupan itu !" Ucap Sisil setelah berada disamping Vanya.


"Bodoh amatlah ! Males aku mikirin orang kayak dia, sampah ! Palingan juga pura-pura ! Sebelas dua belas sama ratu drama yang lainnya !" Ucap Vanya yang disambut gelak tawa oleh Sisil.


~•


"Aera apa yang membuat mu pindah sekolah ?" Tanya Kaily ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju kantin sekolah untuk bertemu dengan teman-teman Kaily.


"Emm, sebulan yang lalu orang tua ku meninggal, dan merek berpesan agar aku kembali ke sini." Ucap Aera dengan kepala yang menunduk.


"Maafkan aku Aera, aku tidak bermksud untuk membuat mu sedih." Ucap Kaily seraya memegang tangan Aera.


"Tidak masalah Kaily, aku sudah mengikhlaskannya." Ucap Aera tersenyum tipis kearah Kaily.


"Kaily ! Sini !" Ucap seorang gadis yang tengah duduk disalah satu meja yang terletak disudut kantin dengan tiga orang pria yang Aera jumpai tadi pagi.


"Kalian sudah lama ?" Ucap Kaily dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Olive karena gadis itu tengah sibuk meminum jus jambu biji kesukaannya.


"Duduklah !" Ucap Ezra kepada Aera.


"Hay !" Ucap Malik ramah, dan diangguki oleh Aera.


"Kau anak baru yang tadi pagi kan ?" Lanjutnya lagi.


"Iya, kenalkan nama ku Aera ! Aku murid pindahan dari Korea." Ucap Aera ramah, dan dibalas senyuman oleh mereka semua.


"Hallo Aera, nama ku Olive, ini Nathan, Malik dan yang disebelahmu Ezra." Ucap Olive memperkenalkan temannya satu persatu.


"Maaf kalau penyambutan mu hari ini membuat kau merasa terkejut, tapi beginilah adanya sekolah kami." Ucap Malik.


Aera hanya menanggapinya dengn mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Mereka berenam melanjutkan makan siang dikantin itu dengam bercanda ria, suasana kekeluargaan yang dicipakan oleh teman-teman yang baru dikenalnya itu membuat Aera nyaman dan tersenyum manis tanpa memperlihatkan guratan kesedihan.


"Brukkkkkkk" suara benda jatuh membuat mereka berenam terdiam dan menatap kearah sumber suara.


"Aaaakh" teriak salah seorang murid yang berada dikantin itu ketika melihat temannya pingsan.


"Mala bangun ! Mala !" Teriak murid perempuan itu mencoba untuk membangunkan temannya, membuat semua murid yang ada ditempat itu mengerumuni mereka.


Murid perempuan yang tak sadarkan diri itu tiba-tiba membuka matanya dan menunjuk kearah beberapa murid, membuat mereka semua merasa takut sekaligus heran dengan apa yang tengah terjadi. Hingga sesuatu yang mengejutkan kembali terjadi.


"Brakkk"


"Brakkk"

__ADS_1


"Brakkk"


"Brakkk"


"Brakkk"


Lima orang murid yang ditunjuk anak perempuan itu berjatuhan dengan secepat kilat.


"Aaaaaakh" salah satu diantara murid yang pingsan itu mulai berteriak dan memberontak kepada orang-orang yang memeganginya.


Suara teriakan itu bagaikan pancingan untuk empat murid lainnya, yang dengan cepat juga langsung ikut berteriak.


Anak perempuan yang diketahui bernama Mala itu tertawa kencang melihat kejadian itu, dia menatap sinis kearah semua orang yang panik dan berusaha menenangkan kelima murid itu.


"HAHAHAHA RASAKAN !" Teriak Mala dengan kencang dengan suara yang sangat berat, terdengar menggema didalam kantin itu.


"Kaily ! Kau tidak apa-apa ?" Tanya Olive yang sedari tadi langsung memeluk tubuh Kaili begitu melihat ada murid yang pingsan.


Kaili menggelengkan kepalanya, dengan wajah pucat dan tangan yang menutupi telinganya. "Tutup telinga mu rapat-rapat Kaili jangan dengarkan mereka ! Tenangkan diri mu ! Jangan dengarkan mereka !" Ucap Nathan.


"Sebaiknya kita kembali ke bescamp !" Ucap Ezra yang diangguki oleh teman-temannya.


Nathan dan Olive membawa Kaili keluar dari dalam kantin itu, tubuh Kaili terlihat gemetar dan semakin pucat.


"Ayok !" Ucap Ezra menarik tangan Aera yang masih terpaku ditempat duduknya, sedangkan Malik setelah menghabiskan minumannya ia menyusul langkah kaki Nathan dan Olive.


Aera menatap kearah Azra, wajah gadis itu terlihat pucat dan tubuhnya sedikit gemetar. "Jangan takut, ada aku disini !" Ucap Ezra yang dapat merasakan jika Aera tengah ketakutan, bahkan tangan gadis itu terasa sedingin es.


"JANGAN PERGI !" Teriak seseorang yang telah berdiri dihadapan Aera dan Ezra.


"HAHAHA KAU TAKUT GADIS CERMIN ?" Ucap Mala dengan wajah yang menyeramkan.


Ya Mala leas dari pegangan teman-temannya, dan berlari kearah Aera dan Ezra. Mata elangnya menatap tajam kearah bola mata Aera, membuat gadis itu semakin gemetaran.


Ezra menutup mata Aera, "jangan takut ada aku disini !" Ucapnya berusaha menenangkan.


"BUKA MATAMU ! HAHAHA ! KAU BAHKAN TIDAK BERANI MENATAP KU, BAGAIMANA MUNGKIN KAU AKAN MENJAGA CERMIN ITU !" Teriak Mala, membuat Aera semakin ketakutan.


Ezra memeluk erat tubuh Aera, dan menutupi mata gadis cantik itu. Mala mendekatlan dirinya kearah Aera, tangannya bergerak ingin mencekik gadis cantik itu, namun untung saja murid-murid yang lain bergerak dengan cepat untuk menahan tubuh Mala, kesempatan itu digunakan Ezra untuk membawa Aera menjauhi tempat itu.


• BERSAMBUNG•


HALLO SEMUANYA !!!


INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA KU YANG BERGENRE HOROR ! MOHON MAAF JIKA MASIH ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT, DAN CERITA YANG MASIH MENGAMBANG. AKU MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG LAGI.


AKU AKAN MENERIMA KRISAN DARI KALIAN SEMUA DENGAN SENANG HATI. DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND SHARE NOVEL INI JIKA KALIAN MENYUKAINYA DAN INGIN AKU MELANJUTKAN NOVEL INI TERUS YA.


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2