ALAM DIBALIK CERMIN

ALAM DIBALIK CERMIN
GADIS BERSERAGAM SEKOLAH


__ADS_3

HALLO SEMUANYA !!!


INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA KU YANG BERGENRE HOROR ! MOHON MAAF JIKA MASIH ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT, DAN CERITA YANG MASIH MENGAMBANG. AKU MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG LAGI.


AKU AKAN MENERIMA KRISAN DARI KALIAN SEMUA DENGAN SENANG HATI. DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND SHARE NOVEL INI JIKA KALIAN MENYUKAINYA DAN INGIN AKU MELANJUTKAN NOVEL INI TERUS YA.


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏


🌸EPISODE LALU🌸


"Cermin ?" Batin Aera, ia terdiam menatap ke arah cermin rias yang cukup besar. Gadis cantik itu dapat melihat bayangan dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Bola mata coklat Aera terus menatap kedalam bayangan dirinya, tanpa mengalihkannya ke arah yang lain.


"Toloooong"


🌸LANJUTAN🌸


Aera dan Dimas telah berada didalam mobil menuju sekolah, jalanan pagi itu sangatlah lengang, kebun teh yang hijau dihiasi dengan pepohan yang sangat rindang sepanjang jalan membuat mereka membuka kaca mobil, udara pagi yang segar dan bersih mengisi kekosongan menciptakan irama yang merdu pada aliran pernafasan.


Gadis cantik itu memandang kearah jalanan, kepalnya bersandar kedekat pintu mobil, terbuai dengan lamunan yang tak menentu.


"Aera !"


"Aera !"


"Aera !" Ucap Dimas terakhir kalinya seraya menyentuh pundak sepupunya itu.


"Emm, iya kak ?" Ucap gadis itu, tersadar dari lamunannya.


"Kamu mikirin apa sih Ra ? dari tadi kakak panggilin tapi kamu gak jawab ! Kamu lagi ada masalah ?" Tanya Dimas dengan nada lembut.


"Enggak kak, Aera cuma lagi menikmati pemandangan aja." Kilahnya dengan senyum tipis yang menghiasi bibirnya.


"Kak ! Dulu kak Dimas SMA nya disekolahan Aera kan ?" Tanyanya dengan ragu.


"Iya, kenapa Ra ?" Tanya Dimas heran.


"Apakah dulu ada yang kesurupan juga kak ?" Tanyanya ragu.


Dimas menatap kearah Aera, "kesurupan ? nggak ada dong, kan anak-anak leting kak Dimas berani-berani nggak kayak kalian penakut." Ucap Dimas.


"Cekh" Aera tersenyum mendengar kesombongan Dimas.


"Memangnya kenapa Ra ? Kamu masih kepikiran kejadian disekolah kemarin ?" Tanya Dimas.


"Enggak kok kak, Aera cuma penasaran aja." Ucapnya.


~•


Mobil Dimas telah sampai digerbang sekolah Aera, gadis itu segera berpamitan dan turun dari dalam mobil itu.


"Bye bye"


Ucap Aera melambaikan tangan ketika Dimas melajukan mobilnya.


Gadis cantik itu berjalan masuk kedalam gerbang sekolah, jarak antara gerbang menuju gedung sekolah lumayan jauh, ia harus melewati taman, dan lapangan sekolah terlebih dahulu.


Pemandangan disekolah itu sangatlah sejuk damai, bahkan suara burung-burung berkicauan terdengar setiap harinya. Pohon cemara menghiasi setiap sudut lahan sekolah, hawa dingin dipagi hari mampu menusuk sweater hitam yang dikenakan Aera.


Suasana pagi itu terlihat sepi, bahkan gadis itu belum melihat satu murid pun. "Apakah aku terlalu cepat berangkat ?" Batin Aera seraya melihat kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.


"Tak tak tak tak tak"

__ADS_1


Gadis cantik itu mendengar suara langkah kaki dari arah belakangnya, ia segera membalikkan pandangannya ke arah belakang.


"Deg !"


"Kosong !"


Tak ada satu orang pun ditempat itu, membuat jantung gadis itu berdebar dengan kencang, ia mempercepat langkahnya agar segera sampai menuju gedung sekolahnya.


"Tak tak tak"


Suara langkah kaki itu kembali terdengar, membuat gadis cantik itu menggenggam erat tali tas punggungnya, dan semakin menambah kecepatan langkah kakinya. Semakin cepat ia melangkah, semakin cepat pula terdengar langkah kaki dari arah belakangnya.


Aera memberanikan diri untuk menghadap kearah belakang.


"Deg !"


Sama seperti tadi kosong ! Ia membalikkan kembali arah pandangnya.


"Aaaaaakh"


Teriak Aera terkaget ketika melihat seorang wanita tiba-tiba berdiri dihadapannya dengan memakai seragam sekolah.


"Hey ! Ini aku !" Ucap gadis itu dan meminta Aera membuka matanya yang tertutup telapak tangan.


"Kaily ?" Ucap Aera dengan nafas yang ngos-ngosan.


Kaily menganggukkan kepalanya, dan tersenyum ke arah Aera. "Kau mengagetkan ku Kaily, bagaimana jika jantung ku berhenti berfungsi ?" Ucap Aera seraya mengusap dadanya.


"Hehe, sorry !" Ucap gadis imut itu seraya merangkul tangan Aera.


"Mengapa sekolah ini terlihat sepi, belum ada satu murid pun yang datang !" Ucap Aera setelah mereka sampai digedung sekolah.


Kaily tersenyum misterius ke arah Aera, "ini semua karena kau berangkatnya terlalu pagi !" Ucapnya.


Kaily menarik nafas panjang, "itu karena rumor sekolah ini yang angker, jadi membiuat mereka semua malas datang cepat, dan memilih datang pukul delapan." Jelas gadis imut itu.


"Ayok ikut aku !" Ucap Kaily mengajak Aera berlari ke arah sebuah ruangan.


"Hay semuanya !" Ucap Kaily ketika membuka pintu ruangan itu. Aera terkejug karena diruangan itu telah berada Olive, Ezra, Malik dan Nathan.


"Kau terlamabat lagi Kaily !" Ucap Malik ketus.


"Hay Aera !" Ucap Ezra


"Hay !" Ucap Aera canggung.


Kaily menarik lengan Aera dan mengajak gadis cantik itu untuk duduk bergabung dengan teman-temannya yang lain.


"Kau datang terlalu pagi Aera ?" Ucap Olive dengan dahi yang berkerut.


"Emm" gumam gadis itu dengan menganggukkan kepalanya. "Aku tidak tahu jika para murid disekolah ini datang jam delapan." Ucapnya.


"Tidak apa-apa Aera, kau bisa datang cepat setiap harinya dan bergabung dengan kami." Ucap Malik.


Aera tersenyum tipis, "oh iya, kalian kenapa datang cepat ? tidak seperti murid yang lain." Tanya Aera penasaran.


"Itu semua karena kami merupakan geng ghost wanted" Ucap Kaily.


"Ghost wanted ?" Ucap Aera heran.


"Iya Aera, kami memiliki hoby yang sama, yaitu mencari tahu tentang mereka yang tak kasat mata dan membuat vidio dokumenter." Ucap Malik.


"Bagaimana jika kau bergabung bersama kami Aera ? Biar pas menjadi genap !" Ucap Kaily bersemangat.

__ADS_1


"Kaily !" Ucap Olive.


"Aku rasa mrs Indy akan menerimanya dengan senang hati." Ucap Kaily yang paham dengan maksud Olive.


"Aku setuju !" Ucap Malik.


"Aku juga !" Ucap Ezra.


"Bagimana dengan mu Nathan ?" Ucap Kaily, dan pria itu menganggukkan kepalanya.


"Oke ! Kalau begitu mulai dari sekarang kau resmi menjadi anggota ghost wanted, dan aku akan memasukkan mu kedalam group chat." Ucap Kaily dengan semangat, Olive hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, karena ia tidak bisa berkata apapun semua teman-temannya telah setuju dengan pendaat Kaily.


"Teeeet teeeet"


Bell masuk sekolah sudah berbunyi ke enam murid itu masuk kedalam kelas masing-masing.


Mereka sedang fokus mengerjakan soal-soal biologi, karena guru mata pelajaran tersebut sedang rapat diruang guru. Suasana kelas sangatlah riuh, akibat ulah Vanya dan Sisil yang mengajak teman-temannya bernyanyi sambil memukul meja sebagai iramanya.


"Berisik !" Samar-sama Aera mendengar suara bisikan itu ditelinganya, membuat bulu kuduknya berdiri.


"Aaaaaaaaaakh !" secara tiba-tiba ada seorang murid perempuan yang berteriak kencang, dan berhasil mencuri perhatian semua murid.


"Akh, menyebalkan !" Gumam Kaily.


Suasana kelas itu menjadi tegang, karena murid perempuan yang tadinya berteriak kini menatap tajam kearah mereka dengan tubuh yang menegang.


"KALIAN BERISIK !" Teriak murid itu dan berlari kearah meja Vanya dan Sisil, membuat murid-murid yang tadi berkerumun dimeja itu berlarian menjauh.


Vanya dan Sisil terdiam, menatap kearah murid perempuan itu. "Kau berani membengak ku huh ?" Teriak Sisil dengan tubuh yang gemetar.


"HAHAHAHA"


Murid perempuan itu tertawa mengerikan, dengan suara yang sangat berat menggelegar, seperti bukan suaranya.


"Vanya ! Menjauhlah ! Sepertinya dia kesurupan !" Ucap murid laki-laki yang biasa dipanggil Dito itu.


"Kesurupan ? Cekh, kalian semua terlalu bodoh ! Dia hanya berpura-pura !" Ucap Sisil yang berdiri disamping Vanya.


Namun murid perempuan itu tersenyum sinis dan menatap tajam kearah Vanya dan Sisil.


"Vanya ! Mengapa ia terlihat mengerikan ! Apakah dia benar-benar ...." Ucap Sisil terpotong dengan tangan yang menutup bibirnya. Ia merasa takut karena murid perempuan itu menatap ke arahnya.


"Aaaaaaaakh" teriak Sisil saat murid perempuan itu mencekiknya.


"To-looong !" Ucap Sisil tersendat karena lehernya yang semakin sakit.


"Hey gadis bodoh ! lepasin teman ku !" Ucap Vsnya seraya menarik lengan murid perempuan itu.


Anak-anak yang lainnya merasa ketakutan, tidak ada yang berani mendekat ke arah mereka.


"BERISIK ! KAU MENGGANGGU KU !" Ucap murid perempuan itu dengan suara berat.


Vanya tetap berusaha menarik lengan murid perempuan itu agar menjauhi Sisil, namun ia kesulitan karena tenaga murid perempuan itu sangatlah besar.


Tubuh Sisil semakin melemas, membuat Vanya semakin panik, ia menarik rambut murid perempuan itu.


"Lepaskan teman ku cewek j****g !" Teriak Vanya dan akhirnya ia berhasil, murid perempuan itu jatuh tak sadarkan diri, sedangkan Sisil terduduk lemas diatas bangkunya.


"Kamu tidak apa-apa Sisil ?" Tanya Vanya seraya memegang pundak sahabatnya, Sisil menggelengkan kepalanya.


"Hey bangun !" Ucap Vanya dengan kaki yang menyenggol tubuh murid perempuan tadi, namun ia tidak ada pergerakan.


Dito dan yang lainnya berinisiatif untuk membawa anak perempuan itu ke UKS, meninggalkan Vanya dan Sisil yang masih duduk dibangkunya.

__ADS_1


🌸BERSAMBUNG🌸


__ADS_2