
"Tok tok tok"
Pagi-pagi sekali pintu kamar Aera telah diketuk, gadis cantik itu segera membuka matanya dan bangkit untuk membuka pintu.
"Selamat pagi non Aera !" Ucap seorang wanita ketika Aera telah membuka pintu kamarnya.
Terlihat seorang pelayan telah berdiri didepan pintu dengan membawa sepasang seragam sekolah.
"Maaf mengganggu, ndoro nyonya meminta saya untuk mengantarkan seragam sekolahnya non Aera !" Lanjut pelayan itu.
Aera segera mengambil alih seragam itu. "Terimakasih bik." Ucapnya sopan dan menutup kembali pintu kamar itu.
Aera meletakkan seragam sekolahnya diatas tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
~•
Seorang gadis cantik telah siap dengan seragam sekolahnya, ia memoleskan sedikit bedak diwajahnya dan kemudian berdiri menghadap cermin.
Cermin yang berukuran besar itu mampu memperlihatkan lekuk tubuh Aera dari atas hingga kebawah. Ia terpana dengan kecantikan yanh ia miliki, sehingga berdiri lama menghadap kearah cermin.
"Dug"
"Dug"
"Dug"
Jantung Aera berdebar ketika secara tak sengaja ia menatap bola mata bayangan dirinya yang berada didalam cermin.
"Aera !"
"Aera !"
"Tatap cermin ini Aera!"
"Tataplah Aera !"
Suara bisikan itu kembali terdengar ditelinga Aera, membuat gadis cantik itu terdiam tanpa mampu menggerakkan tubuhnya. Matanya masih menatap kearah cermin, temu pandang antara diri dan bayangannya membuat suasana menjadi berbeda.
Angin berhembus dengan kencang, menerbangkan layar-layar penutup jendela. Namun Aera masih terpaku tanpa bisa melakukan apapun.
"Serrrrrt !"
"Serrrrrrt !"
Sebuah bayangan melintas secepat kilat dibelakang gadis itu, membuat tubuhnya gemetar namun masih terpaku. Aera memejamkan matanya, dengan tangan yang mengepal, menggenggam erat rok sekolah yang ia kenakan.
"Tak Tak Tak"
Langkah kaki seseorang yang semakin terdengar jelas ditengah Aera, ia merasakan ada sesuatu yang mendekat kearahnya.
Nafasnya memburu, jantungnya berdebar dengan keras.
"Tak Tak Tak"
Langkah kaki itu terdengar semakin keras, semakin dekat kearah tubuhnya.
"Deg"
Sebuah telapak tangan terasa menyentuh pundak Aera, membuat gadis itu semakin memejamkan matanya.
"Aera !"
"Aera !"
"AERA !"
Teriakan seorang wanita yang mampu menyadarkan Aera, gadis cantik itu tersentak dan membuka matanya.
__ADS_1
"Eyang ?" Ucap Aera, ketika melihat eyang Andini telah berdiri didekatnya.
"Apa yang telah terjadi kepadamu ? Hingga kamu tak menyadari kehadiran eyang nduk ayu ?" Ucap Andini dengan kening yang berkerut menatap heran kearah Aera.
"Tidak kenapa-kenapa eyang ! Aku hanya sedikit gugup ! Ya, aku gugup karena hari ini merupakanri pertama ku masuk sekolah." Ucap Aera terbata.
Eyang Andini tersenyum kearah cucu perempuan satu-satunya itu. "Jangan terlalu gugup nduk ayu, eyang yakin semuanya akan berjalan lancar hari ini." Ucapnya seraya mengusap pundak Aera. "Sudah, ayok kita sarapan agar kamu tidak terlambat ! Dimas sudah berada dimeja makan menunggumu !" Lanjut wanita tua itu lagi seraya meraih tubuh gadis itu untuk keluar kamar.
"Sebentar eyang !" Ucap Aera melepaskan tangan eyang Andini dan berjalan kearah meja belajarnya, mengambil ransel dan benda pipih miliknya.
Gadis cantik itu tersenyum kearah eyangnya dan mereka berlalu keluar kamar.
"Hay Aera ! Selamat pagi !" Ucap Dimas yang telah duduk dimeja makan.
"Pagi kak." Ucap Aera dengan senyuman manis yang menghiasinya.
"Bagaimana tidur mu semalam ?" Tanya Dimas.
"Cukup nyenyak !" Ucap Aera yang tengah menikmati nasi gorengnya.
"Baguslah ! Semoga kau betah tinggal disini." Ucap Dimas lagi.
"Sudah-sudah jangan banyak bicara lagi, cepat habiskan sarapannya, sebelum kalian terlambat pergi sekolah." Ucap eyang Andini yang diangguki oleh Aera dan Dimas. Mereka melanjutkan sarapan pagi tanpa ada perbincangan lagi, membuat suasana sangat hening, hanya dentingan sendok yang terdengar.
~•
"Eyang, Aera berangkat sekolah dulu." Gadis cantik itu pamit kepada eyangnya seraya mencium punggung tangan wanita tua itu.
"Iya nduk ayu, hati-hati dijalan ! Semoga semuanya berjalan dengan lancar." Ucap wanita paruhbaya itu.
Aera menganggukkan kepalanya, lalu melangkahkan kaki masuk kedalam mobil. Dimas melajukan kendaraan itu dengan kecepatan sedang.
Gadis cantik itu dapat menikmati indahnya alam yang dipenuhi dengan kebun teh disebelah kanan dan kiri badan jalan.
~•
"Iya kak, aku yakin !" Ucapnya dengan senyuman manis seraya melepas seatbell yang ia kenakan.
"Aku pamit dulu ya !" Ucap Aera seraya mencium punggung tangan Dimas, dan segera turun dari mobil.
"Semangat !" Ucap Dimas seraya melambaikan tangan kepada Aera.
"Emm" gumamnya dengan menganggukkan kepala, "hati-hati kak !" ucapnya lagi.
-
-
-
"Brukkk!"
Aera tak sengaja menabrak seorang pria sewaktu ia didalam perjalanan menuju ruang kepala sekolah.
"Sorry sorry, aku tidak sengaja ! Kamu tidak kenapa-kenapa ?" Tanya seorang pria.
Aera menggelengkan kepalanya, "aku tidak kenapa-kenapa !" Ucap Aera seraya merapihkan seragamnya.
"Kamu anak baru ? sepertinya aku belum pernah melihat mu." Ucap pria itu yang dibalas anggukan oleh Aera.
"Kenalin nama ku Ezra !" Ucap pria itu ramah dengan menjulurkan tangannya, namun belum sempat Aer menyambutnya handphone pria itu berdering.
"Kriiing kriiiing kriiing"
"Iya hallo !"
"Iya aku sedang dalam perjalanan !"
__ADS_1
"Tunggulah disana !"
Pria itu terus berbicara dengan seseorang didalam handphonennya seraya melangkahkan kaki menjauhi tempat itu, meninggalkan Aera yang masih dia mematung dan melihat kearah punggung Ezra yang perlahan menjauh.
Dua orang wanita berbeda usia melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan, angin yang sepoi-sepoi membuat rambut Aera yang tergerai bebas berterbangan, melambai-lambai bagaikan niur ditepi pantai, mencuri perhatian dari setiap pasang mata yang menatap kearahnya.
"Selamat pagi anak-anak ! Hari ini kita kedatangan murid baru !" Ucap buk Sastri guru wali kelas sebelas IPA, membuat perhatian anak-anak yang tengah berkumpul itu mengalihkan pandangan kedepan kelas.
"Aera silahkan perkenalkan dirimu !" Lanjut buk Sastri lagi.
"Hallo semuanya, perkenalkan nama saya Aera Kim, saya pindahan dari Korea, semoga kita semua bisa berteman baik." Ucap Aera dengan senyuman manisnya.
"Aera kamu duduk dibangku sana ya disamping Kaili !" Ucap buk Sastri sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.
"Hay, nama ku Kaili Indana !" Ucap gadis kecil dengan rambut dipotong sebahu dan poni yang diikat keatas seperti artis Kpop.
"Aera !" Ucap gadis cantik itu menyambut tangan Kaili.
"Tet Tet Tet"
Bell sekolah berbunyi, membuat murid-murid yang berada dikelas itu berhamburan keluar.
"Ayo !" Ucap Kaili menarik tangan Aera yang belum mengerti dengan suasana itu.
"Setiap hari senin kita ada upacara bendera, dan semua murid sekolah ini wajib ikut jika tidak mau masuk kedalam buku merah." Kaili berusaha menjelaskan semuanya keada Aera seraya berlari menuju lapangan sekolah.
Semua murid disekolahan itu berbaris rapi sesuai dengan urutan kelas masing-masing. Aera berdiri dibarisan kedua, tepat disamping Kaili.
"Nathan seperti biasa, kamu berdiri dibarisan kelas sebelas IPS ! Malik kelas sepuluh IPA dan Olive kelas sepuluh IPS !" Ucap Ezra membagi tugas kepada teman-temannya.
"Lalu kelas dua belas ?" Ucap Olive ragu.
"Apakah kau akan berdiri dibarisan kelas dua belas Ezra ? Aku tak yakin jika Kaili mampu menangani kelas sebelas IPA, gadis kecil itu sangat lemah !" Ucap Malik.
"MALIK !" Teriak Olive, membuat pria itu terdiam.
"Kelas sebelas IPA tidak terlalu jauh dengan kelas dua belas, aku bisa sekalian mengawasinya." Ucap Ezra.
"Aku akan membantu mu !" Ucap Nathan yang dibalas anggukan oleh Ezra.
"Mereka tidak mengajak ku berdiskusi lagi ! Huh lihat saja nanti !" Gumam Kaili ketika melihat empat orang temannya telah mengambil posisi masing-masing.
Aera begitu fokus menikmati suasana upacara yang belum pernah ia dapatkan sebelumnya. Saat bendera mulai dinaikkan dan tim paduan suara mulai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya suasana berubah menjadi riuh.
Aera melihat beberapa murid berjatuhan, bagaikan permainan balok kayu yang disusun rapih dan berjatuhan secara berurutan.
Para murid itu langsung membantu teman-temannya yang berjatuhan dan mulai berteriak tak karuan.
Aera terhenyak kaget melihat kondisi yang belum pernah ia alami sebelumnya. Jumlah murid yang berjatuhan semakin banyak hingga membuat para dewan guru dan murid-murid itu kualahan.
Pandangan Aera tertuju pada seorang wanita bergaun merah yang berdiri disudut lapangan dengan memakai payung berwarna hitam pekat.
"Brukkk"
Suara benda jatuh disisi Aera, gadis cantik itu langsung mengalihkan pandangannya kearah sebelah kanan, tepat ia melihat Kaili telah terjatuh diatas rerumputan hijau.
"Kaili !" Ucap Aera yang tersentak dan langsung menopang kepala Kaili dipahanya.
•(**BERSAMBUNG)•
HALLO SEMUANYA !!!
INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA KU YANG BERGENRE HOROR ! MOHON MAAF JIKA MASIH ADA PENULISAN YANG KURANG TEPAT, DAN CERITA YANG MASIH MENGAMBANG. AKU MINTA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AGAR NOVEL INI LEBIH BERKEMBANG LAGI.
AKU AKAN MENERIMA KRISAN DARI KALIAN SEMUA DENGAN SENANG HATI. DAN JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND SHARE NOVEL INI JIKA KALIAN MENYUKAINYA DAN INGIN AKU MELANJUTKAN NOVEL INI TERUS YA.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏**
__ADS_1