ALISTER BAGASKARA

ALISTER BAGASKARA
Sekelas Satu Meja


__ADS_3

Siapa yang mau nomorku :


62 856 6805 2078


Sebelumnya jangan lupa membaca Novel :


***1. Cinta Di Dalam Whatsapp



Putih Abu-Abu AnDeo (Andini Deo)


3. Sahabatku Ternyata Maduku (By : Nonny***)



* * *


Pagi yang cerah sudah datang. Matahari pun sudah terbit. Jarum jam menunjukkan pukul 06.40. Lalita sudah siap untuk berangkat ke sekolahnya. Ini hari pertama dia sekolah di bangku kelas 3 SMA. Lalita merasa sangat bahagia. Karena 1 tahun lagi ia akan kuliah. Hari ini adalah hari yang paling dinanti-nanti oleh Lalita. Kenapa? Karena sudah dua minggu dia tidak bertemu dengan Caca dan Cici (Allisya dan Azkia).


"Loly sarapan dulu sayang!" teriak bunda Lanita kepada Lalita yang masih dikamarnya. Loly adalah panggilan sayang bundanya untuk Lalita.


"Iya bun" jawab Lalita sambil berlari dan menuruni anak tangga satu persatu.


"Sayang hati-hati turunnya! Nanti jatuh" tegur bunda Lalita padanya.


"Gak apa-apa bun, kan udah biasa" jawab Lalita dengan santai sambil menyantap sarapannya.


Setelah selesai sarapan Lalita langsung berangkat ke sekolah. Kali ini Lalita tidak mau diantarkan, dia lebih memilih membawa mobil sendiri. Sebelumnya Lalita sudah minta izin kepada orang tuanya, dan orang tuanya pun mengizinkannya. Lalita langsung tancap gas menuju ke sekolahnya.


"Mi, pi, aku berangkat dulu" pamit Alister sambil mencium tangan orang tuanya.


"Kak, kakak ada jadwal latihan hari ini?" tanya Vanya adiknya Alister.


"Iya, emang kenapa?" tanya Alister dengan dingin.


"Sebenarnya Vanya mau ngajak kakak jalan-jalan, tapi karna kakak ada jadwal latihan jadi gak usah" jelas Vanya kepada Alister.


"Kapan-kapan aja yah" kata Alister dengan mengusap halus kepala Vanya dan langsung pergi berangkat ke sekolah. Vanya hanya mengangguk tanda mengerti.


"Kamu ada-ada aja sih Anya. Mana mau kakak kamu pergi" kata maminya Alister kepada Vanya.


"Ya kan Anya usaha mi, mana tau kakak mau. Lagipula Anya nggak tega ngeliat kakak terus-terusan kayak Harimau. Serem tau mi" ledek Anya. Mami dan papinya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Anya memang selalu bilang kalau Alister itu seperti harimau. Karena sikapnya berubah drastis membuat Anya sedikit takut, itu sebabnya Anya meledek Alister seperti Harimau.


Alister sudah sampai dibagasi mobilnya. Dia langsung mengeluarkan mobilnya dan tancap gas ke sekolah.


* * * * *


Lalita sudah sampai di sekolahnya. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan bergegas turun dari mobil. Dari kejauhan, Lalita melihat Caca dan Cici berjalan mengahampirinya.


"Lika…!" teriak Azkia (Cici) dan langsung memeluk Lalita. Setelah Lalita dan Azkia berpelukan, sekarang giliran Allisya (Caca) yang berpelukan dengan Lalita. Mereka bertiga pun berpelukan.


Lika adalah singkatan dari Lalita Levronka. Panggilan itu adalah panggilan sayang dari Azkia dan Allisya untuk Lalita. Begitu juga dengan panggilan Caca dan Cici, yang ditujukan Lalita kepada sahabatnya itu. Itu adalah panggilan sayang Lalita kepada mereka berdua.


Dari kejauhan ada sebuah mobil masuk dari gerbang dan menuju ke tempat parkir. Orang yang mengendarai mobil itu, memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil Lalita. Lalita dan teman-temannya ingin tau siapa orang yang mengendarai mobil itu. Mobilnya berwarna merah dan sangat kinclong.


Tak lama ada seorang pria turun dari mobil itu. Ya, dia, Alister Bagaskara, orang yang punya mobil itu. Lalita dan temannya tercengang melihat Alister yang turun. Alister hanya menatap mereka sekilas dan langsung pergi ke kelasnya.


"Ya ampun… Alister ganteng banget. Andai aja gue jadi pacar dia, pasti gue ngerasa wanita paling beruntung sedunia" ujar Azkia sambil membayangkan kalau dia pacarnya Alister.


Lalita dan Allisya hanya tersenyum melihat kelakuan Azkia. Mereka langsung pergi ke kelas dan meninggalkan Azkia yang sedang berkhayal. Azkia yang sedang berkhayal tersadar, bahwa Lalita dan Allisya telah meninggalkannya.


"Lika! Caca! Tungguin dong!" teriak Azkia dan langsung mengejar Lalita dan Allisya.


Sesampainya dikelas, Alister langsung masuk dan mencari tempat duduk. Secara bersamaan, Lalita dan temannya juga masuk ke kelas yang Alister masuki. Sontak saja Lalita, Allisya, dan Azkia hanya tercengang melihatnya. Mereka tidak menyangka bahwa ternyata mereka satu kelas dengan Alister.


Bel masuk berbunyi. Semua murid langsung berlarian dan memasuki kelas mereka masing-masing. Lalita masih berdiri karna tidak mendapatkan tempat duduk. Tak lama setelah itu buk Nayla, guru IPS masuk ke kelas.

__ADS_1


"Lita, kenapa kamu berdiri? Kenapa kamu nggak duduk?" tanya buk Nayla kepada Lalita.


"Saya belum dapat tempat duduk buk" jawab Lalita dengan sopan.


Buk Nayla langsung mencarikan tempat duduk untuk Lalita. Akhirnya, buk Nayla menyuruh Lalita untuk duduk di sebelah Alister. Lalita pun menyetujuinya dan duduk di sebelah Alister. Alister sama sekali tidak terusik dengan keberadaan Lalita disampingnya. Dia masih terlihat sangat santai, begitu juga dengan Lalita. Jam pelajaran pun dimulai.


* * * * *


Bel sekolah berbunyi, menandakan jam istirahat telah tiba. Semua murid bersorak gembira. Mereka semua langsung berlari menuju ke kantin. Alister dan teman-temannya juga ikut ke kantin, secara bersamaan Lalita, Allisya, dan Azkia juga ke kantin.


Sesampainya di kantin Lalita langsung memesan makanan, sedangkan Allisya dan Azkia mereka duduk di meja yang telah mereka dapatkan. Tak lama pesanan mereka pun datang, dan mereka langsung menyantapnya. Disisi lain Alister dan teman-temannya membicarakan tentang grup band mereka.


"Guys, kita jadi gak latihan hari ini?" tanya Arzan kepada teman-temannya.


"Tanya sama vokalisnya! Bisa nggak dia hari ini?" ucap Theo kepada Arzan.


"Gimana Ter? Lo bisa nggak hari ini?" tanya Arzan sekali lagi memastikan.


"Gue bisa" jawab Alister dengan dingin sambil menyantap makanannya.


"Woke…" ujar Ade dengan wajah ceria.


* * * * *


Lalita sudah pulang dari sekolahnya. Ia langsung pergi ke kamar dan mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaiannya, dia langsung turun ke bawah untuk makan siang. Lalita memang selalu seperti ini, karena ayah dan bundanya bekerja, dan kakaknya pergi kuliah, jadinya Lalita selalu makan siang sendirian.


Setelah makan siang, Lalita langsung naik ke atas menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, handphonenya berbunyi dengan sangat keras. Lalita langsung mengangkatnya tanpa melihat nama orang yang meneleponnya.


Tak lama panggilannya pun terhubung, ternyata itu dari Azkia. Azkia mengajak Lalita untuk berkumpul di Cafe langganan mereka. Azkia mengatakan dia juga sudah mengajak Allisya. Lalita pun menyetujuinya, dia langsung mematikan teleponnya dan bergegas mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaian, dia langsung turun ke bawah dan menuju bagasi mobil. Setelah mengeluarkan mobilnya, Lalita langsung tancap gas ke Cafe langganannya dan juga teman-temannya.


Lalita sudah sampai di cafe langganannya. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan langsung masuk ke dalam. Sesampainya di dalam, Lalita tidak melihat Allisya ataupun Azkia. Lalita mengeluarkan ponselnya karna ingin menghubungi Azkia. Saat ingin menghubungi Azkia, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menyentuh pundaknya. Lalita langsung membalikkan badannya, ia mendapati Guntur yang sedang berdiri di belakangnya.


Guntur adalah cowok cupu di sekolah Lalita. Meskipun cupu, tapi Guntur terkenal dengan kepintarannya dan juga kecerdasannya. Lalita saja sering meminta jawaban pelajaran Matematika kepadanya. Bahkan, Lalita menyebut Guntur adalah kutu bukunya.


"Lo ngapain disini" tanya Lalita pada Guntur penasaran.


"Gu gu gue, la la lagi, ma main, sa sama anak-anak" jawab Guntur dengan terbata-bata. Jika berbicara Guntur memang seperti itu. Seperti orang yang ingin diterkam harimau, tapi Lalita bisa memakluminya.


"Lo se sendiri, ngapain disini?" tanya Guntur kepada Lalita penasaran.


"Azkia ngajak gue ngumpul disini, cuma dari tadi gue gak ngeliat dia" jawab Lalita sambil melirik-lirik ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Azkia dan Allisya.


"Oh lo nya nyari Caca dan Cici?" tanya Guntur.


Lalita hanya mengangguk sambil berdehem.


"Ka kalo gitu, lo I ikut gu gue aja!" kata Guntur sambil menarik tangan Lalita. Lalita hanya pasrah dan juga penasaran.


Di studio latihan saat ini sudah ada Alister, Theo, Arzan, Ade, dan Ali. Alister sebagai vokalis band, Ade sebagai pemain drum, Arzan sebagai gitaris, Theo sebagai pemain piano, sedangkan Ali sebagai penonton sekaligus penilai. Saat ini mereka sudah memulai latihannya. Mereka memang cepat memulai latihannya, dikarenakan hari ini mereka mendapat tawaran manggung di sebuah cafe.


Alister sudah menyiapkan sebuah lagu yang akan dibawakan saat manggung di cafe nanti. Latihan pun selesai, mereka langsung bersiap-siap dan mengganti pakaian mereka. Di studio latihan mereka terdapat ruang kostum dan juga ruang make up, jadi sebelum berangkat mereka mengganti pakaian dan merias wajah mereka sedikit dengan bedak, agar terlihat lebih tampan dan menarik.


"Gimana guys, kalian siap gak hari ini?" tanya Theo kepada mereka semua.


"Woahhh, siap dong!" jawab Ade dengan wajah yang ceria.


"Ya udah, kalo kalian udah ngerasa siap, mendingan sekarang kita berangkat, daripada telat nantinya!" ucap Ali kepada grup band Lister itu. Mereka semua menyetujuinya dan langsung berangkat menggunakan mobil ke cafe.


Sementara di cafe Lalita masih kebingungan kemana Guntur akan mengajaknya.


"Duh..bentar deh Gun, lo mau ngajak gue ke mana sih?" tanya Lalita mengeluh kepada Guntur.


"I itu, gue ma mau ngajak lo ke sa sana" jawab Guntur sambil menunjuk ke arah Azkia dan Allisya duduk. Lalita mengikuti arah tunjuk Guntur, dan dia langsung menghampiri Azkia dan Allisya. Guntur yang merasa ditinggal juga ikut menyusul Lalita dan berjalan dibelakangnya.


"Oh jadi kalian disini. Gue capek tau nyariin kalian dari tadi, untung aja ada Guntur, kalo gak mungkin gue udah pulang sekarang" kata Lalita dengan kesal mengomeli Azkia dan Allisya.


"Sorry Lika! Habisnya tadi kita keenakan duduk disini, makanya kita lupa ngabarin ke elo kalo kita duduk disini. Iya kan Ca?" jelas Azkia kepada Lalita.


"Kok gue, kan lo yang ngajak, gimana sih" bantah Allisya kepada Azkia.

__ADS_1


"Udah-udah! Kok jadi ribut sih?" bentak Lalita kepada mereka berdua.


Lalita langsung duduk begitu juga dengan Guntur. Lalita bertanya kepada Guntur dengan siapa dia bermain ke sini. Guntur menjawab bahwa ia bermain ke sini dengan Azkia dan Allisya. Lalita bertanya kepada Azkia, apa Azkia juga mengajak Guntur untuk berkumpul? Azkia menjawab iya, bahwa dia yang mengajak Guntur untuk ikut ngumpul juga.


Tak lama setelah itu Alister dan teman-teman bandnya sudah sampai di cafe yang mengundang mereka. Ternyata cafenya itu adalah cafe favorit dan langganan Lalita beserta teman-temannya. Mereka semua langsung masuk ke dalam dan mencari tempat duduk.


Tak lama setelah itu ada seseorang yang memanggil nama band Lister dengan mikrofonnya, ternyata dia adalah MC di cafe itu.


"Baiklah, mari kita saksikan penampilan dari grup band ternama, yaitu Lister band" ucap MC yang bertugas di cafe itu.


Semua orang langsung bersorak gembira dan menyambut kehadiran Lister band dengan meriah. Lalita dan teman-temannya juga senang bahwa Lister band yang akan menghibur disini. Lister band langsung naik ke panggung dan mengatur posisi mereka. Setelah mereka mengatur posisi, mereka langsung memainkan music dan Alister pun mulai bernyanyi. Lagu yang dibawakan oleh Alister adalah lagu dari penyanyi tanah air Aliando Syarif yang berjudul Pergi Dari Hatiku.


Takkan lagi...


Tersisa rasa cinta yang ada untuk kamu...


Semua orang sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh Lister band. Lalita dan teman-temannya pun juga menikmatinya.


Karna kau tlah..begitu menyakiti hatiku....


Hingga aku...


Ingin menjauh darimu meski sulit...


Ingin melepaskanmu walau mungkin ku tak bisa....


Begitu mudah membuat...kamu...


Pergi dari hatiku....


Lalita yang mendengarnya seakan sangat menikmatinya. Dia berfikir bahwa lagu ini sangat menyentuh ke hatinya. Dia merasa sangat kagum kepada suara Alister. Alister mampu membawakan lagu ini dengan penuh perasaan.


Indah memang indah....


Waktu engkau masih setia dulu...


Namun saat kau menduakan aku tak bisa...


Hingga aku....


Ingin menjauh darimu meski sulit...


Ingin melepaskanmu walau mungkin ku tak bisa...


Begitu mudah membuat...kamu....


Pergi dari hatiku.....hu.....ho....ho....


"Ya ampun suara Alister bagus banget, cocok banget sama lagunya" puji salah satu pengunjung yang menikmati lagu itu. Lalita hanya tersenyum melihat ekspresi wajah pengunjung itu. Dia berfikir apa yang dibilang pengunjung itu memang benar menurutnya. Bahkan hampir menyerupai penyanyi aslinya. Lalita melanjutkan menikmati lagunya sambil meminum minuman yang sudah dia pesan.


Inikah cinta...yang terucapkan....


Begitu mudahnya...kau menyakitiku....


Ingin menjauh darimu meski sulit...


Ingin melepaskanmu walau mungkin ku tak bisa...


Begitu mudah membuat...kamu...hoho....uuuuu


Ingin menjauh darimu meski sulit....


Ingin melepaskanmu walau mungkin ku tak bisa....


Begitu mudah membuat...kamu....


Pergi dari hatiku....ho....dari hatiku...


Lagu pun selesai dinyanyikan, semua orang bersorak dan meminta Lister band untuk menyanyi sekali lagi. Namun Lister band mengatakan bahwa mereka ingin istirahat sejenak, semua pengunjung merasa sedikit kecewa. Tapi, mereka semua bisa memakluminya.

__ADS_1


Follow instagram : @yahdinizal


Dukung Karya AUTHOR Terus ya!!


__ADS_2