
Drrrrrrttttt.....
Handphone Alister berbunyi dengan sangat keras. Alister yang sedang tidur terbangun karna mendengar handphone nya berbunyi. Alister langsung mengangkatnya tanpa melihat nama orang yang menghubunginya. Ternyata yang menelepon Alister adalah Ade.
Ade mengajak Alister untuk jalan-jalan pagi. Ade juga mengatakan bahwa dia juga sudah mengajak anak-anak yang lain, dan saat ini mereka sudah berkumpul di rumah Ade. Ade mengatakan bahwa dia dan teman-teman yang lain sedang menunggu Alister.
Setelah memberi tau Alister, Ade langsung memutuskan panggilannya. Alister langsung bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap. Selesai bersiap-siap Alister langsung menuruni anak tangga satu persatu dan menuju bagasi mobil. Setelah sampai dibagasi mobil, dia langsung tancap gas kerumah Ade.
Sebenarnya Alister memang sengaja membawa mobil, karna jarak antara rumah Ade dan rumahnya lumayan jauh, membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai disana.
"Lika ayo cepat! Nanti keburu mataharinya terbit loh!" teriak Azkia kepada Lalita yang masih bersiap-siap di kamar.
Sebelumnya, Lalita, Azkia, dan Allisya juga sudah merencanakan untuk jalan-jalan pagi hari ini. Mumpung hari ini adalah hari Minggu, jadi mereka sudah merencanakannya. Lalita sudah siap dan bergegas keluar untuk menemui Azkia dan Allisya. Lalita melihat bahwa sahabatnya itu sudah siap untuk berangkat. Tanpa berfikir lama mereka langsung berangkat.
Alister sudah sampai dirumah Ade dengan mobilnya. Teman-temannya yang melihat Alister membawa mobil tertawa terbahak-bahak. Mereka menanyakan kenapa Alister membawa mobil, padahal mereka hanya jalan-jalan pagi saja disekitar taman.
"Lo kenapa pakek bawa mobil segala Ter? Kita kan cuma jalan-jalan pagi" tanya Ade dengan meledek Alister.
"Emang apa salahnya? Gue bakal parkirin mobil gue dirumah lo" jawab Alister dingin
Mereka semua hanya diam, dan tak bisa berkutik lagi. Ade langsung mengajak mereka semua jalan-jalan pagi. Mereka jalan-jalan pagi menuju ke arah taman.
\* \* \* \* \*
Pagi ini udara begitu sangat segar, semua pengunjung sangat menikmatinya. Ditaman, saat ini sudah dipenuhi oleh pengunjung yang sedang berolahraga, dan ada juga yang sekedar bermain. Lalita dan teman-temannya saat ini sudah berada di taman, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Disisi lain Alister dan teman-temannya baru sampai ditaman. Sesampainya ditaman mereka juga memutuskan untuk beristirahat sebentar, dan setelah itu baru melanjutkan untuk jalan-jalan lagi. Setelah beberapa menit istirahat, Alister dan teman-temannya melanjutkan jalan-jalan lagi mengelilingi taman.
Lalita, Azkia, dan Allisya masih beristirahat karna mereka sangat lelah. Azkia merasa sangat haus, dia berfikiran untuk membeli minuman sebentar sebelum melanjutkan jalan-jalannya. Azkia berpamitan kepada Lalita untuk membeli minuman, tidak lupa juga Azkia meminta Allisya menemaninya. Mereka meninggalkan Lalita sendirian ditaman, tapi itu bukanlah masalah untuk Lalita.
Sudah 10 menit Azkia dan Allisya pergi, tapi masih belum kembali lagi. Karena merasa sangat bosan, Lalita mengeluarkan handphone nya untuk membalas pesan-pesan yang belum terbaca olehnya. Belakangan ini Lalita memang sangat sibuk, banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan. Mulai dari tugas sekolahnya, tugas rumahnya, dan juga mengurusi hobinya yang bernyanyi.
Lalita sangat fokus melihat handphonenya, sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa ada beberapa orang yang sedang berdiri dihadapannya.
"Hai queen" sapa salah seorang yang sedang berdiri dihadapan Lalita.
Lalita yang mendengarnya langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut. Lalita sangat terkejut, bahwa yang ada dihadapannya saat ini adalah Alister dan teman-temannya. Dan orang yang menyapa Lalita barusan dengan panggilan Queen adalah Ade, temannya Alister. Perlahan Lalita mulai berdiri dari tempat duduknya, dan berdiri tepat dihadapan Alister.
"Kalian? Ngapain disini?" tanya Lalita dengan gugup.
"Ya kita olahragalah disini, emang mau ngapain lagi?" jawab Ade.
__ADS_1
"Lagian lo kenapa nanya? Ini kan tempat umum, siapa aja boleh kesini" ucap Alister dingin.
Lalita hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Menurutnya, apa yang dibilang Alister barusan adalah benar. Taman ini adalah tempat umum, siapa saja boleh mendatanginya, tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa grup band Lister dilarang datang kesini.
Dari kejauhan Azkia dan Allisya sudah melihat semuanya. Azkia sangat senang, sedangkan Allisya merasa sangat gugup dan wajahnya sangat pucat. Azkia dan Allisya berjalan menghampiri mereka semua. Azkia langsung memberikan minuman yang dipesan Lalita kepadanya. Lalita mengambil minuman yang diberikan Azkia dan langsung meminumnya, karna dia benar-benar merasa sangat haus.
"Ternyata grup band Lister juga kesini?" tanya Azkia dengan nada meledek.
"Maksud lo apa? Lo ngeledek kita gitu?" jawab Ade bercanda.
Mereka semua tertawa mendengar perbincangan Ade dan Azkia barusan, kecuali Lalita, Alister dan Allisya, mereka hanya tersenyum.
"Hmm, mumpung disini ada Alister sama Theo, mendingan hari ini aja hukuman Lika sama Caca dimulai. Daripada nunggu hari Senin, kelamaan kan? Ya, walaupun tinggal sehari lagi sih, tapi tetap aja lama" gumam Azkia di dalam hatinya.
Lalita yang menyadari bahwa Azkia tersenyum smirk sendiri, merasa curiga padanya. Lalita merasa bahwa ada sesuatu yang ingin diperbuat Azkia. Tak lama Azkia berpamitan kepada Alister dan teman-temannya untuk berbicara sebentar dengan Lalita dan Allisya, Azkia juga menyuruh Alister dan teman-temannya untuk menunggu karna mereka akan kembali lagi.
Azkia menarik tangan Lalita dan Allisya dan membawa mereka ke sebuah pohon besar. Disana Azkia mengatakan bahwa hukuman Lalita dan Allisya harus dimulai hari ini juga.
"Dengar! Mumpung ada Alister sama Theo, jadi gue minta sama kalian, kalian harus memulai hukuman kalian hari ini juga!" perintah Azkia kepada Lalita dan Allisya.
Azkia memang sengaja berbisik sedikit untuk berbicara, karna dia takut Alister dan teman-temannya mendengar pembicaraan mereka.
"Nggak! Gue gak mau!" tolak Lalita dengan suara yang sedikit keras, sehingga tidak sengaja Alister mendengarnya.
"Ci dengerin gue! Perjanjian kita itu hari Senin, dan itu berarti besok, bukan sekarang!" Lalita mencoba mengingatkan kepada Azkia tentang perjanjian mereka.
"Ya tapi gue maunya sekarang! Gue gak peduli, pokoknya kalian harus nurutin kemauan gue!"
"Tapi Ci, ki-" Allisya mulai bersuara, tapi perkataannya dipotong oleh Azkia.
"Gak ada pake tapi-tapian! Pokoknya hukuman kalian harus dimulai hari ini! Titik gak koma" kata Azkia.
Azkia langsung pergi meninggalkan Lalita dan Allisya tanpa mendengarkan pendapat dari mereka. Lalita dan Allisya pun mengejar Azkia yang sedang berjalan ke arah Alister dan teman-temannya. Tapi, Azkia sudah duluan sampai disana, mau tidak mau Lalita dan Allisya menuruti kemauan Azkia.
"Kalian ngomongin apa emang? Penting banget kayaknya" tanya Ali kepada Azkia, Lalita dan Allisya.
"Gak ada apa-apa kok! Lagian lo kenapa harus kepo?" jawab Azkia dengan santai.
"Gue bukan kepo, gue cuma nanya doang" jawab Ali mempertegas.
"Oh iya, mumpung kalian semua ada disini, gimana kalo kita ngadain sebuah permainan?" tanya Azkia kepada grup band Lister tersebut.
__ADS_1
Semua orang merasa kebingungan, termasuk Lalita dan Allisya. Namun, Lalita sudah tau pasti ini bagian rencana Azkia untuk melaksanakan hukumannya dan Allisya.
"Permainan? Permainannya kayak gimana?" tanya Lalita kebingungan.
"Gini, disana itu ada sebuah bukit. Dan kita semua akan kesana, sebelumnya gue bakal bagi kelompok dulu. Setiap kelompok beranggotakan 2 orang" jelas Azkia.
"Ya tapi cara bermainnya kayak gimana?" tanya Ade yang masih kebingungan.
"Caranya, setiap kelompok nanti akan berlomba. Siapa yang duluan sampai dipuncak bukit, dia yang jadi pemenangnya. Gimana? Kalian setuju?" ucap Azkia menjelaskan dan bertanya.
"Gue gak setuju!" tolak Lalita dengan keras. Azkia bertanya kepada Lalita dengan cara menggerakkan salah satu alisnya.
"Maksud gue gini. Ci, lo tau kan kalo gue gak pernah mendaki bukit ataupun gunung, jadi gue gak mau ikut" jelas Lalita. Lalita berusaha meyakinkan Azkia untuk tidak membuat perlombaan mendaki bukit, apalagi berpasang-pasangan.
"Lo tenang aja Lika! Lo kan nanti mendakinya gak sendirian, kan ada pasangan nantinya" ucap Azkia meyakinkan Lalita.
"Tapi Ci, ini udah jam 10! Gue takut nanti kalo malam" kata Lalita dengan nada memohon kepada Azkia.
"Lika, mendaki bukit itu gak butuh waktu selama 10 jam. Kita hanya butuh waktu 2 jam saja mendakinya"
"Tapi Ci, gu-" perkataan Lalita tiba-tiba terpotong oleh Alister.
"Lo penakut banget sih" ledek Alister dengan dingin.
"Gue bukannya takut, ta-" sekali lagi ucapan Lalita dipotong oleh Alister.
"Tapi apa?" tanya Alister dengan menatap tajam kepada Lalita. Lalita hanya diam dan menundukkan kepalanya.
"Oke, sekarang gue bakal bagi anggota kelompoknya. Kelompok satu itu ada Ade dan Ali, kelompok dua itu ada gue sendiri dan Arzan, dan kelompok tiga itu ada Theo dan Allisya, serta kelompok terakhir atau keempat yaitu Alister dan Lalita" ucap Azkia panjang lebar.
Lalita yang mengetahui kalau dia satu kelompok dengan Alister hanya diam. Karena Lalita sudah merasa bahwa Azkia pasti merencanakan sesuatu. Ternyata, dugaan Lalita sangat tepat. Azkia memang sengaja membuat permainan ini, supaya Lalita bisa mendekati Alister dan begitu juga dengan Allisya supaya dia bisa mendekati Theo.
Mereka semua berjalan ke arah bukit yang ingin mereka kunjungi. Disana terlihat banyak sekali orang yang sedang mendaki bukit tersebut. Bahkan mereka mendaki bukit itu dengan pasangan mereka masing-masing.
Tanpa berfikir lama mereka semua langsung memulai perlombaan mereka. Jalan yang ada dibukit itu ada empat. Alister dan Lalita memilih jalan sebelah kanan, Theo dan Allisya memilih jalan sebelah kiri, Ade dan Ali memilih jalan yang didepan, sedangkan Arzan dan Azkia memilih jalan yang dibelakang.
Mereka semua sudah mulai mendaki bukit itu. Alister jalan terlebih dahulu, sedangkan Lalita sedang berfikir bagaimana cara mendekati Alister. Lalita tau bahwa nanti Azkia pasti akan bertanya.
"Woi! Lo kok masih diam? Ayo jalan!" perintah Alister tiba-tiba membuyarkan pikiran Lalita. Tanpa berfikir panjang Lalita langsung berjalan dan menuruti kemana langkah Alister.
**JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN COMMENT JIKA KALIAN SUKA. DAN JANGAN LUPA JUGA VOTE, KARNA VOTE ITU GRATIS😇.
__ADS_1
(Ini hanya khayalan penulis semata)
Follow instagram** : @yahdinizal