
Lalita, Azkia, dan Allisya sedang berada dikantin sekolah. Sedangkan Alister dan teman-temannya sedang berada dikelas. Saat ini Lalita sedang makan bakso, Azkia memakan cemilan, sedangkan Allisya hanya meminum juice.
"Sumpah ya Lika, gue benar-benar gak nyangka lo sampe digendong sama Alister. Lo pakek senjata apa sih?" ucap Azkia sambil tertawa geli memecah keheningan.
"Apaan sih, gue gak pakek senjata apapun. Udah deh, gak usah dibahas bisa gak sih!" jawab Lalita dengan kesal.
"Oh ya Ca, lo gimana? Berhasil gak kemaren?" tanya Azkia kepada Allisya.
"Gak!" jawab Allisya dengan menggelengkan kepalanya.
"Yah..gue berharap banget lo bisa. Pokoknya gue gak mau tau ya Ca, lo harus bisa bikin si Theo suka sama lo!" Azkia memperingatkan.
"Ya tapi gimana caranya? Lo pikir mudah buat bikin Theo suka sama gue? Ini gak semudah lo membalikkan telapak tangan Ci, susah" jelas Allisya kepada Azkia.
"Ya itu urusan lo. Gue cuma mau lo ngejalanin hukuman lo! Itu aja kok" jawab Azkia ketus dan langsung pergi ke kelas.
"Ci! Cici!" panggil Allisya. Tapi Azkia tetap jalan dan tidak mau mempedulikan Allisya dan Lalita.
"Lika ini gimana dong? Cici ngambek sama gue" tanya Allisya dengan rasa bersalah.
"Ya udahlah, kita ikutin aja kemauannya" jawab Lalita pasrah. Allisya hanya mengangguk tanda mengerti.
Di kelas, Alister dan teman-temannya sedang berbincang-bincang. Mereka membicarakan tentang grup band mereka. Alister dan teman-temannya sudah ada janji, sepulang sekolah nanti mereka bakal ngeband disebuah cafe langganan mereka. Ternyata pembicaraan mereka tidak sengaja terdengar oleh Azkia. Azkia masuk kedalam menemui mereka dan bertanya di cafe mana grup band Lister nanti manggung.
"Kalian manggung di cafe mana?" tanya Azkia tiba-tiba.
"Di cafe langganan kita, emang kenapa?" sahut Ade.
"Ini kesempatan yang bagus, gue bakal ngajak Lika dan Caca ke sana" gumam Azkia di dalam hatinya.
"Woi! Lo kenapa? Kesambet?" teriak Ade tiba-tiba membuyarkan lamunan Azkia.
"Hah, gak gue gak kesambet" jawab Azkia dengan tersenyum.
\* \* \* \* \*
Alister dan teman-temannya sudah sampai di cafe langganan mereka. Mereka mulai bersiap-siap untuk manggung. Disisi lain Lalita, Azkia, dan Allisya sudah berada di cafe, mereka duduk di meja nomor 3, tepatnya di depan panggung. 5 menit kemudian grup band Lister sudah siap untuk manggung dan Alister pun sudah mulai bernyanyi. Lagu yang dibawakan Alister ini adalah lagu milik Pasto yang berjudul Sayang.
Aku takkan pernah berhenti
Mencintaimu sampai aku mati
Aku akan selalu setia menemanimu setiap waktu
Tak pernah terfikir olehku
Untuk mengkhianati cintamu
Engkau satu-satunya wanita
Yang selalu aku rindu...
Terlihat Lalita sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh Alister. Dia berharap bahwa lagu itu benar-benar untuk dirinya. Bukan hanya Lalita saja, semua pengunjung pun juga menikmatinya. Bahkan ada yang memuji berlebihan suara Alister.
Sayang aku takkan pernah
Pergi meninggalkanmu
Aku bernafas untukmu...percayalah padaku...
Sayang aku akan slalu
Membuatmu bahagia
Aku bernafas untukmu...duhai kekasihku
"Andai aja lagu itu buat gue, pasti gue udah ngerasa wanita yang paling sempurna didunia" gumam Lalita didalam hatinya.
Azkia yang menyadari bahwa temannya Lalita itu senyum-senyum sendiri, mempunyai ide untuk mengerjai Lalita. Azkia berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah MC. Ternyata Allisya memperhatikan gerak gerik Azkia, Allisya curiga ada sesuatu yang sedang direncanakan Azkia. Setelah membisikkan sesuatu kepada MC, Azkia bergegas kembali ke tempat duduknya.
"Lo ngomong apa sama MC itu? Kok pake bisik-bisik segala?" tanya Allisya curiga kepada Azkia dengan berbisik.
"Ada deh, kita liat aja nanti" jawab Azkia membisikkan di telinga Allisya.
"Lo gak aneh-aneh kan Ci?" tanya Allisya memastikan.
"Gak! Udah deh, kita liat aja nanti" jawab Azkia sembari ternyum smirk.
Tak lama lagu yang dibawakan Alister itu habis, membuat grup band Lister berhenti bernyanyi. Semua pengunjung bertepuk tangan dengan ceria, dan juga bersorak-sorak untuk Alister bernyanyi lagi.
Setelah beberapa menit, MC yang bertugas itu naik ke panggung untuk memberikan sebuah kejutan. Grup band Lister masih berada diatas panggung, karena MC itu menyuruh mereka untuk tidak turun dulu.
__ADS_1
"Baiklah, sekarang mari kita saksikan penampilan duet antara Grup band Lister dengan perempuan cantik bernama Lalita Levronka" kata MC itu sambil menunjuk ke arah Lalita.
Lalita yang merasa dirinya dipanggil sontak kaget tak berkutik. Lalita melihat ke arah Alister dengan menggelengkan kepalanya. Disisi lain Azkia sangat senang, akhirnya rencana yang ditunggu-tunggunya ini telah tiba.
"Silahkan Lalita Levronka naik ke atas panggung!" panggil MC itu sekali lagi dengan mikrofonnya.
Lalita tetap saja tidak mau naik ke panggung, akhirnya dengan sangat terpaksa Azkia menarik tangan Lalita dan membawanya ke arah panggung.
"Ci lo apa-apaan sih? Gue tau ini pasti rencana lo kan?" tanya Lalita kepada Azkia sambil melepaskan genggaman Azkia.
"Udah deh Lika, turutin aja!" perintah Azkia dan langsung kembali ke tempat duduknya.
Alister menatap Lalita dengan santai, dia sama sekali tidak masalah jika berduet dengan Lalita. Alister juga tau bahwa suara Lalita juga cukup bagus. Lalita mulai berjalan menghampiri Alister duduk.
"Lo udah siap kan?" tanya Alister memastikan.
"Gue gak tau lagu apa yang mau dinyanyiin" jawab Lalita.
"Lo tenang aja, gue yakin lo pasti hafal lagu ini" kata Alister sambil memberikan sebuah mikrofon dan menyuruh Lalita duduk.
Alister membisikkan kepada teman-temannya tentang lagu yang akan dibawakan bersama Lalita, teman-temannya pun mengerti. Tak lama music sudah dimainkan dan Alister mulai bernyanyi.
Pernah ku lihat lukisan cantik
Tujuh bidadari dari langit
Lalita yang mendengar lagu yang dibawakan Alister merasa lega. Ternyata Alister membawakan lagu milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang berjudul Kamulah Takdirku. Lalita juga pernah mengcover lagu itu, itu sebabnya Lalita merasa lega.
Namun saat ku lihat dirimu
Cantikmu mengalahkan semua...
Alister menatap ke Lalita dengan menganggukkan kepalanya, sebagai pertanda Lalita mulai bernyanyi. Lalita mengerti dan mulai bernyanyi.
Pernah ku baca puisi raja
Syairnya indah getarkan rasa...
Semua pengunjung yang mendengar suara Lalita bersorak-sorak. Bahkan ada fans grup band Lister yang menjodoh-jodohkan mereka.
Namun saat namamu disebut
Ku tergetar jiwa penuh rasa
Rasa kasih sayang...huuu....
Alister mulai mengeluarkan suaranya lagi, begitu juga dengan Lalita. Suara mereka bergabung membuat semua pengunjung bersorak, bertepuk tangan, dan sangat terpesona dengan penampilan duet Alister dan Lalita.
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudan didepan mata kamulah takdirku..
Tuhan ciptakan aku..tuhan ciptakan kamu
Kita berdua diizinkan bersama dan bersatu...selamanya....
"Kok gue ngerasa nyaman ya sama dia?" gumam Alister dihatinya.
"Kok gue jadi deg-degan gini ya?" gumam Lalita di dalam hatinya.
Seperti embun mengerti pagi
Seperti ombak paham samudra
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi...kamulah takdirku....
Seperti embun mengerti pagi (hihi...)
Seperti ombak paham samudra (haha...)
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih (jadilah kisah...)
Jadilah kisah ini abadi
Kamu..lah takdirku.... (kamulah takdirku...)
Buat apalah susah cari kesana kesini
__ADS_1
Sudah didepan mata kamulah takdirku...
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku...
Buat apalah susah (buat apa susah..)
Cari kesana kesini (cari mencari..)
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku..tuhan ciptakan kamu..
Kita berdua diizinkan bersama dan bersatu...
Kamulah takdirku...
"Jadi ini rencana lo Ci?" tanya Allisya kepada Azkia yang sedang menikmati lagu yang dibawakan oleh Alister dan Lalita.
"Hmmm, gimana bagus gak rencana gue?" tanya Azkia.
"Tau" jawab Allisya jutek.
Tak lama Alister dan Lalita pun selesai bernyanyi. Semua pengunjung berlari ke arah panggung untuk berfoto dengan idola mereka. Setelah berfoto Lalita kembali ke tempat duduknya.
"Lo benar-benar keterlaluan ya Ci, seharusnya lo nanya dulu sama gue! Gimana kalo gue gak hafal lirik lagu yang akan dibawakan, bisa-bisa grup band Lister jadi malu" bentak Lalita kepada Azkia setelah sampai ditempat duduknya.
"Ya, gue harus gimana lagi? Kalian gak mau ngejalanin hukuman kalian" jawab Azkia kesal.
"Oke, gini aja, gue bakal ngejalanin hukuman gue, tapi lo gak usah ikut campur! Gimana?" jelas Lalita membuat kesepakatan.
"Oke, itu lebih bagus" jawab Azkia santai.
Tak lama mereka berbincang-bincang, tiba-tiba grup band Lister menghampiri mereka. Alister memuji suara Lalita yang sangat merdu dan juga bagus. Lalita juga memuji balik suara Alister.
\* \* \* \* \*
Lalita sudah sampai dirumahnya dengan selamat. Dia langsung bergegas ke kamar dan mengganti pakaiannya. Setelah mengganti pakaian, Lalita membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dia merasa hari ini sangat menyenangkan dan juga melelahkan.
Tiba-tiba terlintas kembali dipikiran Lalita kejadian di cafe, yaitu saat dia berduet dengan Alister. Lalita merasa sangat baper dengan Alister, tapi Lalita membuang rasa itu jauh-jauh. Dia kembali mengingat perjanjian yang sudah dibuat bersama teman-temannya.
Setelah lama memikirkan Alister, Lalita teringat akan kesepakatan yang dia buat bersama Azkia. Lalita sudah bersepakat bahwa dia akan mendekati Alister dengan cara dia sendiri, tanpa bantuan dari Azkia. Lalita mengambil Hpnya yang terletak diatas meja disamping ranjangnya, lalu menghubungi seseorang.
Saat ini Alister sedang berbaring di atas ranjangnya. Dia sedang mengingat-ingat kejadian yang menimpanya dari minggu kemarin. Dia teringat kejadian sewaktu dia dan Lalita mendaki bukit, dan juga saat berduet di cafe beberapa jam lalu.
Drrrrttttt........
Handphone Alister berbunyi dengan sangat keras, membuat Alister tersadar dari lamunannya. Alister berdecak kesal, dia kesal dengan orang yang menggangunya malam-malam. Alister mengambil Hpnya yang terletak diatas meja disamping ranjangnya. Alister kaget, ternyata yang meneleponnya adalah Lalita.
Tanpa berfikir lama Alister langsung mengangkat telepon dari Lalita. Alister juga penasaran kenapa Lalita mengganggunya malam-malam begini.
"📞Halo!" sapa Alister saat panggilannya sudah terhubung.
"📞Lo kenapa telepon gue malam-malam gini?" tanya Alister karna Lalita tidak menjawab sapaan darinya.
"📞Hmmm, gue mau minta tolong sama lo boleh gak?" tanya Lalita berusaha santai.
"📞Lo mau minta tolong apa emang?" tanya Alister dingin.
"Duh, ngejawabnya aja dingin banget, mungkin gak sih dia mau?" gumam Lalita dihatinya.
Alister yang merasa pertanyaannya tidak direspon, berulang kali memanggil nama Lalita dan membuat Lalita kembali tersadar.
"📞Lo mau minta tolong apa sih?" tanya Alister sekali lagi.
"📞Gini, gue boleh gak besok pergi sekolahnya bareng sama lo?" tanya Lalita gugup.
Alister yang mendengar pertanyaan dari Lalita bergegas duduk di tepi ranjang. Dia tidak tau harus jawab apa.
"📞Kalo gak boleh, gak apa-apa kok" lanjut Lalita yang merasa pertanyaannya tidak direspon oleh Alister.
"📞Boleh kok, besok gue jemput lo" jawab Alister dan langsung mematikan teleponnya.
"Yes, rencana gue berhasil. Lo liat aja ya Ci, gue ngejalanin hukuman gue tanpa bantuan lo. Gue ini Lalita Levronka, gue bisa dapatin apa aja yang gue mau, termasuk dapatin hati Alister" kata Lalita dengan percaya diri.
Jangan Lupa Like dan Comment.
Jangan Lupa Juga Vote dan Tambahkan Ke Favorit.
Jangan Lupa Follow Instagram :
@yahdinizal
__ADS_1
Dukung AUTHOR terus ya!