ALISTER BAGASKARA

ALISTER BAGASKARA
Kagum & Dia Datang


__ADS_3

Lalita, Azkia, Allisya, dan Guntur mereka sedang makan di kantin sekolah. Mereka berbincang-bincang soal Alister yang menyanyikan lagu Aliando Syarief yang berjudul Pergi Dari Hatiku. Mereka sangat terpesona dengan suara Alister yang hampir menyamai suara penyanyi aslinya.


"Ya ampun…gue gak nyangka banget, ternyata suara Alister bagus juga" puji Azkia.


"Lo bener, bahkan menurut gue suara Alister itu hampir menyamai penyanyi aslinya" Lalita juga ikut memuji suara Alister.


"Emang penyanyi aslinya siapa Lika?" tanya Allisya kepada Lalita.


"Ih..Caca, lo kok ketinggalan zaman sih?" ucap Azkia dengan kesal.


"Emangnya lo tau nama penyanyi aslinya?" tanya Allisya kepada Azkia. Wajah Azkia seketika berubah menjadi malu.


"Hehehe…gak juga" jawab Azkia dengan malu-malu kucing.


Lalita dan Guntur tertawa dengan pengakuan Azkia barusan. Begitu juga dengan Allisya dan Azkia yang ikut tertawa.


"Penyanyi aslinya itu Aliando Syarief" kata Lalita setelah tertawa.


"Oh Aliando?" ucap Azkia seakan mengenalnya.


"Emangnya lo tau Aliando yang mana?" tanya Allisya dengan wajah curiga. Allisya berfikiran kali ini Azkia pasti sok tau lagi.


"Ya taulah. Yang itu kan, yang sempet dijodoh-jodohin sama Prilly Latuconsina? Bener gak gue Lika?" jawab Azkia sambil melontarkan pertanyaan dan meminta pendapat dari Lalita.


"Iya bener" jawab Lalita sambil menganggukkan kepalanya.


"Tu kan, lo sih gak percaya sama gue Ca" ucap Azkia meledek Allisya.


"Ya gue bukannya gak percaya, gue takut aja lo sok tau lagi, lo kan gitu orangnya" balas Allisya meledek Azkia.


Lalita dan Guntur hanya tersenyum melihatnya dan melanjutkan menyantap makanannya, begitu juga dengan Allisya dan Azkia.


\* \* \* \* \*



Matahari bersinar dengan teriknya yang sangat panas. Membuat grup band Lister tidak selera untuk latihan. Hari ini mereka sedang berkumpul di rumah Arzan. Mereka semua lebih memilih bermain PS dibandingkan latihan. Alister juga ikut berkumpul dengan mereka, tapi dia tidak ikut bermain PS. Dia lebih memilih bermain handphone dibanding ikut bermain PS bersama teman-temannya.


Kring...Kring....


Bel rumah Arzan berbunyi, sepertinya ada seseorang yang datang. Arzan mengatakan bahwa dia akan ke depan membuka pintunya dan melihat siapa yang datang. Saat Arzan sudah membuka pintunya, dia kaget, bahwa yang datang adalah Vanya, adiknya Alister.


"Vanya" sapa Arzan dengan gugup.


Dari dulu Arzan memang menyukai Vanya. Tapi, dia tidak berani mengungkapkannya kepada Vanya. Tentu saja, sampai sekarang Vanya terlihat santai didepan Arzan, karna dia tidak mengetahui bahwa Arzan menyukainya.


"Zan! Siapa yang datang?" teriak Ade yang sedang berada dikamar bermain PS. Arzan yang masih bengong melihat kedatangan Vanya kerumahnya, langsung tersadar karna teriakan Ade.


"Vanya yang datang" jawab Arzan membalas dengan teriak.


Alister dan temannya yang lain merasa heran, kenapa Vanya datang ke rumah Arzan.


"Ngapain ya Anya ke sini?" gumam Alister dalam hatinya. Alister langsung jalan menuju keluar kamar untuk menemui Vanya, teman-temannya pun juga ikut keluar.


"Ayo Nya! Silahkan masuk!" perintah Arzan kepada Vanya yang masih berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Iya kak" jawab Vanya sambil tersenyum pada Arzan.


"Silahkan duduk Nya!" suruh Arzan kepada Vanya. Vanya langsung duduk.


Tak lama setelah itu, Alister dan teman-temannya datang menghampiri Vanya. Mereka semua menatap Vanya dengan penuh tanda tanya. Sedangkan Vanya membalasnya dengan tersenyum.


"Kamu kenapa kesini?" tanya Alister dingin.


Vanya berdiri dan menghampiri Alister. Vanya berpamitan untuk berbicara berdua saja dengan kakaknya. Vanya menarik tangan Alister dan mengajaknya ke dapur untuk berbicara secara pribadi.


Sesampainya di dapur milik Arzan, Vanya langsung melepaskan genggaman tangannya. Secara terang-terangan Vanya langsung mengatakan maksud dan tujuannya kesini.


"Kak, aku kesini ingin memberi tau sesuatu" kata Vanya pada kakaknya itu.


"Apa?" tanya Alister santai.


"Kak, tadi kak Rania ke rumah" kata Vanya terang-terangan.


"Ngapain?" tanya Alister dengan dahi mengernyit.


"Anya gak tau, yang pasti dia bilang dia ingin ngomong sama kakak" jelas Vanya kepada Alister.


"Kalo dia ke rumah lagi, bilangin kalo kakak gak mau ketemu!" perintah Alister kepada adiknya itu. Vanya langsung menganggukkan kepalanya, dia setuju dan akan melakukan perintah dari kakaknya itu.


Setelah berbincang beberapa menit, Vanya dan Alister pun kembali ke depan menemui yang lainnya. Vanya langsung pamit pulang kerumahnya tanpa mengobrol dulu dengan teman-teman kakaknya itu.


Vanya sudah pergi, Alister langsung masuk kembali ke kamar tempat mereka berkumpul. Semua teman-temannya penasaran dengan apa yang dikatakan Vanya kepada Alister. Mereka semua bisa melihat dari raut wajah Alister yang berubah secara tiba-tiba.


"Lo kenapa Ter? Emang Vanya ngomong apa sama lo?" tanya Theo penasaran kepada Alister.


"Ngapain dia ke rumah lo?" tanya Ali kepada Alister.


"Mau ketemu gue katanya" jawab Alister.


"Terus, kawan mau ketemu sama cewek matrek itu?" tanya Ade sambil mengejek Rania.


"Ya mana maulah Alisternya, gimana sih kalian! Dan gue juga yakin, tu cewek matrek pasti mau minta balikan sama Alister" ucap Arzan dengan kesal.


Alister hanya terdiam mendengar ucapan Arzan barusan. Jika memang itu tujuan Rania menemuinya, Alister tidak akan menemuinya. Menurut Alister, memberikan kesempatan kepada orang seperti Rania tidak ada untungnya, yang ada dia bisa tersakiti lagi. Lagipula saat ini Alister tidak menaruh perasaan lagi terhadap Rania. Dia hanya fokus dengan karirnya.


\* \* \* \* \*


Lalita dan Allisya sedang bermain dirumah Azkia. Tiba-tiba saja Azkia mengajak Lalita untuk menginap dirumahnya. Awalnya Lalita tidak mau, tapi karna Azkia dan Allisya memaksanya, mau tidak mau Lalita harus menurutinya. Lagipula besok adalah hari Minggu, dimana semua libur dari sekolahnya dan juga pekerjaannya.


Lalita meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuanya, orang tuanya pun mengizinkannya. Azkia dan Allisya sangat senang karna Lalita dibolehkan menginap dirumah Azkia.


"Gue seneng banget deh, kita bisa tidur bareng" kata Allisya dengan wajah yang ceria.


"Iya, udah lama banget tau kita gak tidur bareng" kata Azkia.


Lalita hanya tersenyum melihat wajah teman-temannya ceria. Buat Lalita kebahagiaan itu penting baginya, kesetiaan juga penting. Dari dulu Allisya dan Azkia selalu menemani Lalita, bahkan sampai sekarang. Persahabatan mereka tidak pernah putus meskipun banyak orang yang ingin menghancurkannya. Jika hubungan dibangun dengan hati yang tulus, pasti akan terus bertahan dan tidak akan tergoyahkan. Kuncinya adalah kepercayaan satu sama lain.


Sedangkan dirumah Lalita malam sudah datang dengan gelapnya. Waktunya keluarga Lalita Dinner (makan malam). Kali ini kelurga Lalita yang makan malam tanpa kehadiran Lalita. Ayah, bunda, kakaknya Lalita sudah duduk dimeja makan.


"Loly dimana bun?" tanya Kara kakaknya Lalita. Dari tadi dia tidak melihat adik kesayangannya itu.

__ADS_1


"Loly lagi nginap dirumah Azkia" jawab bunda Lalita sambil mempersiapkan makanan untuk ayah Lalita.


"Oh ya bun, besok ayah ke kantor" kata Ayah Lalita.


"Ngapain yah? Kan besok libur!" tanya bunda Lalita pada ayah Lalita.


"Iya, tapi masih ada banyak pekerjaan dikantor"


"Ya udah deh terserah ayah"


Ayah Lalita besok harus ke kantor karna banyak pekerjaan yang masih tertinggal. Bunda Lalita hanya pasrah, dan bisa memakluminya.


Keluarga Alister saat ini sedang makan malam. Dimeja makan ada Alister, papinya, maminya, dan juga Vanya adiknya. Mereka menikmati makan malam dengan suasana yang menyenangkan. Papinya Alister bercerita tentang orang-orang yang bekerja dikantornya, membuat Vanya dan maminya tertawa terbahak-bahak, sedangkan Alister hanya tersenyum padanya.


Tiba-tiba saja maminya Alister melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat Alister tidak bisa berkutik. Maminya menanyakan kapan Alister membawa pacar barunya lagi, setidaknya perempuan yang sedang dekat dengannya. Alister hanya menjawab dia ingin fokus ke karirnya dulu dan langsung pergi ke kamarnya.


"Mi, kok mami nanyain hal kayak gitu sih?" tanya Vanya dengan dahi mengernyit.


"Ya maminya cuma nanya. Lagian kakak kamu itu kan udah kelas 3 SMA, gak lama lagi lo dia lulus. Masa sampai sekarang masih belum punya pacar?" kata maminya Alister panjang lebar.


"Mi aku tau, tapi mami kan tau saat ini kakak lagi berusaha bangkit lagi. Gak mudah buat dia ngelupain semua pengkhianatan kak Rania"


"Iya mami tau sayang. Tapi kakak kamu itu harus bisa move on dari masa lalunya. Dia gak bisa terus-terusan mengingat semua pengkhianatan Rania, yang ada itu menyakitkan buat dia. Dia harus bisa mencari seseorang yang bisa menyembuhkan luka dihatinya, dan membuatnya bangkit dari keterpurukan"


"Mi tapi gak mu-" ucapan Vanya tiba-tiba terpotong oleh maminya.


"Sayang, orang yang gak bisa move on dari masa lalunya akan selalu seperti itu, emang kamu mau kakak kamu terus-terusan kayak gitu?"


"Ya Vanya gak mau mi"


"Itu sebabnya mami ngomong kayak gitu. Mami hanya mau anak mami kembali seperti dulu lagi, gak kayak gini"


"Mi Vanya tau, tapi luka yang diberikan kak Rania ke kakak itu sangat menyakitkan. Gak mungkin kakak bisa ngelupainnya gitu aja"


"Udah-udah! Ini kok malah jadi ribut sih? Mi udahlah! Biarin aja anak kita menjalani hidupnya, terserah dia maunya kayak gimana" papi Alister mulai bersuara menghentikan perdebatan yang terjadi antara istrinya dan anak perempuannya itu.


Suasana dirumah Azkia sangatlah heboh. Keberadaan Lalita dan Allisya dirumah Azkia membuat suasana rumah semakin ramai. Mereka bertiga sedang berkumpul di kamar milik Azkia. Tidak lupa juga mereka memutar sebuah lagu yang dinyanyikan oleh grup band Lister.


Tak lama Azkia mengajak Lalita dan Allisya memainkan sebuah permainan. Dimana permainan itu menggunakan pensil. Pensil itu diputar dan perhatikan kapan pensil itu berhenti dan menunjuk kea rah siapa. Awalnya pensil itu menunjuk ke arah Allisya, Azkia pun memberikan hukuman kepada Allisya.


Azkia menyuruh Allisya untuk mendekati Theo, salah satu anggota band Lister. Allisya sempat menolaknya, tapi dengan penuh keyakinan Lalita mencoba untuk membuat Allisya mau menjalani hukumannya. Dan akhirnya Allisya pun setuju. Pensil diputar lagi dan berhenti menunjuk ke arah Lalita. Azkia memberikan hukuman kepada Lalita untuk mendekati Alister dan membuatnya jatuh cinta. Lalita sempat kaget mendengar hukuman yang diberikan Azkia padanya. Lalita tau tidak mudah untuk mendekati orang seperti Alister.


Lalita menolak hukuman tersebut, dia minta diganti orangnya atau hukumannya sekalian. Namun Azkia tidak mengabulkan permintaan Lalita. Dia tetap memaksa Lalita untuk menjalani hukumannya itu, dan akhirnya Lalita pun menyerah dan mau menjalani hukumannya itu.


Secara tiba-tiba Azkia mengatakan bahwa Lalita dan Allisya mendekati Alister dan Theo selama duduk dibangku kelas 3 ini. Lalita dan Allisya sempat kaget mendengarnya, tapi apa daya, mau tidak mau Lalita dan Allisya harus melakukannya.


"Oh ya, kalian berdua mulai pendekatannya hari Senin besok!" perintah Azkia kepada Lalita dan Allisya.


"Kok cepet banget? Gue gak mau" tolak Lalita dengan kesal.


"Kalian harus mau! Awas aja kalian gak ngelakuin, gue bakal ngambek sama kalian! Dan kalian juga harus tau, selama masa pendekatan gue akan selalu pantau kalian berdua!" Azkia mengancam Lalita dan Allisya sekaligus memberi peringatan.


Lalita dan Allisya tatap-tatapan, mereka mulai pasrah dengan apa yang disuruh Azkia padanya. Sedangkan Azkia dia merasa sangat senang, dia bisa mengerjai teman-temannya itu. Dari dulu Lalita dan Allisya memang selalu mengerjai dan menjahili Azkia, tapi saat ini Azkia lah yang akan mengerjai dan menjahili Lalita dan Allisya.


JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN COMMENT KALIAN JIKA SUKA, DAN JANGAN LUPA JUGA VOTE SERTA PANTAU TERUSS NOVEL INI, KARNA CERITANYA SEMAKIN SERU.

__ADS_1


FOLLOW INSTAGRAM: @yahdinizal


__ADS_2