Amira

Amira
episode 10


__ADS_3

***** happy reading *****


# 8 bulan, kenal aja baru kemaren,dasar pembohong ulung# batin Amira


" mama seneng deh liat kalian,Inget mama waktu muda " ucap mama Fitri sambil melihat kearah suaminya


" o ya Amira masih kuliah atau udh kerja nak? " tanya papa Budi


" Amira masih kuliah pa " jawab Amira cepat


" udah semester berapa sekarang? " papa Budi kembali bertanya kepada Amira


" udah semester 4 pa " jawab Amira singkat


" kapan rencana kalian untuk menikah? " tanya papa Budi sambil melirik putranya


* mendapat pertanyaan itu Amira mumbuatkan matanya,merasa tak percaya dengan apa yg baru saja di dengarnya,sebaliknya dengan Adam, Adam masih dengan santai menanggapi pertanyaan sang papa*


" mungkin secepatnya pa " jawab Adam santai


*mendengan jawaban Adam membuat Amira makin syok,ia seolah sedang bermain drama,ia tak habis pikir bagai mana pria itu bisa dengan mudah menjawab pertanyaan papanya *


# ini orang benar-benar gila ya,enteng bener tu mulut ngomong, secepatnya,emang siapa jg yg mau nikah sama dia # ucap Amira dalam hati


" bagus kalau gitu,lebih cepat lebih baik " balas papa Adam


" iya mama juga udah ngak sabar mau nimang cucu,pasti cucu mama bakal cantik dan genteng " ucap mama Fitri dengan tersenyum gembira


# ya Tuhan bebaskan akun dari neraka ini # batin Amira

__ADS_1


" kapan papa dan mama bisa menemui orang tua kamu sayang " tanya papa Adam sambil melihat ke arah Amira


" eh itu,emm " Amira merasa binggung harus menjawab apa


" kenapa sayang,kamu kelihatan binggung gitu? " tanya mama Fitri


# ya jelas lah gue binggung,kenal baru sehari,sekarang di suruh cepet nikah,aduh setengah hari sama tu orang buat gue sesak nafas gimana kalau nikah,bisa mati muda gue # batin Amira


" bukan gitu ma,tapi Amira kan masih kuliah, apa ngak terlalu cepat kalau harus menikah,lagi pula Amira masih punya cita-cita yg mau Amira wujudkan ma " jawab Amira takut


" sayang kamu masih bisa tetep kuliah dan mengejar cita-cita mu meski sudah menikah nak" jawab papa budi


" iya pa tap " belum sempat Amira melanjutkan kata-katanya Adam terlebih dulu memotong ucapannya


" kita akan menikah secepatnya pa " jawab Adam sambil menekan siap kata di ucapannya


" Amira kembali di kejutkan dengan ucapan Adam,pria itu dengan mudahnya mematahkan setiap ucapannya*


" bagus sayang ini baru anak papa,tegas " jawab papa Budi dengan penuh rasa bangga


" jadi kapan sayang kami bisa kerumah Amira?" lagi-lagi papa Budi menanyakan hal yg sama


*Amira yg binggung harus menjawab apa,sedang memutar otak cantiknya mencari jalan tengah untuk masalah yg di hadapinya saat ini *


" nanti Amira tanya papa,mama dulu ya pa " balas Amira yg menemukan ide untuk menghindari pertanyaan yg sama lagi


" ok,kabari papa dan mama secepatnya ya nak,kalau orang tua Amira sudah siap menyambung kami " jawab papa Adam


"iya pa " jawab Amira singkat

__ADS_1


" ya udah pa,ma kita pulang dulu ya,udah malem juga " ucap Adam seraya berdiri


" loh kok cepet banget sih sayang, padahal mama masih mau ngobrol sama calon mantu mama " ucap mama Fitri dengan nada sedih


" kan Sekarang udah malem ma,lagian Adam juga harus nganter Amira pulang takut mama papanya nyariin " jawab Adam yg merasa tak enak dengan sang mama


" iya mah,ngak enak sama calon besan,nanti besan kita berfikir negatif tentang putra kita" timpal papa Budi


" ya udah,tapi Amira janji ya harus sering-sering main ke sini ya nak " ucap mama Fitri sambil melihat wajah Amira


" iy mah " jawab Amira singkat


# gue ngak mau janji,lagian setelah ini gue jg ngak mau lagi ke sini # batin amira


*mama dan papa Adam mengantar Adam dan Amira sampai di depan pintu rumah sebelum pergi mama Fitri masih memeluk Amira dengan sayang seakan enggan untuk berpisah*


*di dalam mobil,kembali seperti semula hanya hening di antar kedua anak manusia itu,tidak ada lagi senyum kepalsuan,tak lama mobil yg di bawa Adam berhenti di sebuah rumah mewah,ya itu rumah Amir*Amira masih diam dalam lamunannya sampai suara beriton menyadarkan gadis itu dari lamunannya,


" Lo mau terus ngelamun di sini atau turun? "tanya Adam


" eh iya,udah nyampe ya " jawab Amira


*Amira bingung bagai mana bisa pria ini tau rumahnya*


# gimana bisa ini orang tau rumah gue ya # batin Amira,


* belum sempat Amira turun Adam menarik tangan Amira CUP Adam kembali mencium bibir Amira,u melumatnya dengan lembut,Amira hanya mematung tak merespon atau pun menolak ciuman Adam,melihat Amira tak merespon ciumannya,Adam mengigit bibir bawah Amira,Amira yg merasakan perih di bibirnya membuka mulutnya tak perlu waktu lama Adam langsung mengabsen setiap sudut mulut Amira,sampai Amira merasa pasokan udara di paru-paru nya menipis,Adam melepaskan ciumannya dengan napas yg ngos-ngosan,Amira hanya menunduk tak berani menatap mata Adam,Amira benar-benar merasa jengkel dengan sikap pemaksa Adam*


* sebelum Amira turun Adam mengatakan akan menjemputnya besok dan Amira pun lagi-lagi menuruti perkataan pria tersebut, sepertinya kemarahan Adam membuatnya trauma*

__ADS_1


***thanks***


__ADS_2