
****happy reading****
#apa yg dia mau lalukan, Tuhan tolong selamatkan aku#batin Amira
*Adam yg menangkap raut wajah Amira yg berumah pucat tersenyum penuh kemenangan*
#kemana perginya keberanian mu sayang# batin Adam yg menatap intens ke arah Amira
" apa yg Lo pikirin,Lo tenang aja gue ngak bakal macem-macem sekarang ? ini,cepet ganti baju Lo " ucap Adam sambil memberikan paper beg yg berisi baju untuk Amira.
" untuk apa baju ini? " tanya Amira sambil membuka paper beg yg di berikan Adam
" Lo pake sendiri atau Lo mau gue yg pakein bajunya? " ucap Adam dengan senyum nakalnya
* saat mendengar perkataan Adam, Amira langsung berlalu ke arah kamar mandi untuk mengati pakaiannya,Amira tau Adam orang yg nekat,dia tak ingin memancing emosi Adam lagi*
__ADS_1
*tak lama,Amira keluar dari kamar mandi,Adam terpaku melihat Amira yg berdiri di ambang pintu kamar mandi,mata Adam tak berkedip melihat penampilan Amira *
" cantik " gumam Adam yg di dengar Amira
* Amira tampak cantik memakai mini dress tanpa lengan yg berwarna putih dengan corak bunga di dadanya,Amira sengaja mengerai rambut panjangnya,makin mempercantik penampilan *
*Amira masih mematung tak bergerak dan tak bersuara sama sekali, sebenarnya Amira merasa risih karna tatap Adam yg dak berpaling darinya,tapi ia tak berbuat apa-apa karna takut dengan amarah Adam*
*Adam mengandeng tangan Amira dengan lembut,Amira yg masih mematung merasa binggung dengan perubah sikap Adam*
*Adam dan Amira berjalan beriringan dengan Adam yg masih mengandeng tangan Amira,sampai di parkiran Adam membawa Amira masuk ke mobilnya, Adam membukakan pintu mobil untuk Amira,Amira tidak menolaknya sama sekali,Adam pun masuk ke mobil dan dengan cepat memacu mobilnya membelah jalan ibu kota ,di perjalanan Amira masih bertanya-tanya kemana lagi pria itu akan membawanya,ia ingin bertanya kepada Adam tp lagi-lagi rasa takut yg membungkam mulut Amira,tak ada yg bersuara,hanya bunyi mesin mobil Adam yg terdengar di keheningan tersebut,
dan tak lama mobil yg di kemudikan Adam berhenti di perkiran sebuah rumah yg tak kala mewah dr rumah sebelumnya,Amira menatap binggung ke arah itu,ia binggung apa lagi yg akan di lakukan pria di sampingnya ini,dan dengan mengumpulkan sedikit keberanian Amira kembali membuka suara*
" mau apa kita di sini "tanya Amira dengan muka yg binggung
__ADS_1
*Adam tak menjawabnya,sebaliknya Adam langsung turun dan membukakan pintu untuk Amira, sebenarnya Amira Ngan untuk turun tapi tatapan tajam Adam membuat Amira menurutinya, sebenernya Amira kesal karna Adam mengabaikan pertanyaan tapi ia tak bisa berbuat apa-apa,ia takut Adam akan marah lagi,dan melakukan hal-hal yg tak di inginkannya,Amira mengikuti Adam dengan raut wajah terpaksa,ia benar-benar benci di paksa tapi ia jg tidak bisa menolaknya,bagi Amira sekarang diam adalah cara terbaik untuk menyelamatkannya dari amukan Adam*
*Adam kembali mengandeng tangan Amira dan mengajak Amira masuk ke rumah besar tersebut,Adam tak suka dengan raut wajah terpaksa Amira,dengan tarikan tangannya Amira kini berada di pelukan Adam,Amira berusaha meronta tapi usahanya sia-sia tenaga Adam jauh lebih besar dari dirinya*
*ketika sampai di depan pintu Adam di sambut bak pangeran kerajaan yg di kelilingi para pelayan yg memakai baju sama,para pelayan itu menunduk ketiaka Adam melangkah masuk ke rumah tersebut*
"selamat datang tuan muda" ucap wanita paruh baya yg memakai baju yg berbeda dengan pelayanan lainnya.
" terima kasih bi Ratih " ucap Adam sambil melihat ke arah yg empunya nama
" tuan besar dan nyonya sudah menunggu tuan muda di dalam " ucap wanita paruh baya yg bernama Ratih tersebut
* Adam hanya menganggukkan kepalanya,bi Ratih langsung memberi jalan tuannya untuk masuk ke rumah besar tersebut,di sisi lain Amira merasa risih dengan tatapan para pelayan di rumah besar itu,....
" tersenyumlah yg manis sayang jika kau tak ingin merasakan amarah ku " bisik Adam di telinga Amira yg mampu membuat wanita cantik itu membisu dan merubah raut wajahnya yg tersenyum palsu....
__ADS_1
****thanks*****