
*****happy reading*****
"nah kalo Lo diem gini kan gue ngak ribet,anak penurut pinter"tambah Adam
*sampai di mobil Adam mendudukkan Amira di jok sebelah pengemudi,setelah mendudukkan Amira,Adam pun masuk ke mobil,dan langsung melajukan mobilnya keluar parkiran kampus,untuk beberapa saat hanya keheningan yg ada di dalam mobil itu,sampai Amira membuka suara*
"sebenarnya Lo bawa gue kemana?" tanya Amira
*Adam hanya diam tak menjawab pertanyaan Amira*
"Lo budek ya,gue nanya,Lo mau bawa gue kemana? " tanya Amira lg pada Adam
"lebih baik sekarang lo diem,atau gue"belom sempat Adam melanjutkan kata2nya Amira lebih dulu menyelanya.
"atau apa?,gue ngak takut ya sama Lo,dan sebaiknya Lo turunin gue sekarang,karna gue ngak mau ikut Lo?ucap Amira yg menyela perkataan Adam.
__ADS_1
.....ckiiittttttt.....
*bunyi rem mobil Adam,Adam menghentikannya mobilnya di pingir jalan,Amira berniat membuka pintu mobil tp belom sempat Amira membuka pintu,Adam mengunci pintu mobilnya, Amira kaget karna Adam lagi2 memegang lengan nya membuat Amira meringis karna Adam mencengkeram lengannya dengan kuat,Amira meronta agar Adam pelepasakan lengannya,tapi Adam tidak melepaskan lengannya,
"au sakit, sebenernya Lo mau apa sih,lepasin tangan gue,ini sakit" pinta Amira sambil menahan rasa sakit di lengannya
*Adam diam tanpa melepaskan pegangannya*
"please lepasin tangan gue,ini beneran sakit"pinta Amira lagi dengan mata yg sudah berkaca kaca.
*Adam melepaskan lengan Amira dan beralih mengangkat dagu Amira,kini wajah Amira mengarah ke Adam tanpa ba-bi-bu lg Adam langsung mencium bibir Amira,Amira merontah dan memukul2 dada bidak adam berusaha menolak ciuman Adam,tp Adam tidak melepaskan ciumannya malah kini tangan kanannya memegang kedua tangan Amira ke belakang,dan tangan kirinya memegang tengkuk Amira untuk memperdalam ciumannya,Amira sudah tidak bisa lagi membendung air matanya,kini wajah Amira sudah di penuhi air mata dia tidak bisa apa2 kecuali menangis, Amira merasa sangat sakit karna sebelumnya tidak ada yg pernah memperlakukan nya seperti itu,Adam masih mencium Amira awalnya cuma ciuman biasa tp ciuman itu berubah menjadi lumatan yg menuntut,Adam seperti kerasukan,bibir Amira seperti candu baginya hingga dia tak ingin melepaskan candunya itu,baru kali ini Adam merasakan bibir semanis ini,Amira masih terisak, tp Adam tidak memperdulikan tangisan Amira,Amira menutup rapat mulutnya tp Adam tidak kehabisan akal di gigitnya bibir bawah Amira,sontak saja itu membuat Amira membuka mulutnya,dan dengan sigap lidah Adam masuk ke mulut Amira,lidah Adam membelit lidah Amira dan mengapsen setiap sudut mulut amira tanpa melewatkan apapun,saat Adam merasa pasokan oksigen di tubuhnya menipis ia pun melepaskan ciumannya,Adam menyeka air mata Amira menatap wajah Amira yg sudah di penuhi air mata itu*
CUP
CUP
__ADS_1
*Adam mencium mata kanan Amira*
CUP
*Adam mencium singkat bibir yg sekarang menjadi candu baginya*
*Amira hanya diam tidak berani berkata apapun*
"ini hukuman,lain kali jangan pernah menyela saat aku sedang berbicara"Adam berbicara sambil melihat wajah Amira
*Amira menunduk tak berani melihat orang di sampingnya,Adam kembali melajukan mobilnya, Amira benar2 takut dengan Adam,hingga ia tak berani bersuara, sesampainya di tempat tujuan,Adam menghentikan mobilnya di depan rumah besar yg sangat mewah,dan membukakan pintu untuk Amira awalnya Amira nggan untuk turun tp Adam mengancam akan menciumnya lagi di mobil kalau Amira tidak mau turun*
*Amira kaget saat Adam lagi2 menarik tangannya,tp Amira tidak berani untuk menolak bisa saja Adam kembali menciumnya,Amira hanya diam mengikuti langkah Adam*
*sampai di dalam rumah,Adam langsung membawa Amira ke kamarnya, Amira kaget dan ketakutan saat Adam membawanya masuk kekamar lalu mengunci kamarnya*
__ADS_1
#apa yg dia mau lalukan, Tuhan tolong selamatkan aku#batin Amira
*****thanks*****