
***** happy reading *****
* tak lama Amira tertidur di pelukan Adam,Adam melihat wajah polos Amira,merasa gemas dengan wajah kekasihnya ini dan kemudian Adam pun ikut tertidur bersama Amira,Meraka tertidur sambil berpelukan *
*sore hari Amira terbangun dari tidurnya,terasa berat di atas perutnya,Amira mencoba membuka perlahan matanya,ia kagek ketika mendapati lengan besar yg berada di atas perutnya,Amira kembali mengumpulkan nyamannya dan mendapati Adam sedang tertidur pulas di sampingnya,Amira mencoba menggeser perlahan lengan Adam berharap bisa lepas dari pelukan Adam tp yg terjadi malah sebaliknya, Adam makin mengeratkan pelukannya,Amira frustrasi ia sama sekali tak bisa bebas dari pelukan Adam,di lihatnya jam yg ada di tangannya,jam menunjukkan pukul 5 sore*
# duh udah sore,gue mesti pulang ni,ntar mama khawatir lagi # batin Amira
* 30 menit berlalu,Amira mencoba mengerser kembali lengan Adam tp Adam sama sekali tak ingin melepaskan pelukannya, Amira benar-benar frustasi,ia benar-benar bingung,di satu sisi ia takut untuk membangunkan Adam tp di sisi lain ia tak ingin mamanya khawatir,
# apa boleh buat,dari pada mama khawatir lg# batin Amira
" dam,bangun dam,udah sore ni, anterin aku pulang yok,ntar mama khawatir " ucap Amira
" Bentara lg yang,aku masih ngantuk " jawab Adam dengan suara serak khas orang bangun tidur
" tapi dam ini udah sore,atau gini aja,aku pulang sendiri aja ya ? " tanya Amira
" NGAK " jawab tegas Adam
" tapi dam nta..." belom sempat Amira melanjutkan ucapannya Adam terlebih dulu membalikkan tubuh Amira.
*CUP di ciumnya bibir Amira lembut,perlahan tapi pasti ciuman itu berubah menjadi lumatan,Amira terus berontak,ia terus memukul dada Adam tapi Adam tak bergeming sama sekali,sampai akhirnya Amira pasrah dan menikmati ciumannya dengan Adam,Amira memejamkan matanya dan membalas ciuman Adam, Adam tersenyum kecil di sela-sela ciumannya,mereka saling melumat,lama ciuman itu berlangsung,saat di rasa pasokan udara sudah habis Adam pun melepaskan ciumannya,*
" jangan membatah perkataan ku sayang " ucap Adam
* Amira hanya menganggukkan kepalanya,ia tak ingin membuat Adam marah lagi *
__ADS_1
# kok bisa-bisanya sih gue nikmatin ciuman cowok sinting itu,duh malu gue # batin Amira
" dam " panggil Amira
" heemm " jawab Adam masih memeluk Amira
" anterin aku pulang,ntar mama khawatir " ucap Amira dengan muka memohon sambil menatap wajah Adam
" NGAK " lagi-lagi Adam menjawab dengan nada tegas tanpa melihat Amira
# gue ngak bisa kasar ataupun lembut kalau ngomong sama ni orang sinting, gue harus pake cara lain # batin Amira
* CUP,Amira mencium sekilas bibir Adam,sontak Adam membuka matanya di tatapnya mata Amira,untuk beberapa detik mereka saling menatap satu sama lain, Adam mendekatkan wajahnya ke wajah Amira,berlahan, Amira memejamkan matanya,deru nafas Adam begitu terasa di wajah Amira,Adam memiringkan wajahnya dan CUP Adam mencium kembali bibir Amira,Amira hanya diam mematung dan berlahan Amira membuka mulutnya, membiarkan Adam mengabsen seluruh mulutnya, ciuman Adam terasa kian panas, berlahan Adam melepaskan ciumannya dan beralih menciumi leher Amira, mengigit kecil leher jenjang Amira dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana, tangannya tak tinggal diam kini tangan Adam sudah berada di dalam kaos Amira,meremas payu**** Amira,Adam hendak melepaskan pengait bra Amira tp dengan cepat Amira menahan lengan Adam,Adam menatap wajah Amira seakan bertanya " kenapa "*
" udah cukup sampai sini dam,aku ngak mau ngecewain mama sm papa, " ucap Amira pelan takut Adam marah
" dam " ucap Amira
" emmm " balas Adam
" kamu marah ? " tanya Amira
" marah kenapa ? " Adam malah balik nanya Amira
" maaf " ucap Amira
" maaf untuk apa? " tanya Adam lagi
__ADS_1
" karna aku nahan tangan kamu tadi " jawab Amira polos
" ya ngaklah,aku malah seneng karna kamu bisa ngontrol aku,aku yg harusnya yg ngomong maaf karna sulit ngontrol diri kalau Deket sm kamu " jawab Adam
# gue ngak salah denger kan,ni orang barusan ngomong maaf,ya kan,atau gue harus ke THT buat periksa telinga gue,gue takut salah denger # batin Amira
* Adam mencium puncak kepala Amira berkali-kali,dan kembali mengeratkan pelukannya*
" dam,udah jam 7 tu,pasti mama khawatir " ucap Amira
* Adam melepaskan pelukannya,Amira takut Adam marah lagi tapi 2 menit berlalu Adam sama sekali tidak bersuara,membuat Amira binggung,tak lama
" kamu nginep sini " ucap Adam santai
" tapi mama gimana " jawab Amira
" ambil handphone kamu " perintah Adam
* tanpa banyak bicara Amira langsung mengambil handphonenya *
" telpon mama,bilang kalau ada tugas dan kamu harus nginep di rumah temen " titah Adam
" tapi dam " belum sempat Amira membatah, Adam menatap tajam Amira
* Amira yg mendapatkan tatapan tajam dari Adam tak bisa berbuat apapun selain menuruti perintah Adam *
***** thanks *****
__ADS_1
------------------------------------------------------------------------