Ana Antazrik

Ana Antazrik
perjodohan


__ADS_3

Disebuah taman ada seorang gadis yang sedang duduk di kursi taman, menikati ke indahan taman. Banyak orang yang berlalu Lang di taman. Menikmati liburan bersama keluarga. Untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka masing-masing.


"Ya Allah, mudah-mudahan suatu saat nanti aku bisa seperti mereka. Memiliki keluarga kecilku. Membesarkan anakku bersama suami yang telah kau takdirkan untukku." Ucap Aiza yang tengah memperhatikan sebuah keluarga yang amat bahagia didepannya itu.


"Assalamualaikum, Afwan ukhty boleh saya bertanya" ucap seorang yang tengah berdiri di depan Aiza.


"Waalaikumsalam wr wb, ah iya. Tentu boleh"ucap Aiza kepada orang itu yang berhasil membuyarkan lamunan Aiza yang tengah melamunkan tantang keluarga bahagianya kelak.


"Apa kah ukhty adalah Aiza Marlina putrinya pak farhan" ucapnya


"Iya, maaf anda siapa ya, saya rasa kita belum kenal dan belum pernah bertemu sebelumnya" ucap Aiza yang heran akan seseorang yang tidak dia kenal tapi orang itu mencari nya. Ntah apa alasannya


"Afwan ukhty, nama ana Aqil, ana kesini karna ingin bertemu dengan pak Farhan, ana dan pak Farhan, telah mengatur untuk bertemu di taman ini, tapi saat ana menelfon pak Farhan beliau bilang tidak bisa kesini, beliau ada urusan katanya, jadi ana di suruh untuk bertemu dengan anaknya di taman ini."ucap Aqil menjelaskan maksud dia mencari Aiza


Aqil adalah seorang pemuda yang tampan dan sangat manis. Lelaki yang shaleh. Aqil selaku memakai pakaian Koko dan Sarung. Karna dia lulusan dari pesantren Nurul iman yang ada di bandung. Pesantren nurul iman adalah sebuah pondok yang mulai dari jenjang TK sampai ke jenjang perkuliahan. Jadi Aqil adalah anak dari pemilik pondok tersebut. Jadi dari kecik Aqil telah tinggal dan didik di pesantren tersebut. Selain belajar Aqil juga membantu mengajar di pondok tersebut pada saat dia kuliah sampai sekarang dia lulus kuliah.


"Oh iya, saya baru ingat. Tadi ayah ada menelfon untuk menunggu teman dari sahabat lama ayah yang akan datang kesini, ya sudah panggial saya ais ayah dan bunda memanggilku begitu jadi kau bisa memanggil ku begitu" ucap Aiza memngungat apa yang susah ayahnya bilang di telfon tadi.


"Baik ukh... Ais" ucap Aqil yang gugup karna memanggil nama seseorang dengan namanya langsung bisanya Aqil hanya memanggilnya teman sebutan ukhty.

__ADS_1


"HM, baiklah Abang, kita langsung pulang saja ya" ucap Aiza yang lelah dan ingin pulang. Dan dua juga ingin menunaikan ibadah sholat asarnya.


"Afwan Ais, ana tidak tau alamat rumah Ais" ucap Aqil


"Ya kita pakai mobil saja, kebetulan tadi saya bawa mobil sendiri, ayo ke parkiran" ucap Aiza yang seraya pergi kearah parkiran.


Lalu mereka berdua menuju parkiran untuk mengambil mobil yang Aiza bawa. Aiza adalah anak dari seseorang pengusaha. Ayah dan bundanya adalah seseorang yang sangat berkecukupan. Tapi mereka tidak pernah sombong dan angkuh tentang apa yang mereka punya. Mereka juga mengajarkan Aiza untuk tidak sombong dan selalu menjaga aurat nya. Dengan memakai jilbab. Orag tua Aiza juga mengajarkan Aiza untuk selalu menunaikan ibadah sholat nya setiap masuk waktunya sholat. Sesampainya di parkiran, Aiza langsung menuju mobilnya.


"Ini mobil Ais bang,dan ini kunci mobilnya, lebih baik Abang saja yang membawa mobil Ais" ucap Aiza seraya menyerahkan kunci mobilnya kepada Aqil.


"Afwan Ais, bukanya ana tidak mau, hanya saja ana belum terbiasa dijakarta, ana juga gak tau rumah ukhty Ais dimana" ucap Aqil yang menolak untuk menyetir mobil.


"Tidak apa, Ais yang akan menunjukkan arahnya nanti, Abang cukup menyetir saja" ucap Aiza seraya memberikan kunci mobil kepada Aqil lagi


Mereka masuk kedalam mobil, dan segera pergi dari parkiran tersebut. Mereka melalu jalan yang macet dan ramai sekali orang berlalu lalang di jalan itu. Setelah melewati kemacetan dan Aiza meberi arahan kepada Aqil untuk memberi tahu jalan yang mana menuju rumahnya. Sesampainya di rumah dan mobil telah terlatih di depan rumah Aiza segera mengajak Aqil turun dari mobil.


"Ini rumah ais bang kita udah sampai, ayo turun" ucap Aiza sweats turun dari mobil.


Aqil dan Aiza turun dari mobil dan segera masuk kedalan rumah.

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap Aiza sembari membuka pintu rumah ya


"Waallaikumsalam non ais udah pulang," ucap bik inah. Buk inah adalah pembatu di rumah itu. Bik inah sudah lama bekerja di rumah pak farhan dan buk Ega.


" Iya bik, bunda mana bik" ucap Aiza yang tidak melihat bundanya.


"Itu non, ibuk lagi di kamarnya, mau sholat katanga tadi non" ucap bik inah.


"Oh, gitu ya bik, ya udah deh, bang Aqil ayok masuk, bik antar bang Aqil ke kamar tamu ya untuk istirahat"ucap Aiza kepada bik inah sembari melihat ke arak kedua orang itu. "Oh ya bang, ayah bisanya pulang habis isya jadi abang istirahat aja dulu ya di kamar tamu, ais mau ke kamar dulu mau sholat asar. Nanti kalo ada apa-apa panggil bik inah saja. Kalo ayah udan pulang nanti saya panggil bang Aqil lagi. Sekarang istirahat lah dulu" ucap Aiza yang melihat ke arah Aqil


" Na'am ais ." Ucap Aqil kepada Aiza.


"Ya bang, ais tinggal dulu ya, assalamualaikum" ucap Aiza semberi berjalan meninggalkan bik inah dan Aqil.


"Waallaikumsalam" ucap bik inah dan Aqil bersamaan


"Ayo den, bibik antar ke kamarnya" ucap buk inah sembari berjalan menunju kamar tamu. Dan di ikuti oleh Aqil do belakangnya.


"Ini den, kamarnya. Den istirahat aja dulu ya,bibik tinggal dulu bibik masih ada urusan" ucap buk inah yang telah sampai di kamar dan menunjukan kamar yang akan menjadi tempat istirahat Aqil untuk sementara.

__ADS_1


"Na'am bik" ucap Aqil


maaf ya jika ceritanya membosankan. karna ini adalah cerita pertama ku. mohon sarannya dan jangan lupa like, vote dan ikuti trus ceritanya.


__ADS_2