Ana Antazrik

Ana Antazrik
perjodohan (lanjutan part 1)


__ADS_3

Lalu bik inah segera pergi dari kamar itu. Aqil segera pergi ke kamar mandi untuk mrmberihkan diri dan mengabil wudhu untuk menunaikan shalaf asar. Selesai shalat Aqil melanjutkan dengan membaca kitab dan Al-Qur'an yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi. Sedangkan di kamar Aiza. Aiza sedang berdoa setelah selesai mengerjakan shalatnya. Setelah selesai sholat danberdoa Aiza beristirah di kasurnya itu sembari memainkan henponnya. Dia melihat banyak chat yang masuk dari teman-temannya.


_Ara_


"Ais, aku malam ini mau ke rumahmu, bersama safa dan Winda, ada yang mau kami sampaikan. Kamu ada di rumah kan"


Ara, safa dan Winda adalah sahabat Ais. Mereka berteman sejak SMA sampai kuliah saat ini.


_Aiza marina_


"Iya ra, ais ada di rumah kok datang aja ke rumah, ais tunggu ya"


_ara_


"Oke, bay. Sampai ketemu nanti ais"


Tak terasa hari sudah malam. Matahari telah tenggelam. Kini Aiza tengah beristirah dan menunggu temannya datang ke rumah.


"Ais, boleh bunda masuk" ucap buk Ega.


"Masuk aja bun, pintunya gak ais kunci kok" ucap Aiza


"Ayok turun nak, ayah manggil kamu tuh." Ucap buk Ega setelah masuk kedalam kamar Aiza dan duduk di samping Aiza.


"Ada apa ayah panggil ais bun?" Ucap Aiza yang tidak tahu kenapa ayahnya memanggilnya. Biasanya, ayahnya lah yang langsung kemar Aiza kalo ada sesuatu yang ingin di bicarakan.


"Bunda juga gak tau, ya udah yok turun aja dulu." Ucap buk Ega yang hanya menganggukan kepada nya bertanda negiyakan ajakan bundanya itu. Mereka pun berjalan turun dari kamar Aiza dan pegi bertemu dengan ayahnya.

__ADS_1


"Oh ya bun, ais lupa tadi ada bang Aqil yang datang bersama ais sore tadi, apakah bunda ydh bertemu dengannya" ucap aiza yang berjalan di samping bundanya itu.


"Udah, tadi bik inah memberi tahu bunda dan bunda langsung menemuinya. Oh ya bunda mau nanya menurut ais, Aqil itu humans?" Ucap buk Ega yang menbuat Aiza terkejut dengan pertanyaan yang telah diberikan oleh bundanya itu.


"Hm, gimana maksudnya bun, ais gak ngerti" ucap aiza


"Ya menurut Ais, Aqil cocok gak buat jadi suami ais?" ucap buk Ega yang menbuat Aiza terkejut dan memperhentikan langkahnya yang baru sampai tangga.


"Ya, bang Aqil baik bun, tapi kalo untuk jadi suami ais, ntah lah bun, ais masih belum tau bang Aqil itu gimana. Ais juga baru bertemu dengan bang Aqil bun. Emang ada apa bunda nanya gitu" ucap aiza yang heran dengan pertanyaan bundanya itu.


"Gak papa ias, bunda cuman ingin mendapatkan menatu yang taat beragama seperti Aqil, tadi bunda tidak sengaja mendengar Aqil melantunkan beberapa at suci Al-qur'an bunda sungguh sangat menykainya. Jika ais nanti di jodohkan dengan Aqil apakah ais mau?" Ucap bunda.


Ais sangat terkejut dengan pertanyaan yang di berikan oleh bundanya. Sehingga menbuatnya tidak bisa berkata apa-apa.


"Bun, ais ayok turun, ayah udh nunggu dari tadi." Ucap iqbal yang mengagetkan ais dan bunda. Iqbal adalah anak pertama dari buk Ega dan pak farhan. Iqbal sangat tampan dan cool tapi sifatnya dingin yang menbuat semua wanita tak berani untuk mendekatinya.


"Ya kak, ais sama bunda juga udh mau turun kok, sabar dikit kenapa sih kak" ucap Aiza


"Udah-udah ayok turun. Nanti ayah udh tidur loh disitu karna terlalu lama nungguin kita" ucap buk Ega


Mereka pun segera pergi ke tempat ayahnya berada. Di ruangan yang cukup bedaro itu nampaklah pak farnah dan Aqil yang tenangah asik mengobrol, ntah apa yang sedang mereka bicarakan sehingga kelihatan begitu asik obrolannya. Aiza, iqbal dan buk Ega segera menghampiri dua orang yang tengah mengobrol tersebut.


"Ayah...... " Ucap Aiza sembari memeluk ayah tercintanya itu" kenapa ayah manggil ais?" Ucap Aiza setelah memeluk ayahnya dan duduk di samping ayahnya itu.


"Ana juga ingin di peluk ukhty ais, ingin rasanya ana berada diposisi ayahnya ukhty, yang mendapatkan perlakuan seperti itu. Ukhty ais salah kan ana jika sejak pertama kita bertemu di raman tadi dan ana juga melihat perlakuan ukhty yang ramah kepada siapapun yang ukhty kenal, menbuat ana mengagumimu ukhty, tapi apakah ana bisa dan pantas untuk bersading dengan ukhty, ana harap Allah bisa membantu ana untuk bisa mendapatkan cintamu ukhty ais." Ucap Aqil dalam hatinya. Aqil selalu saja memperhentikan setiap gerak Aiza dan perlakuan manja aiza kepada ayahnya itu, Aqil juga melihat wajah aiza yang cantik dan manis itu


"Astagfirung'Allah" ucap Aqil dengan suara yang pelan yang masih bisa terdengar oleh iqal yang duduk di sebelahnya itu. Aqil memgucap itu karna xja sadar tidal boleh memandang seorang wanita yang bukan mahromnya. Dosa hukum seorang laki-a

__ADS_1


"Ada apa qil" ucap iqbal yang yang tidak mengerti apa yang terjadi dengan Aqil yang tiba-tiba mengucapkan istifar ntah apa alasannya.


"Hm, gak apa-apa bal" ucap Aqil


"Oh iy yah, ayah manggil kalian semua untuk kumpul disini karna hari ini adalah hari yang special untuk seseorang yang ayah sayangi" ucap pak farhan yang melihat ke arah aiza. Aiza heran apa yang di maksud dengan hari special yang ayahnya maksudkan itu.


"Hari special apa yang ayah maksud, apa ini ada hubungan ya dengan yang bunda ucapkan tadi?. Apa benar ayah dan bunda ingin ais, dijodhkan dengan bang Aqil, benarsih bang Aqil ganteng dan shaleh. Suami yang baik. Ais juga merasakan kalo apa yang di bilang bunda tadi benar. Tapi apakah secepat ini?" Aiza bertanta-tanta salah hatinya apa yang akan ayahnya maksud dengan hari special itu. Aiza berlalut dalam fikirannya sendiri. Tiba-tiba saja ada suara yang menbuatnya membuyarkan lamunanya. Lamunan yang ntah kenapa dia memikirkan itu.


"Happy birthday to you...." Ucap mereka yang mendekat dengan membawa kue ditangannya. Mereka adalah sahabat aiza yaitu Ara, safa dan Winda. Mereka memberi kejutan ulang tahun untuk Aiza. Bahkan aiza saja lupa kalo hari ini adalah hari ini adalah hari ulang tahunnya sendiri.


"Ah, makasih. Ais aja lupa kalo hari ini adalah hari ulang tahunnya ais. Kalian memang sahabat terbaik buat Ais" ucap aiza terharu karna mendapat kejutan dari sahabat ya itu.


"Iya sama ais, ya udah yok tiap lilinnya. Udah gak sabar noah buat makan kue nya.. hahaha" ucap Ara yang menbuat semua yang mendengar ya ikut tertawa karna ucapnya.


"Haha, iya sabar ya. Ini juga mau di tiup lilinnya. Ko udah langsung kamu habisin aja ya" ujar Aiza yang membuat semua orang kembali tertawa. Setelah meniup lilinnya mereka menikmari kue dan sekalian makan malam di rumah aiza. Karna bunda aiza telah menyuruh bik inah masak untuk hari ulang tahun aiza. Aiza tidak ingin ulatang tahunnya dirayakan di restoran. Dia hanya ingin yang sederhana, cukup menghabiskan waktu atau berkumpul dengan keluarga nya. Aiza sudah senang dengan semua itu. Ya memang terlihat sederhana tapi bagi aiza cukup menbuatnya bahagia. Dia tidak ingin terlalu banyak mengeluarkan yang untuk tanggal dimana dia dilahirkan ke dunia dan disitu juga umurnya berkurang. Setelah selesai makan, mereka pun pergi untuk ke ruang tengah, untuk mengobrol.


"Ais, kita mau tanya dong. Tadi yang duduk di depan ayah lo siapa sih, kok kita baru lihat?" Tanya Ara kepada aiza. Mereka memang aneh melihat laki-laki yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


"Oh, itu bang Aqil. Anaknya kawan ayah. Dari pesanteren dia" ujar Aiza yang tidak terlalu mementingkan tentang pertanyaan mengenai Aqil.


"Tapi gue, liat dia ganteng ais. Apa kamu tidak mau dengannya" ucap safa yang membuat Aiza terkejut dan tersedak ntah kenapa padahal dia tidak sedang makan apapun.


"Uhuuuhh, apaan sih, orang dia biasa aja. Ais gak suka sama bang Aqil. Ais kan baru bertemu dengannya sore tadi mana mungkin ais bisa jatuh cinta kepada orang secepat itu" ujar Aiza


"Yakin ais, kalo gue sih udh pasti suka sama si siapa namanya tadi lupa" ucap ara yang lupa nama Aqil.


"Aqil ra, gimana sih lo. Baru juga di kasih tau udah lupa aja. Lagian ya, lo kan klo melihat cowok bening aa udah suka" ujar safa

__ADS_1


"Iya nih, bener banget apa yang dikatan sama safa, tapi ara juga gak salah. Bang Aqil memang ganteng. Siapa sih yang gak suka sama bang Aqil. Klo Winda mau benget" ucap Winda


"Ih, apaan sih kalian ini, udah-udah. Ngapoin sih berubutan mau dijodohkan dengan bang Aqil. Dia tu anak kyaiii mana mau sama kalian yang selalu buka aurat kemana-mana." Ucap aiza yang meleraikan keributan yang memperebutkan Aqil. Belum tentu Aqil mau sama mereka.


__ADS_2