
Sedangkan ditempat lain terlihat ada dua orang yang sedang berjalan menu kamar tamu. Kamar tempat Aqil beristirah.
"Assalamualaikum qil. Boleh ayah sama bunda masuk" ucap pak farhan yang masih berada di luar kamar.
"Waallaikumsalam, tentu boleh" ucap Aqil yang sudah berada di depan pintu dan bersiap untuk membuka pintu. Setelah Aqil membuka pintu mereka masuk dan duduk di sebuah kursi yang ada di dalam kamar tersebut.
"Qil, boleh ayah tanya sesuatu?" Ucap pak farhan
"Na'am yah, tentu saja boleh emang ayah mau nanya apa" ujar Aqil menjawab apa yang di ucapkan oleh ayah aiza.
"Kamu tau tujuan abi mu menyuruh my kesini?" Ujar ayah aiza.
"Ana kesini karna. Abi bilang ana harus mengajar anak sahabat abi. Abi bilang dia anak yang pintar tapi ayah sama bunda sibuk jadi tidak bisa mengajar putri ayah untuk menghafal dan belajar apa yang belum dia ketahui" ucap Aqil
"Ya kamu benar nak, ayah sama bunda sangat sibuk. Kadang kami terpaksa meninggalkan dia sendiri di rumah karna kami sering pergi keluar kita untuk bekerja" ujar ayah aiza . "Jadi ayah pengen kamu yang menjaga aiza jika kami pergi keluar kota" tambah ayah aiza lagi.
"Afwan yah, ana tidak mengerti maksud ayah, untuk menjaga aiza?" Ucap Aqil dengan wajah yang terkejut dan bingung.
"Jadi gini nak, kami ingin kamu dak aiza manikah. Kami ingin menjodohkan kamu dengan putri kamu satu-satunya yaitu ais. Itu pun kalo kamu mau dan kamu belom memiliki calon untuk menjadi istrimu nak" ucap bunda aiza.
"Benar, apakah kamu sudah memiliki calon?, Apakah kamu sudah menghikbah seorang akhwat untuk menjadi istrimu nak" ucap ayah aiza.
"Hm, afwan yah. Apakah ukhty ais tidak memiliki calon ya sendiri?. ana takut ukhty ais telah memiliki calon nya sendiri dan tidak mau dijodohkan. Ana juga belom memiliki calon. Tapi jika memang bunda sama ayah ingin menjodohkan ana dengan ukhty ais ana insyaallah siap yah jika ukhty ais mau" ucap Aqil yang dengan penuh banyak pertanyaan di hatinya. Dia takut jika nanti Aiza tidak mau menerima dia untuk menjadi suaminya. Rasa takut di tilak fan rasa senang menjadi satu. Sejak pertemuan pertama dia di raman bersama aiza tdi Aqil telah jatuh cinta pandanya.
"Alhamdulillah jika kamu mau nak, nanti bunda akan menanyakan apakah ais mau. Dan lagi pula seingat bunda tidak ada laki-laki yang sedang dekat dengan ais. Ais juga bilang kalo fia tidak mau berpacaran seperti orang-orang diluar sana. Dia pernah bilang kalo dia sudah bertemu dengan laki-laki yang tepat, maka laki-laki itu akan langsung bilang dengan bunda dan ayah. Dia tidak akan mau dekat dengan kawan jenis. Walau sering ara bilang waktu di kampus banyak laki-laki yang mendekatinya tapi dia selalu menolak" ujar bunda menjelaskan tentang anaknya kepada Aqil dan ayah.
__ADS_1
"Biak lah kalo gitu nak, ayah sangat berharap kamu bisa menjadi menantu ayah dan bunda. Ayah sangat ingin ada seseorang yang menjaga ais kelak. Ayah sangat mrnyayangi putri ayah satu-satunya itu. Semoga kita mendapatkan apa jawaban yang sesuai dengan keinginan kita" ucap ayah dengan penuh harapan.
"Na'am yah, telah mempercayai Aqil untuk menjaga putri ayah" ucap Aqil
"Iy qil. bunda bisa panggilakan Ais kesini" ujar ayah yang menyuruh buk Ega untuk mrmanggil anaknya itu.
"Iya, tunggu di sini bunda panggil ais dulu. " Ucap bunda lalu pergi untuk memanggil aiza.
membicarakan apa yang telah dia dan suaminya itu rencanakan. Setelah sampai di tempat Aiza dan teman-temannya. Bunda langsung duduk bersama aiza dan teman-temannya itu
"Hey, keliatannya asik benget. Lagi ngomongin apa sih kalian?" Ucap bunda setelah duduk di sebelah anaknya.
"Eh, gak ada ngomongin apa-apa bun. Cuman lagi bencanda aja bun" uajar ara.
"Ada apa bunda kesini. Apa ada yang ingin bunda sampaikan" ucap aiza yang heran karna tidak bisanya bunda duduk dengannya selagi dia berkumpul dengan teman-temannya. Bisanya bunda hanya mengantar cemilan untuk mereka dan langsung pergi setelah selesai memberikannya kepada mereka.
"Oh ya udh bun, kami pulang dulu. Udah malam juga soalnya" ucap safa yang merasa kalo buk Ega ingin bicara berdua saja dengan aiza.
"Eh, gak boleh pulang ya. Malam ini kalian harus nginao di sini, udah lama kan kalian gak nginap di rumah ais. Pokonya tidak boleh pulang" ucap aiza yang melarang teman- temannya untuk pulang.
"Tapi ais, kita kan cuman izin untuk sebentar. Bukan untuk nginep di rumah kamu" ucap Winda
"Tenang nanti bunda yang akan bilang sama orang tua kalian untuk mengizinkan kalian menginao di sini jadi kalian tenang aja. " Ucap aiza yang melihat kerah bundanya dengan wajah melasnya itu.
"Iy nanti bunda yang izinin, sekarang kalian boleh ke kamar ais dulu ya, ayah ais pengen bicara sesuatu dengan ais. Bunda bawa has dulu ya gak papa kan" ujar bunda yang berdiri dengan memegang tangan aiza untuk membawa ya pergi.
__ADS_1
"Iy bun, kami tunggu di kamar aja bun, lagian capek juga bun. Pengen istirahat. Makasih ya bun udah ngizinin kami buat nginep disini" ucap ara yang mengajar teman-temannya untuk segera pergi ke kamar aiza. Mereka sudah bunda aiza anggap sebagai anak sendiri. Jadi mereka sudah biasa tidur dikamr aiza kapanpun itu. Mereka juga telah terbisa.
Setelah mereka pergi bunda langsung mengajar aiza pergi menemui ayah dan Aqil. Aiza selalu bertanya di setiap langkahnya. Dia takut jika ayah dan bundanya menjodohkan ya dengan Aqil. Seseorang yang baru dia kenal. Aiza juga heran kenapa bunda mengajaknya menunju kamar tamu. Apa yang ingin ayahnya katakan pandanya. Aiza selalu bertanya-tanya dalam hatinya. Sesampainya di kamar tamu.
"Ada apa yah, kok manggil ais kesini?"tanya aiza setelah sampai di kamar dan duduk di sebelah ayahnya.
"Jadi gini ais. Hari ini kan hari ulang tahuan ayuk yang ke 18 tahun. Ais udah dewasa jadi ayah sama bunda ingin menjodohkan ais dengan Aqil jika ais mau. Aqil anak yang baik. Ayah sama bunda juga sering keluar kota jadi gak ada yang jaga ais, ayah sama bunda ingin ada seseorang yang akan menjaga ais disini saat ayah dan bunda pergi" ucap ayah setelah menjelaskan apa maksudnya memanggil aiza. Aiza hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Karna dua ternyata apa yang dia fikirkan itu benar.
"Jadi gimanam?, Apa kah ais mau?. Bunda sama ayah sangat berharap ais mau menerima perjodohan ini!." Ujar bunda yang melihat akan anaknya yang hanya diam saja. Sama seperti Aqil. Dia tidak berani memandang wajah aiza. Dia takut kalo aiza akan bertanya kenapa Aqil mau-mau saja menerima untuk di jodohkan dengannya. Padahal mereka hanya baru pertemu untuk pertama kalinya.
"Maaf yah, apakah bang Aqil mau dijodohkan dengan ais.?" Ujar Aiza yang melihat ke arah ayah lalu melihat ke arah Aqil.
"Afwan dek, abang hanya mengikuti saja jika adek mau alhamdulillah jika tidak abang juga tidak memaksa dek. Ini semua keinginan kedua orang tua adek." Ucap Aqil
"Iya nak, jika kamu mau. Jika tidak bunda sama ayah juga tidak memaksa kamu nak. Bunda yakin sama Aqil. Insyaallah dia akan menjaga ais dengan baik. Tapi klo ais gak mau ya Aqil ke sini tujuan untuk mengar ais lebih banyak lagi tentang apa yang ais ingin pelajari." Ucap ayah
"Hm.... Ais perli berpikir dulu yah. Izin kan Ais berpikir selamat satu minggu iy yah. Nanti ais jawan sekarang ais masih bingung." Ucap aiza yang meminta waktu untuk menjawab semuanya.
"Baiklak lah nak, setelah satu minggu baru kita bicarakan lagi. Sekarang ais hanya belajar sama Aqil tentang semuanya. Kemaren kan ais bilang kalo hafalan ais msih banyak yang kurang ais kuasain maka dari itu ayah meminta abinya Aqil untuk mengirimkan anaknya untuk mengajar mu di sini jadi kau tidak perlu khawatir lagi." Ucap ayah.
"Baik ayah, ais permisi dulu ingin beristirah." Ucap ais tang berdiri dan segara pergi, tapi" oh ya, ais ingin menghafal setiap habis zuhur dan habis isya apakah bang Aqil tidak keberatan" ucap aiza.
"Na'am, tidak masalah. Ais bisa memanggil ana kapan saja untuk belajar. Ana juga tidak ada kesibukan" ujar Aqil
"Baik lah, ais permisi dulu assalamualaikum" ucap aiza.
__ADS_1
"Waallaikumsalam" ucap mereka yang mendengar Aiza mengucapkan salam. Setelah mengucapkan salam Aiza pergi meninggalkan mereka. Aiza langsung pergi kekamarnya dengan wajah yang masih bingung dengan apa yang akan menjadi jawabnnya nanti.