
"Assalamualaikum ustazah Ais" ucap seseorang santriwati yang bernama Evi
"Waalaikumsalam, ada apa Evi?" Tanya Aiza
"Afwan ustadzah. Cuman mau nyampein pesan dari umi ayu. Umi minta ustazah Ais ke Ruman umi!"
"Na'am Syukron ya Vi" ujar Aiza.
"Afwan ustadzah. Kalau gitu ana izin pamit dulu. Assalamualaikum?" Ucap Evi
"Waalaikumsalam" jawab Aiza. Evi pergi meninggalkan tempat itu.
'kenapa umi ayu memanggilku ya?. Apa Ais membuat kesalahan?. Tapi rasanya aku tidak pernah membuat kesalahan! Dan bukankah mas Arkan ada di rumah sekarang. Ah aku jadi malu untuk datang bertemu umi ayu di rumahnya.' ucap Aiza bermonolog dengan dirinya sendiri.
Langkah demi langkah dia ambil untuk menuju rumah ini ayu. Jantungnya berdetak sangat cepat saat mendekati rumah umi ayu. Ada rasa takut bertemu dengan Arkan yang dia rasakan, ya walaupun dia mencintai Arkan tapi rasa malu tentu dia rasakan saat bertemu dengan orang yang dicintai. Aiza sudah beberapa hari ini tidak melihat umi ayu. Terakhir dia melihat umi ayu pada saat umi ayu memintanya mengajar di TK bersama Sofi dan Arkan. Ya walaupun bertemu dengan Arkan setiap hari tetap saja dia masih merasa malu bertemu dengan Arkan. Setelah hari tiu Aiza tidak pernah milihat umi ayu lagi. Maka karna itulah ada rasa khawatir yang dia rasakan saat mendengar umi ayu memanggilnya.
"Assalamualaikum" ucap Aiza memberi salam setelah berhasil sampai di rumah umi dan mengumpulkan keberaniannya dan menepis rasa khawatirnya.
"Waalaikumsalam" jawab seseorang yang membuka pintu.
Betapa terkejutnya Aiza saat melihat orang yang membuka pintu untuknya itu. Bukan umi ayu yang membuka pintu melainkan seseorang dengan wajah tampan nya itu yang membuat Aiza terpesona. Ya orang itu adalah Arkan. Lelaki idaman Aiza.
"Eh Ais. Mari silahkan masuk!" Titah Arkan mempersilahkan Aiza masuk.
Aiza hanya mengangguk. Ia mencoba menghela nafasnya perlahan. Hal itu dia lakukan untuk menghilangkan rasa gugup yang dia rasakan saat setiap kali bertemu dengan Arkan. Aiza merasa kan setiap detik jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.
"Maaf mas, apa umi ada di rumah?" Tanya Aiza
__ADS_1
"Mau bertemu umi?. Kamu duduk dulu aja. Tunggu saya panggilkan umi dulu!" Ucap arkan dan lagi-lagi hanya anggukan kepala yang Aiza berikan, sebagai jawaban dari ucapan Arkan. Sungguh rasa malu dan gugup muncul disetiap berhadapan dengan Arkan.
"Assalamualaikum umi" sapa Aiza saat melihat detangan umi Ayu.
"Waalaikumsalam" jawab umi ayu seraya tersenyum dan duduk di samping Aiza.
"Afwan umi, ada apa umi memanggil Ais datang kesini?" Tanya Aiza
"Begini, Ais taukan kalau umi setiap hari sibuk. Bukan hanya di pesantren, tapi juga di luar pesantren. Jadi bisakah nak Ais menggantikan umi mengajar?. Kamu tau kan kelas yang setiap hari umi ajarkan?"
"Tapi umi, apakah Aiza bisa dan mampu menggantikan umi mengajar di pesantren. Sedangkan Ais juga masih banyak belajar di sini. Ais takut kalau nanti Ais gak sanggup umi!" Ucap Aiza dengan sedih karna dia merasa tidak pantas menerima tawaran dari umi ayu itu.
"Umi tau nak Ais bisa menggantikan umi. Umi tau kalau nak Ais adalah mahasiswi terbaik di kampus, dan nak Ais juga pernah belajar dengan seseorang yang juga lulusan terbaik di kampusnya. Jadi umi yakin kalo nak Ais bisa mengantikan umi. Lagian umi juga sudah yakin dengan keputusan umi ini, dan umi harap nak Ais bisa menerimanya. Ya boleh di bilang umi memaksa kali ini!" Ucap umi ayu yang membuat Aiza kaget dengan apa yang umi ayu katakan. Pasalnya Aiza tidak pernah bilang semua itu kepada umi Ayu. Tapi kenapa umi Ayu bisa mengetahui semua hak itu.
"Da..Dari mana umi tau tentang semua itu?" Tanya Aiza dengan gugup.
"Kedua orang tua nak Ais tang memberitahu semua ini kepada umi saat pertama kali nak Ais datang ke sini!" Jawab umi Ayu.
"Tenang saja, Arkan akan menjelaskan semuanya dan Arkan juga akan menemanimu nanti" ucap umi Ayu yang meyakinkan Aiza untuk menerima tawaran nya tanpa ada rasa keraguan yang dia rasakan.
"Baiklah umi. Ais bersedia" ucap Aiza meskipun masih ada keraguan yang dia rasakan tapi dia tetap menerima apa yang umi ayu minta.
'Bukan tanpa alasan saya menyuruh mu untuk menggantikan saya Ais. Melainkan semua ini adalah permintaan dari anak Arkan. Apa saja yang membuat Arkan bahagia, kenapa aku tidak mengwujudkannya?. Apapun itu pasti saya lakukan selagi saya bisa untuk mengwujudkannya dan melihat Arkan bahagia. Dan saat saya melihat kamu, saya mengingat bagaimana perjuangan saya selama bertahun-tahun untuk mendapatkan cinta dari mas Ahmad dulu. Cinta kadang memang membuat kita tak waras. Tidak peduli santri atau wanita yang liar pada umumnya. Jika itu menyangkut urusan cinta bagiku itu semua sama saja tidak ada bedanya.' ucap umi ayu dalam hatinya
Di sisi lain Arkan yang sedang melihat uminya dan Aiza dari kejauhan hanya tersenyum dan masuk kedalam kamernya. Mengambil buku diary nya dan meulis semua yang dia rasakan.
"Sekenacang apapun ombak menerpa karang tidak akan mengubah posisi karang tersebut. Karang itu tidak akan goyah dan posisinya tidak akan berubah. Begitu lah keadaan ku saat ini meski akan banyak perjuangan dan rintangan yang akan ku alami untuk bisa bersatu dengan mu akan tetap ku usahakan. Aku masih teguh dengan ketetapan yang telah Allah takdirkan. Aku akan sabar menunggu saat takdir mempersatukan kita.
__ADS_1
Hujan adalah bahagia bagiku. Bahagia yang mungkin terdengar sangat sederhana. Bagiku hujan itu indah dan juga hujan itu menyenangkan. Bagiku setiap tetesan air hujan yang turun akan memberikan kehidupan bagi seluruh para makhluk hidup yang ada di bumi. Sama seperti mu yang memberikan semangat baru di hidupku. Kau membuat ku merasa nyaman saat aku berada didekat mu. Tidak perlu banyak bicara, cukup berada disampingmu saja sudah membuat diri ini merasakan kebahagiaan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
Dan aku tidak perlu menunggu malam untuk menjemput mimpi indah ku, karna aku hidup dalam imajinasi ku sendiri. Aku tidak perlu merasakan apa itu kehialang untuk bisa tahu bagaimana rasa kehilangan itu, karna saat aku tidak melihatmu maka aku merasakan apa itu kehialang. Walau aku tahu aku akan melihatmu lagi nantinya. Tapi satu hari saja aku tidak melihatmu aku akan merasakan kehilangan dan semangat ku pun berkurang. Kau memberi arti baru dalam hidupku.
Mencintaimu dan dicintai oleh mu karna Allah insyaallah akan membuat kita bisa merasakan kebahagiaan bersama kelak. Karna Allah telah berjanji melalui insan Rasullullah dengan mereka yang saling mencintai karna allah maka akan beruntunglah kamu karna akan dikumpulkan dengan mereka. Maka aku ingin kau dan aku akan di kumpulkan bersama untuk selamanya.
Ternyata mengendalikan perasaan itu sulit. Perasaan mampu membuat kita merasakan sedih dan senang, yang akan muncul dengan sendirinya secara tiba-tiba. Jika aku mencintaimu tanpa syarat apapun, kenapa aku harus takut dengan semua rintangan yang mungkin datang nantinya.
Yang aku inginkan adalah hidup bersama mu dalam suka maupun dulu yang akan kita lewati kelak. Sungguh aku sangat menantikan dimana waktu yang telah Allah takdirkan akan menyatukan kita dalam berbagai kebahagiaan dan ujian kedepannya. Dimana kita akan saling melengkapi satu sama lain. Berbagi cerita dan kita juga akan membuat cerita baru tentang kita berdua nantinya. Ana antazrik ukhty Aiza Marlina. Aku menunggu waktu yang telah Ditakdirkan untuk kita bersama. ~M.A~
"Semoga apa yang aku lakukan ini akan membuat ku menemukan jawaban yang selama ini masih menjadi teka-teki dalam hidupku." Ucap Arkan seraya menutup dan meletakan buku yang telah usai dia tuliskan tentang semua yang dia rasakan. Setelah menulis arka merebahkan dirinya di atas kasur seraya memandangi langit-langit kamarnya.
"Mas Arkan!" Ucap Faris yang mengagetkan Arkan.
"Astaghfirullah, Faris kamu ini ngagetin aja. Orang tu masuk kamar ucam salam dulu sebelum masuk" ucap Arkan
"Afwan mas. Faris lupa. " Ucap Faris sembari menunjukan dua deretan giginya itu. Atau boleh di bilang cengengesan.
"HM, ada apa kamu ke sini" tanya Arkan.
"Gini mas. Tuh ukhty Ais kenapa ke sini?. Tumben!" Ujar Faris.
"Mau ketemu umi, emang apa urusannya sama kamu?" Jawab Arkan
"Hehe gak ada sih mas. Cuman kali di liat-liat ukhty Ais cantik juga ya mas" ucap Faris yang membuat Arkan sedikit kerasa kesal.
"HM, ada apa kamu nanya gitu. Kamu suka sama Ais?" Tanya Arkan dengan nada suara yang kesal atas pujian yang Faris berikan.
__ADS_1
"Mungkin iya dan mungkin juga gak mas!" Jawab Faris
"Udah-udah. Pergi mas mau istirahat. Gangguin aja" ucap Arkan yang semakin kesal dengan adiknya itu.