
"Makasih lang. Pasti Ais pakai" ucap Aiza kepada Gilang seraya matanya takjup melihat seseorang yang baru saja bilang dia menyukai Aiza waktu di kampus tadi.
"Iya sama-sama Ais. Ya udah mau pulang bareng aku gak?" Tawar Gilang yang mengajak Aiza untuk pulang sama dia
"Maaf, Ais bawa mobil sendiri jadi gak perlu repot. Makasih atas tawarannya" ucap Aiza
"HM, sangat di sayangkan. Ya udah kalo gitu saya pamit duluan dulu ya Ais. Sampai ketemu di kampus besok" ucap Gilang seraya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan mereka.
"Udah deh jangan liat segitunya toh orangnya juga udah gak kelihatan lagi" ucap Ara yang melihat Ais yang melihat kearah Gilang yang sudah keluar dari buruk tersebut
"Eh, gak kok. Ais gak liat gilang. Ais cuman melamun aja tadi" ujar Aiza memberi alasan yang jelas tidak masuk akal bagi para sahabatnya itu.
"Alah, kita juga udah liat kali Ais. Gimana tatapan Lo ke Gilang tadi" ucap Ara
"Iya Ais. Sebenarnya Lo suka sama Aqil atau sama Gilang sih Ais" ujar Winda yang bingung dengan tatapan Ais kepada Gilang tadi
"HM, Ais rasa gak dua-duanya deh" ucap Aiza yang membuat ketiga sahabat nya terkejut.
"Ha.... Maksudnya gimana Ais. Bukannya tadi Lo bilang kalo Lo mau Nerima perjodohan dari kedua orang Lo" ucap Winda yang sangat terkejut dengan apa yang di bilang oleh Aiza.
"Ya kamu gimana sih Ais. Kok jadi bingung gini. Apa ini ada hubungannya dengan sama buku dan saat Ais pergi ke toilet tadi?" Ujar Safa karna sejak kembali tadi Aiza kelihatan begitu aneh. Senyum-senyum sendiri dan merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"HM... Ntah lah Ais bingung. Udh yuk pulang Ais capek pengen istirahat" ucap Aiza mengerlak dari pertanyaan yang diberikan oleh safa.
"Ih, kok cepet benget sih Ais. Baru juga sampai udah pulang aja" ucap Winda
"Ya kalo kalian gak mau pulang ya udah biar Ais pulang duluan. Assalamualaikum" ucap Aiza.
"Ais tunggu" teriak safa yang berhasil membuat Aiza menghentikan langkahnya. Dan Safa pergi ke arahnya.
"Ada saf, Ais pengen pulang Ais cepek. nih. lagian juga bentar lagi Zuhur Ais pengen pulang nih" ucap Aiza yang memberhentikan langkahnya dan melihat ke arah Safa.
"ya gue pulang bareng Lo aja ya. gue juga udah capek pengen istirahat" ujar Safa
"ya udah ayok, kalian berdua beneran gak mau pulang bareng" ucap Aiza yang melihat ke arah Ara dan Winda.
"ya udah kalo gitu kami duluan ya, lain kali pasti kita ke sini lagi bareng. maaf ya Ais mengacaukan rencana kita. assalamualaikum kami pulang duluan ya" ucap Aiza dan di jawab salamnya oleh sahabat nya itu. setelah memberi salam dan mendapatkan jawaban dari Ara dan Winda, Aiza segera pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobil. setelah masuk Aiza segera menjalankan mobil untuk mengantar Safa pulang. di mobil saat perjalanan pulang banyak hal yang Safa tanya tentang sifat Aiza yang tiba-tiba berubah sejak kembali dari toilet. tapi hanya jawaban yang tidak masuk akal yang dia dapat. karna Aiza hanya memberi jawaban bahwa semuanya tidak apa-apa. hanya perasaan Safa aja. padahal semua sahabatnya juga beranggapan gitu. setelah mendapat jawaban yang tidak masuk akal baginya Safa hanya diam. sedangkan Aiza hanyut dalam pikirannya sendiri. pikiran tentang semua kejadian. semua arti dari mimpi dan buku yang dia temukan. dia masih berfikir tentang seseorang yang tidak sengaja dia temui di mall tadi, yakni Arkan. Aiza selalu memikirkan Arkan.
setelah lama di perjalanan Aiza sampai di depan rumah Safa. Safa segera turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Aiza karna telah mengantarnya pulang. setelah mengantar Safa pulang Aiza segera menjalankan mobilnya menuju arah Rumahnya. setelah melewati perjalanan sekitar 10 menit Aiza sampai di rumah. sesampainya di rumah Aiza langsung ke kamarnya. dia langsung mengambil buku diary nya.
'ntah apa arti dari semua ini. sejak aku bertemu denganmu aku menjadi ragu untuk menjawab pertanyaan yang telah lama aku pikirkan jawabannya. padahal aku tidak mengenalmu. ini kali pertama aku merasa ragu dengan jawaban yang akan ku berikan. biasanya aku tidak pernah ragu dengan apa yang telah aku putuskan. tapi kali ini aku benar-benar ragu dengan semua ini. apakah semua ini sebagian dari petunjuk dari Allah?. ntah lah aku juga merasakan sesuatu yang aneh sejak bertemu denganmu. padahal aku belum pernah merasakan hal itu terhadap siapa pun termasuk bang Aqil. aku memang merasa nyaman di saat dekat dengannya tapi ntahlah kalo dengan mu rasanya ada sesuatu yang aneh yang ku rasakan. aku berharap kita masih bisa bertemu. mas Arkan, semoga emang benar engkau yang telah Allah takdirkan untukku. semoga perasaan yang ku rasakan ini kau juga merasakannya. sejak bertemu dengan mu tadi aku merasa ada suatu getaran aneh yang kurasakan. semoga ini bukan hasutan dari syaitan yang hanya membuat ku berdosa. jika kita berjodoh semoga Allah mempersatukan kita dalam suatu ikatan yang halal mas. mas Arkan disini Aiza menunggu mu mas. akan Aiza cari tau tentang semua tanda-tanda yang telah Allah berikan kepada Aiza mas. ana antazrik mas Arkan. ~M.A~
"mas Arkan,semoga engkau benar-benar jodoh yang dikirimkan oleh Allah SWT untuk ku" ucap Aiza yang menutup buku diary-nya dan mengambil buku yang dia sangka dan emang bener buku itu milik Arkan yang tertinggal saat terjatuh di mall tadi.
__ADS_1
Aiza membaca isi buku itu. sampai akhirnya Aiza mendengar azan berkumandang. setelah mendengar azan Aiza segera membersihkan diri dan mengambil air wudhu. setelah mengambil air wudhu Aiza segera melaksanakan shalat Zuhur. setelah melaksanakan shalat Zuhur Aiza juga tak lupa berdoa untuk kebaikan dan keputusan yang akan dia ambil hari ini. baginya ini adalah keputusan terbesar dalam hidupnya. setelah berdoa Aiza segera merapikan mukenah dan sajadahnya. Aiza segera pergi ke ruang keluarga untuk bertemu dengan Aqil. ya setiap hari setelah melaksanakan shalat Zuhur Aiza selalu menyetor hafalannya kepada Aqil. sesuai dengan perjanjian yang telah Aiza dan Aqil tetapkan sebelum memulai mengajar Aiza dulu. setelah mendengar Aiza melantunkan ayat suci yang di hafalnya. Aqil juga tidak lupa mengajarkan hal-hal yang ingin Aiza tahu.
"seperti Ais sudah banyak belajar dari apa yang ana sampaikan, dan bacaan Ais juga bagus. semakin hari semakin baik" ucap Aqil yang memuji bacaan Aiza. ya memang semakin hari Aiza semakin baik dalam menghafal dan dia juga belajar sangat keras, supaya dia bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"terimakasih kak. ini juga berkat kak Aqil yang selalu mengajar Ais, dan kak Aqil juga sabar dalam mengajar Ais. sekali lagi terima kasih kak" ucap Aiza kepada Aqil.
"Na'am. ana juga ingin bilang semalam Abi menelfon dan beliau meminta ana untuk datang ke pesantren besok. karna di pesantren banyak kegiatan. dan juga kekurangan tenaga pengajar di sana. jadi mungkin hari ini adalah hari terakhir ana di sini" ucap Aqil kepada Aiza.
"ya udah gak papa kak, Ais juga ingin sekali bisa belajar di pesantren. tapi Ais izin dulu ke ayah sama bunda nanti" ucap Aiza yang mengutarakan keinginannya Kepada Aqil.
"bagus kalau begitu kenapa gak bareng sama ana ke pesantren nya. Aiza juga bisa menjadi salah satu abdian di sana nanti. " ujar Aqil memberi saran kepada Aiza.
"maaf kak, tapi Ais ingin di pesantren yang ada di Bandung. kalo gak salah nama pesantrennya adalah pesantren Nurul hikmah" ucap Aiza dengan suara yang agak sedih karna tidak enak menolak tawaran dari Aqil. tapi dia benar-benar ingin mengabdi di pesantren yang ada di Bandung tersebut.
"bagus, gak papa. senyamannya Ais saja. yang penting ilmu yang ana ajarkan bisa bermanfaat. lagi pula ana kenal dengan salah satu ustadz di sana. dia teman ana waktu kuliah dulu." jelas Aqil kepada Aiza.
"owh ya kak. bagus lah kalo gitu. nanti boleh ya ais minta no hp nya teman kak itu" ucap Aiza semangat.
"Na'am. tentu saja. nanti ana berikan" ucap Aqil yang merasa heran dengan tingkah Aiza yang berubah menjadi semangat jika membahas tentang pesantren Nurul hikmah tersebut. tapi dia tidak terlalu menghiraukan perubahan sifat Aiza tersebut karna baginya mungkin itu hanya sebuah semangat baru untuk memulai hari-hari Aiza yang lebih baik lagi.
"terimakasih kak Aqil. ya udah kak Aqil udah makan. kita makan dulu yuk. Ais lapar tapi tidak ingin makan sendirian. kak Aqil temenin ya sekalian kak Aqil makan. kak Aqil juga belum makan kan" ucap Aiza
__ADS_1
"duluan. ana akan menyusul setelah merapikan ini" ucap Aqil
"gak usah kak. nanti biar buk Inah yang beresin. Ais udah laper. yok kak. pokoknya Ais gak mau ada penolakan dari kak Aqil. titik" ucap Aiza yang memaksakan kehendak kepada Aqil. tapi Aqil malah tertawa melihat tingkah Aiza yang memaksanya itu. ya terpaksa Aqil menuruti keinginan Aiza.