Ana Antazrik

Ana Antazrik
part 02


__ADS_3

Pagi ini adalah pagi yang cerah dan semua terlihat begitu indah. Hari ini adalah hari dimana Aiza akan menjawab tentang perjodohan dari kedua orang tuanya. Pagi ini Aiza segera menemui kedua orang tuanya untuk memberi jawaban tapi Aiza tidak menemukan orang tuanya dimana pun.


"Bik, bunda kemana ya" ucap Aiza yang berada di dapur untuk bertanya kepada bik Inah.


"Tadi ibuk pagi-pagi keluar non, waktu non Ais sholat. Ibuk bilang dia pulangnya agak malam non. Ada kerjaan penting kata ibuk tadi non." Jawab bik Inah


"Oh gitu ya bik. Ya udah deh Ais mau keluar dulu mau kuliah. Nanti bilang sama bunda sama kak Iqbal kalo Ais ada jadwal kuliah pagi jadi gak usah di antar sama kak Iqbal. Tolong bilangin ya bik." Ucap Aiza


"Iya non, nanti bibik sampaikan" ujar bik Inah.


"Ya udah makasih ya bik, Ais berangkat dulu takut telat. Assalamualaikum buk." Ujar Aiza.


"Waalaikumsalam, hati-hati ya non" ucap bik Inah.


Setelah itu Aiza segera pergidari dapur dan bersiap untuk berangkat kuliah. Sebenarnya dia tidak ada jadwal kuliah pagi. Aiza hanya ingin menyetir sendiri pagi ini. Biasanya kalo Aiza pergi kuliah dia selalu diantar oleh iqbal. Dan pulang selaku di jemput. Aiza sebenarnya bisa menyetir mobil sendiri tapi kalo untuk pergi kuliah selaku saja dilarang untuk membawa mobil sendiri. Aiza hanya sesekali di izinkan untuk menyetir mobil sendiri.


Setelah sampai di kampus Aiza segera menemui sahabatnya. Aiza sudah menelfon semua sahabatnya untuk berangkat pagi ke kampus walaupun gak ada jadwal kuliah pagi ini. Di kampus Aiza tidak sengaja menabrak seseorang saat berjalan menuju kantin kampus.


"Maaf, saya tidak sengaja" ucap Aiza gang mengakui kesalahannya


"Eh, Lo itu gimana sih. Kalo jalan tuh pakai mata jangan nabrak orang."ucap Fani. Fani adalah mahasiswa satu angkatan dengan Aiza. Mereka juga satu jurusan. Tapi ntah kenapa Fani sama sekali tidak menyukai Aiza. Dari dulu sampai sekarang dia sangat ingin membuat Aiza celaka.


"Ya kan saya udah minta maaf, saya tau saya salah." Ucap Aiza yang tidak mau melawan karna itu memang salahnya.


"Emang kalo Lo minta maaf bisa buat Lo gak jadi nambrak gue. Lo tuh kalo punya mata di pakek jangan di tinggal. Atau jangan jangan Lo lagi ngelamun sambil jalan ya makanya gak liat gue yang lagi jalan. Lo itu kalo gak pantes pakek jilbab. Mending di bukak aja. Lo tuh suka benget ya cari perhatian para cowok di kampus ini" ujar fani. "Oh ya, gue lupa Lo pakai jilbab kan cuman buat ketenaran dan cari perhatian cowok cowok. Lo tuh mending lepas aja tuh jilbab. Kasian di pakai sama orang kaya Lo" tambah Fani seraya tangannya ingin membuka jilbab yang di pakai Aiza. Tiba-tiba saja ada seseorang yang ntah datang dari mana. Dia langsung mencegah apa yang dilakukan oleh Fani.


"Eh, Lo apa-apaan sih. Bisa gak jangan gangguin Ais. Dia kan tadi juga udah minta maaf. Kenapa Lo malah memperpanjang masalah sih" ucap Gilang. Gilang adalah laki-laki yang paling tampan di kampus itu. Banyak kaum wanita yang sangat mengagumi Gilang. Tapi Gilang tidak pernah menyukai mereka. Gilang terkenal sebagai cowok yang tampan dan dingin kepada semua cewek. Tapi beda halnya dengan sifat di kepada Aiza.


"Lo ya, awas aja. Tunggu pembalasan gue" ujar fani seraya pergi meninggalkan kedua orang tersebut.


"Kamu gak papa Ais" ucap Gilang khawatir dengan keadaan Aiza.


"Iya, saya tidak apa-apa. Makasih ya udah nolongin Ais. Ais permisi kekantin dulu gak enak nanti di lihat orang kalo kita berdua sini." Ucap Ais. Sembari memutar langkahnya untuk berjalan menuju kantin kampus.


"Tunggu Ais. Aku ingin bicara sesuatu Ais. Aku tuh sebenarnya suka sama kamu Ais. Mau gak kamu jadi pacar ku Ais. Aku udh lama suka sama kamu Ais" Ucap Gilang yang memberhentikan langkah Aiza.


"Maaf kak Gilang, Ais gak mau pacaran. Ais cuman ingin kalo ada yang benar-benar suka sama Ais langsung bilang ke ayah aja. Karna sampai sekarang Ais masih milik ayah dan bunda Ais. Makanya Ais gak mau buat ayah sama bunda Ais kecewa karna pacaran. Maaf sekali lagi. Ais tinggal dulu assalamualaikum" ucap Aiza pergi meninggalkan Giang


"Waalaikumsalam. Tunggu Ais nanti malam aku akan pergi kerumah mu." Ucap Giang yang berteriak supaya Aiza mendengar apa yang dikatan olehnya tadi.


Setelah berjalan sekitar empat menit sampai lah Aiza di Kantin kampus. Aiza melihat dimana sahabatnya itu. Aiza mencari keberadaan sahabatnya. Karna mereka bilang kalo mereka udah nungguin Aiza di Kantin kampus. Setelah lama melihat ke kiri dan kekanan mencari sahabatnya itu. Aiza berhasil menemukan mereka yang duduk di pojok. Mereka sering duduk di situ karna tempatnya yang adem dan lebih tidak terdengar jika ada yang ribut-ribut.


"Assalamualaikum sahabat Ais paling cantik" ucap Aiza kepada sahabatnya itu.


"Waalaikumsalam. " Jawab mereka bersamaan.


"Kok lama banget sih Ais. Kita udah lama dari tadi di sini" ucap Safa


"Maaf tadi ada masalah dikit. Jadi ya kalian tau lah" ucap Aiza.


".pasti si Fani lagi ya kan" ucap Winda yang hanya di anggukan oleh Aiza." Kenapa ih dia selalu gangguin Lo. Gak ada kapok-kapoknya tuh anak gangguin Lo ya ais. Tambah Winda


"Ntah lah, Ais juga gak tau. Lagian juga gak penting. Ada sesuatu yang penting yang ingin Ais sampaikan." Ucap Aiza yang tidak ingin sahabat nya itu terlalu kesal kepada Fani. Mereka selaku bertengkar setiap bertemu Fani. Ya itu karna Fani selalu saja mencari masalah dengan Aiza maupun ketiga sahabat Aiza.


"Hal penting apa sih Ais?" Ucap Safa


"Iya Ais mau kasih tau apa?, Cepetan kita kepo nih!" ujar ara


"Ya gimana Ais mau kasih tau, kalian ngomong aja dari tadi. Makanya kalian itu diam dulu. Supaya Ais bicara dia mau ngomong apa!" Ucap Winda kesal karna dia sudah penasaran apa yang akan di katakan oleh Aiza tapi ya,,,, sahabatnya itu malah nanya yang gak penting.


"Jadi. Ais mau minta Pendapat kalian. Tentang mimpi Ais tang tadi malam. Ais mimpi bertemu seseorang yang mengatakan ana antazrik. Sedangkan arti dari ana antazrik itu saya menunggu. Tapi Ais malam ini akan menjawab tentang perjodohan Ais sama kak Aqil. Ais jadi bingung. Jadi menurut kalian gimana Ais terima atau Ais tolak?" Ucap Aiza yang melihat kearah sahabatnya itu.


"Apa, emang sejak kapan Lo di jodohin sama Aqil?" Ucap Safa yang terkejut dengan pengakuan Aiza yang mengatakan kalo dia mau di jodohkan dengan Aqil.

__ADS_1


"Ya pas, hari ulang tahunku yang ke 19 tahun kemaren. Waktu kalian kerumah. Maaf Ais gak kasih tau kalian. Ais masih bingung kemaren." Ujar Aiza seraya meminta maaf karna tidak memberi tahu kepada sahabatnya itu tentang perjodohan waktu itu.


"Ya menurut gue ya, Aqil itu cowok sama Lo. Sama berakhlak mulia. Aqil juga tampan orangnya. Ih kalo gue yang di jodohin sama Aqil gue mah langsung Nerima gak nolak lagi" ucap Winda.


"Ya benar benget tuh, kalo kita jadi Lo kita bakal langsung Nerima Siapa sih yang mau nolak cowok kayak Aqil. Yang ganteng uh....... Idaman benget deh pokoknya" ucap Ara mendukung apa yang dikatakan oleh Winda.


"Tapi Ais masih bingung arti dari mimpi Ais.!" Ucap Aiza yang masih merasa bingung dengan semua tanda-tanda yang di berikan oleh Allah dalam mimpinya setelah dia melaksanakan shalat istikharah.


"Ye ketimbang mimpi aja masih Lo peduliin. Mimpi itu bunga tidur Ais jadi gak usah ambil pusing deh, mending Lo terima aja perjodohan itu. Rugi Lo kalo nolak" ucap Safa


"Gimana ya, kemaren Ais sempat nanya sama bang Aqil tentang arti mimpi yang Ais ceraikan pada kalian. Tapi Ais cuman bilang kalo Ais mimpi ada seseorang yang mengirim pesan ke hp Ais yang tulisannya ana antazrik. Ais gak jujur, Ais gak bilang yang sebenarnya sama bg Aqil tentang mimpi itu. Ais sudah pernah melihat inisial yang ada di setiap buku yang di pegang oleh orangitu dan inisial nya adalag M.A. Ais mimpi setiap kali sesudah Ais melaksanakan shalat istikharah. Dan kata bang Aqil mimpi itu adalah petunjuk dari Allah SWT. Makanya Ais bingung" ucap Ais menjelaskan semua yang ada di mimpinya itu.


"Dan Lo percaya apa yang Aqil bilang.?" Tanya Ara kepada Aiza


"Iya Ais percaya. Ais juga selama ini selalu browsing di internet tentang itu. Dan apa yang di internet sama apa yang bang Aqil bilang sama artinya. HM.... Makanya Ais minta Pendapat kalian" ujar Aiza


"Tunggu deh. Klo benar apa yang Lo bilang barusan. Apa Lo pernah liat inisial itu di bukunya Aqil" ucap Safa dan Aiza sedang berfikir tentang apa yang di katakan oleh Safa tadi.


"Ya Ais ingat, Ais pernah liat inisial itu di salah satu bukunya bang Aqil." Ucap Aiza yang sudah mengingat kalo dia pernah melihat buku yang terdapat inisial M.A itu. Saat itu Aiza sedang memanggil Aqil untuk sarapan. Dan saat itu lah Ais melihat yang di pegang oleh Aqil yang ada inisial M.A nya.


"Nah jadi benar dong. Jawaban dari dari istikharah Lo adalah Aqil. Buktinya kan juga udah ada jadi apa lagi yang Lo bingung Ais" ujar Safa


"Iya nih, gimana sih Lo Ais. Orang buktinya udah ada kok masih bingung aja mending Lo terima aja Aqil jadi suami Lo. Rugi nolak. Zaman sekarang susah mau cari yang kayak gitu" ucap winda.


"Nah benar tuh" ucap Safa dan Ara secara bersamaan.


'sebenarnya gue juga suka Ais, sama mas Aqil. Cuman gue gak seberuntung Lo yang dijodohin sama mas Aqil. Sebenarnya gue iri Ais jadi Lo. Kenapa mas Aqil mau di jodohkan dengan Lo. Kenapa mas Aqil gak nolak, seharusnya mas Aqil nolak Ais untuk dijodohin Samo Lo. Jujur bagaimana pun caranya gue bapak rebut mas Aqil dari Lo Ais. Gue gak bakal rela kalo sampe Lo yang nikah masa mas Aqil. Seharusnya gue Ais yang jadi istri mas Aqil. Lo selalu di kejar banyak cwok di kampus, dan semua cowok di kampus yang gue suka pasti lebih suka sama Lo Ais. Kali ini gue ga bakal rela kalo mas Aqil jadi milik Lo Ais. Mas Aqil adalah milik gue dan akan selalu begitu" ucap seorang sahabat Aiza dalam hatinya yang juga menyukai Aqil sejak bertemu di rumah Aiza untuk pertama kalinya.


"Ya udah malam nanti insyaallah Ais akan jawab semuanya sama ayah dan bunda. Makasih ya kalian memang sahabat baik Ais. Ais bersyukur bisa bertemu kalian. Semoga kita tetap kayak gini sampai kapanpun." Ucap Aiza yang senang mendapatkan sahabat yang baik, Aiza juga memegang tangan ketiga sahabatnya itu saat mengucapkan betapa bersyukurnya dia mendapatkan sahabat yang baik.


"Ya udah yuk kita ke mall. Gue pengen refreshing bentar, capek nih." Ajak Safa karna akhir-akhir ini mereka hanya pergi dan langsung pulang dari kampus. Padahal biasa mereka ngumpul-ngumpul dulu di mall atau di cafe. Ya pastinya setelah Aiza melaksanakan sholatnya.


"Tapi bentar lagi bukannya kita ada jam kuliah sama pak Rama ya" ucap Aiza


"Ha. Serius kapan? kok Ais gak tau?. Padahal dari tadi Ais megang hp Lo" ujar Aiza.


"Ya waktu kamu baru datang tadi Ais. Mungkin pas kamu lagi ketemu sama nenek sihir itu deh" ucap Safa.


"Ya mungkin sih. Ya udah yok kita berangkat. Kalian pada bawa mobil sendiri atau di antar?" Ucap Aiza


"Kita di antar sama sopir tadi. Maklumlah orang tua gue lagi gak ngebolehin bawa mobil sendiri nih. Emang Lo nyetir sendiri tadi Ais?" Ujar Winda.


"Iya Ais nyetir sendiri tadi. Jadi kita pakek itu aja ya tapi kalian yang bawa. Ais lagi males" ucap Aiza kepada sahabatnya itu.


"Itu mah Lo tenang aja ntar kan ada Ara yang nyetir. Iya kan Ra" ucap Winda yang membuat Ara menatap mereka terkejut. Karna Ara sejak tadi kebanyakan melamun.


"Eh.. iya ayok kita pergi. Tapi tunggu tadi kita mau kemana?" Ucap Ara yang gak tau ketiga sahabatnya mau pergi kemana. Ara asalan menjawab saja.


"Ih, gimana sih kamu Ra, kita mau ke mall kamu mau ikut gak. Kalo mau kita perginya sama Aiza tapi Ara yang nyetir. Gimana sih. Makanya jangan kebanyakan ngelamun ntar kesambet Lo." Ucap Safa


"Iya ayok. Tadi gue lagi gak fokus aja." Ucap Ara


"Ya nih, Lo lagi mikirin apa sih Ra" ujar Winda


"Gak, gak lagi mikir apa-apa. Ya udah yok katanya mau ke mall ntar keburu Zuhur kan Ais nya gak bisa Lo" ucap Ara yang memberi alasan karna dia tidak mau kalo sampai sahabatnya tau tentang yang dia fikirkan.


Setelah itu mereka segera pergi ketempat tujuan. Ketempat biasa mereka sering menghabiskan waktu. Biasanya mereka selalu pergi ke mall waktu liburan dan setiap pulang ngampus. Setelah sampai di mall mereka segera pegi menuju tempat membeli baju.


"Eh kalian duluan aja ya, Ais mau ke toilet dulu" ucap Aiza dan hanya di anggukan eleh temannya itu. Aiza segera pergi ke toilet. Tapi saat dijalan tidak sengaja Aiza menabrak seseorang.


"Maaf Ais gak sengaja" ucap Ais


"Na'am mbak." Ucap seseorang itu seraya mengambil buku-bukunya yang jatuh karna tertabrak tadi. Aiza juga membantunyaa untuk mengambil buku yang berserakan itu. Tapi Aiza tidak sengaja melihat tulisan yang ada di buku itu.

__ADS_1


"Maaf, Ais boleh nanya sesuatu" ucap Aiza setelah melihat tulisan yang berada di buku.


"HM, boleh mau nanya apa?". Ucap seseorang itu


"Sebelumnya maaf jika Ais lancang. Ais tidak sengaja lihat di buku mas ada tulisan ana antazrik M.A. Ais cuman penasaran dengan kata itu" ucap Aiza


"Ana antazrik itu artinya saya menunggu. Dan M.A itu adalah nama saya Muhammad Arkan" ucap laki-laki yang bernama Arkan itu.


"Oh seperti ini. Mas mau kemana kok kelihatanya terburu-buru dan mas juga banyak membawa buku untuk apa semua itu." Ucap Aiza


"Ana mau pergi ke pesantren yang berada di Bandung. Ana adalah salah satu ustadz yang mengajar di sana, dan buku ini semua adalah untuk mereka belajar. Dan buku yang bertuliskan itu tadi. Ana emang sering membawanya jika ana berpergian jauh." Ujar Arkan.


Arkan berasal dari Bandung. Dia lahir dan besar di Bandung. Arkan adalah laki-laki yang banyak di kagumi oleh para santriwati di pesantren tersebut. Karna arkan ganteng dan berakhlak mulia. Arkan juga anak dari pemilik pesantren tersebut. Sebuah pesantren di Bandung yang bernama pesantren Nurul hikmah. Pesantren Nurul hikmah adalah sebuah pesantren yang sangat besar. Mulai dari TK, SD, sampai ke jenjang perkuliahan juga bisa di pesantren tersebut. Banyak para santriwati dan santriwan yang mengasikan dirinya disana. Ya setelah lulus langsung mengajar di pesantren tersebut.


"Maaf ya. HM perkenalkan nama saya Aiza bisa di panggil Ais." Ucap Aiza memperkenalkan dirinya.


"Afwan mbak Ais. Saya terburu-buru jika boleh saya awalan dulu. Assalamualaikum" ucap Arkan.


"Tunggu, bolehkan Ais. Mengajar dan belajar di pesantren yang mas Arkan ajarkan itu" ucap Aiza yang menghentikan langkah kaki yang yang ingin pergi.


"Tentu boleh, silakan datang ke pesantren Nurul hikmah yang berada di Bandung. Nanti langsung ketemu sama Abi. Bilang saja sama Abi kalo mbak Ais adalah teman Gus Arkan. Karna di pondok ana bisa di panggil seperti itu. Ya sudah ana Awalan dulu. Assalamualaikum" ucap Arkan


"Waalaikumsalam" jawab Aiza dan mereka segera pergi meninggalkan tempat itu. Aiza pergi ke toilet karna itu memang tujuannya tadi, sebelum kejadian yang tidak di sengaja itu. Tapi sebelum pergi Aiza melihat ada salah satu buku Arkan yang masih tertinggal. Karna buku itu terjatuh agak jauh dari pandangan mereka jadi Aiza tidak sengaja melihat dan langsung mengambil buku itu.


"Ya ampun, ini kan bukunya mas Arkan tadi. Ya sudah lah kapan bertemu lagi akan Ais pulangkan." Ucap Aiza berbicara dengan dirinya sendiri. Setelah itu Aiza langsung pergi ke toilet.


Sedangkan di sisi lain, Arkan sedang berjalan di tengah keramaian. Arkan menuju parkiran karna disana telah ada yang menunggunya. Arkan berjalan dengan terburu-buru dengan kedua tangannya memegang banyak buku dan kitab untuk para santriwan dan santriwati.


"Assalamualaikum Abi. Tadi Arkan beli buku bi. Jadi lama. Afwan ya Bi udah buat Abi nunggu lama" ucap Arkan seraya masuk kedalam mobil.


" Waalaikumsalam, gak papa. Ya udah gak ada yang tinggal lagi kan. Kita langsung pulang ke pesantren" ucap Abi kepada Arkan.


"Na'am bi" ucap Arkan.


Setelah itu segeralah Abi dan Arkan melajukan mobilnya ke arah Bandung untuk menuju pesantren. Di dalam mobil Arkan tiba-tiba baru menyadari tentang mata dan suara yang ada di mimpinya.


"Bi, boleh Arkan minta sesuatu?" Tanya Arkan dengan ragu kepada Abi nya itu.


"Na'am nak, mau nanya minta apa selagi Abi bisa mengwujudkannya akan Abi usahakan" ucap Abi.


"Jadi gini bi, tadi Arkan bertemu seorang ukhty yang tidak sengaja menabrak Arkan waktu di mall tadi. Ukhty itu bilang kalo dia akan ke pesantren untuk belajar dan mengabdi untuk sementara waktu di pesantren. Arkan mau Abi mengizinkannya ya Bi" ucap Arkan yang menjelaskan pertemuannya dengan Aiza.


"Na'am, akan Abi wujudkan. Apa anak Abi mengagumi gadis itu. Karna setau abi anak Abi ini jarang sekali mau berbicara dengan kaum hawa. Kecuali ada hal yang penting, dan sekarang anak Abi minta sesuatu kepada Abi. Itupun bukan untuknya tapi untuk seorang gadis itu." Ucap Abi menggoda anaknya itu. Karna memang Arkan tidak mau berbicara hal-hal yang tidak penting dengan kaum hawa, kecuali umi dan adiknya.


"Ntah lah bi, Arkan sendiri bingung. Akan baru bertemu dengan ukhty Ais. Tapi suaranya seakan-akan begitu familiar di telinga Arkan bi. Dan juga tadi Arkan gak sengaja melihat cincin tang di pakai oleh Ais bi. Seakan-akan arkan sudah sering melihat itu. Jadi itulah yang membuat Arkan bingung Bi" ucap arkan kepada abinya. Karna akan seseorang yang sangat terbuka dengan kedua orang tuanya. Bahkan apa yang dia alami dia juga sering bercerita dengan kedua orang tuanya. Tapi Arkan lebih sering meminta bantuan kepada uminya. Ntah apa alasannya yang jelas setiap dia menginginkan sesuatu pasti dia minta kepada uminya terlebih dahulu.


"Abi rasa Arkan tau jawabannya. Hanya perlu lebih di tingkat lagi supaya Arkan lebih yakin jika itu memang ketetapan dari Allah SWT" ujar Abi yang sudah tau maksud dari perkataan Arkan.


"Na'am bi. Makasih karna udah mau bantu Arkan" ucap Arkan yang senang karna permintaan nya di kabulkan oleh abinya


Sementara di tempat lain. Aiza sedang bersama temannya di sebuah butik yang ada di dalam mall tersebut. Mereka sedang memilih pakaian yang cocok untuk mereka.


"HM, menurut kalian Ais pilih yang mana ya... Yang di tangan kiri Ais atau yang ada di tangan kiri Ais." Ucap Aiza kepada sahabatnya untuk meminta pendapat mereka.


"Yang kiri lebih bagus Ais" ucap Safa


"Gak, yang kanan lebih bagus. Warnanya lebih kalem sama kayak Ais. Yang kanan aja Ais" ujar winda memberi pendapat nya.


"Kiri win, udah tau lebih cantik" ucap Safa yang gak mau kalah


"Gak kanan lebih cocok" ucap winda.


"Udah yang ini aja lebih cocok, mbak beli yang ini ya" ucap seorang yang membuat mereka terkejut. "

__ADS_1


__ADS_2