
Detak jantung yang dirasakan sangat cepat tidak seperti biasanya. Jantungnya merasakan mendadak panas dan berdetak kencang itu harus dia tenangkan.
"Ya Allah perasaan apa ini? Mata Aiza sangat tidak asing bagiku. Mata yang begitu teduh itu membuat ku merasakan sesuatu kenyamanan tersendiri saat aku memandang nya. Apa benar Aiza adalah seseorang yang engkau takdirkan untukku?. Ya Allah aku tau engkau Maha mengetahui, maka dari itu aku meminta kepadamu supaya engkau menunjukkan bahwa yang ku rasakan dan yang ku fikirkan ini benar!. Semuanya aku pasrah padamu ya Allah." Tulis Arkan dalam buku diary nya.
Setelah pergi dari kantor pesantren dan pergi ke sebuah danau yang ada di pesantren tersebut. Arkan sering ke sana kalo dia sedang sedih atau pusing dengan pekerjaan nya. Danau itu menjadi tempat favorit Arkan untuk menenangkan dirinya.
Sedangkan di tempat lain Aiza telah berbaur dengan baik, dengan semua para ustazah yang berada di kantor pesantren tersebut. Di saat Aiza sedang asik berbincang-bincang dengan oara ustazah yang beradu disitu, terdengar suara seseorang yang memanggil dan menghampiri Aiza.
"Assalamualaikum.." ucap umi Ayu
"Waalaikumsalam umi" jawab mereka secara bersamaan.
"Aiza, boleh umi bicara dengan kamu sebentar?" Tanya umi ayu.
"Ya umi, ada apa?" Ujar Aiza.
"Bagaimana kalau kamu mulai hari ini aja masuk pesantren?, Mulai hari ini kamu akan tinggal di pesantren ini!. Ucap umi Ayu kepada Aiza.
"Apa boleh umi?" Tanya Aiza ragu.
"Tentu saja boleh. Tadi umi juga sudah menanyakan hal ini kepada kedua orang tua mu. Mereka juga setuju dengan saran dari umi" jelas umi ayu kepada Aiza.
"Baiklah umi, Ais setuju. Tapi semua pakaian Ais masih di mobil ayah!" Ucap Aiza.
__ADS_1
"Tenang saja. Tadi umi sudah menurunkan pakaian nak Ais. Karna ayah nak Ais mendapatkan panggilan dari rekan bisnisnya dan mereka ada urusan yang sangat penting sehingga mereka tidak sempat memberi tahu nak Ais bahwa mereka udah pulang"
"HM, ya udah mi gak papa" jawab Aiza. Ada rasa kecewa yang dia rasakan saat mendengar apa yang umi ayu bilang. Tapi ada juga rasa bahagia karna mulai hari ini dia akan sering melihat Arkan.
"Ya sudah kalau begitu nak Ais bisa masuk dan melihat kamar yang akan nak Ais tempati. Nanti ustazah Sofi yang akan mengantarkan nak Ais ke kamar kalian, ya kalian akan menjadi teman sekamar nantinya. Oh ya pakaian nak Ais nanti umi minta Arkan yang mengantarkannya ke kamar nak Ais. " Ujar umi ayu.
"Ya terimakasih umi" ucap Aiza.
"HM, yaudah tuh kamu bisa ikut Sofi nanti dia yang akan menunjukkan tempat. Sekalian kamu istirahat. Nak Ais pasti capek habis perjalanan jauh tadi. Semoga nak Ais betah dan tidak ada masalah nantinya selama nak Ais berada di pesantren ini" ucap umi Ayu dengan memberi senyumannya.
"Ya umi" jawab Aiza.
"Ya udah mari Ais. Sofi antar. Kami awalan umi assalamualaikum" ucap Sofi dan di jawab oleh umi ayu.
Setelah memberi salam dan mendapatkan jawbanya, Aiza dan Sofi pergi meninggalkan kantor pesantren. Aiza dan Sofi berjalan menuju kamar yang akan mereka tempati bersama nantinya. Setelah berjalan sekitar dua menit akhirnya mereka sampai di kamar yang dimaksud oleh umi ayu tadinya.
"Wah cukup besar ya. HM apakah di sini kita hanya berdua atau masih ada ustazah yang lain yang juga tinggal di sini?" Tanya Aiza. Karna dia melihat ada beberapa kasur dan lemari yang berada di kamar itu. Ya fikirnya tidak mungkin kalo hanya Sofi yang berada di sini sendirian.
"Na'am. Disini kita ada bertiga sebelumnya , ada aku, Ratna dan Tasya. Dan sekarang bertambah menjadi empat orang yaitu Ais" jawab Sofi seraya tersenyum ke arah Aiza.
"Oh, berati rame dong. Oh ya mereka berdua sekarang dimana?" Tanya Aiza.
"Ya mereka mengajar sekarang. Karna beda tingakatan jenjang pendidikan. Maa mereka pulang lebih lama dari Sofi. Ya katanya sih sama aja kayak tingkatan SMP. Tapi Sofi juga kurang tau, karna Sofi juga baru di sini.!" Ujar Sofi
__ADS_1
Disaat tengah asik mengobrol tentang pengalaman Sofi selama berada di pesantren. Tiba-tiba ada seseorang yang mengucapkan salam dari luar kamar mereka.
"Assalamualaikum" ucap Arkan
"Waalaikumsalam" jawab mereka secara bersamaan
"Ini tadi ana di suruh umi buat antar ini ke sini. Katanya ini milik ukhty Aiza." Ucap Arkan seraya meletakan barang bawaannya di dekat Aiza.
"HM.. makasih mas. Maaf udah merepotkan mas Arkan untuk membawakan barang bawaan Ais dari rumah tadi" ucap Aiza yang meresa tidak enak hati kepada Arkan.
"Na'am gak papa. Ya sudah ana permisi dulu. Assalamualaikum" ucap arkandan di jawab oleh Aiza dan Sofi. Setelah itu Arkan segera pergi dari tempat itu.
Setelah kepergian Arkan tadi. Aiza segera merapikan pakaian di dalam lemari yang sudah disediakan dikamar itu, Sofi juga membatu Aiza tentunya. Setelah selesai membereskan barang bawaannya mereka beristirahat. Saat istirahat tiba-tiba Ratna dan Tasya masuk. Mereka akhirnya berkenalan satu sama lain.
hari-hari berlalu. Aiza mereda betah berada di pesantren tersebut. tidak ada rasa penyesalan karna waktu itu dia mengambil keputusan untuk mengabdi di pesantren itu sangat terburu-buru, malahan Aiza merasa sangat bahagia. rasa khawatir yang dulu dia rasakan karna merasa bakal tidak sanggup untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru itu seraya tidak pernah dia rasakan. kini nyatanya kini dia sangat betah bahkan sangat betah berada di sini. Aiza memiliki sahabat baru dan juga bisa melihat Arkan setiap hari. karna Aiza dan Arkan mengajar di tempat yang sama jadi mereka lebih sering bertemu.
angin yang sejuk menerpa wajah Aiza. mengingatkan bagaimana kehidupan nya yang tidak beruntung dalam hal cinta. ya walaupun dia setiap hari melihat Arkan. mereka seperti seseorang yang tidak saling mengenal. mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Aiza hanya bisa diam tanpa mengatakan sesuatu yang menjadi tujuan awalnya berada di pesantren ini. Aiza membuka buku diary nya dan mulai mengungkap isi hatinya di buku tersebut.
"cinta dalam diam merupakan perasaan yang begitu mendalam. hal ini cukup sering terjadi pada pria maupun wanita. berbagai perasaan yang tersimpan di dalam hati ini tidak dapat tersampaikan karna ada berbagai kondisi yang memaksa seseorang untuk mengambil tindakan untuk menyembunyikan rasa cintanya itu.
cinta memang terkadang suling untuk diungkapkan dan tidak dapat dipaksa . beberapa alasan membuat seseorang memendam perasaan yang dia rasakan tersebut. meski berat dan terkadang membuat seseorang merasa sedih, namun mereka tetap lebih memilih memendam perasaan nya tersebut. mungkin karna takut ada penolakan yang akan membuat rasa yang lebih sakit lagi nantinya.
kata-kata ' cinta dalam diam' merupakan perasaan yang harus dipendam tanpa harus diutarakan. hal itu tentunya bisa menimbulkan rasa sakit dan sedih yang teramat dalam, terlepas dari apapun alasannya. tentu perasaan ini cukup sulit untuk dijalani karna selalu ada rasa takut dalam bertindak apapun yang ingin dilakukan.
__ADS_1
sudah sejatinya naluri manusia mempunyai perasaan cinta. datangnya perasaan cinta pun terkadang tak disangka. terkadang ada seseorang yang merasakan cinta dan mudah untuk dia sampaikan kepada orang yang dia cintai, tapi ada juga yang sebaliknya. ada rasa cinta yang sangat sulit untuk di ungkapkan dan disampaikan. mungkin aku adalah salah satu orang yang merasakan betapa sulitnya menyampaikan rasa cinta ini.
hal ini membuat ku hanya bisa memendam perasaan sayang dan cinta ini secara diam. karna ada rasa khawatir takut orang yang aku cinta malah sedang mencintai orang lain. meski berat dan kadang sedih namun tetap saja aku tidak bisa menghilangkan perasaan cinta ini. ana antazrik mas Arkan. aku menunggumu ~M.A~