
Ucapan ibu mertuanya membuat Dara menjadi tidak betah tinggal di rumah Leon, karena rumah itu juga merupakan warisan dari orangtua Leon.
"Sabar yah sayang, mungkin ini ujian buat rumah tangga kita. Rumah tangga itu tidak ada yang sempurna. Ada yang diuji ekonominya, ada yg diuji kesetiaannya, ada pula yang diuji dengan keturunan seperti kita ini. "
Ucap Leon bagaikan sedang mendongengi anak kecil.
Memang sangat membosankan jika rumah yang lumayan besar hanya ditinggali dua orang saja, apalagi jika Leon sudah berangkat bekerja. Dara sendiri di rumah, kadang dia merasa takut, tapi mau gimana lagi.
"Yang, apa sebaiknya kita mencari pembantu saja untuk mengerjakan kerjaan rumah...? Jadi kamu juga punya temen di rumah kalo aku pergi kerja. "
Pikir Leon.
Leon berencana untuk mencari pembantu rumah tangga, agar bisa menemani Dara juga di rumah.
"Boleh juga sih kalo mas gak keberatan. "
Jawab Dara setuju.
Leon menyenderkan kepalanya ke dipan kamar tidurnya. Dia kepikiran tentang kata-kata Toni selama tiga tahun yang lalu, untuk mengetahui siapa yang bermasalah diantara mereka berdua. Barangkali setelah itu ada solusi untuk mereka berdua.
"Apa aku coba saja yah, apa yang di katakan oleh Toni itu. Besok aku harus tanyakan lagi pada Toni. "
Pikir Leon.
*******
Pagi kemudian.
Seperti biasa, Dara selalu menyiapkan sarapan untuk Leon setiap hari sebelum berangkat kerja. Dara juga selalu menyiapkan pakaian kerja di atas ranjang agar setelah selesai mandi, Leon bisa langsung memakai pakaian yang sudah di siapkan, sehingga tak perlu mencari lagi di lemari.
Hari ini Dara memasak nasi goreng, di hias telur mata sapi di atasnya lalu di hias juga dengan mentimun dan tomat agar terlihat bagus. Dara juga tidak lupa menuangkan segelas susu putih setiap pagi, dengan gelas polos yang agak tinggi.
"Sayang sini sarapan dulu. "
Panggil Dara kepada Leon yang sedang turun dari tangga sambil memegangi tepian tangga dan tangan kirinya memegang blezer yang akan di pakai setelah sarapan.
"Iya sayang. "
Jawabnya.
__ADS_1
Leon duduk di meja makan dan menyampirkan blezer nya di atas kursi kayu yang menjulang tinggi melebihi kepala setelah di duduki.
"Wah. Enak banget nihh. "
Puji Leon kepada masakan Dara.
"Belum aja dimakan, sudah bilang enak. Kan belum tau rasanya. "
Ucap Dara sambil menemani Leon sarapan.
Dara mengambilkan sendok dan garpu. Leon menganggap masakan Dara itu sangat special, sehingga jangan sampai dilewatkan untuk tidak sarapan setiap pagi.
Untuk makan sore, biasanya Leon membawakan makanan dari luar untuk mereka berdua, supaya tidak bosan dengan menu yang tersedia di rumah setiap hari.
Dengan begitu cepat Leon menghabiskan sarapannya, dan meminum segelas susu yang sudah tersedia di meja.
"Mantap banget sayang. Aku berangkat dulu yah. "
Ucap Leon kemudian berdiri setelah duduk.
"Hati-hati yah mas. "
Jawab Dara sambil memakaikan blezer yang baru saja diambil dari sampiran kursi kayu.
Meskipun pernikahan mereka sudah lama, tapi mereka masih sangat romantis. Seperti layaknya pengantin baru.
Lama-lama Dara merasakan kesepian juga hidup tanpa seorang anak. Dara selalu berdoa agar dia segera dikaruniai anak.
"Daripada sepi mending aku buka HP aja. "
Ucap batin Dara.
Dara membuka sosial media, dan ternyata ada beberapa pesan dari orang yang berbeda.
"Ali. Ternyata dia masih inget sama aku, padahal aku sama dia pisah udah lima tahun. Aku coba liat profil dia ah, siapa tau dia sekarang sudah punya pacar baru. Atau mungkin sudah menikah. "
Ucap batin Dara sambil melihat-lihat profil Ali di sosial media.
Tak sengaja tangan Dara menyentuh tanda like di postingan Ali, pada foto Ali yang sedang bersama teman-teman kerjanya.
__ADS_1
"Dia udah sukses yah sekarang. Tapi, aku kan sudah menikah, tak sepantasnya aku berbicara seperti ini. Ah sudahlah, ngapain juga aku ngepoin dia. "
Ucap batin Dara lagi.
Dara melihat pada postingan Ali yang memakai motor besar, tapi sepertinya dia belum punya pacar baru, apalagi menikah. Karena dia tak pernah posting foto cewe atau status percintaan. Dia hanya sering posting foto teman-teman nya yang sama-sama cowo.
"Aku harus bersyukur. Dia hanya punya motor besar dan sedikit kemajuan pada uangnya. Sedangkan suamiku, dia sudah memiliki segalanya. Tapi, rasa cintaku masih tersisa sedikit untuk Ali. Karena dia tak pernah sedikitpun melukai hatiku, dia selalu menghibur aku disaat aku sedang bersedih. "
Kata Dara sambil mengingat masa lalunya dengan Ali.
Terdapat notifikasi dari media sosial Ali, yang ternyata itu adalah like dari Dara, Ali merasa sangat bahagia bisa mendapatkan like dari Dara.
"Dara..!! Dia ngelike foto aku. Ya ampun, aku seneng banget, meskipun aku hanya mendapat like dari tangan Dara, apalagi jika bertemu kembali. "
Ucap batin Ali dengan sangat girang, dia juga berfikir bahwa Dara stalking profil Ali.
Ali juga kembali teringat masa lalunya bersama Dara beberapa tahun yang lalu sebelum Dara bertunangan dengan Leon.
Ali mencoba menghubungi Dara lagi. Siapa tau Dara mau merespon. Ali akhirnya menanyakan kabar Dara. Dara bingung harus jawab atau tidak, di sisi lain Dara juga merasakan kesepian.
Tanpa berfikir panjang akhirnya Dara membalas inbox dari Ali. Dia menjawab semua pertanyaan Ali. Dia juga sempat bertanya balik tentang kabar Ali, termasuk menanyakan hubungan percintaannya.
"Aku harus menghapus semua jejak penelusuran di HP agar Leon tidak mengetahui bahwa aku baru saja berkomunikasi dengan Ali. "
Dara menghapus semua jejak penelusuran yang baru saja dia lakukan agar tidak diketahui oleh suaminya.
Dara takut Leon akan marah besar jika tau istrinya telah lancang berkomunikasi dengan mantan pacarnya, tanpa seijin suaminya.
"Belum sempat aku mengetahui alamatnya, malah dia offline. Sial..! "
Ucap batin Ali.
Ali merasa kesal dengan Dara yang tiba-tiba tidak aktif lagi. Sebentar lagi Leon akan pulang, jadi Dara harus merapikan kamar dan menyapu di halaman luar.
Sebelum Leon pulang, Leon menemui Toni untuk kembali menjelaskan tentang hal yang waktu itu dia bicarakan. Leon ingin tau dimana tempat yang benar-benar bagus untuk mengecek siapa diantara Dara dan Leon yang menyebabkan tidak bisa punya anak hingga sekarang ini.
Leon pulang agak telat hari ini, karena dia harus survey tempat yang di tunjukan oleh Toni.
"Duh. Jam segini kenapa suamiku belum pulang yah, aku khawatir sama dia. Mana HPnya gak aktif lagi, duuhhh. "
__ADS_1
Dara khawatir dengan Leon, karena biasanya jam segini dia sudah pulang ke rumah.
Tak lama kemudian ada nomor asing masuk menelpon Dara, dia sempat mengira bahwa itu adalah Ali, tapi ternyata itu Toni, teman Leon. Leon memakai nomor telepon Toni karena HP nya lowbatt.