Anak Dari Pria Lain

Anak Dari Pria Lain
Bab 27


__ADS_3

Leon memperhatikan Dara yang saat itu berada di depannya. Dara tidak mengetahui apa yang Leon ketik.


"Kenapa mas..? Kenapa kau menatapku seperti itu..? "


Tanya Dara.


"Ternyata memang benar apa yang ada di fikiranku selama ini. Bahwa Ali masih sangat mencintai kamu. "


Jawab Leon, masih memegang HP milik Dara.


"Tapi mas, aku tidak sedemikian. Aku sudah tidak mencintai mantan aku. Aku berbeda dengan Ali. "


Ucap Dara.


Suasana hening membuat otak sedikit runyam.


Leon tak mau banyak basa-basi lagi, dia langsung berkata yang sebenarnya bahwa dia bukan Dara. Mendengar kebenaran itu, Ali sangat panik, dia khawatir Dara akan diperlakukan tidak baik oleh suaminya.


"Maaf. Ini bukan Dara. Saya suaminya. "


Ucapan Leon yang di ketik lewat HP Dara.


"Untuk apa kau menghubungiku...? Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan istrimu. Tolong jangan sakiti Dara. "


Jawab Ali pada pesan yang di tuliskan oleh Leon.


"Tenang, aku tak pernah sedikitpun menyakiti Dara. Ada yang akan aku bicarakan sama kamu. "


Ucap Leon santai.


Ali penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Leon. Tumben sekali dia menghubungi mantan istrinya. Dan biasanya seorang suami tidak akan rela melihat istrinya berkomunikasi dengan pria lain, tapi ini sepertinya Leon akan memberikan kesempatan untuk Ali.


"Apa yang akan kamu tanyakan padaku...? "


Tanya Ali penasaran.


"Aku ingin anda datang kesini. Menemui aku dan istriku. "


Jawab Leon.


"Untuk apa saya datang ke situ...? "


Tanya Ali lagi.


"Kita akan berbicara tatap muka, bukan hanya di HP. "


Jawab Leon singkat.


Ali semakin penasaran dengan apa yang diucapkan oleh suaminya Dara.


"Saya akan datang sekitar dua bulan lagi, saya juga akan mendatangi pesta pernikahan Tia. "


Jawab Ali.


"Baiklah akan saya tunggu kedatangan anda. "


Ucap Leon, kemudian tidak menjawab lagi.


Sebenarnya Leon sama sekali tidak ingin melakukan ini, tapi tidak ada cara lain selain itu. Berat sekali, ibarat menyerahkan sesuatu yang berharga pada orang lain.


Tapi tenang, ini hanya sementara. Akan ada perjanjian antara Ali dengan Leon.


Lalu bagaimana dengan Dara yang harus melakukan sesuatu itu dengan mantannya.


"Mas. Jika aku menikah sirih tapi masih dengan ikatan pernikahan yang sah, apakah bisa...? Bukankah itu tidak bisa..? "


Tanya Dara.

__ADS_1


"Gimana kalau kita sementara bercerai, agar kalian bisa menikah. "


Jawab Leon.


"Gila kamu mas, ini tuh seperti permainan tau gak sih. "


Ucap Dara tidak setuju.


Jika Dara tidak bercerai dengan Leon, tetapi dia akan tetap menikah sirih dengan Ali, berarti Dara mempunyai dua orang suami. Hal ini tidak akan di ketahui oleh banyak orang.


"Sementara kamu tak usah memikirkan aku. Yang penting kamu bisa nikah siri dulu dengan Ali, dan berhasil mempunyai anak. "


Kata Leon lagi.


*****


Dua bulan kemudian.


Waktu yang dijanjikan Ali untuk datang ke pernikahan Tia sekaligus bertemu dengan Dara telah tiba.


Ali pulang dari kapal membawa ransel besarnya yang berwarna hitam bercampur biru.


Menepi di sebuah pulau, untuk kembali ke kampung halaman.


"Akhirnya.... Aku bisa menikmati suasana kampung sebentar lagi. "


Ucap Ali sambil menikmati udara yang segar.


Dia berjalan mencari ojek dan turun di depan stasiun. Kemungkinan hanya 8 jam saja perjalanan kereta ke stasiun. Setelah sampai di stasiun, dia akan kembali menaiki ojek untuk mengantarnya pulang ke rumah.


Dara datang ke rumah kakek, tiga hari sebelum acara pernikahan Tia di mulai.


Begitu juga dengan orangtua Dara. Mereka juga datang. Tak lama saling bertemu, orangtua Dara memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang. Aku sangat merindukan kamu. Kamu apa kabar. "


Tanya ibunya sambil memeluk Dara.


Jawab Dara sambil mengelus sedikit punggung ibunya, Claudia.


Bu Claudia mengelus perut anaknya. Namun terasa datar, tidak terlihat ciri-ciri hamil pada perutnya, padahal dia sangat menginginkan cucu dari anak semata wayangnya.


"Apa kamu sudah hamil...? "


Tanya ibu Dara.


"Emmm. Tuhan belum kasih aku kepercayaan mah. "


Jawab Dara sambil menunduk.


"Kamu semangat terus ya sayang. Jangan sampai putus asa. "


Nasehat ibu Dara.


Ibu Dara mengajak Dara ke belakang untuk berbicara empat mata dengan Dara.


"Sayang sini sebentar ikut mamah. "


Ucap ibunya Dara sambil menggandeng tangan Dara untuk mengikuti dirinya.


"Ada apa mah...?"


Tanya Dara.


Mereka berdua telah duduk di belakang, sengaja menepi di kesepian agar tak terdengar oleh orang lain.


"Kamu, kamu gak ikut apapun kan..? Kb atau minum sesuatu yang bikin kamu gak hamil-hamil. "

__ADS_1


Tanya Bu Claudia penasaran.


"Engga kok mah. Aku malah sering konsumsi penyubur kandungan, dan saat di cek ke dokter katanya aku juga subur. "


Jawab Dara.


"Ada yang kamu sembunyikan dari mamah....? "


Tanya ibu Dara lagi.


"Gak ada mah, mamah tu jangan mikir yang macem-macem yah. Semua baik-baik saja. "


Jawab Dara


"Jujur. Kamu bahagia atau tidak hidup bersama Leon selama lima tahun ini. "


Tanya Bu Claudia lagi.


"Alhamdulillah bahagia banget mah, dia selalu belikan apa saja yang aku mau. Dia baik banget mah sama aku. "


Jawab Dara.


Bu Claudia heran, apa penyebab Dara hingga saat ini belum bisa hamil. Biasanya hal itu terjadi karena faktor tertentu. Entah itu stress, kandungan tidak subur, atau dia sudah mengikuti KB dan sengaja menunda untuk tidak punya anak dulu. Tapi semua itu tidak terjadi pada Dara.


"Sayang. Ada yang kamu sembunyikan dari mamah.. ? Barangkali mertua kamu galak atau yang lain..? "


Tanya bu Claudia lagi.


"Tidak. Sungguh tidak ada. "


Jawaban Dara membuat ibunya percaya.


Tiba-tiba kakek memanggil Dara dan bu Claudia untuk makan bersama di ruang keluarga.


Leon penasaran dengan apa yang dibicarakan ibu mertua dengan istrinya itu, sampai-sampai mereka berbicara hanya empat mata saja, rasanya seperti tak ingin orang lain tau.


Leon membisik ke telinga Dara.


"Tadi ibu kamu ngomong apa..? Kayaknya penting. "


Bisik Leon.


Dara menjawab pertanyaan Leon lewat ketikan di HPnya.


"Ibuku hanya menanyakan kabar aku, dia juga bertanya apa saja yang sudah aku konsumsi untuk menyuburkan kandungan aku. Itu saja. "


Jawab Dara lewat sebuah ketikan.


Leon kembali bertanya, lewat ketikan di HPnya seperti Dara.


"Jangan sampai kamu keceplosan tentang rahasia kita, tentang apa yang terjadi dengan aku. "


Ucap Leon.


"Pasti sayang. "


Jawab Dara.


Mereka melanjutkan makan dengan keluarga Dara, termasuk kakek dan orangtua Dara.


*******


Delapan jam kemudian.


Ali telah sampai di stasiun kota. Dia harus naik ojek untuk sampai di rumahnya.


"Akhirnya, sebentar lagi aku akan sampai di halaman rumahku. Aku sangat merindukan momen dulu, saat aku masih bersama dengan Dara. Sebentar lagi aku juga akan bertemu dengan Dara. "

__ADS_1


Ucap batin Ali sambil berjalan menggendong tas ransel. Dia berjalan untuk mencari ojek.


Bersambung......


__ADS_2