Anak Dari Pria Lain

Anak Dari Pria Lain
Bab 23


__ADS_3

"Semoga dengan rutin meminum ini, Dara akan berhasil mendapatkan momongan. "


Ucap batin Claudia.


*******


Sesudah sampai di rumah, Dara dan Leon sama-sama memasuki kamar dan mengunci kamarnya.


"Aku yang buka. "


Ucap Dara, sambil memegang amplop putih yang sudah sedikit sobek itu.


"Yaudah ini. "


Jawab Leon dan menyerahkan amplop itu.


Dara dan Leon sama-sama deg-degan. Mereka berdua akhirnya membuka pelan-pelan amplop panjang itu.


Dan hasilnya ternyata, Dara normal, sedangkan Leon negatif. Dia divonis terkena suatu penyakit yang menyebabkan dirinya tak bisa menghasilkan anak. Sedangkan Dara sangatlah subur, dia bisa dengan mudah memiliki anak.


"Ini, ini pasti ngaco deh. "


Ucap Leon tak percaya dengan hasil itu.


Leon mencoba menelfon Toni. Dia ingin memastikan apakah hasil dari klinik itu benar-benar akurat atau tidak.


"Hallo Toni. "


Ucap Leon.


"Yaa bro, kenapa..? Tumben lu telfon gue. Oh iya gimana? Udah ke sana..? "


Jawab Toni dan bertanya.


"Gue udah ke klinik yang kemaren. Tapi, akurat gak sih sama hasilnya. "


Tanya Leon lagi.


"Yaiyalah akurat. Dokternya kan dari luar negri juga. Emang gimana sama hasilnya....? "


Tanya balik Toni.


"Tapi aku gak yakin deh. Karena hasilnya tuh ngaco. "


Ucap Leon.


"Ngaco....? Ngaco gimana..? "


Tanya Toni semakin serius.


"Masa hasilnya gue kena penyakit yang menyebabkan aku gak bisa punya anak. "


Jawab Leon terus terang.


"Kamu... Kamu mandul...? "


Ucap Toni.


Leon langsung mematikan telfonnya saat mendengar Toni berkata Leon mandul.


Dara menghampiri Leon.


"Gimana sayang...? Apa hasil yang kita terima ini benar-benar akurat....? "

__ADS_1


Tanya Dara.


Leon hanya menganggukkan kepalanya untuk berkata iya. Dia termenung menerima nasib yang Tuhan berikan. Dan penyakit yang di derita oleh Leon sifatnya permanen, tidak bisa diobati. Kejantanannya sudah tidak berfungsi lagi.


"Sayang... Udah kamu jangan sedih. Aku janji akan tetap menemani kamu, apapun keadaan kamu. "


Kata Dara menenangkan, sambil mengelus pundak Leon.


"Aku, aku gak bisa kasih kamu anak. Kita udah gak punya penerus hidup, padahal aku pengin banget punya anak. Maafin aku yah Dara, gak bisa bisa bikin hidup kamu berarti. "


Jawab Leon.


"Ternyata aku yang mandul, bukan kamu. Orangtuaku salah besar. "


Ucap Leon sambil mengingat kejadian kemarin saat ibunya menyakiti hati menantunya dengan kata-kata yang tidak pantas di ucapkan.


"Apa kamu mau menikah lagi..? Aku tidak papa jika harus kamu tinggalkan. Karena aku gak akan bisa punya anak. "


Ucap Leon lagi.


"Tidak sayang. Aku tidak akan melakukan itu. "


Jawab Dara sambil mengelus kedua pipi Leon.


Saat itu data dalam HP Dara masih online. Terdengar bunyi nada dering telfon dari HP Dara.


"Siapa..? Angkat aja. "


Ucap Leon.


"Gak penting kok. "


Jawab Dara dengan mimik wajah gelisah.


"Coba liat, mana HPnya. "


Tanya Leon dengan tegas meminta HP yang dari tadi mengeluarkan bunyi.


Dara salah tingkah, dia bingung harus berkata apa saat Leon melihat yang menghubungi Dara adalah Ali, mantan kekasih Dara beberapa tahun yang lalu sebelum dia bertemu dengan Leon.


Dara dengan sangat terpaksa memberikan HPnya tanpa menghapus semua histori yang sudah dia telusuri dari hari kemarin.


Jantung Dara berdebar sangat kencang, dia takut Leon marah lalu meninggalkan Dara.


Leon mengecek semua isi HP Dara. Dia menemukan nama mantannya di dalam hpnya, dia juga membuka inbox dan semua media sosial di HP Dara.


Setelah mengecek semua isi HP Dara, Leon menatap Dara dengan sangat sinis. Dara sudah punya firasat buruk sebelumnya, tapi karena Leon mendampinginya setiap waktu, jadi Dara tidak bisa berkutik untuk menghapus semua histori penelusuran di HPnya.


"Kamu masih suka sama mantan kamu..? "


Tanya Leon tanpa membentak.


"Engga mas, aku cuma membalas pesan dari dia aja gak lebih. "


Jawab Dara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kalau kamu udah gak suka, ngapain kamu merespon mantan kamu ini. "


Tanya Leon lagi.


"Aku cuma pengin tau aja mas, aku kira dia udah nikah, dan ternyata belum. "


Jawab Dara dengan wajah polos.

__ADS_1


Leon menyerahkan HP milik Dara dan meminta Dara untuk mengambil dari tangan kanannya. Karena takut, Dara mengambil HP itu dan meletakkannya di kasur.


"Aku janji mas, gak akan komunikasi sama dia lagi. Maafin aku mas. "


Ucap Dara sambil berlutut di depan Leon.


Tanpa sedikit kata Leon membangunkan Dara yang sedang berlutut di depannya.


Leon tampak pusing, baru saja dia membaca hasil dari klinik yang mengecewakan, dan kali ini dia harus melihat istrinya berkomunikasi lagi dengan sang mantan.


Saat ini Leon tak bisa berfikir apa-apa, dia hanya ingin tidur untuk sedikit melupakan masalah yang terjadi dan kembali beraktivitas lagi seperti biasa di hari esok.


Dara masih merasa bersalah karena Leon masih saja terdiam tak mau bicara. Dara menyiapkan segelas susu, tak juga di minumnya, dia juga menyiapkan beberapa buah dari kulkas, tak juga di makan.


"Aku bingung harus apa. Aku gak tau lagi bagaimana caranya supaya suamiku mau bicara lagi sama aku. "


Ucap batin Dara sambil mengerutkan alisnya.


Leon tertidur dan memiringkan tubuhnya untuk menghindari Dara, tapi masih seranjang.


Mencoba untuk memejamkan matanya tapi fikiran Leon masih berjalan-jalan di kepala. Akhirnya dia pindah tidur di kursi panjang yang berada di depan ruang TV, siapa tau dengan berpindah tempat dia akan lebih baik dan bisa tidur.


"Aaaaghhh sial. Susah banget buat tidur. Sampai kapan aku harus memikirkan hal ini. "


Ucap batin Leon sambil kembali duduk dan menyalakan televisi dengan remot.


Dara terus mengikuti Leon tapi berjarak jauh untuk menghindari perdebatan.


Leon melihat Dara yang dari tadi mengikutinya.


"Ngapain..? "


Ucap Leon dengan jutek.


"Ngikutin mas Leon. "


Jawab Dara sambil tersenyum dan memangku tangannya ke belakang.


Setelah itu Leon berhenti berbicara lagi.


"Yesss... Dia baru saja berbicara denganku, seneng banget deh. "


Ucap batin Dara yang berhenti mengikuti Leon dari belakang.


"Mas cemburu...? "


Tanya Dara sedikit menggoda Leon.


"Gak."


Jawabnya jutek. Leon fokus ke arah televisi tanpa memandang Dara yang sudah berada di sampingnya.


"Kalo gak cemburu kenapa ngambek hayoo... "


Dara mencolek Leon.


"Apaan si. Biasa aja kali. "


Leon gengsi untuk mengatakan bahwa dirinya memang cemburu melihat istrinya dengan laki-laki lain.


Dara mengelus pundak Leon, tapi Leon menyingkirkan tangan Dara.


"Oow masih ngambek. Yaudahlah, aku mau tidur di lantai saja. "

__ADS_1


Ucap Dara. Dia mengambil bantal dan berbaring di atas kasur lantai, dekat dengan ruang TV.


__ADS_2