
Ali memberitahu Dara bahwa dia sudah sampai di halaman rumahnya. Tetapi kata-kata yang di sampaikan melibatkan suaminya juga.
"Dara, aku sudah sampai dirumah. Suami kamu bilang, kita akan bertemu. Kira-kira kapan kita bisa bertemu..? "
Tanya Ali.
Sebenarnya Ali sudah tak sabar lagi ingin segera bertemu, dia penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh mereka berdua.
Dara yang masih berada di meja makan memberikan HP miliknya untuk memperlihatkan isi pesan dari Ali.
"Mas. Ini baca. "
Ucap Dara sambil menyerahkan HPnya.
"Kenapa di fikiran aku maju mundur yah. Setelah dekat sekarang aku ngerasa gak rella jika aku harus menyerahkan istriku pada orang lain. "
Ucap batin Leon.
"Emm... Mah, pah, aku keluar dulu yah sama Leon. Ada sesuatu yang penting. "
Ucap Dara.
Dara menarik tangan Leon untuk keluar bersama. Leon dan Dara memasuki mobil, mereka mencari tempat yang jauh dari keramaian.
"Kita ke laut aja mau gak.?? "
Tanya Dara menengok ke arah Leon.
"Boleh juga. Terserah kamu deh. "
Jawab Leon.
Leon menggerakan setir mobilnya untuk mengarah ke arah Laut. Dara suka sekali dengan suasana Laut.
Dara ingin bicara sekarang di dalam mobil, tapi takut mengganggu konsentrasi Leon saat menyetir.
Beberapa menit kemudian. Sampai juga di laut, mereka memesan makanan dan menikmati angin sepoi-sepoi.
"Mas, jujur aku gak siap sama sekali. Rasanya konyol banget jika harus ngelakuin hal ini. "
Ucap Dara.
"Aku juga gak rella sebenernya melihat kamu sama orang lain, tapi aku hanya ingin anak dari kamu. Aku gak mau ngasuh anak dari orang lain. "
Jawab Leon.
"Jika kita melakukan bayi tabung, apa kamu keberatan... ? "
Tanya Dara dengan wajah bimbang.
"Kata temanku yang berprofesi sebagai bidan, bayi tabung itu besar resikonya, untuk anak dan ibunya. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa, aku lebih milih kamu dengan orang lain daripada terjadi sesuatu sama kamu. "
Jawab Leon, kemudian menundukan kepalanya, lalu menghela nafas.
Leon membuka HP Dara, dan mengetik sesuatu untuk dikirimkan kepada Ali.
"Apa yang kamu ketik untuk Ali mas...? "
Tanya Dara penasaran.
"Aku meminta Ali untuk datang kesini. "
Jawab Leon.
__ADS_1
Ali yang menunggu pesan dari Dara tiba-tiba mendengar suara chat masuk. Dia melihat isi pesan dari Dara, dia di perintah untuk datang ke pantai sekarang juga.
"Baru aja sampe rumah, udah disuruh pergi lagi. Yaudahlah gak papa, yang penting aku bisa ketemu sama Dara. Lagian aku juga udah kangen banget, rasanya gak karuan memendan rindu selama bertahun-tahun, mumpung aku juga dikasih kesempatan buat ketemu Dara sama suaminya. "
Ucap batin Ali setelah membaca pesan dari Dara.
Ali segera menaiki sepeda motornya untuk pergi ke pantai.
Satu jam kemudian.
Ali turun dari motor karena sudah sampai ke tempat yang dia tuju. Ali melihat ke arah kanan kiri sambil mencari Dara dan Leon.
"Duh, aku kenapa jadi deg-degan begini sih. Kaya waktu pertama ketemu Dara ajah. "
Ucap batin Ali sambil mencari Leon dan Dara.
"Oh itu mereka. Ketemu juga akhirnya. "
Ali menemukan Dara di tepian pantai yang terdapat kursi panjang dengan meja untuk menikmati makanan. Di sampingnya juga terdapat pohon kelapa yang mempercantik suasana.
Ali mendatangi mereka berdua. Leon sengaja memesan minuman untuk tiga orang, karena dia tau kalau Ali pasti akan datang.
Ali datang dan berjabat tangan dengan Leon dan Dara.
"Hay, apakabar kalian. "
Tanya Ali basa-basi.
"Kami baik-baik saja, gimana dengan kamu. "
Jawab Leon tanpa sinis menanggapi Ali.
"Saya, baik juga. "
"Aduh, aku kenapa yah, kenapa jantungku berdetak begitu cepat, aku gak tahu apa yang terjadi dengan diriku. Mungkin karena aku bertemu dengan Ali. Ya allah, tenangkan aku. "
Ucap batin Dara setelah mendapat jabatan tangan dari Ali.
Minuman datang. Leon meminta Dara dan Ali untuk segera menikmati minuman yang masih segar itu.
"Oh iya, katanya ada yang mau kalian omongin ke aku. Kira-kira soal apa yah...? "
Tanya Ali penasaran.
Leon terdiam selama beberapa detik, seakan-akan dia bingung menyampaikan sesuatu itu.
"Em... Terus terang saja nih ya, gak usah basa-basi. Kamu mau gak nikah siri dengan Dara...? "
Tanya Leon. Ali menganggapnya seperti candaan, karena dia tau suaminya sangat mencintai Dara.
Mendengar pertanyaan itu, Ali tertawa kecil.
"Ya ampun, emang becanda harus seperti itu yah. Mana mungkin seorang suami rela istrinya menikah lagi. "
Jawab Ali.
"Aku serius. Emang ada wajah bercanda...? "
Ucap Leon.
Ali terdiam setelah Leon mengatakan itu. Dia bingung harus menjawab apa, masih dengan perasaan gerogi.
"Em. Apa tujuan kamu berbicara seperti itu kepada saya. "
__ADS_1
Tanya Ali dengan tegas.
"Untuk menghasilkan keturunan. Saya akan merelakan kamu menikahi istriku, tapi setelah Dara hamil anak kamu, kamu harus mau pisah dengan istri saya. "
Ucap Leon secara pelan karena ini rahasia besar.
Sebagai wanita, Dara malu mendengar suaminya berkata seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah rencana Leon yang tidak bisa diganggu gugat.
Namanya juga cinta. Cinta itu bisa membuat orang lupa dengan harga diri. Cinta itu membuat manusia kehilangan harga diri.
"Berarti, saya ibarat di kontrak dong. Betul gak sih..? "
Tanya Ali kepada Leon.
Dara hanya berdiam saja tanpa ikut menyambung pembicaraan.
"Bisa dibilang begitu. Tapi tenang, akan ada imbalan seratus juta setelah Dara berhasil mengandung. "
Jawab Leon.
"Bentar-bentar, kenapa kamu rela ngelakuin ini pada istrimu..? Apa yang sebenarnya terjadi...? "
Tanya Ali lagi, dia belum juga mengerti tentang penyebab hal ini.
"Saya. Saya gak bisa kasih Dara keturunan. Saya mandul seumur hidup. "
Jawab Leon merendah, wajahnya tampak bersedih, sehingga menarik perhatian Ali untuk mau mengikuti semua kata-kata Leon.
"Baiklah, aku akan turuti apa yang kau mau. Dan tak usah kau beri imbalan apapun. "
Jawab Ali.
"Tau dari mana kalau kau tidak bisa menghasilkan keturunan dari rahim Dara..? "
Tanya Ali lagi.
"Saya dan Dara sudah pernah tes kesuburan dan kandungan, ya begitulah hasilnya, saya minta tolong banget sama kamu agar bisa membantu saya dengan tulus. "
Jawab Leon dengan mimik wajahnya yang sedikit menampakkan kesedihan.
Ali memandang Dara yang dari tadi duduk berdiam saja. Ali mengingat kenangan saat masih bersama Dara beberapa tahun yang lalu.
"Jadi itu saja yang ingin kamu sampaikan...? "
Tanya Ali.
Leon menganggukan kepalanya.
"Lalu kapan aku harus menikahi Dara secara siri. "
Tanya Ali lagi.
"Setelah pernikahan Tia selesai. Baru kamu menikahi Dara. "
Jawab Leon dengan wajah pasrah.
"Baiklah, demi kamu dan Dara, aku mau melakukan itu. "
Jawab Ali menyetujui dengan perintah Leon, tanpa mempunyai rasa malu dan tidak merasa bahwa dirinya sedang di rendahkan juga.
"Memang yah, cinta itu membutakan segalanya. "
Ucap batin Leon.
__ADS_1
Bersambung.....