Anak Dari Pria Lain

Anak Dari Pria Lain
Bab 29


__ADS_3

"Setelah pernikahan Tia selesai, kamu ikut aku ke mobil, dan kamu menikahi Dara di kota lain. Agar tidak ada yang tau rahasia ini. Yang tau soal ini hanya aku, kamu dan Dara. Mengerti kan..? "


Ucap Leon.


Ali mendengarnya dengan sedikit kebingungan. Di dalam diri dia berkata bahwa biasanya jika perempuan itu masih bersuami, tidak diperbolehkan untuk menikah lagi.


"Bro, bukankah jika perempuan masih bersuami tidak boleh menikah lagi. Kecuali sudah bercerai. "


Ucap Ali kepada Leon.


"Bilang aja suaminya sudah tiga tahun tidak ada kabar dan tidak pernah memberi nafkah. Gitu aja simpel kan. "


Jawab Leon.


"Yaudah aku ikutin aja apa maumu. "


Jawab Ali.


Dara hanya bisa pasrah ketika mendengar mereka berdua bercakap-cakap. Dia bagaikan perempuan yang mau di nikmati siapa saja.


Semua ini sudah kesepakatan antara Dara dengan Leon, jadi hal ini sudah pasti tidak akan di permasalahkan.


"Yasudah, kurasa semuanya sudah jelas, kamu boleh meninggalkan tempat ini. "


Ucap Leon seakan mengusir Ali, padahal dia baru saja meminta tolong.


"Baiklah."


Jawab Ali singkat kemudian meninggalkan mereka berdua yang masih duduk di tepian pantai.


"Andai saja aku sudah tak cinta dengan Dara, tak akan mau aku melakukan hal konyol ini. Semua ini ku lakukan karena aku masih sangat mencintai Dara. "


Ucap batin Ali sembari berjalan kaki.


Ali rasa dia harus sabar dengan ucapan Leon yang kadang membuat sakit hati, karena ada Dara yang mau di dekati.


Tia kembali memberi kabar untuk Ali, memastikan Ali sudah sampai di rumah atau masih berada jauh untuk berlayar.


"Emmm... Aku kan pernah suka sama Ali. Jadi dia harus datang ke acara pernikahan aku, untuk menyaksikan kecantikan aku setelah di rias oleh MUA handal. Yeaaah, aku harus memastikan dia, apa dia benar-benar datang atau tidak. "


Ucap batin Tia sambil memegang ponselnya.


Tia menelfon Ali saat Ali masih menapak di pasir pantai.


Ponsel Ali yang saat itu dia pegang tiba-tiba bergetar lama, pertanda ada panggilan telepon dari seseorang, dia pun melihat ponsel yang ada di genggamannya. Ternyata itu telfon dari Tia, Ali segera mengangkat telfonnya.


"Haloo, kenapa Tia. "


Tanya Ali dengan singkat.

__ADS_1


"Kamu beneran mau dateng ke acara pernikahan aku..?? "


Jawab Tia dan bertanya lagi.


"Iyalah. Masa boongan sih, aku aja udah pulang dari berlayar. "


Ucap Ali.


"Euuummmm, makasih banyak yah, yaudah, aku tunggu kedatangan kamu yah. "


Jawab Tia kemudian menutup telfon.


Sekarang Tia sudah yakin bahwa Ali memang akan datang ke acara pernikahannya. Dia merasa di special kan oleh Ali, padahal Ali pulang juga karena ingin bertemu dengan Dara, dengan percaya diri Tia menganggap Ali peduli dengan dirinya.


********


Dua hari kemudian. Acara pernikahan Tia telah tiba. Dekorasi yang terpasang di rumah kakek sangatlah mewah, kebetulan Tia juga mendapatkan suami yang lumayan kaya, tapi masih kaya Leon jika akan di bandingkan.


Tia bertemu dengan pria itu di sosial media, dan ternyata mereka sering ketemu juga, setelah beberapa tahun mereka saling dekat dan kini saatnya untuk menikah.


"Hari ini aku akan datang ke acara pernikahan Tia. Aku harus tampan dan keren, supaya Dara kembali merasakan cinta padaku. "


Ucap batin Ali.


Perasaan Dara kini campur aduk. Dia kembali berbicara tentang hal kemarin kepada suaminya.


"Mas. Kamu yakin dengan keputusan kamu...? Emm.. A.. Aku terus terang belum siap. Aku sangat mencintai kamu mas. "


Mereka berdua masih berada di kamar. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui tentang rencana buruk mereka.


Sebentar lagi acara akan dimulai, mereka akan bersiap-siap untuk menghadiri pernikahan Tia. Tubuh Dara gemetar, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Ali.


"Sayang. Kamu kok gak dandan, sebentar lagi acara akan di mulai loh. "


Ucap Leon sambil memegang pundak Dara yang masih duduk di ranjang.


Dara menoleh menatap Leon. Lalu memegangi tangan Leon yang menyentuh pundaknya.


"Mas, a...aku malu mas. "


Ucap Dara.


"Sssstttt... Yang penting aku yang meminta. "


Jawab Leon sambil menempelkan Dara telunjuknya ke bibir Dara.


"Aku minta kamu dandan yang cantik yah istriku. "


Ucap Leon.

__ADS_1


Dara menuruti semua yang diucapkan oleh suaminya itu. Dia mengambil sebuah Dress cantik berwarna pink yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan Dara. Dia juga berhijab dengan warna Dusti pink.


Dara mulai memoleskan dandanan ke wajahnya. Pipinya di beri warna merah agar terlihat mempesona. Kelopak matanya dihiasi glitter, bulu matanya yang sudah lentik di lentikkan lagi oleh maskara agar terlihat semakin hitam dan panjang melentik. Bibirnya dioles dengan warna pink magenta, kulitnya yang putih sangat cocok untuk warna lipstiknya.


Leon masih di dalam bersama Dara.


Leon tersenyum melihat Dara.


"Aku hanya menuruti pintamu mas."


Ucap Dara kepada Leon.


"Terimakasih. Ayo keluar. Acara sudah di mulai, sepertinya Ali juga sudah datang. "


Ucap Leon yang sedang duduk di kursi kamar.


Leon berdiri dan menggandeng Dara untuk keluar dari kamar.


Ali datang dengan motor kesayangan yang siap beli dari hasil kerjanya sendiri. Ali memakai kemeja berwarna merah, dengan pasangan celana jeans yang sangat cocok dengan kemeja merahnya.


Saat Dara keluar dengan Leon, Ali melihat mereka berdua. Ali menatap wajah Dara yang semakin kesini semakin cantik.


"Mantanku begitu mempesona. Kenapa dari dulu tidak menikah denganku saja. "


Ucap batin Ali.


Leon menghampiri Ali yang sedang berdiri sendirian. Leon mengajak Ali untuk menikmati prasmanan yang disediakan oleh Tia.


"Hay kalian. "


Ucap pengantin wanita yaitu Tia.


Dia menawarkan santapan yang ada untuk segera di nikmati. Kini Tia berubah menjadi wanita yang ramah dan sopan setelah menjadi dewasa.


Semua keluarga Tia datang untuk foto bersama dengan kedua pengantin, Tia tak lupa untuk meminta Leon dan Dara untuk berfoto juga.


"Tinggal aja gak papa. Kan nanti kesini lagi. "


Ucap Ali yang sedang duduk bersama Leon dan Dara.


Dara dan Leon meninggalkan makanan yang sedang di nikmati kemudian menaiki panggung pengantin untuk berfoto bersama.


Ali merasa sedikit di asingkan oleh keluarga Tia. Tak lama kemudian Leon memanggil Ali juga untuk ikut foto bersama mereka. Ali pun naik ke panggung dan berdiri di samping Dara. Dara diapit oleh dua orang pria, di sebelah kiri Leon dan di sebelah kanannya Ali.


"Ngapain si orang asing ikut foto dengan keluarga kita. "


Ucap batin ibu Tia yang memandang Ali dengan tatapan sinis. Wajahnya sudah mengungkapkan bahwa dia tidak suka dengan Ali.


"Leon. Aku turun aja yah. Gak enak sama keluarga Tia. "

__ADS_1


Ucap Ali. Dia merasa kedatangan nya untuk berfoto membuat ibunya Tia tidak menyukainya.


Bersambung......


__ADS_2