
"Sepertinya dia sudah tidak ngambek lagi. "
Ucap batin Dara. Dia duduk disamping Leon untuk menemaninya makan.
"Kamu sudah makan belum.? "
Tanya Leon masih pura-pura jutek tanpa panggilan kesayangan.
"Belum, maunya di suapin. "
Jawab Dara dengan manja.
"Punya tangan ga.? "
Tanya Leon iseng.
"Tau ah, pokoknya aku gak mau makan kalo gak di suapin. "
Ucap Dara manja seperti anak kecil.
Dara dan Leon kelakuannya masih kaya anak kecil. Dua-duanya sama-sama suka ngambek.
Tepat di depan Leon, Dara mengaku salah dan minta maaf sudah tidak izin kepada suaminya untuk berkomunikasi dengan mantannya, Ali. Leon pun sudah memaafkan Dara, hanya saja dia sedikit cemburu malam kemarin.
"Aku akan bicara sama kamu setelah pulang dari kantor. "
Ucap Leon sambil menutup rantam kecil karena sudah selesai makan.
Dara penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Leon barusan. Dara sudah menduga bahwa yang akan Leon bicarakan pasti sangat penting.
"Emmm.. Aku pulang dulu yah. Grab nya sudah menunggu diluar. "
Ucap Dara sambil melihat HPnya.
"Iya hatu-hati yah sayang. "
Ucap Leon kemudian mencium kening Dara.
Dara mencium tangan Leon dan memberikan senyuman yang lebar.
"Sampai ketemu dirumah. "
Ucap Dara dengan melambaikan tangan.
******
Disana Ali menunggu pesan dari Dara, namun sama sekali tidak ada kabar di sosial media. Ali juga ber firasat bahwa Dara ketahuan masih berkomunikasi dengan dirinya, dan Dara tak di izinkan lagi untuk berkomunikasi dengan mantan.
"Kenapa Dara jadi gak ada kabar begini yah, mungkin dia lagi sibuk kali yah, atau jangan-jangan Dara ketauan masih kontek Sa aku terus dimarahin sama suaminya, duh gawat. "
Ucap batin Ali.
Ali mencoba bertanya tentang kabar Dara kepada Tia. Kebetulan dia juga masih berkomunikasi dengan Tia setelah beberapa tahun.
"Hay Tia gimana kabar kamu. "
__ADS_1
Tulis Ali dalam pesan.
"Ya baik. "
Tia membalas pesan Ali dengan sangat cepat. Kerjaan Tia setiap hari memang memainkan HP.
Tia berencana akan menikah sekitar dua bulan lagi, dia berharap Ali bisa datang ke acara pernikahannya. Dia juga mengundang Dara untuk datang ke acaranya.
"Ali. Aku akan menikah, kamu harus datang yah. Aku juga mengundang Dara di acara pernikahan aku. "
Ucap Tia dalam pesan.
"Wah, selamat yah. Oh ya, Dara pasti datang dengan suaminya kan.. ? "
Tanya Ali.
"Iya pasti dong. Kamu sekalian ajak cewe kamu. "
Jawab Tia sambil menanyakan gandengan.
"Cewe...?? Mana bisa aku punya cewe baru, aku aja belum move on sama Dara. "
Ucap Ali.
"Gila. Udah lima tahun lamanya kamu belum bisa move on...? Emang Dara se special apa sih sampe kamu tuh begitu amat. "
Dara gereget mendengar ucapan Ali yang katanya belum bisa move on sampai saat ini.
"Serius amat, aku kan bercanda, dasar kamu yah dari dulu sukanya serius mulu. "
Kata Ali berbohong, padahal apa yang dikatakan dia sebelumnya itu benar. Ali memang belum bisa move on.
"Aku kangen banget sama Dara, aku akan hadir di acara pernikahan Tia dan bertemu dengan Dara, meskipun dia akan datang bersama suaminya. "
Ucap batin Ali dengan pasrah.
*****
Leon berkali-kali memikirkan masalah tentang dirinya yang tak bisa menghasilkan keturunan untuk istrinya. Lagi-lagi Leon memikirkan cara lain selain membiarkan istrinya melakukan itu dengan pria lain, tapi cukup besar resikonya.
Leon kepikiran dengan bayi tabung, tetapi resiko bayi tabung juga cukup besar,m dan hanya 30 atau 40 persen berhasil, sedangkan Leon juga tak ingin kecewa.
Teman Leon yang berprofesi sebagai bidan menjelaskan tentang resiko bayi tabung. Ada banyak resiko yang cukup fatal bila mengambil program ini. salah satunya adalah saat proses mengambil sel telur. Saat melakukan pengambilan sel telur bisa saja terjadi yang namanya infeksi, atau bahkan pendarahan yang bisa saja menyebabkan kerusakan pada bagian usus atau organ tubuh yang lain.
Leon tidak setuju dengan program ini, karena dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istri kesayangannya.
Menurut sebuah penelitian, bayi yang lahir melalui prosedur bayi tabung lebih besar risikonya terkena penyakit jantung saat dewasa.
Ilmuwan di Swiss membandingkan 64 anak yang lahir lewat prosedur bayi tabung dengan 57 anak yang dikandung secara alami. Penelitian menemukan bahwa 30% peserta bayi tabung memiliki tekanan arteri paru dan kekakuan pembuluh darah yang tinggi.
"Oh ya, tumben sekali kamu bertanya tentang bayi tabung. Apakah ada masalah..? "
Tanya teman Leon lewat pesan.
"Oh, tidak, tidak ada masalah, kami baik-baik saja. Ada temanku yang ingin tau tentang bayi tabung, makanya aku tanya sama kamu. Oh ya sebelumnya terimakasih yah sudah jelasin. "
__ADS_1
Jawab Leon.
Leon menyembunyikan masalahnya kepada semua orang, termasuk keluarga dan teman dekatnya.
"Tumben sekali si Leon tanya tentang bayi tabung, apa jangan-jangan mereka mau coba bayi tabung yah, Leon kan banyak duit. "
Ucap batin bidan saat membaca semua pesan dari Leon.
Tak lama kemudian Leon pulang dari kantor.
Leon menaruh blezernya di atas kursi.
"Sayang. Kamu sudah pulang, maaf tadi pintunya tidak aku kunci, karena aku baru saja menyapu halaman di luar. "
Ucap Dara sambil memegang handuk.
"Emmm, aku mandi dulu yah sebentar. Aku bikinin teh anget dulu deh sebelum aku pergi mandi. "
Ucap Dara lagi sambil senyum dan bergegas pergi mengambilkan teh manis hangat untuk Leon yang baru saja pulang kerja.
Leon memikirkan kata-kata yang akan di sampaikan kepada Dara, Leon harap Dara mau mengikuti kemauannya.
Beberapa menit kemudian. Dara sudah selesai mandi dan berdandan. Lalu datang ke ruang tamu menemui Leon yang sedang menghabiskan teh manis buatan Dara.
Dara memberikan handuk putih yang biasa digunakan Leon untuk mandi.
"Nih handuknya. Mau mandi kan..?? "
Tanya Dara.
Leon bingung akan bicara sekarang atau nanti malam sebelum tidur. Tapi biasanya Dara tidur lebih dahulu.
"Oh ya katanya mas mau ngomong, ngomong apa..? "
Dara kembali mengingatkan.
"Nanti aja deh setelah mandi. Yaudah aku mandi dulu yah. "
Ucap Leon sambil mengambil handuk dari tangan Dara.
Beberapa menit kemudian.
Leon telah selesai mandi kemudian menemui Dara yang telah berpindah ke ruang TV.
"Sayang. Maafin aku yah. "
Ucap Leon sedikit lambat dan membuat penasaran.
"Maaf.. ?? Maaf untuk apa...? "
Tanya Dara bingung karena tiba-tiba saja suaminya meminta maaf tanpa melakukan kesalahan.
"Maaf aku gak bisa kasih kamu anak. Aku gak bisa memberi yang terbaik buat kamu. "
Jawab Leon sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
"Sayang, jangan gitu dong, kamu tuh sudah memberi segalanya buat aku. "
Jawab Dara.